Jual Bibit Alpukat Kualitas SUPER & BERGARANSI
Sentra Bibit Alpukat No.1 Di Indonesia
Hanya varietas PREMIUM yang kami tawarkan!
…
Jual Bibit Alpukat Kualitas SUPER & BERGARANSISelengkapnya »
Hanya varietas PREMIUM yang kami tawarkan!
…
Jual Bibit Alpukat Kualitas SUPER & BERGARANSISelengkapnya »
Biasanya, pertanyaan ini muncul ketika seseorang berminat menanam anggur, tetapi masih belum yakin apakah iklim di wilayahnya cocok atau tidak.
Dan bisa jadi, sekarang pun anda memiliki pertanyaan serupa.
Pertanyaan tersebut sangatlah bagus.
Karenanya, diperlukan jawaban yang bagus pula agar bobotnya berimbang.
Artikel ini akan menjawab secara lengkap dan mendalam pertanyaan di atas hingga ke akar-akarnya. Lebih dari itu, dilengkapi juga tips-tips menarik yang sangat layak anda pelajari.
Penasaran!?
Yuk, kita mulai . . .
Satu-satunya alasan pohon anggur tidak se-populer tanaman buah lain seperti Durian, Kelengkeng, Mangga dan seterusnya adalah karena masih banyak orang yang ragu menanamnya.
Setidaknya ada 3 faktor utama yang menyebabkan keraguan mereka yaitu:
FAKTOR #1
Ada sebagian orang yang mengira tanaman anggur hanya bisa tumbuh dan berbuah di daerah dingin (dataran tinggi) saja, tidak cocok di dataran rendah yang panas.
FAKTOR #2
Sering kali mereka melihat pohon anggur milik tetangga atau kerabat yang umurnya sudah tahunan tetapi tidak kunjung berbuah, padahal pohonnya sangat subur dan rimbun.
Spontan, mereka pun menyimpulkan bahwa tanaman anggur tidak cocok ditanam di daerah mereka.
FAKTOR #3
Terakhir, banyak orang yang mendapatkan informasi atau melihat secara langsung pohon anggur milik orang lain yang berhasil berbuah. Sayangnya, ukuran buah kecil-kecil dan rasa buah sangat asem, sehingga tidak layak konsumsi.
Lagi-lagi, secara spontan mereka pun menyimpulkan bahwa pohon anggur tidak cocok dengan iklim & kondisi lingkungan di daerah mereka.
Itulah 3 faktor penyebab banyak orang tidak ingin menanam anggur. Bahkan bisa jadi, masih ada faktor-faktor lain di luar sana.
Namun setidaknya, ketiga faktor di atas sudah cukup untuk mewakili pembahasan kita.
Pertanyaannya sekarang, apakah opini-opini tersebut benar?
Orang-orang di luar sana berpendapat bahwa pohon anggur hanya cocok di dataran tinggi yang suhu udaranya dingin.
Sedangkan sebagian lain menyebut tanaman anggur tidak akan bisa berbuah di daerah mereka. Atau meskipun bisa berbuah, tetapi hasil buahnya kecil-kecil dan asem.
Sayangnya, semua opini di atas kurang tepat. Berikut ini saya berikan penjelasan duduk permasalahnya.
Anda siap!?
FAKTA #1
Di Benua Eropa dan Amerika, perkebunan anggur komersial membentang luas di banyak tempat berbeda, mulai dari pesisir pantai yang panas, hingga puncak pegunungan yang berselimut salju (sumber: arizona.edu).
FAKTA #2
Di negara Timur Tengah seperti Palestina, tepatnya di Kota Gaza, terdapat perkebunan anggur komersial yang cukup luas (sumber: liputan6.com). Kota Gaza merupakan kawasan dataran rendah yang dekat dengan pantai.
FAKTA #3
Bahkan di Indonesia sendiri, beberapa dekade silam, perkebunan anggur komersial pernah berjaya di beberapa tempat seperti Jawa Timur, Bali dan NTT (sumber: balitjestro.litbang.pertanian.go.id).
Berdasarkan ketiga fakta di atas, secara langsung mematahkan opini masyarakat yang menyebut pohon anggur hanya cocok di daerah dingin.
Jadi, mulai hari ini, lupakan opini tersebut – karena sangat tidak benar!
Lalu bagaimana dengan kasus pohon anggur yang tidak kunjung berbuah meski sudah berumur tahunan?
Saya rasa cukup mudah menjawabnya:
“Kemungkinan besar, pohon anggur tersebut tidak pernah dipangkas pembuahan.”
Padahal…
Untuk iklim tropis seperti di Indonesia, tanaman anggur memerlukan pemangkasan agar dapat berbuah. Tanpa pemangkasan, jangan harap pohon akan berbuah dengan sendirinya.
Secara teknis, pemangkasan dilakukan pada cabang dan ranting tua. Setelah dipangkas, beberapa minggu kemudian akan muncul tunas-tunas baru yang sekaligus membawa bakal bunga.
Singkatnya, pohon anggur harus dipangkas setiap kali ingin dibuahkan.
Namun…
Tidak jarang ada kasus tunas-tunas tadi tumbuh tanpa membawa bunga satu pun. Bahkan, ada orang yang sampai melakukan pemangkasan berkali-kali, tetapi tidak juga berhasil berbunga. Apa masalahnya?
Penyebab paling umum pada kasus ini adalah karena penentuan waktu pangkas dan teknis pemangkasan yang tidak sesuai prosedur.
Pertama, pohon anggur hanya bisa dipangkas pembuahan paling cepat setiap 4 bulan sekali.
Jadi, misalnya bulan ini anda melakukan pangkas pembuahan dan ternyata hasilnya gagal. Kemudian bulan berikutnya anda coba pangkas pembuahan lagi.
Yakinlah, sampai puluhan kali anda melakukannya pun, pohon anggur anda tidak akan bisa berbuah.
Anda harus memberikan waktu 4 bulan bagi tanaman untuk membesarkan tunas-tunas baru pasca pemangkasan sebelumnya. Setelah tunas-tunas tersebut tumbuh besar dan berkayu, barulah anda bisa memangkasnya kembali untuk upaya pembuahan.
Kedua, teknik pemangkasan juga sangat berpengaruh.
Kesalahan dalam menentukan cabang atau ranting mana yang harus dipangkas akan menyebabkan tunas baru yang muncul setelahnya tidak mampu menghasilkan bakal bunga.
Bahkan, ada istilah “Cabang Mandul”, di mana pada cabang-cabang tertentu (dengan ciri-ciri khusus), sampai kapanpun tidak akan mampu menghasilkan buah.
Cabang yang terindikasi mandul tersebut harus dibuang, tidak boleh dipertahankan.
Sampai di sini, masalah pohon anggur tidak kunjung berbuah telah terjawab.
Oya satu lagi…
Faktor lain yang menyebabkan pohon anggur tidak berbuah adalah karena varietas yang ditanam merupakan golongan varietas anggur yang BELUM ADAPTIF di Indonesia.
Sekarang saya akan bahas;
Mengapa banyak kasus pohon anggur yang berbuah, tetapi hasil buahnya kecil-kecil dan masam?
Perlu anda ketahui, bahwa ada ratusan bahkan mungkin ribuan varietas anggur yang tersebar di seluruh dunia. Sementara karakter buah dari masing-masing varietas tersebut berbeda satu sama lain.
Ada yang rasa buahnya sangat masam, masam biasa, manis-masam, manis biasa, hingga sangat manis.
Soal ukuran buah, ada yang sangat kecil, kecil, sedang, besar, hingga jumbo. Berikut contohnya:





Soal warna lebih banyak lagi, ada yang merah terang, merah gelap, merah semburat, kuning, hijau, hijau kekuningan, hitam, ungu dan masih banyak lagi.
Belum berhenti sampai di situ…
Masih banyak karakter lain yang membedakan antar varietas satu dengan yang lain seperti;
Nah, untuk kasus rasa buah masam faktornya cuma satu yaitu memang karakter buahnya begitu. Jadi, mau pohonnya ditanam di manapun dengan perawatan seperti apapun, rasa buah akan tetap masam.
Sama halnya dengan jeruk lemon. Jangan harap anda bisa menghasilkan buah yang manis dari varietas jeruk satu ini. Mustahil! 😀
Oya…
Ada satu penyebab lagi mengapa buah anggur terasa masam yaitu karena buah dipetik sebelum waktunya (belum matang).
Saya beberapa kali menemui kasus tersebut dari pembaca yang menghubungi saya menanyakan soal pohon anggur mereka buahnya asem. Setelah ditelusuri, rupanya buah masih mentah udah dipanen. 😀
Dicatat ya:
Buah anggur itu baru bisa dipanen pada usia sekitar 3 bulan sejak muncul bakal bunga. Atau sekitar 4 bulan sejak pangkas pembuahan.
Sedangkan untuk kasus ukuran buah kecil-kecil, setidaknya ada 3 faktor penyebabnya:
Sampai di sini apakah anda masih ragu menanam anggur? Menurut saya tidak perlu ragu, karena dapat disimpulkan bahwa;
“Tanaman anggur mampu tumbuh dan berbuah dengan baik di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, asalkan teknis budidaya dan pemilihan varietas dilakukan dengan benar.“
Supaya pengetahuan anda tentang seluk-beluk tanaman anggur semakin luas…
…saya akan jelaskan seperti apa lingkungan hidup yang paling ideal untuk mendukung tanaman anggur tumbuh subur dan berbuah produktif.
Selama fase berbunga dan berbuah hingga panen (berlangsung selama 3-4 bulan), pohon anggur membutuhkan kondisi lingkungan khusus yaitu:
Untuk poin pertama, kita tidak memiliki masalah. Dalam artian, suhu udara di negara kita cukup mendukung, karena suhu udara rata-rata di Indonesia sepanjang tahun kisaran 26°C – 36°C (sumber: tirto.id).
Sedangkan terkait poin kedua…
Apabila pohon anggur terlalu sering terpapar air hujan, maka resikonya sebagian besar bunga akan rontok bahkan tak tersisa, dan buah akan mudah terserang penyakit yang menyebabkan pembusukan secara besar-besaran.
Oleh karenanya…
Pohon anggur hanya boleh dibuahkan ketika musim kemarau saja. Di samping itu, lamanya musim kemarau harus lebih dari 3 bulan, agar buah bisa matang sempurna dan dipanen sebelum masuk musim penghujan.
Kabar baiknya…
Saat ini telah banyak perkebunan anggur di luar negeri yang berhasil mengatasi masalah curah hujan. Dimana, tanaman bisa dibuahkan pada musim hujan tanpa khawatir resiko di atas.
Cara yang mereka lakukan adalah dengan memasang atap plastik UV sebagai pelindung dari paparan air hujan.
Karena bisa dibuahkan kapan saja…
…maka pohon anggur bisa dibuahkan hingga 3 kali dalam setahun. Frekuensi tersebut tentunya sangat menguntungkan para petani anggur.
Sepanjang hidup tanaman anggur, baik sedang kondisi berbuah maupun tidak, ia membutuhkan lingkungan tumbuh yang kering (kelembaban udara yang rendah) dan memerlukan sirkulasi udara yang cukup.
Oleh sebab itu…
Pohon anggur harus memiliki jarak yang cukup dengan tanaman lain atau bangunan di sekitarnya, supaya sinar matahari dapat mengenai sebagian besar area sekitar tanaman anggur.
Dengan begitu, kelembaban udara di sekeliling tanaman akan menjadi rendah atau kering.
Selain itu…
Dengan memberikan jarak yang cukup dari tanaman lain dan bangunan, maka hembusan angin dapat mengalir secara optimal melewati daun dan percabangan pohon anggur.
Sehingga, sirkulasi udara berjalan dengan baik.
Salah satu dampak paling buruk akibat lingkungan tumbuh yang terlalu lembab dan sirkulasi yang tidak lancar adalah tanaman sangat mudah terserang hama dan penyakit.
Belum selesai sampai di situ.
Hama dan penyakit tadi akan mudah berkembang lebih pesat, sehingga area daun dan percabangan anggur akan digunakan sebagai inang (sarang) oleh berbagai macam hama dan penyakit tanaman.
Pada akhirnya, pohon anggur anda akan mati hingga ke akar-akarnya.
Sama seperti pohon buah lainnya, tanaman anggur memerlukan paparan sinar matahari langsung selama 7 – 8 jam perhari untuk bisa tumbuh dan berbuah secara produktif (sumber: cagardenweb.ucanr.edu).
Namun…
Jika anda menanam di pekarangan sempit yang tertutup oleh pohon atau bangunan di sekitarnya, maka minimal tanaman anggur harus terpapar sinar matahari langsung selama 5 jam perhari.
Dimana, rentang waktu terbaik adalah antara pukul 09.00 – 15.00 WIB, karena intensitas cahaya matahari di saat itu sedang tinggi-tingginya.
Jika kurang dari 5 jam…
…maka tanaman anda akan tumbuh lambat, kerdil dan sulit berbuah. Atau meskipun bisa berbuah, tetapi hasil buahnya sangat buruk.
Selain itu, cabang anggur yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari dalam waktu lama akan mengering dan mati. Cabang yang dimaksud adalah kelompok cabang sekunder dan tersier.
Pada dasarnya, tanaman anggur menyukai jenis tanah berbatu dan berpasir (sumber: lovetoknow.com).
Namun kabar baiknya…
Tanaman ini ternyata mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah berbeda, asalkan tanah tersebut memiliki sifat gembur, remah, subur dan berporousitas tinggi (sumber: nda.agric.za).
Porousitas tanah adalah kemampuan tanah dalam menyerap air.
Porousitas sangat berkaitan erat dengan kepadatan tanah, semakin padat tekstur tanah, maka semakin rendah kemampuan tanah menyerap air (berporousitas rendah).
Tanah berporousitas rendah adalah musuh besar bagi tanaman anggur.
Namun jangan khawatir, apabila tanah di lahan kebun anda tergolong padat, tersedia solusi dari pakar pertanian.
Cara mengatasi tanah padat yaitu dengan melakukan pengolahan lubang tanam sebagaimana yang telah saya tulis di sini: Panduan Membuat Lubang Tanam.
Terakhir, drainase air harus sebaik mungkin. Tidak boleh ada air menggenang di sekitar perakaran pohon anggur.
Hal yang bisa anda lakukan untuk menghasilkan drainase yang baik antara lain:
Sedangkan bagi anda yang menanam pohon anggur di dalam pot, maka drainase dapat dibuat dengan cara:
Di Indonesia, tidak kurang dari 100 varietas anggur yang telah dijual-belikan di pasar bibit tanaman buah, khususnya di media jual-beli online.
Sayangnya…
Tidak semua varietas bagus dan layak anda koleksi.
Ada sebagian varietas yang hingga saat ini belum mampu tumbuh adaptif di Indonesia, sehingga pertumbuhannya sangat lambat dan sulit berbuah. Atau meskipun berhasil berbuah, tetapi hasilnya sangat buruk.
Oleh sebab itu…
Anda harus teliti sebelum membeli!
Sebagai pertimbangan:
Mungkin ada yang bertanya:
“Lho, di awal tadi bilangnya pohon anggur bisa tumbuh dan berbuah dengan baik di Indonesia. Kok, sekarang bilangnya ada varietas yang tidak adaptif di Indonesia?”
Tenang… tenang… jangan panik! 😀
Perlu anda bedakan antara ‘tanaman anggur’ dengan ‘varietas anggur’.
Secara umum, memang tanaman anggur bisa hidup dan berbuah produktif di Indonesia. Namun secara khusus, tanaman anggur itu kan terbagi menjadi ratusan varietas. Nah, tidak semua varietas tersebut mampu beradaptasi dengan iklim di Indonesia.
Ini sama halnya kita membicarakan tanaman jeruk. Secara umum, tanaman jeruk dapat tumbuh baik di Indonesia. Tetapi tidak semua varietas jeruk cocok di Indonesia.
Ada banyak sekali varietas yang sampai saat ini belum mampu adaptif di negara kita. Contohnya adalah varietas jeruk import yang buahnya banyak dijual di supermarket.
Sampai di sini mungkin anda semakin tertarik menanam anggur.
Namun sebelum niat anda bulat…
…anda juga perlu mengetahui apa saja tantangan besar dalam memelihara tanaman buah satu ini. Supaya kedepan nanti anda semakin siap untuk berkebun anggur di rumah.
Berikut tantangan besar anda:
Karena anggur adalah jenis tanaman merambat…
…maka anda harus menyediakan media rambat untuknya. Material yang bisa digunakan antara lain bambu, kayu, besi, baja ringan atau lainnya.
Namun karena pohon anggur mampu tumbuh produktif selama 50 – 100 tahun (sumber: oregonstate.edu), maka sangat disarankan menggunakan material yang kuat dan tahan lama.
Dalam ilmu pertanian anggur modern…
Untuk meningkatkan hasil panen buah anggur, menekan serangan hama & penyakit, serta memudahkan dalam pemeliharaan dan proses panen…
…maka media rambat pohon anggur perlu dibuat dengan bentuk dan ukuran tertentu.
Hingga saat ini, ada puluhan model rambatan anggur yang digunakan perkebunan anggur komersial di seluruh dunia.
Namun ada 2 model yang menurut saya cukup mudah diterapkan, terutama untuk budidaya skala hobi yaitu:
Saya telah menulis beberapa panduan dalam masalah ini pada artikel berikut:
Sedangkan untuk panduan model trellis pada pohon anggur yang ditanam di lahan / tanah langsung, saat ini sedang dalam proses penulisan. 😀




Untuk menunjang pertumbuhan pohon anggur dan mendorong produktifitas hasil panen, maka pemupukan harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.
Selain itu…
Pemilihan jenis pupuk, penentuan dosis dan waktu pemakaian pupuk juga harus tepat dan terukur.
Jika tidak, dapat berdampak negatif terhadap tumbuh-kembang tanaman anggur secara jangka panjang.
Tidak ada satupun varietas anggur yang benar-benar tahan penyakit (sumber: ohioline.osu.edu).
Oleh karenanya…
Anda perlu melakukan pencegahan dengan cara memberikan PESTISIDA ORGANIK secara rutin dan berkesinambungan, setiap 1 – 2 kali sebulan.

Karena jika pohon anggur sudah terlanjur diserang dan serangannya cukup parah…
…maka tidak ada cara lain selain mengatasinya menggunakan PESTISIDA KIMIA dengan frekuensi yang lebih sering, yaitu setiap 5 hari sekali sampai tanaman bersih dari hama & penyakit.
Mengatasi dengan pestisida kimia tentunya cukup merepotkan, memakan waktu dan sangat tidak ramah lingkungan, bukan!?
Apalagi jika lokasi pohonnya dekat dengan rumah tinggal. Penggunaan pupuk kimia dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah dan sekitarnya.
Jadi…
Sebelum tanaman anda diserang, segera lakukan pencegahan dengan pestisida organik sebanyak 1 – 2 kali sebulan. Pestisida organik tentunya lebih sehat dan ramah lingkungan.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. 😀
Cabang dan ranting pohon anggur harus rajin dipangkas, agar bentuk dan ukurannya sesuai model rambatan yang digunakan.
Selain itu…
Pemangkasan juga perlu dilakukan setiap kali pohon anggur akan dibuahkan. Karena tanpa pemangkasan, kemungkinan pohon anggur dapat berbuah sangat kecil.
Namun perlu dicatat.
Teknik pemangkasan tidak boleh sembarangan, baik pemangkasan bentuk maupun pangkas pembuahan.
Karena jika anda salah dalam melakukan pemangkasan bentuk, maka hasilnya justru akan berantakan. Sedangkan jika anda salah dalam teknik pangkas pembuahan, yang ada pohon anggur anda akan gagal berbuah.
Berikut saya lampirkan perbandingan antara pohon anggur yang tajuk/percabangannya dibentuk dan tidak dibentuk:


Apabila anda masih sangat awam, saya sarankan anda menghubungi penghobi atau pihak tertentu yang sudah berpengalaman dalam berkebun anggur.
Dari mereka, anda bisa mendapatkan banyak pengetahuan penting yang sebagian besar informasinya belum tersedia di media internet maupun cetak.
Dengan begitu…
Anda bisa lebih cepat mahir dalam memelihara tanaman anggur dan terhindar dari jalan buntu.
Secara umum, tanaman anggur dapat tumbuh dan berbuah dengan baik di Indonesia. Namun secara khusus, ada sebagian varietas anggur yang hingga saat ini belum adaptif ditanam di negara kita.
Oleh karena itu, memilih varietas yang adaptif adalah kunci awal keberhasilan anda berkebun anggur. Sementara kunci keberhasilan berikutnya adalah teknik budidaya yang tepat sesuai petunjuk para pakar.
Setelah ini, apa yang akan anda lakukan?
Apakah anda sudah siap menanam anggur di rumah?
Ini adalah materi lanjutan dari Panduan Menanam Tabulampot Anggur – 8 Bulan Siap Berbuah. Jika anda belum membacanya, silahkan baca sekarang juga!
Seperti yang telah saya sampaikan di artikel tersebut:
Teknis pemangkasan dan pemupukan tanaman anggur sangat bergantung pada model rambatan yang digunakan.
Dan ada banyak sekali model rambatan yang diterapkan oleh penghobi anggur di seluruh dunia.
Pada kesempatan ini, saya ingin share rambatan Model Teralis atau di luar negeri biasa disebut Trellis System.
Banyak sumber yang mengatakan bahwa Trellis System adalah salah satu model rambatan anggur terbaik yang mampu memberikan hasil buah sangat produktif.
Faktanya, hal itu memang benar…
Namun sebetulnya tidak hanya model ini yang terbaik. Masih ada model-model lainnya yang tidak kalah hebat. Namun saya belum berniat membahasnya.
Oke… karena waktu kita terbatas, mari kita mulai!

Keterangan:

Keterangan:

Keterangan:

Keterangan:

Keterangan:

Keterangan:

Keterangan:
Berikut adalah teknis perlakuan lengkap untuk merangsang tabulampot anggur berbuah…
15 hari sebelum pangkas:
Berikan pupuk kandang kambing (1 – 2 gayung) dan Kapur Dolomit (2 – 3 sendok makan) dengan cara ditabur merata di atas media tanam.
10 hari sebelum pangkas:
Berikan pupuk MKP dan KNO3 Putih masing-masing 1/2 sendok teh dengan cara dilarutkan dalam 1 gelas air bersih, kemudian siram ke media tanam.
5 hari sebelum pangkas:
Berikan kembali pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis yang sama, kemudian hentikan penyiraman secara total (disebut Stress Air), di mana media tanam tidak boleh mendapatkan air sedikitpun.
1 hari sebelum pangkas:
Lakukan penyiraman pada malam harinya.
Hari pemangkasan:
Siram kembali pada pagi hari, kemudian lakukan pemangkasan pada 1 – 2 jam setelahnya. Setelah dipangkas, berikan kembali pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis yang sama. Sejak saat ini dan seterusnya, penyiraman dilakukan rutin setiap hari.
5 hari setelah pangkas:
Semprot POC DIGrow Merah (5 ml/liter air) ke seluruh batang tanaman. Jika masih ada sisa, siramkan ke media tanam.
Ilustrasi cara pangkas pembuahan:

Keterangan:

Keterangan:

Keterangan:

Keterangan:
Beberapa hari setelah buah dipanen, anda bisa mengulang kembali teknis pada STEP 5 untuk pembuahan selanjutnya.
Namun hal ini tidak disarankan apabila waktunya bertepatan pada musim hujan. Kecuali jika tabulampot anggur anda diberikan naungan atap transparan / atap UV, maka tidak masalah.
Intinya:
Tanaman anggur yang dibuahkan tidak boleh sering terpapar air hujan, karena bunga dan buah bisa rontok total.
Apabila tabulampot anggur anda tidak diberi naungan atap transparan, maka anda harus menunggu sampai masuk awal musim kemarau untuk pembuahan berikutnya.
Sementara…
…anda perlu menyuburkan kembali pohon anggur anda pasca panen dengan memberikan pupuk kandang (1 – 2 gayung) bersamaan kapur dolomit (2 – 3 sendok makan). Lalu 2 minggu kemudian diberikan NPK Mutiara (1 sendok makan).
Pemberian NPK Mutiara diulangi setiap 1 bulan sekali sampai tanaman siap dibuahkan kembali. Sedangkan pupuk kandang dan kapur dolomit diberikan sekali saja pada beberapa hari setelah panen.
Ilustrasi pangkas pembuahan berikutnya:

Halo sahabat Daunku.com . . .
Kali ini saya ingin share sedikit tentang cara menanam bibit buah sesuai petunjuk pakar pertanian.
Jadi begini…
Bibit buah-buahan yang dijual di pasaran pada umumnya merupakan bibit hasil:
Nah, khusus untuk bibit hasil Sambung / Okulasi, ada hal penting yang perlu diperhatikan saat menanamnya ke dalam pot maupun grounding (tanah langsung) yaitu:
Area sambungan tidak boleh tertimbun tanah!
Alasannya…
Supaya tidak ada akar yang tumbuh dari batang atas.
Jika anda masih sangat pemula dan kurang paham apa itu batang atas, berikut ilustrasinya:

Gambar di atas merupakan salah satu teknik sambung tanaman. Perlu anda ketahui, bahwa ada puluhan teknik sambung dan okulasi yang digunakan para penangkar bibit buah di Indonesia.
Sekarang timbul satu pertanyaan:
“Apa pengaruhnya jika tumbuh akar dari batang atas?”
Begini…
Tujuan tanaman diperbanyak dengan cara sambung / okulasi adalah untuk menyatukan 2 sifat baik pada 2 varietas berbeda sehingga didapatkan tanaman baru yang lebih baik dari pohon induk sebelumnya.
Bahasa awamnya adalah “kawin silang”.
Sebagai contoh:
Ada pohon mangga varietas AAA yang memiliki hasil buah berkualitas tinggi
Tapi sayangnya…
Varietas ini sangat mudah diserang penyakit, sehingga tanaman mudah mati. Padahal kita sangat membutuhkan varietas ini untuk dibudidayakan secara luas karena hasil buahnya yang bagus.
Solusinya adalah mencari varietas mangga lain yang kebal terhadap penyakit.
Lalu didapatlah mangga varietas BBB. Mangga jenis ini kualitas buahnya kurang bagus, tapi ketahanan penyakit sangat diacungi jempol.
Maka…
Dilakukanlah penyambungan antara mangga varietas AAA (sebagai batang atas) dan varietas BBB (sebagai batang bawah).
Dengan begitu, diharapkan varietas AAA dapat tumbuh dengan ketahanan penyakit yang tinggi, sehingga dapat dibudidayakan secara luas.
Nah, masalahnya…
Kalo mangga varietas AAA yang merupakan batang atas ternyata menumbuhkan akarnya sendiri, maka proses penyatuan karakter dengan varietas BBB akan terganggu bahkan GAGAL.
Sehingga pohon mangga tersebut tidak akan tahan penyakit sesuai yang diharapan. Inilah dampak buruknya!
Sampai di sini anda sudah paham alasannya, kan!?
Sekarang mari saya tunjukkan bagaimana cara menanam bibit buah yang benar. Berikut ilustrasinya, perhatikan lingkaran merah dan garis kuning:



Garis kuning pada gambar adalah batas maksimum batang yang boleh tertimbun tanah.
Tapi…
Jika batang bawah ukurannya cukup tinggi seperti pada gambar Bibit Alpukat Jumbo di atas, maka sangat disarankan batas timbunan tanah dijauhkan lebih ke bawah lagi.
Semakin jauh jarak antara titik sambungan dengan permukaan tanah, maka akan semakin aman dari resiko tumbuhnya akar dari batang atas.
Berikut ini contoh penanaman bibit buah yang benar:

Itulah tips yang ingin saya bagikan hari ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk semua pembaca setia Daunku.com 😀
Jika ada pertanyaan…
Silahkan sampaikan melalui kolom komentar di bawah. Terimakasih dan salam berkebun . . .
Halo sahabat Daunku.com . . .
Saat ini banyak sekali yang menjual bibit anggur secara online. Ada varietas anggur lokal, ada pula varietas import.
Harganya jelas beda. Anggur lokal hanya puluhan ribu, sedangkan yang import mencapai ratusan ribu.
Pertanyaannya sekarang… …
(TANYA-JAWAB) Varietas Anggur Import VS Lokal, Mana yang TERBAIK?Selengkapnya »
Maaf, seluruh konten di website ini tidak bisa Anda copy!