Ada lebih dari 100 produk pupuk komersial di pasaran, namun kurang dari 10% yang cocok untuk tanaman anggur.
Memilih jenis pupuk anggur yang SALAH akan menimbulkan setidaknya satu dari dua masalah:
- Pupuk tidak memberikan manfaat apapun bagi tanaman, sehingga upaya pemupukan Anda menjadi sia-sia.
- Kandungan pupuk berlawanan dengan apa yang dibutuhkan tanaman, sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan pada pohon anggur Anda, bahkan sampai merusak fisik tanaman seperti; daun menguning, mengering, hingga rontok; pertumbuhan pucuk, daun dan tunas baru melambat bahkan macet; atau gejala kerusakan lainnya.
Maka…
Mengetahui jenis pupuk yang TEPAT untuk tanaman anggur merupakan kebutuhan mendesak, sebelum Anda melangkah lebih jauh merawat pohon anggur kesayangan Anda.
Jadi apa saja jenis pupuk yang tepat tersebut? Artikel ini menjawabnya secara lengkap dan mendalam.
Inilah tiga poin utama yang akan Anda pelajari:
- Kapan pohon anggur PERLU vs TIDAK PERLU dipupuk?
- Bagaimana strategi pemupukan yang benar?
- Produk pupuk apa yang ideal?
Dengan memahami ketiga poin tersebut…
Setidaknya Anda menjadi tahu kapan pohon harus dipupuk dan jenis pupuk apa yang dibutuhkan. Sehingga, Anda tidak perlu repot-repot memupuk pohon anggur Anda, ketika pohon tidak membutuhkannya.
Sudah siap?
Mari kita mulai poin pertama.
1. Kapan Pohon Anggur PERLU vs TIDAK PERLU Dipupuk?
Sama seperti makan.
Orang dengan berat badan “berlebih” mungkin hanya perlu makan 2-3 kali sehari untuk menurunkan berat badannya. Bagi yang tubuhnya “porsional”, bisa makan lebih sering atau jarang sesukanya.
Sementara mereka yang “kurus”, kebanyakan dokter menyarankan makan 5-6 kali sehari dengan porsi kecil-kecil untuk meningkatkan berat badan mereka secara bertahap.
Kembali ke pohon anggur.
Seberapa cepat pertumbuhan mereka?
Amati “panjang ruas” rata-rata pada percabangannya. Apabila banyak ruas yang panjangnya lebih dari 12cm, artinya pohon anggur Anda kelebihan nutrisi. Jika kurang dari 5cm, menandakan pohon sudah lama kelaparan.
Di tengah-tengah antara 5-12cm adalah pertanda baik yang merupakan rentang normal, di mana pohon anggur Anda tumbuh porsional.
Selain panjang ruas, perhatikan juga “bentuk batangnya” apakah gepeng atau bulat?
Apabila panjang rata-rata ruas berada di kisaran normal namun bentuk batang cenderung gepeng, menandakan pohon anggur Anda mulai kelaparan.
Sebagai pembanding:
Pohon anggur yang sehat dan subur akan memiliki percabangan dengan batang berbentuk bulat dan panjang ruas rata-rata antara 5-12cm.
Sampai di sini bisa kita simpulkan:
- Pohon anggur Anda PERLU dipupuk ketika banyak cabang memiliki batang dengan bentuk gepeng dan panjang ruas kurang dari 12cm, atau ketika batang bulat tetapi panjang ruasnya rata-rata kurang dari 5cm.
- Pohon TIDAK PERLU dipupuk apabila banyak cabang memiliki batang dengan panjang ruas rata-rata melebihi 12cm, tidak peduli apakah bentuk batangnya gepeng atau bulat.
Jika pohon anggur Anda saat ini dalam situasi pertama (perlu dipupuk), maka lakukan pemupukan menggunakan strategi yang tepat.
Seperti apa strateginya? Itulah pembahasan poin kedua.
2. Bagaimana Strategi Pemupukan yang Benar?
Kembali ke cerita di awal tentang orang “kurus”, di mana para dokter menganjurkan mereka makan porsi kecil namun dalam frekuensi lebih sering (5-6 kali sehari).
Pertanyaannya:
Apa saja yang harus dimakan, dan bagaimana membaginya ke dalam 5-6 porsi sehari?
Jawaban dari kedua pertanyaan ini penting, karena sangat memengaruhi hasil akhir; apakah tubuh orang tadi menjadi lebih BERISI dalam sebulan ke depan, atau TIDAK ADA perubahan sama sekali.
Maka…
Para dokter pun menjawab dengan menyarankan mereka untuk mengonsumsi jenis makanan yang kaya protein, agar bisa menaikkan berat badan secara efektif.
Begitu juga pohon anggur Anda.
Harus jelas, pohon anggur Anda kelaparan unsur hara apa?
Jika pohon kekurangan unsur hara “Kalsium (Ca)”.
Namun Anda memberinya pupuk yang kaya unsur hara lain dengan minim kandungan Kalsium, maka pohon anggur Anda akan tetap “menderita”.
Di sinilah pentingnya Anda memahami gejala-gejala kekurangan nutrisi pada tanaman anggur.
Seperti apa gejala kekurangan unsur kalsium, nitrogen, phosphate, kalium dan seterusnya. Sehingga, Anda bisa memberikan jenis pupuk yang tepat sasaran berdasarkan jenis unsur hara yang tidak tercukupi pada tanaman.
Namun jujur saja…
Tidak mudah menguasai pengetahuan tersebut!
Saya sendiri masih sesekali “meleset” dalam menyimpulkan kondisi pohon anggur yang kelaparan, apakah ia sedang kekurangan unsur A atau B atau C. Meskipun, saya sudah berkecimpung lama di bidang ini – lebih dari 10 tahun.
Kabar baiknya:
Anda tidak perlu menguasai itu semua, setidaknya untuk SEKARANG.
Anda bisa kuasai pengetahuan tersebut sambil jalan, sedikit demi sedikit selama beberapa tahun ke depan, sebagaimana yang saya terapkan selama ini.
Yang perlu Anda lakukan sekarang adalah:
Membuat “strategi” pemupukan yang benar.
Anda menyusun strategi bagaimana mengantisipasi dan mengatasi masalah kekurangan nutrisi, TANPA perlu tahu pohon sedang kelaparan unsur hara apa.
Tidak penting apakah pohon kekurangan unsur A, B, atau C.
Kuncinya adalah bagaimana “seluruh” jenis unsur hara yang dibutuhkan pohon anggur bisa Anda penuhi seoptimal mungkin, sehingga menekan potensi kekurangan unsur hara apapun di sepanjang hidup tanaman.
Caranya paling mudah adalah dengan membuat kategori pemupukan berdasarkan fase pertumbuhan tanaman.
Saya membagi fase tumbuh pohon anggur menjadi tiga, yaitu:
- Fase pembesaran pohon (vegetatif)
- Fase pembuahan (generatif)
- Fase pembesaran buah hingga panen
Pohon anggur membutuhkan unsur hara “tertentu” dengan jumlah berbeda pada masing-masing fase.
Tugas Anda adalah memberikan pupuk dengan kandungan unsur hara yang paling banyak dibutuhkan di setiap fase.
Apa saja unsur haranya? Ini dia.
1. Fase pembesaran pohon (vegetatif)
Fase vegetatif adalah fase tanaman sejak hari pertama pohon ditanam ke lahan atau pot, hingga tanaman tumbuh besar menjadi pohon dewasa yang siap berbuah.
Selama fase ini, pohon anggur membutuhkan nutrisi “berimbang” untuk membangun seluruh organ akar, batang, cabang, daun, dan tunas secara kompak.
Waktu pemupukan selama pembesaran pohon adalah setiap 2-4 minggu sekali sampai pohon siap dibuahkan pertama kali.
2. Fase pembuahan (generatif)
Setelah pohon tumbuh besar dan siap berbuah, maka ia membutuhkan unsur hara “phosphate (P)” sedikit lebih banyak untuk menopang pembentukan bunga.
Waktu pemupukan yang tepat untuk fase ini adalah 2-4 minggu sebelum pembungaan.
3. Fase pembesaran buah hingga panen
Setelah pohon anggur berhasil berbunga, kemudian seluruh bunga berubah menjadi buah, maka sejak saat itu sampai menjelang panen, pohon anggur membutuhkan unsur hara Nitrogen dan Kalium dalam jumlah “sangat” besar.
Pemupukan fase ini dilakukan 2-4 minggu sekali, dimulai sejak buah berukuran sebesar biji jagung sampai mendekati panen.
Jadi…
Itulah tiga fase tumbuh pohon anggur paling utama yang harus dipahami oleh penghobi “pemula”.
Untuk penghobi berpengalaman, itu akan berkembang menjadi 5 fase yaitu; fase pra-tanam, vegetatif, generatif, pembesaran buah hingga panen, dan pasca panen.
Tapi di sini…
Saya tidak akan membahas dua fase tambahan lainnya (pra-tanam dan pasca panen).
Oke, setelah Anda tahu kebutuhan unsur hara dominan pada masing-masing fase, selanjutnya apa?
Langkah selanjutnya sekaligus terakhir adalah menentukan “produk” pupuk apa yang paling sesuai dari lusinan produk pupuk komersial di luar sana.
3. Produk Pupuk Apa yang Ideal?
Supaya lebih mudah, saya akan merekomendasikan beberapa merek pupuk, mengingat setiap merek tidak selalu tersedia di semua kota.
Jadi, silakan gunakan merek yang paling mudah Anda dapatkan di daerah Anda.
Lupakan pertanyaan; “merek mana yang bagus?” Karena faktanya, semua merek nyaris sama-sama bagus. Yang paling penting bukan mereknya, tapi “komposisi” unsur hara yang dikandungnya.
Kita mulai dari fase vegetatif.
Produk pupuk fase vegetatif
Karena pohon anggur membutuhkan unsur hara “berimbang” selama fase ini, maka Anda bisa gunakan pupuk dengan komposisi NPK (Nitrogen, Phoshpate, Kalium) berimbang seperti; 10-10-10, 12-12-12, 15-15-15, 16-16-16, 20-20-20, dan semisalnya.
Intinya, ketiga unsur hara tadi (NPK) berada pada jumlah setara.
Merek paling umum di pasaran antara lain:
- NPK Mutiara 16-16-16
- NPK Pak Tani 16-16-16
- NPK Phonska 15-15-15
- NPK DGW 16-16-16
- NPK YaraMila 16-16-16
- NPK LaoYing 16-16-16
Produk pupuk fase generatif
Ketika sedang menumbuhkan calon-calon bunga, pohon anggur membutuhkan unsur hara “phosphate” sedikit lebih banyak dari sebelumnya.
“Oh, berarti pohon perlu dikasih pupuk yang mengandung phosphate tinggi.” Spontan Anda berpikir begitu, bukan?!
Sayangnya, itu BUKAN ide bagus.
Mengapa?
Karena tidak semua unsur hara phosphate yang terkandung pada pupuk vegetatif sebelumnya akan diserap habis oleh pohon anggur Anda. Mengingat, phosphate merupakan salah satu jenis unsur hara yang lambat terurai di dalam tanah.
Dengan kata lain, kemungkinan ada sejumlah unsur hara phosphate “mengendap” di dalam tanah sangatlah besar.
Tugas Anda adalah membuat unsur tersebut lebih cepat terurai, sehingga dapat diserap akar tanaman secara efektif.
Bagaimana caranya?
Berikan pupuk kandang atau kompos sekitar 1 bulan sebelum pembungaan pohon anggur. Sebab, pupuk organik sangat kaya akan “mikroba tanah” yang membantu mengurai unsur phosphate dari pupuk kimia.
Anda bisa membuat sendiri pupuk organik tersebut, atau membeli di lapak tanaman buah/hias terdekat.
Pilihlah produk pupuk kandang atau kompos yang menggunakan kemasan pabrik dan profesional, jangan kemasan karung bekas dan semisalnya. Tujuannya untuk meminimalisir produk pupuk organik berkualitas rendah dan abal-abal.
Produk pupuk fase pembesaran buah hingga panen
Selama pohon menggendong bakal buah sampai mendekati umur panen, pohon membutuhkan unsur hara Nitrogen (N) dan Kalium (K) dalam jumlah sangat besar.
Jika kebutuhan kedua unsur ini tidak terpenuhi, Anda akan memetik panen dengan kualitas buah di bawah rata-rata.
Untuk mencukupinya…
Anda bisa memberikan pupuk berkandungan N dan K tinggi, umumnya dengan komposisi di kisaran N=13% dan K=46%, atau biasa disebut pupuk Kalium Nitrat (KNO3).
Merek pupuk kalium nitrat yang populer di Indonesia antara lain:
- Kalium Nitrat DGW
- PN atau KNO3 Putih Pak Tani
- MerokeKALINITRA
- KNO3 Cap Tawon
- Kalium Nitrat Cap Daun
Itulah rekomendasi produk pupuk komersial yang bisa Anda gunakan untuk setiap fase pertumbuhan pohon anggur.
Jika kesulitan mencari merek yang sama di daerah Anda, maka belilah merek apapun yang tersedia, selama kandungan unsur haranya “mirip” seperti merek-merek di atas.
Dan pastikan juga bahwa merek tersebut umum digunakan oleh petani di daerah Anda, untuk menghindari pupuk abal-abal dan palsu.
Kesimpulan
Cara paling mudah untuk memastikan pohon anggur Anda mendapatkan “kecukupan” nutrisi adalah dengan memberikan pupuk sejak awal, sebelum pohon mengalami kelaparan – yang ditunjukkan dengan munculnya gejala kekurangan unsur hara tertentu.
Sebab, tidak mudah menentukan suatu gejala merupakan akibat kekurangan unsur hara A, B, atau C.
Dengan memberikan pupuk sejak awal dan diulang secara berkala, Anda bisa menghindari sebagian bahkan (mungkin) sepenuhnya masalah kekurangan nutrisi di sepanjang hidup pohon anggur Anda.
Namun Anda perlu menguasai “strategi” pemupukan yang tepat untuk memutuskan; jenis pupuk apa yang dibutuhkan berdasarkan fase tumbuh tanaman, serta kapan dan seberapa sering memberikannya ke tanaman.
Terakhir, Anda perlu membeli produk pupuk komersial yang kandungannya paling sesuai dengan kebutuhan tanaman di setiap fase tumbuhnya.
Satu lagi yang tak kalah penting:
Hindari sejumlah KESALAHAN teknis tanam & perawatan pohon anggur yang kerap dilakukan penghobi pemula di luar sana!
Supaya pohon anggur Anda terhindar dari berbagai masalah seperti; pohon tumbuh lambat atau macet, daun menguning hingga rontok, pucuk dan tunas keriting, buah pecah atau busuk, dan segudang masalah lainnya.
Apa saja “kesalahan teknis” yang sering dilakukan penghobi anggur pemula, khususnya di Indonesia?
Temukan jawabannya di sini:
Ebook: 40 Kesalahan Umum Penghobi Anggur Pemula