Langkahnya terhenti.
Matanya berkaca-kaca.
Ponselnya hampir jatuh.
Putrinya bingung. “Ayah, ayah lihat apa?” Sambil berjalan cepat ke arahnya, penasaran.
“Itu,” menunjuk ke luar jendela.
“Lho, kok pohon anggurku kayak gitu, yah?”
Terdiam. Dia tidak mungkin menjelaskan kejadian sebenarnya.
Kemarin sore, ia menabur dua sendok NPK 16-16-16 ke media tanam pohon anggurnya di pot. Menyiraminya hingga semua butir pupuk larut.
Beberapa hari sebelumnya, ia menonton sebuah video di YouTube. “Ah, pohon anggurku juga perlu dipupuk, nih.” Ucapnya. “Biar cepet buah.”
Dan ia pun menjalankan misinya—sore itu.
Lalu siang ini, tak sengaja ia melihat tabulampot anggurnya sekarat.
Semua daun layu.
Batangnya lemas.
Pucuk-pucuk kering. Terkulai jatuh seperti karet gelang yang meleleh.
Padahal selama ini—sejak ditanam dua bulan lalu—pertumbuhan pohon sangat subur. Daunnya lebar-lebar. Cabangnya rindang. Tumbuh hampir setengah jengkal setiap hari.
“Apa kemarin saya kebanyakan ya ngasih pupuknya?” Tanya ia dalam hati. “Tapi itu sudah sesuai saran master di YouTube.”
“Kayaknya enggak ada harapan ya, mas?” Istrinya berbisik.
“Ehh,” dia kaget istrinya tiba-tiba muncul. “Kayaknya ia.”
“Ayah, pohon anggurku bisa seger lagi kan daunnya?” Teriak putrinya sambil mengelus sejumlah daun.
“Iya sayang, kita lihat besok, ya.”
Pikirannya terguncang, “Seandainya kemarin gak saya pupuk, gak bakalan gini jadinya. Atau, saya kurangi setengah dosisnya, mungkin lebih aman.”
“Lagian pohon sudah subur kayak gitu, ngapain juga kau pupuk. Sebanyak itu pula. Kenapa gak sekalian segenggam, booss..bos?” Makhluk tak kasat mata di sisi kirinya meledek.
===
Cerita di atas terdengar mengada-ada?
Tidak juga.
Realita di lapangan membuktikan: tidak sedikit penghobi yang menyesal telah memberi pupuk kimia berlebihan… hingga pohon anggur mereka mati overdosis.
Kalau saya berhadapan dengan orang-orang ini, saya akan bilang:
Pertama… pelajari kapan tabulampot anggur perlu dipupuk, berapa dosisnya, sesering apa, dan gimana caranya—di sini—biar enggak nebak-nebak.
Kedua… semua orang yang keracunan makanan, selalu ada peluang sembuh. Sama halnya pohon anggur. Apalagi gejalanya masih anget, baru muncul 1×48 jam.
Ikuti 2 langkah pertolongan pertama—yang saya share di sini—untuk meredakan efek keracunan akibat overdosis pupuk kimia.
Dan pelajaran pun selesai.
Barakallahu fiikum,
Ibnul ‘Inab
P.S.
Akhir Bulan Agustus 2025 ini, saya akan merilis ebook terbaru berjudul “Sistem Reparasi Anggur 1×24 Jam”.
Ebook ini berisi solusi lengkap & praktis: mengatasi hampir 99% masalah utama yang sering mengganggu pertumbuhan pohon anggur di Indonesia.
Dan khusus pembelian hari ini, saya memberi potongan harga hampir 70% (Anda hemat Rp100rb).
