Pot ukuran ini bikin pohon anggur cepat berbuah
Seperti apa pengaruh ukuran pot terhadap “kecepatan” pohon anggur berbuah?
Dan ukuran mana yang membantu pembuahan tercepat?
Email ini akan menjawabnya.
⏰ Nikmati 412 kata (waktu baca ~ 2 menit 4 detik)
“Semakin besar ukuran pot, makin bagus,” pikirku.
Jadi, selama bertahun-tahun saya memprioritaskan pakai pot besar (diameter 50–60cm), bahkan jumbo (di atas 60cm).
Hasilnya? Pertumbuhan pohon melesat.
Rimbun.
Cabangnya buanyaak.
Itu karena ruang tumbuh akar yang luas.
Semakin besar volume perakaran, maka semakin besar ukuran pohon secara keseluruhan.
Tapi ada kekurangannya:
Pot besar membutuhkan media tanam jauh lebih banyak.
Berkarung-karung.
Modalnya jelas enggak murah.
Apalagi, ditambah harga pot dan bibit anggurnya yang lumayan.
Kalau cuma tanam satu—dua—tiga pohon memang gak kerasa. Tapi setelah tanam selusin tabulampot anggur, duit tabungan terasa “bocor”. 😭
Ada juga kekurangan lain yang sering terlewatkan:
Semakin besar ukuran pot, maka semakin “lama” waktu yang diperlukan pohon anggur untuk berbuah pertama kali.
Tidak selalu demikian.
Tapi dalam kebanyakan kasus, itulah yang terjadi.
Begini ceritanya:
Cara paling efisien dan efektif membuahkan tabulampot anggur adalah memberi perlakuan “stres kering” (media tanam dikeringkan sampai tanaman setengah layu), kemudian pohon dipangkas pembuahan.
Nah, di sini masalahnya:
Pot diameter 50cm ke atas dengan ukuran pohon yang masih kecil (usia 4–6 bulan pasca tanam), memerlukan waktu berminggu-minggu, bahkan nyaris sebulan untuk membuat media tanamnya kering.
Dampaknya, proses pembuahan menjadi lebih lambat.
Boros waktu.
Beda cerita kalau pakai pot kecil (40–45cm).
Waktu pengeringan media tanam jauh lebih cepat.
Kurang dari seminggu.
Sangat, sangat efisien.
Dan setelah saya paham ini, sejak saat itu saya selalu menyarankan penghobi pemula:
- Jika goal Anda ingin pohon berbuah secepat mungkin (4–6 bulan setelah tanam) → gunakan pot kecil diameter 40–45cm.
- Jika goalnya ingin membesarkan pohon secepat mungkin, dan membuahkannya pada 6–8 bulan setelah tanam → gunakan pot besar (50–60cm) atau jumbo (> 60cm).
Opsi pertama paling banyak dipilih oleh mereka yang baru pertama kali tanam anggur. Mereka ingin menikmati panen perdana sesegera mungkin, demi memenuhi rasa penasaran mereka.
Sedangkan opsi kedua biasanya diambil oleh orang-orang yang menggunakan sistem rambatan para-para. Di mana, perlu waktu 6–8 bulan untuk membesarkan percabangan pohon hingga menutupi sebagian besar atap para-para.
Orang-orang ini tidak keberatan “menunggu” pohon dibuahkan lebih lama.
Jadi, poinnya cukup jelas:
Kalau Anda masih awam, baru pertama kali tanam anggur, aku sarankan pilih pot kecil.
Kemudian praktikkan metode tanam & perawatan tabulampot anggur yang diajarkan dalam ebook “Tabulampot Anggur Estetik”.
Ebook ini menjabarkan metode praktis yang terbukti lebih dari 5 tahun menghasilkan pohon anggur berbuah sangat, sangat cepat — hanya dalam 4–6 bulan setelah tanam.
Jadi, itu materi yang sangat relevan untuk Anda.
Yah, mungkin saja begitu. 😊
Oke, itu aja sharing dari saya.
Jika Anda penasaran…
Barakallahu fiikum,
Ibnul ‘Inab
P.S.
Mau nambah koleksi varietas anggur import?
Kami memproduksi “bibit anggur” dengan kualitas mendekati standar Eropa (umur bibit 6 bulan, tinggi 2–3 meter, siap berbuah dalam 1–3 bulan, harga cuma Rp90rb-an). Bahkan, tersedia juga yang harga Rp60rb-an.
Penasaran?
