Gara2 ini buah anggur Anda yang kadar gulanya TINGGI, tetap terasa kurang manis bahkan agak ASEM.

Ketika me-review buah anggur varietas tertentu…

Biasanya, penghobi akan menilai tingkat “kemanisan” buah melalui; pengukuran level Brix (kadar gula) daging buah menggunakan alat Refractometer.

Semakin tinggi level brix-nya, maka semakin tinggi nilai kemanisan buah anggur bersangkutan. Begitu cara mereka memahaminya.

Tapi, sudah benarkah cara tersebut?

Ternyata kurang tepat.

Saya analogikan begini; bayangkan di depan Anda ada 2 gelas kaca berisi air yang telah dicampur gula dan cuka dengan kadar berikut:

  • Gelas A mengandung 3 sendok gula + 1 sendok cuka
  • Gelas B mengandung 6 sendok gula + 5 sendok cuka

Menurut Anda, gelas mana yang airnya lebih manis?

Jawabannya tentu Gelas A, karena kadar cukanya jauh lebih rendah. Sedangkan Gelas B meskipun kandungan gulanya 2 kali lipat, namun kadar cukanya juga tinggi, sehingga menghasilkan rasa air yang dominan asam.

Sama halnya buah anggur!

Percuma level brix-nya tinggi, apabila kadar asamnya juga tinggi. Rasa buah akan cenderung asam, atau masih ada sensasi sedikit asam di lidah, atau tidak terasa asam sedikit pun tapi rasa manisnya kurang nendang.

Sebaliknya…

Level brix tidak tinggi, tapi kadar asamnya sangat rendah, akan menghasilkan rasa buah yang cenderung lebih manis.

Maka penting:

Selain mengukur level brix, kadar asam buah juga perlu diukur untuk menentukan nilai kemanisan yang lebih akurat.

Tapi jarang sih ada penghobi yang melakukannya, karena jarang banget ada yang punya alat ukur kadar asam buah. Atau karena pohon anggurnya memang BELUM berbuah, jadi belum bisa nge-review buahnya. 😆

Atau jangan2… Anda termasuk yang belum pernah ngerasain panen buah anggur dari pohon sendiri.

Kalo IYA, dan sudah lebih setengah tahun pohon anggur Anda tak kunjung berbuah, bisa jadi pohon anggur Anda perlu “dipancing” dulu baru bisa berbuah.

Cara memancingnya dengan menerapkan bab prosedur pembuahan perdana di dalam Modul Tabulampot Anggur Pemula ke pohon bersangkutan.

Ini linknya:

https://daunku.com/modul-tabulampot-anggur-pemula

Modul ini khusus untuk Anda yang menanam anggur di dalam pot, ya!

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

Kapan waktu yang TEPAT menyemprot fungisida pada pohon anggur BERBUAH?

Tidak sedikit penghobi yang mengeluhkan buah anggur mereka “cacat”, seperti; kulit buah berkerak / burik coklat, crack (pecah), hingga membusuk.

Yang mana, sebagian besar kasus tersebut disebabkan oleh penyakit jamur.

Dengan kata lain, selama ini banyak penghobi belum memahami; bagaimana cara mencegah serangan penyakit jamur pada pohon anggur di fase pembuahan. Dan cara mencegah yang saya maksud di sini adalah penggunaan fungisida.

Maka, saya ingin berbagi saran para ahli tentang kapan waktu yang tepat menyemprot fungisida, sebagaimana yang umum diterapkan di perkebunan table grape (anggur meja) komersial.

Menurut penjelasan beberapa ahli, disebutkan bahwa waktu terbaik menyemprot fungisida selama fase pembuahan adalah:

  • Setelah tumbuh tunas-tunas baru (pasca pemangkasan) setinggi 1-3 inci (2,5 – 7,5 cm), atau paling lambat 4-6 inci (10 – 15 cm).
  • Kemudian ulangi penyemprotan setiap 10-14 hari sekali, hingga menjelang panen.

Kebanyakan kasus, penghobi menyemprot fungisida ketika bunga telah berubah wujud menjadi buah, dan ini adalah praktik yang kurang tepat.

Sebab, penyakit jamur seringkali menyerang pohon anggur ketika tunas-tunas baru mulai tumbuh 4 inci atau lebih, kemudian menyebar ke bunga anggur.

Bunga yang terinfeksi jamur akan mengalami kerusakan organ dalam, sehingga menyebabkan bunga berkembang menjadi buah yang cacat dan bersifat “permanen” (tidak bisa diperbaiki hingga panen).

Maka jika tidak ingin buah anggur Anda cacat, ikuti saran ahli di atas!

Referensi:

  1. Buletin Growing Table Grapes in a Temperate Climate oleh Thomas J. Zabadal dari Department of Horticulture, Michigan State University.
  2. Presentasi Managing Grape Diseases: Critical Fungicide Application Timing oleh John Hartman dari Plant Pathology Department, University of Kentucky.
  3. Artikel Early season vineyard disease management oleh Thomas Todaro and Timothy Miles dari Michigan State University.

Gara2 ini daun anggur saya pada GOSONG. Jangan sampai KEJADIAN di pohon anggur Anda!

Sore itu, saya temukan beberapa tabulampot koleksi saya diserang hama kutu putih.

Termasuk di sana ada tabulampot Anggur, Putsa, Barbados Cherry, Jeruk, dan lainnya.

Saya pun berinisiatif membuat pestisida organik dari bawang putih yang direndam semalaman.

Jadi, sore itu juga saya mengambil beberapa siung bawang putih di dapur, mengupas, dan memotongnya menjadi beberapa bagian.

Lalu merendamnya ke dalam wadah berisi air yang ditutup rapat.

Keesokan paginya, dengan penuh semangat saya mengambil rendaman bawang putih tadi.

Segera mengencerkannya ke dalam sprayer, dan tidak lupa menambahkan sedikit cairan sabun cuci piring (sunlight). Lalu mengocoknya hingga seluruh bahan bercampur rata.

Sebelum matahari mulai naik, seluruh tabulampot telah saya semprot pestisida organik sebasah2nya.

Hati pun merasa puas dan lega.

Ekspektasi saya, dalam 24 jam ke depan, sebagian besar kutu putih akan mati. Jadi, saya tunggu hasilnya sampai besok.

Akhirnya pagi itu pun tiba, dan saya bergegas melangkah ke pekarangan belakang rumah, menengok anak2 saya (para tabulampot) untuk memastikan hasil dari penyemprotan pestisida organik kemarin.

Dan spontan saya tersenyum sumringah, karena benar adanya, lebih dari 90% kutu putih telah berpindah alam (mati).

Tapi eittss… ada yang enggak beres dengan tabulampot anggur saya.

Saya lihat daunnya pada kering gosong.

Penampilan pohon benar2 memperihatinkan, karena mayoritas daun tampak cacat (gosong).

Singkat cerita, setelah melakukan sejumlah eksperimen dan pengamatan selama beberapa minggu kemudian, akhirnya saya menemukan jawaban; mengapa tabulampot anggur saya daunnya pada gosong.

Itu sepenuhnya disebabkan oleh cairan sabun cuci piring yang saya tambahkan ke larutan pestisida organik, yang tujuannya adalah sebagai perekat & perata, serta mempercepat proses pembunuhan kutu putih.

Faktanya, daun tanaman anggur ternyata sangat sensitif terhadap larutan sabun.

Saya sudah coba dengan dosis sabun serendah mungkin, namun tetap menimbulkan kerusakan ringan pada daun.

Jadi, itulah kesalahan yang saya lakukan sekitar 4 tahun lalu kalo gak salah, saya lupa tepatnya.

Jangan sampai Anda melakukan kesalahan yang sama.

Ngomong2 apakah Anda memiliki pengalaman serupa, seperti kesalahan saya di atas?

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

Varietas anggur Jupiter di Indonesia terindikasi TIDAK VALID

Di Indonesia terdapat anggur varietas Jupiter.

Yang mana, masih terbagi lagi lagi menjadi dua varian yaitu:

  1. Jupiter asal Ukraina
  2. Jupiter asal USA

Faktanya…

95% pohon anggur Jupiter yang dibudidayakan di Indonesia merupakan Jupiter asal Ukraina. Sedangkan Jupiter asal USA hanya dikoleksi segelintir orang, karena kurang dikenal.

Dan di sini saya ingin membahas varian yang pertama (Jupiter Ukraina).

Yang perlu dipahami, bahwa sekalipun ia berasal dari Ukraina, namun sejatinya asal-usulnya adalah dari USA (Amerika Serikat). Tepatnya dari kebun penelitian milik University of Arkansas, USA.

Dengan kata lain, Universitas Arkansas adalah penemu varietas Jupiter.

Namun setelah melakukan sejumlah pengamatan dan penelusuran, saya menemukan kejanggalan terkait keaslian varietas Jupiter di Indonesia.

Karena realitanya… pohon anggur Jupiter di negara kita memiliki banyak perbedaan karakteristik dengan pohon Jupiter yang seharusnya.

Perhatikan informasi berikut:

Kutipan di atas (saya ambil dari tulisan John R. Clark, University of Arkansas) menjelaskan bahwa:

“Anggur Jupiter memiliki ukuran berry yang relatif besar, daging renyah, kulit buah relatif tipis dan non-slipskin (kulit buah tidak bisa lepas dari dagingnya), rasa buah Muscat ringan, vigoritas pohon tergolong moderat, dan ketahanan terhadap penyakit juga moderat.”

Sedangkan pohon anggur Jupiter di Indonesia memiliki karakteristik yang cukup berlawanan yaitu; ukuran berry kecil, kulit buah relatif tebal dan slipskin, rasa buah Foxy, vigoritas pohon dan ketahanan penyakit sangat tinggi.

Sekarang bandingkan dengan varietas Mars berikut:

Disebutkan bahwa:

“Anggur varietas Mars memiliki ukuran berry medium, kulit buah tebal dan slipskin, rasa buah Foxy, vigoritas dan ketahanan penyakit sangat tinggi.”

Sekilas… karakteristik anggur Mars sangat mirip dengan Jupiter di negara kita. Yang mana, kedua varietas ini sama-sama varietas anggur temuan Universitas Arkansas.

Maka, saya menyimpulkan:

Anggur Jupiter di Indonesia (khususnya asal Ukraina) terindikasi tidak valid, dan lebih mengarah ke varietas Mars.

Bagaimana dengan Jupiter asal USA di negara kita? Saya masih kekurangan informasi terkait varian ini, jadi belum bisa menjawab.

Sekarang, mungkin ada yang menyanggah begini:

“Bisa jadi, anggur Jupiter di negara kita tetaplah valid sebagaimana Jupiter di tempat asalnya. Namun karena ia dibudidayakan di Indonesia, yang kondisi iklim dan lingkungannya sangat berbeda dengan USA, maka terjadi perubahan karakteristik pada beberapa aspek yang disebutkan di atas.“

Saya jawab:

“Perubahan karakteristik tidak mungkin terjadi pada rasa dasar buah. Jadi, tidak mungkin perpindahan tanaman dari satu negara ke negara lain, membuat rasa buahnya berubah dari Muscat menjadi Foxy. Sementara, rasa dasar buah Jupiter di negara kita adalah Foxy, padahal seharusnya Mild Muscat. Maka, Silakan simpulkan sendiri!”

Ngomong2… kasus varietas anggur di Indonesia “terindikasi tidak valid” enggak cuma ini, lho.

Beberapa varietas lain juga mengalami kasus yang sama. Apa saja varietas tersebut? Saya bahas di kesempatan lain, InsyaAllah.

Referensi:

Tips agar seluruh “mata tunas” pada batang cordon anggur tumbuh 99,99%

Jika Anda menggunakan sistem rambatan VSP Trellis (Vertical Shoot Position), dan Anda baru saja memulai pembentukan batang cordon atau penghobi anggur Indonesia biasa menyebutnya “batang sekunder”.

Maka… kedua tips berikut ini tidak boleh Anda lewatkan!

Sistem rambatan anggur VSP Trellis
Sistem rambatan anggur VSP Trellis (Vertical Shoot Position)

Tips pertama:

Di tahap awal pembentukan batang cordon, buatlah panjangnya tidak lebih dari 7 mata tunas, apabila menerapkan “single-cordon”.

Dan jika Anda menerapkan sistem “double-cordon”, maka panjang masing-masing cordon tidak boleh lebih dari 4 mata tunas.

Tujuannya untuk meningkatkan peluang pecah tunas pada seluruh mata tunas yang ada pada batang cordon hingga 100%.

Di samping itu, tujuan lain dari tips ini (yang jauh lebih penting menurut saya) yaitu:

Supaya “batang tersier” yang dihasilkan dari batang cordon tersebut bisa tumbuh optimal, dengan diameter batang yang besar, kuat, dan produktif. Sehingga, batang tersier nantinya mampu memproduksi buah anggur dengan kuantitas & kualitas terbaik.

Tips kedua:

Jika setelah pemangkasan batang cordon (untuk pembentukan batang tersier) ternyata ada salah satu atau beberapa mata tunas yang tidak tumbuh, maka pangkas semua batang tersier yang berhasil tumbuh dan sudah mencapai 8-9 daun, dengan menyisakan masing-masing sebanyak 5-6 daun.

Tujuannya untuk “menghentikan” sementara pertumbuhan batang tersier bersangkutan, supaya energi tanaman bisa dialihkan untuk memecah mata tunas yang belum tumbuh tadi.

Dengan menerapkan kedua tips di atas, InsyaAllah pohon anggur Anda akan memiliki:

  1. Batang cordon yang terisi penuh oleh batang tersier, tidak bolong-bolong.
  2. Batang tersier yang diameter batangnya besar-besar, kuat, dan produktif.
  3. Kemampuan berbuah dengan kuantitas dan kualitas premium.

===

Itu saja secuil fakta seputar budidaya anggur yang bisa saya share hari ini.

Terus ikuti update artikel terbaru dari Daunku.com!

Karena saya akan “menghadirkan” fakta-fakta lainnya, InsyaAllah. 😉

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

Referensi:

Maaf, seluruh konten di website ini tidak bisa Anda copy!

Scroll to Top