Mengapa ada butiran “bola kecil” bening di pohon anggur saya?

Apakah Anda menemukan satu atau beberapa butir bola kecil seukuran “biji lada” atau kurang, berwarna bening hingga transparan, yang menempel pada permukaan sisi bawah daun, permukaan batang pucuk muda, permukaan tangkai bunga, atau lokasi lainnya?

Jika IYA, teruskan membaca!

Karena tulisan ini akan menjelaskan; benda apa itu.

Kebanyakan kasus, penghobi yang menemukan benda tersebut akan “spontan” mengira itu adalah telur hama atau serangga.

Faktanya, BUKAN.

Grape pearls (mutiara anggur)
Sumber: Lodi Winegrape Commission

Para ahli menyebutnya Sap Balls (bola getah) atau Grape Pearls (mutiara anggur).

Terserah Anda mau gunakan istilah yang mana.

Mereka mengatakan, bahwa grape pearls “berbeda” dengan telur serangga.

Grape pearls memiliki ukuran yang bervariasi satu sama lain, dan berwarna bening hingga transparan secara keseluruhan.

Sedangkan telur serangga memiliki ukuran yang seragam dan berwarna putih susu hingga buram, serta memiliki embrio (bintik gelap) di bagian tengahnya – yang nantinya akan berkembang dan membesar menjadi tubuh serangga.

Sampai saat ini belum diketahui secara ilmiah, bagaimana proses grape pearls terbentuk dan apa fungsinya bagi tanaman anggur.

Namun semua ahli sepakat; grape pearls tidak memiliki dampak negatif apapun terhadap kelangsungan tumbuh pohon anggur.

Jadi… setiap kali Anda menemukan grape pearls dengan ciri-ciri seperti di atas, maka abaikan saja!

Namun jika ciri-cirinya lebih mengarah ke telur serangga, maka segera ambil dan pecahkan, agar telur tersebut tidak berkembang menjadi calon hama perusak tanaman.

Itu saja yang ingin saya share, semoga bermanfaat.

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

Referensi:

  1. Buku Grapes 2nd Edition oleh Glen L. Creasy and Leroy L. Creasy.
  2. Artikel Important Structures & Features of Grapevines oleh Lodi Winegrape Commission.
  3. Artikel Grape Pearls – Weird sap on the vine oleh Donald Lewis dari Department on Entomology, Iowa State University.

Kenapa bunga anggur SELALU kering & rontok?

2 hari yang lalu, ada yang nanya ke email saya begini:

“…kenapa bunga anggurku selalu kering dan rontok?”

JAWAB:

Biasanya itu disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

1. Pohon mendapat pasokan air berlebih, dibandingkan hari2 biasanya sebelum berbunga.

2. Pohon kekurangan air.

3. Pohon diberi pupuk/pestisida tertentu selama berbunga.

4. Pohon kekurangan unsur hara tertentu.

5. Bunga sering kehujanan.

Dan faktor lainnya…

Untuk mencegah kerontokan bunga anggur…

– Pastikan pohon disiram dengan frekuensi & volume yang relatif sama seperti hari2 biasanya sebelum pohon berbunga, dan jangan sampai telat nyiram sehingga tanahnya kekeringan.

– Jangan memberikan pupuk & pestisida apapun selama berbunga sampai menjadi bakal buah.

– Selalu berikan pupuk yang cukup sebelum pohon dibuahkan.

– Berikan atap transparan, untuk melindungi pohon dari paparan air hujan.

Pengalaman saya…

Melakukan keempat hal di atas, bisa mencegah kerontokan bunga & buah anggur lebih dari 75%.

Jadi, itu saja yang bisa saya share hari ini.

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

Pohon anggur dipangkas habis, GAK bisa tumbuh lagi?

2 hari yang lalu, ada yang tanya lewat email begini:

“…saya punya pohon anggur sudah berumur 7 bulan. Pohon sudah sebesar spidol besar, tapi percabangannya amburadul tidak karuan.

Yang saya tanyakan: Apakah tunas bisa tumbuh normal di batang yang sudah tua, kalau semua cabang di pangkas habis?“

JAWAB:

Bahkan pohon anggur usia tahunan, akan tumbuh tunas2 baru setelah batangnya dipangkas habis.

Itu karena; setiap mata tunas pada batang anggur, menyimpan banyak bakal tunas, yang siap tumbuh kapan saja saat diperlukan.

Apalagi batang pohon yang masih berusia bulanan, persediaan bakal tunasnya masih sebanyak hutang Indonesia. 🤣

Apakah tunas2nya akan tumbuh normal?

Jawabannya IYA.

Tapi tidak seproduktif tunas yang tumbuh pertama kali pada masing2 mata tunas.

Dan itu pun “bukan masalah”.

Karena tunas2 tersebut hanya sebagai cabang2 utama, yang dari sana akan tumbuh tunas2 produktif untuk dijadikan ranting2 pembawa buah.

Jadi, jangan ragu memangkas habis pohon, utk pembentukan ulang percabangannya.

Tapi ada 1 peringatan:

Segera semprot fungisida pada seluruh batang pohon yang tersisa, setelah pemangkasan selesai.

Terutama pada area bekas luka potongan.

Karena banyak kasus pohon “mati total” pasca pemangkasan, akibat penyakit jamur menginfeksi luka bekas potongan tadi, kemudian menyebar hingga ke akar.

Dan kasus tersebut biasa terjadi di musim hujan.

Fungisida sangat efektif “melindungi” bekas luka potongan dari infeksi jamur.

Jadi, manfaatkan itu!

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

pH media tanam Anda TERBANG? Gini cara menjatuhkannya.

Beberapa kali ada yang nanya begini:

”Gimana cara nurunin pH media tanam pot yang terlalu basa (di atas level 7.0)?”

Ini jawabannya:

Siram media tanam sebanyak-banyaknya dengan air.

Sehingga, banyak senyawa kimia yang larut tercuci & mengalir ke luar pot.

Ulangi beberapa kali di hari berbeda.

Pengalaman saya…

2-3 kali pengulangan, sudah cukup membuat level pH media tanam turun beberapa poin.

Jadi, enggak perlu pake cara2 yang ribet.

Setelah pH-nya netral atau berada di level 6.5 – 7.0, berikan pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang, POC, atau semisalnya.

Untuk mengisi kembali nutrisi ke dalam media tanam, yang sebelumnya banyak hilang tercuci air siraman.

Boleh dikasih pupuk kimia juga gak?

Boleh.

Tapi, jangan barengan pupuk organik.

Tunggu 2-4 minggu kemudian ngasih pupuk kimianya, biar mikroba dari pupuk organik tadi berkembang dulu di media tanam.

Semua saran di atas berlaku juga untuk “media tanam anggur“.

Tapi sejujurnya…

Kalo mengikuti aturan main dari ebook Tabulampot Anggur Express.

Kasus pH tanah bermasalah, entah terlalu basa atau terlalu asam, nyaris tidak pernah terjadi.

pH media tanam bermasalah umumnya akibat:

– Proses pembuatan media tanam yang salah.

– Penggunaan pupuk berlebih (baik kimia maupun organik).

– Menggunakan beberapa jenis pupuk kimia tertentu secara “bersamaan”, yang seharusnya diberikan terpisah, sehingga memicu reaksi negatif terhadap level pH tanah.

– Teknis penyiraman yang salah.

– Dan banyak lagi.

Sementara itu aja sih yang mau saya share.

Semoga bermanfaat. 😉

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

Pemangkasan Pohon Anggur: Menyisakan Berapa Mata Tunas?

Setiap kali pohon anggur ingin dibuahkan, kita perlu melakukan pemangkasan berat, yakni memangkas seluruh batang percabangan pohon sebanyak 90% dan menyisakan 10%.

Dengan kata lain, kita hanya menyisakan sebagian kecil mata tunas pada masing-masing cabang.

Sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) pemangkasan pohon anggur. (Credit: researchgate.net)

Berapa banyak mata tunas yang disisakan?

Untuk menjawabnya, kita perlu mengetahui 3 teknik pemangkasan pohon anggur yang sudah dikenal luas dalam literatur budidaya anggur, dan masih digunakan sampai hari ini di seluruh dunia.

Ketiga teknik pemangkasan tersebut adalah:

  1. Spur pruning (2-3 mata tunas)
  2. Rod pruning (5-7 mata tunas)
  3. Cane pruning (10-15 mata tunas)

Sederhananya, pada teknik spur pruning, masing-masing cabang pohon anggur dipangkas menyisakan 2-3 mata tunas (umumnya 2 mata tunas).

Sedangkan pada rod pruning, tiap cabang disisakan 5-7 mata tunas. Dan pada cane pruning, menyisakan 10-15 mata tunas.

Alasan munculnya 3 teknik pemangkasan pohon anggur tersebut:

Ada sebagian varietas anggur yang memiliki mata tunas produktif (mampu menghasilkan buah) hanya mata tunas pada area tengah cabang, sehingga muncul teknik rod dan cane pruning.

Sebagian yang lain, memiliki mata tunas produktif pada mata tunas area pangkal hingga tengah cabang, sehingga muncul teknik spur pruning.

Perbedaan antara teknik rod dengan cane pruning terletak pada kekuatan tumbuh (vigoritas) pohon anggur yang ditanam.

Jika pertumbuhan pohon sangat masif, maka gunakan cane pruning. Dan jika kekuatannya lemah hingga sedang, gunakan rod pruning.

“Vigoritas pohon anggur bisa dilihat dari kecepatan tumbuh pohon secara keseluruhan dan ukuran panjang percabangan pohon.“

Semakin cepat pertumbuhan pohon, dan semakin panjang ukuran rata-rata percabangan (misal rata-rata > 2 meter), maka semakin besar nilai kekuatannya.

Semakin besar kekuatannya, maka semakin banyak mata tunas yang perlu disisakan, untuk mengakomodasi potensi pohon yang mampu berbuah dalam jumlah banyak. Dalam hal ini, menggunakan cane pruning.

Namun jika kekuatannya lemah atau sedang, maka jumlah mata tunas tidak perlu banyak, karena kapasitas berbuahnya tidak sebesar pohon yang vigoritasnya tinggi. Sehingga, rod pruning bisa dipilih.

Teorinya seperti itu, tapi trend di lapangan (khususnya di perkebunan anggur komersial seluruh dunia), rod pruning sangat jarang digunakan, bahkan langka.

Mereka hanya memilih salah satu dari dua teknik; jika tidak spur pruning, ya cane pruning. Faktanya, rod pruning tidak dipertimbangkan sama sekali.

Teknik mana yang ideal?

Ada 3 pendekatan yang bisa kita pilih.

Pendekatan pertama, kita harus tahu nama varietas pohon anggur yang kita tanam. Kemudian, cari referensi di internet mengenai varietas tersebut.

Biasanya, kita bisa menemukan rekomendasi teknik pemangkasan pohon anggur yang cocok untuk varietas bersangkutan. Bahkan tidak jarang, disebutkan secara detail jumlah mata tunas yang perlu disisakan.

Jadikan informasi tersebut sebagai pedoman.

Sayangnya, hanya sebagian varietas anggur yang mendapat ulasan seperti itu. Sebagian lainnya sangat minim referensi.

Solusinya, kita gunakan pendekatan kedua yaitu; mencari tahu varietas yang kita tanam masuk kategori spesies mana.

Ada 3 kategori utama:

  1. American Grape (Anggur Amerika)
  2. European Grape (Anggur Eropa)
  3. Hibrid Grape (Anggur Hibrida) – persilangan American dengan European Grape

Secara umum, Anggur Amerika dan Hibrida lebih cocok menggunakan teknik rod dan cane pruning. Sedangkan Anggur Eropa lebih cocok spur pruning.

Sekali lagi, itu kaedah umum aja, ya. Karena ada varietas tertentu di masing-masing kategori yang sebaliknya.

Kedua pendekatan di atas terlalu ribet?

Pendekatan ketiga ini jauh lebih simpel; gunakan saja teknik pemangkasan rod atau cane pruning. Sebab, semua varietas anggur “apapun” cocok dengan kedua teknik ini.

Dengan kata lain, hanya sebagian kecil varietas anggur yang cocok menggunakan spur pruning. Namun, semua varietas anggur cocok menggunakan rod dan cane pruning.

Masalah pemangkasan pohon anggur di Indonesia

95% tutorial budidaya anggur yang tersedia di internet (YouTube, Facebook Group, Blog, dst) hanya mengajarkan teknik spur pruning.

Padahal, 90% varietas anggur import yang bertebaran di negara kita merupakan spesies Anggur Hibrida, yang idealnya menggunakan teknik rod atau cane pruning.

Beberapa sumber lokal saya lihat mengajarkan cara pemangkasan pohon anggur dengan teknik spur pruning yang mirip teknik rod pruning, namun menyisakan 7-9 mata tunas.

Mereka menyebutnya dengan istilah “Long Spur Pruning”.

Yang sebenarnya, teknik tersebut memiliki banyak kelemahan, dibandingkan rod pruning. InsyaAllah, akan saya bahas pada kesempatan lain.

Maaf, seluruh konten di website ini tidak bisa Anda copy!

Scroll to Top