Tidak ada varietas lain yang mampu manandingi uniknya buah anggur Jupiter. Manisnya di atas rata-rata. Bijinya sedikit. Dan rasanya mirip permen karet.
Tapi, varietas ini punya “satu” kekurangan.
Apa itu?
===
Dengarkan ini:
“Pak, buah Jupiter saya kemarin sudah dipanen,” katanya. “Rasanya manis banget.”
Aku tersenyum. “Wah, selamat pak,” kataku. “Jupiter memang tinggi banget kadar gulanya, beda dari yang lain.”
“Iya, bener pak,” katanya. “Tapi kok buahnya di tempat saya kecil-kecil, ya. Gimana biar bisa besar?” Wajahnya serius. Dipenuhi rasa penasaran.
Aku diam sejenak. Memikirkan jawaban yang mudah dipahami pemula. “Jupiter memang kecil-kecil buahnya, pak,” kataku. “Karena dia termasuk varian seedless atau non-biji. Semua varietas seedless umumnya berbuah kecil. Tapi bijinya juga kecil dan sedikit.”
“Oh, okelah kalau gitu,” katanya. Pasrah menerima kenyataan.
Aku tersenyum.
===
Anda sudah dapat jawabannya?
Kekurangan anggur Jupiter adalah BERBUAH KECIL.
Kalau Anda ingin yang buahnya besar, tinggal tanam aja varietas lain seperti GOZV, Queen Nina, Lorano, Everest, dst.
Buah mereka besar. Rasanya enak. Manis. Layak untuk buah meja.
Dengan begitu, Anda punya beberapa pohon anggur yang saling melengkapi kelebihan dan menutupi kekurangan satu sama lain.
Anda jadi bisa panen buah anggur dengan ukuran berry beragam. Aneka rasa berbeda. Dan warna-warni.
Oke.
===
Sekarang:
Jika Anda ingin menambah koleksi varietas anggur yang berbuah besar dan rasa menggoda, Anda bisa membelinya di sini:
https://daunku.com/bibit-anggur-premium
Menariknya lagi:
Bibit anggur kami berusia lebih dari 6 bulan, sehingga dapat dibuahkan sangat cepat — hanya dalam 1-3 bulan setelah tanam.
Jadi, Anda enggak perlu menunggu lama menikmati panen perdana. Tanam sekarang dan petik buahnya 5-7 bulan ke depan.
Jangan tunda nanti.
Segera pilih varietas yang Anda inginkan di sini:
https://daunku.com/bibit-anggur-premium
Barakallahu fiikum,
Ibnul ‘Inab
