Tujuan terbesarnya adalah bagaimana menghasilkan panen anggur “sebanyak” mungkin dari 1–3 pohon tersebut.
Jadi, saya perlu memikirkannya dengan matang.
Dan aspek yang perlu saya pertimbangkan secara hati-hati adalah sistem rambatan.
Mengapa?
Karena itu merupakan salah satu aspek yang sangat menentukan tinggi–rendahnya kapasitas berbuah.
Ada sistem rambatan yang cantik dipandang tapi produktifitasnya rendah, seperti sistem teralis vertikal atau vertical shoot position (VSP).
Jadi, saya harus menghindarinya.
Setelah mengkaji banyak sumber, saya menemukan bahwa sistem rambatan yang paling mendukung produktifitas maksimum—dan cocok diterapkan di pekarangan rumah—adalah sistem para-para atau pergola.
Sejauh pengetahuan saya, TIDAK ada sistem rambatan apapun yang mampu menandingi kuantitas panen sistem ini.
Hasil panennya benar-benar tinggi.
Berkali-kali lebih banyak dibanding teralis vertikal.
Kekurangan dari sistem para-para adalah biaya “konstruksinya” relatif mahal.
Tapi, untuk skala pekarangan rumah yang hanya menanam 1–3 pohon anggur, biayanya masih cukup terjangkau.
Penggunaan material seperti baja ringan dan kawat aluminium dapat bertahan—mungkin—belasan tahun. Sedangkan plastik UV sebagai atap, hanya perlu diganti 3–5 tahun sekali.
Itulah mengapa, di dalam ebook berjudul “Kebun Anggur Superior”, saya menyarankan pembaca sebisa mungkin menggunakan sistem rambatan para-para.
Tujuannya agar Anda bisa menghasilkan minimal 100 dompol buah (setiap kali panen) hanya dari satu pohon.
Salah satu peserta mentoring saya bahkan, menghasilkan hampir 300-an dompol buah dari satu pohon anggur yang menggunakan rambatan pergola seluas 18m2.
300 dompol setiap kali panen. 🤤
Jika Anda tertarik belajar lebih dalam cara menghasilkan panen sebanyak itu dari satu pohon, ambil ebook “Kebun Anggur Superior” di sini:
👉 https://daunku.com/kebun-anggur-superior
Pelajaran pun berakhir.
Barakallahu fiikum,
Ibnul ‘Inab
P.S.
Mau nambah koleksi varietas anggur import?
Kami memproduksi “bibit anggur” dengan kualitas mendekati standar Eropa (umur bibit 6 bulan, tinggi 2–3 meter, siap berbuah dalam 1–3 bulan, harga cuma Rp90rb-an). Bahkan, tersedia juga yang harga Rp60rb-an.
Penasaran?
