Kenapa bunga anggur SELALU kering & rontok?

2 hari yang lalu, ada yang nanya ke email saya begini:

“…kenapa bunga anggurku selalu kering dan rontok?”

JAWAB:

Biasanya itu disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

1. Pohon mendapat pasokan air berlebih, dibandingkan hari2 biasanya sebelum berbunga.

2. Pohon kekurangan air.

3. Pohon diberi pupuk/pestisida tertentu selama berbunga.

4. Pohon kekurangan unsur hara tertentu.

5. Bunga sering kehujanan.

Dan faktor lainnya…

Untuk mencegah kerontokan bunga anggur…

– Pastikan pohon disiram dengan frekuensi & volume yang relatif sama seperti hari2 biasanya sebelum pohon berbunga, dan jangan sampai telat nyiram sehingga tanahnya kekeringan.

– Jangan memberikan pupuk & pestisida apapun selama berbunga sampai menjadi bakal buah.

– Selalu berikan pupuk yang cukup sebelum pohon dibuahkan.

– Berikan atap transparan, untuk melindungi pohon dari paparan air hujan.

Pengalaman saya…

Melakukan keempat hal di atas, bisa mencegah kerontokan bunga & buah anggur lebih dari 75%.

Jadi, itu saja yang bisa saya share hari ini.

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

Pohon anggur dipangkas habis, GAK bisa tumbuh lagi?

2 hari yang lalu, ada yang tanya lewat email begini:

“…saya punya pohon anggur sudah berumur 7 bulan. Pohon sudah sebesar spidol besar, tapi percabangannya amburadul tidak karuan.

Yang saya tanyakan: Apakah tunas bisa tumbuh normal di batang yang sudah tua, kalau semua cabang di pangkas habis?“

JAWAB:

Bahkan pohon anggur usia tahunan, akan tumbuh tunas2 baru setelah batangnya dipangkas habis.

Itu karena; setiap mata tunas pada batang anggur, menyimpan banyak bakal tunas, yang siap tumbuh kapan saja saat diperlukan.

Apalagi batang pohon yang masih berusia bulanan, persediaan bakal tunasnya masih sebanyak hutang Indonesia. 🤣

Apakah tunas2nya akan tumbuh normal?

Jawabannya IYA.

Tapi tidak seproduktif tunas yang tumbuh pertama kali pada masing2 mata tunas.

Dan itu pun “bukan masalah”.

Karena tunas2 tersebut hanya sebagai cabang2 utama, yang dari sana akan tumbuh tunas2 produktif untuk dijadikan ranting2 pembawa buah.

Jadi, jangan ragu memangkas habis pohon, utk pembentukan ulang percabangannya.

Tapi ada 1 peringatan:

Segera semprot fungisida pada seluruh batang pohon yang tersisa, setelah pemangkasan selesai.

Terutama pada area bekas luka potongan.

Karena banyak kasus pohon “mati total” pasca pemangkasan, akibat penyakit jamur menginfeksi luka bekas potongan tadi, kemudian menyebar hingga ke akar.

Dan kasus tersebut biasa terjadi di musim hujan.

Fungisida sangat efektif “melindungi” bekas luka potongan dari infeksi jamur.

Jadi, manfaatkan itu!

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

pH media tanam Anda TERBANG? Gini cara menjatuhkannya.

Beberapa kali ada yang nanya begini:

”Gimana cara nurunin pH media tanam pot yang terlalu basa (di atas level 7.0)?”

Ini jawabannya:

Siram media tanam sebanyak-banyaknya dengan air.

Sehingga, banyak senyawa kimia yang larut tercuci & mengalir ke luar pot.

Ulangi beberapa kali di hari berbeda.

Pengalaman saya…

2-3 kali pengulangan, sudah cukup membuat level pH media tanam turun beberapa poin.

Jadi, enggak perlu pake cara2 yang ribet.

Setelah pH-nya netral atau berada di level 6.5 – 7.0, berikan pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang, POC, atau semisalnya.

Untuk mengisi kembali nutrisi ke dalam media tanam, yang sebelumnya banyak hilang tercuci air siraman.

Boleh dikasih pupuk kimia juga gak?

Boleh.

Tapi, jangan barengan pupuk organik.

Tunggu 2-4 minggu kemudian ngasih pupuk kimianya, biar mikroba dari pupuk organik tadi berkembang dulu di media tanam.

Semua saran di atas berlaku juga untuk “media tanam anggur“.

Tapi sejujurnya…

Kalo mengikuti aturan main dari ebook Tabulampot Anggur Express.

Kasus pH tanah bermasalah, entah terlalu basa atau terlalu asam, nyaris tidak pernah terjadi.

pH media tanam bermasalah umumnya akibat:

– Proses pembuatan media tanam yang salah.

– Penggunaan pupuk berlebih (baik kimia maupun organik).

– Menggunakan beberapa jenis pupuk kimia tertentu secara “bersamaan”, yang seharusnya diberikan terpisah, sehingga memicu reaksi negatif terhadap level pH tanah.

– Teknis penyiraman yang salah.

– Dan banyak lagi.

Sementara itu aja sih yang mau saya share.

Semoga bermanfaat. 😉

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

Maaf, seluruh konten di website ini tidak bisa Anda copy!

Scroll to Top