Tips Memilih Varietas Kelengkeng: Skala Hobi & Komersial

Saat ini, tidak kurang dari 15 varietas kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.) telah tersebar luas di Indonesia. Mulai dari yang buahnya berdaging tebal dan berbiji kecil, hingga sebaliknya, berbiji besar dan berdaging tipis.

Ada yang hasil buahnya berlimpah dan ada pula yang sedikit. Sebagian jenis bisa berbuah lebih dari sekali per tahun, sementara sebagian yang lain hanya sekali.

Beberapa varian bisa berbuah cepat, kurang dari 1,5 tahun setelah tanam, sedangkan lainnya harus menanti 2 tahun bahkan lebih.

Maka, timbul sebuah pertanyaan; “Varietas manakah yang ideal untuk saya?”

Saya ingin coba menjawab pertanyaan tersebut melalui tulisan ini. Jika anda tertarik, yuk, simak hingga selesai!

2 Golongan Varietas Kelengkeng

Dari semua jenis lengkeng yang ada di Indonesia, mereka terbagi menjadi 2 kubu besar yakni golongan Temperate dan Non-Temperate. Mari kita bahas masing-masing kubu.

1. Varian lengkeng Temperate

Definisi sederhananya adalah kelompok varietas kelengkeng yang memerlukan perlakuan khusus setiap kali ingin dibuahkan.

Perlakuan khusus yang dimaksud adalah memberikan zat kimia berupa KCLO₃ (Kalium/Potasium Klorat) yang berfungsi sebagai zat perangsang buah. Tanpa perlakuan tersebut, jangan harap pohon bisa berbuah dengan sendirinya.

2. Varian lengkeng Non-Temperate

Kebalikan dari Temperate, varietas lengkeng golongan ini tidak memerlukan perlakuan apapun untuk berbuah.

Tanaman mampu berproduksi dengan sendirinya ketika memasuki musim berbuah setiap tahun. Bahkan ada beberapa jenis yang berbuah tanpa kenal musim, dengan artian bisa berbuah lebih dari sekali dalam setahun.

Temperate vs Non-Temperate

Sekarang timbul satu pertanyaan; “Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing golongan?”

Berdasarkan beberapa sumber dan testimoni yang saya kumpulkan, setidaknya ada 4 perbedaan yang paling mencolok dari keduanya yaitu:

Temperate

1. Secara umum, kualitas buah sangat baik.

2. Secara umum, kuantitas hasil panen sangat tinggi.

3. Mulai berbuah pertama kali usia 2-3 tahun setelah tanam.

4. Frekuensi berbuah hanya sekali per tahun.

5. Sangat cocok dikebunkan skala komersial. (*tolok ukur: kualitas & kuantitas panen)

6. Persediaan bibit di pasaran tidak begitu banyak.

7. Harga bibit lebih mahal.

Non-Temperate

1. Beberapa varietas memiliki kualitas buah sangat baik, namun kuantitas hasil panennya rendah.

2. Beberapa varietas mampu menghasilkan kuantitas buah sangat tinggi, namun dengan kualitas buah yang rendah.

3. Mulai berbuah pertama kali usia 1-2 tahun setelah tanam. (*hanya varietas tertentu yang di atas 2 tahun)

4. Frekuensi berbuah 1-2 kali per tahun.

5. Kurang cocok dikebunkan skala komersial. (*tolok ukur: kualitas & kuantitas panen)

6. Persediaan bibit di pasaran berlimpah.

7. Harga bibit lebih murah.

Manakah Yang Ideal Untuk Skala Hobi?

Di atas tadi sudah disebutkan bahwa varietas kelengkeng golongan Temperate-lah yang paling cocok untuk dikebunkan skala komersial. Lalu, bagaimana dengan skala hobi, apakah Non-Temperate lebih ideal?

Tidak selalu.

Tergantung pada tujuan dan kepentingan anda menanam kelengkeng. Dalam kondisi tertentu, penghobi lebih ideal menanam varian Non-Temperate. Namun pada kondisi yang lain, varian Temperate jauh lebih direkomendasikan.

Jadi, kondisi seperti apakah yang dimaksud? Berikut ulasannya:

Silahkan pilih Temperate jika…

  • Anda sangat memprioritaskan kualitas dan kuantitas hasil panen.
  • Anda tidak keberatan memberi perlakuan khusus kepada tanaman lengkeng setiap kali ingin dibuahkan.
  • Anda menanam secara grounding (di tanah langsung, bukan di pot).
  • Anda tidak keberatan menunggu usia 2-3 tahun untuk menikmati buah pertama.

Silahkan pilih Non-Temperate jika…

  • Anda sangat memprioritaskan kualitas buah dan tidak keberatan dengan kuantitas panen yang lebih rendah.
  • Anda ingin menikmati buah lebih sering (panen 2 kali setahun). Catatan: apabila frekuensi 2 kali panen/tahun bisa tercapai, sebetulnya kuantitas panen dalam setahun bisa mengimbangi varian Temperate.
  • Anda ingin menanam lengkeng untuk diwariskan ke anak-cucu, yang mana anda tidak perlu khawatir apakah mereka bisa merawat pohon tersebut atau tidak, karena pohon mampu berbuah sendiri setiap tahun tanpa perlakuan apapun.
  • Anda tidak ingin repot memberikan perlakuan khusus setiap kali pohon ingin dibuahkan.
  • Anda ingin menanamnya di dalam pot.
  • Anda ingin pohon berbuah secepat mungkin, kurang dari 1,5 tahun setelah tanam.
  • Anda ingin menjadikannya penghias atau penghijau pekarangan rumah dengan perawatan yang seminimal mungkin.

Silahkan pilih keduanya jika…

  • Anda kolektor tanaman kelengkeng.
  • Anda tertarik dengan varietas kelengkeng dari kedua golongan tersebut.
  • Anda memiliki alasan lain yang tidak disebutkan di atas.

Varietas Apa Yang Direkomendasikan Pada Masing-Masing Kelompok?

Setelah kita memahami perbedaan masing-masing kelompok, pasti akan timbul pertanyaan baru;

“Masing-masing kelompok kan terdiri dari banyak varietas. Lalu varietas apa sajakah yang direkomendasikan?”

Sebelum menjawabnya, saya ingin menyebutkan terlebih dahulu daftar varietas dari masing-masing kelompok sebagai berikut…

Varian Temperate:

  1. Itoh
  2. New Cristal
  3. King Long
  4. No-Name
  5. Sri Chompoo
  6. Biew Kiew
  7. dan seterusnya…

Varian Non-Temperate:

  1. Merah / Ruby
  2. Diamond River
  3. Satu Jari
  4. Aroma Durian
  5. Matalada / Hawae
  6. Kristalin
  7. Puangray
  8. Pingpong
  9. Jenderal
  10. Kaisar
  11. Keraton
  12. dan seterusnya…

Sekarang mari kita bahas pertanyaan di awal tadi; “manakah yang terbaik?”

Sebetulnya masalah ini sangatlah subyektif. Artinya, tiap orang biasanya memiliki jawaban yang berbeda.

Namun karena saya ingin tulisan ini lebih berimbang, maka saya coba mengumpulkan ulasan, testimoni dan polling dari berbagai sumber, termasuk dari beberapa grup komunitas penghobi & pengebun lengkeng di Facebook.

Hasilnya sebagai berikut…

Rekomendasi varietas kelengkeng untuk skala kebun komersial:

Untuk kepentingan ini, pilihlah hanya dari golongan Temperate saja. Dan varian Temperate terbaik adalah:

  1. New Cristal
  2. Itoh
  3. King Long

Berdasarkan ukuran buah, King Long lebih besar dari New Cristal. Sedangkan New Cristal sendiri lebih besar dari Itoh.

Sebagai gambaran, ukuran buah King Long sama besarnya dengan lengkeng Pingpong. Bedanya, biji King Long kecil dan berdaging tebal. Sedangkan Pingpong sebaliknya.

Bicara daging tebal dan biji kecil, lengkeng Itoh berada di urutan terakhir. Sedangkan untuk kuantitas hasil panen terbanyak, New Cristal pemenangnya.

Rekomendasi varietas kelengkeng untuk skala hobi:

Untuk sekedar hobi atau upaya menghijaukan pekarangan rumah, penghobi bisa lebih leluasa dalam memilih. Anda bisa tanam varian Temperate, Non-Temperate, atau bahkan keduanya sekaligus.

Nah, untuk varian Temperate sebaiknya pilih:

  1. New Cristal
  2. King Long
  3. Itoh
  4. No-Name

Sedangkan untuk varian Non-Temperate bisa pilih:

  1. Merah / Ruby
  2. Satu Jari
  3. Matalada / Hawae
  4. Phuangray

Lalu, bagaimana jika saya hanya ingin menanam 1 pohon saja, manakah yang terbaik?

Untuk golongan Temperate silahkan pilih New Cristal.

Lengkeng New Cristal
Gambar: Buah kelengkeng New Cristal.

Sedangkan untuk Non-Temperate bisa pilih yang mana saja, karena kualitas buahnya bisa dibilang mirip-mirip. Tapi jika ingin yang paling cepat berbuah dan warna buahnya exotic, Lengkeng Merah / Ruby andalannya.

Kelengkeng Merah
Gambar: Buah kelengkeng Merah / Ruby.

Kesimpulan

Setelah membahas masalah varietas lengkeng secara singkat dan padat, pada akhirnya ada satu kesimpulan yang bisa kita ambil yaitu:

“Memilih varietas lengkeng harus menyesuaikan tujuan spesifik penanaman.”

Jadi, sebelum anda menentukan varietas apa yang ingin ditanam, rencanakan terlebih dahulu apa tujuan anda menanamnya!

Itu saja yang bisa saya share pada tulisan sederhan ini. Apabila banyak kesalahan di sana-sini saya mohon maaf dan koreksinya. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat.

Jangan lupa share ke Facebook atau lainnya ya!

Terimakasih dan salam berkebun… 😀

7 Penyebab Pohon Kelengkeng Sulit Berbuah Dan SOLUSINYA

Normalnya, pohon kelengkeng akan berbuah pertama kali pada usia rata-rata 2 tahun setelah tanam.

Namun faktanya, sering ditemukan pohon lengkeng yang tidak kunjung berbuah padahal umurnya sudah 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, bahkan ada yang belasan hingga puluhan tahun.

Bisa jadi, anda juga mengalaminya.

Jika benar demikian, berikan saya waktu kurang dari 5 menit untuk menjelaskan kepada anda mengapa itu terjadi dan bagaimana solusinya!

7 Faktor Yang Menyebabkan Sulit Berbuah

Berdasarkan pengalaman pribadi dan kawan-kawan penghobi, serta beberapa referensi yang saya baca, setidaknya ada 7 penyebab pohon kelengkeng tidak mau berbuah yaitu:

1. Pohon berasal dari biji

Jika tanaman lengkeng yang ditanam dari hasil cangkok, okulasi, sambung pucuk dan stek batang hanya perlu 2 tahun untuk mulai berbuah, maka pohon asal biji membutuhkan waktu jauh lebih lama, yakni sekitar 7-10 tahun.

Semai biji kelengkeng
Gambar: Persemaian kelengkeng dari biji (sumber: kebunpedia.com).

Jadi, apabila pohon kelengkeng anda merupakan hasil tanam dari biji, ingat-ingat kembali apakah usianya saat ini sudah mencapai 10 tahun atau belum?

Jika belum, berarti kondisinya normal. Anda hanya perlu menunggu sampai usianya mencukupi.

Atau jika tidak sabar, anda bisa melakukan teknik “Top Working” untuk mempercepat pohon tersebut berbuah. Informasi lengkapnya bisa anda cari di Google dan Youtube.

Namun jika ternyata usianya memang sudah lebih dari 10 tahun dan belum juga berbuah, maka anda bisa mengikuti solusi yang akan saya berikan setelah ini.

2. Pohon merupakan varietas golongan Temperate

Wajib anda ketahui, bahwa tanaman lengkeng terdiri dari belasan hingga puluhan jenis/varietas.

Dan dari semua jenis tersebut, mereka terbagi ke dalam 2 kelompok besar yaitu varietas golongan Temperate dan Non-Temperate.

Definisi singkatnya, Temperate adalah golongan varietas kelengkeng yang harus diberikan zat perangsang buah untuk dapat berbuah. Tanpa itu, jangan harap pohon bisa berbuah dengan sendirinya. Sedangkan golongan Non-Temperate adalah sebaliknya, ia tidak membutuhkan zat perangsang sama sekali untuk berbuah.

“Bukankah di habitat aslinya tanaman lengkeng bisa berbuah secara alami? Tapi mengapa ada yang harus pakai zat perangsang segala?” Mungkin anda bertanya seperti itu.

Jawabannya, karena kelengkeng bukan tanaman lokal Indonesia, tetapi didatangkan dari luar negeri yang beriklim Sub-Tropis dan Temperate. Sedangkan di negara kita iklimnya Tropis. Jadi, wajar jika terjadi kondisi yang tidak normal pada tanaman tersebut.

Jika ternyata anda tidak mengetahui sama sekali pohon lengkeng anda jenisnya apa, maka abaikan poin ini dan silahkan mengikuti solusi yang saya berikan di bawah!

3. Pertumbuhan daun terlalu subur

Saya sering menjumpai pertanyaan dari para penghobi pemula seperti ini;

“Pohon kelengkeng saya kok nggak buah-buah ya, padahal daunnya subur dan rimbun banget? Jangan-jangan ini pohon jenisnya jantan atau bisa jadi mandul, bener nggak sih?”

Hehe… Tidak ada istilah jantan dan mandul pada tanaman kelengkeng. Semua itu mitos!

Pohon Kelengkeng Milik Bpk Sudino Takim
Gambar: Pohon Kelengkeng Milik Sudino Takim.

Tahukah anda, pertumbuhan daun yang terlalu pesat akan menghambat tanaman berbuah? Pertumbuhan pesat yang saya maksud adalah tunas dan daun baru selalu tumbuh susul-menyusul setiap bulan. Sehingga jarang ada kondisi dimana tunas dan daun baru berhenti tumbuh selama rentang waktu tertentu.

Faktor paling umum yang menyebabkan itu terjadi karena tanaman tidak pernah kekurangan air sepanjang tahun, sekalipun di musim kemarau. Hal ini bisa kita temukan pada pohon kelengkeng yang ditanam sangat dekat dengan bibir sungai/danau, saluran air, parit, kolam dan semisalnya.

4. Pohon kekurangan nutrisi berkepanjangan

Ini sering terjadi pada tanaman lengkeng yang ditanam secara asal dan tanpa perawatan sama sekali, ditambah juga lokasi tanam yang tidak subur.

Alhasil, tanaman sulit mendapatkan sumber makanan yang mencukupi, sehingga pertumbuhannya pun menjadi lemah dan merana. Jangankan untuk berbuah, bisa bertahan hidup saja sudah bersyukur.

5. Tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup

Tanaman buah apapun umumya membutuhkan paparan sinar matahari langsung selama 8-10 jam perhari.

Untuk tanaman kelengkeng yang ditanam di pekarangan rumah, setidaknya harus terpapar matahari minimal 6 jam sehari. Karena cahaya matahari adalah pemeran utama yang mendukung tanaman untuk berfotosintesis (mengolah makanan di dalam daun).

Lalu bagaimana jika kebutuhan sinar matahari tidak tercukupi?

Tentu saja akan menyebabkan tanaman tidak mampu berfotosintesis dengan baik, sehingga pertumbuhannya pun terhambat bahkan merana.

6. Pohon diserang hama/penyakit kronis

Serangan hama dan penyakit adalah hal biasa dalam dunia berkebun. Hampir semua jenis tanaman pasti pernah diserang hama dan penyakit, baik sesekali ataupun berkali-kali sepanjang hidupnya.

Gambar: Pohon kelengkeng milik Elviamina Limbong yang sedang sakit.

Namun akan menjadi masalah besar, apabila serangan tersebut tidak ditanggulangi dengan baik. Sehingga mengakibatkan serangan semakin parah dan kronis yang memicu kerusakan pada sebagian besar jaringan tubuh tanaman.

7. Fisiologi tanaman bermasalah

Bagaimana jika keenam faktor di atas tidak ada yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Atau dengan kata lain, penyebab pohon kelengkeng anda sulit berbuah bukan karena keenam faktor tersebut?

Kemungkinan besar ada masalah internal di dalam tubuh tanaman itu sendiri yang sulit kita ketahui.

Anda tidak perlu pusing dengan masalah tersebut, karena InsyaAllah bisa diatasi dengan solusi yang saya tawarkan.

Jadi, Apa SOLUSINYA?

Berdasarkan beberapa referensi ilmiah yang saya kumpulkan dan pengalaman dari banyak penghobi, pemberian KCLO₃ (Kalium Klorat / Potasium Klorat) adalah solusi paling mudah, cepat dan efektif dalam mengatasi pohon kelengkeng yang sulit berbuah.

Pottasium Chlorate, KCLO3, Kalium Klorat
Gambar: KCLO₃ / Potasium Klorat / Kalium Klorat.

Jika anda bergabung dengan komunitas penghobi/petani kelengkeng di internet seperti dalam grup-grup Facebook misalnya, anda akan dapati banyak sekali testimoni positif dari penggunaan Kalium Klorat sebagai perangsang buah lengkeng.

Potasium atau Kalium Klorat sendiri merupakan bahan kimia oksidator kuat yang sering digunakan sebagai bahan pentol korek kayu, kembang api, petasan dan bahan peledak.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk membeli bahan kimia ini hanya ketika diperlukan saja dan untuk sekali pakai ke tanaman kelengkeng. Sehingga, anda tidak perlu menyimpan lama bahan tersebut di dalam rumah atau gudang untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan.

Anda bisa membeli Potasium Klorat kemasan kecil di Tokopedia, Bukalapak, dsb.

Gambar: Contoh KCLO₃ kemasan ecer 1 kg.

Namun sebelum merangsang pohon lengkeng dengan KCLO₃, anda harus mengidentifikasi terlebih dahulu faktor apa yang menyebabkan pohon anda sulit berbuah.

#1 Jika disebabkan karena tanaman kekurangan nutrisi, maka anda harus berikan pupuk dulu untuk memperbaiki kesehatan dan kesuburan tanaman.

#2 Jika disebabkan karena kekurangan cahaya matahari akibat terhalang benda-benda tertentu, hilangkan dulu penghalang2 tersebut. Namun bila tidak memungkinkan, maka terpaksa pohon harus didongkel dan dipindah ke lokasi lain yang lebih terbuka. Dan apabila tidak memungkinkan juga, mohon maaf, saya tidak punya saran lain. 🙁

#3 Jika disebabkan karena serangan hama/penyakit, segera semprot pestisida secara rutin dan berikan juga pupuk organik (misal kompos, pupuk kandang yang sudah matang, atau POC/Pupuk Organik Cair) untuk mempercepat penyembuhan, supaya pohon kembali sehat dan prima.

#4 Jika disebabkan karena pertumbuhan daun terlalu pesat, berikan pupuk KNO3 Putih dan MKP untuk menghambat pertumbuhan daun baru. Cara aplikasi: kedua pupuk dilarutkan bersama ke dalam 1 liter air, lalu kocor ke area perakaran pohon. Ulangi setiap 1 minggu sekali sampai seluruh daun menua dan tidak ada daun muda lagi. Dosis masing-masing pupuk berdasarkan usia pohon:

  • 1 sendok teh (< 5 tahun)
  • 2 sendok teh (5-10 tahun)
  • 3 sendok teh (10-15 tahun)
  • 4 sendok teh (> 15 tahun).
Pupuk MKP
Gambar: Pupuk MKP.
Pupuk KNO3 Putih
Gambar: Pupuk KNO3 Putih.

Namun jika penyebabnya bukan karena keempat faktor di atas, maka pohon kelengkeng anda bisa segera dirangsang berbuah menggunakan potasium klorat.

Pedoman Teknis Merangsang Pohon Kelengkeng Berbuah

Sekarang kita masuk ke bagian yang ditunggu-tunggu, yaitu bagaimana cara aplikasi KCLO₃ ke pohon kelengkeng kita yang sulit berbuah.

Namun sebelum melaksanakannya, ada 4 hal yang perlu anda persiapkan terlebih dahulu:

  1. Pastikan kondisi seluruh daun sudah menua, tidak ada daun muda sama sekali. Jika masih ada, sebaiknya berikan pupuk KNO3 Putih dan MKP mengikuti petunjuk yang telah saya bahas sebelumnya.
  2. Pastikan sistem percabangan pohon sudah teratur. Apabila cabang dan ranting pohon terlalu rimbun dan tumpang tindih, sehingga paparan sinar matahari tidak bisa merata ke seluruh daun, maka lakukan pemangkasan dengan mengurangi cabang dan ranting yang arah tumbuhnya tidak beraturan.
  3. Pastikan tidak ada hujan di hari yang sama saat pemberian KCLO₃. Karena air hujan akan menyebabkan bahan tersebut tercuci ke dalam tanah, sehingga pengaplikasian dinyatakan gagal dan harus diulang. Anda bisa melihat laporan perkiraan cuaca di daerah anda melalui Google.
  4. Pastikan tanah sekeliling batang pohon telah bersih dari rumput, kerikil, daun kering, kayu dan segala jenis sampah lainnya.

Apabila keempat poin di atas telah terpenuhi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan aplikasi kalium klorat. Berikut panduannya:

Cara Aplikasi KCLO₃:
Larutkan KCLO₃ ke dalam air bersih, lalu kocorkan mengelilingi pohon sejauh 1-2 meter dari batang, tergantung lebarnya kanopi/tajuk pohon. Dengan artian, larutan dikocor di bawah kanopi pohon bagian luar.

Dosis KCLO₃ untuk 1 pohon berdasarkan usia:
– Usia 3-5 tahun= 250gr dilarutkan dalam 5 liter air
– Usia 5-7 tahun= 500gr dilarutkan dalam 10 liter air
– Usia 7-9 tahun= 750gr dilarutkan dalam 15 liter air
– Usia >9 tahun= 1 kg dilarutkan dalam 20 liter air

Perlakuan tambahan pasca aplikasi KCLO₃:

  • 1 minggu setelahnya, berikan pupuk NPK 16-16-16 atau 15-15-15 sebanyak 0,5-1 kg untuk pohon usia 3-5 tahun atau 1-2 kg untuk usia 6 tahun ke atas. Caranya: pupuk dipendam mengelilingi pohon sejauh 1-2 meter dari batang.
  • Lakukan penyiraman secara rutin, karena pohon tidak boleh kekurangan air sejak awal aplikasi hingga menjelang panen.
NPK Pak Tani
Gambar: Contoh pupuk NPK 16-16-16
Pupuk NPK Phonska
Gambar: Contoh pupuk NPK 15-15-15

Jika perlakuan di atas berhasil, maka pohon akan mulai berbunga pada 30-40 hari setelah aplikasi.

Apa Selanjutnya?

Setelah pohon berhasil berbunga dan berbuah, tugas anda belum selesai. Langkah berikutnya adalah mengamankan buah kelengkeng dari serangan tupai, kalelawar dan tangan orang jahil (baca: pencuri).

Caranya yaitu dengan membungkus dompolan buah menggunakan karung bawang.

Pembungkusan buah kelengkeng dengan karung bawang
Gambar: Pembungkusan buah kelengkeng dengan karung bawang (sumber: rynari.wordpress.com).

Jika tidak anda lakukan, bisa jadi anda akan mengalami kasus yang sama dengan kawan-kawan penghobi lain, dimana lebih dari 50% buah dalam satu pohon habis dimakan tupai, kalelawar dan kucing berkepala hitam. 😀

Bahkan tidak jarang, jumlah buah yang tersisa hanya 10%, sedangkan 90%-nya cuma tinggal kenangan. Hehe…

Jadi, apakah anda sudah siap membuahkan pohon kelengkeng anda di rumah?

3 Langkah Cepat Menyemai Stek Anggur – Disertai FOTO

Ingin memperbanyak tanaman anggur?

Gunakan teknik stek batang aja! Mudah, cepat dan murah.

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman cara menanam anggur dengan stek batang atau cutting. Hanya perlu 3 langkah saja untuk melakukannya!

Yuk, kita mulai . . .

Persiapan Batang Stek Anggur

Sebelumnya, anda perlu menyiapkan batang anggur segar yang akan di-stek. Untuk meningkatkan keberhasilan tumbuh, batang yang digunakan harus memiliki kriteria berikut:

  1. Diameter batang minimal mendekati diameter pena, lebih besar makin bagus
  2. Batang telah berwarna coklat dan berkayu
  3. Panjang minimal 20 cm atau sejengkal orang dewasa, lebih panjang makin bagus
  4. Ujung atas dipotong miring sekitar 1-2 cm di atas mata tunas
  5. Pangkal bawah dipotong mendatar tepat pada mata tunas

Contoh batang stek anggur yang sesuai kriteria di atas:

Persiapan Batang Stek Anggur
Ujung Atas Batang Stek
Pangkal Bawah Batang Stek

3 Langkah Cepat Menyemai Cutting Anggur

#Langkah 1: Merangsang pertumbuhan tunas

Siapkan wadah persemaian. Di sini saya menggunakan botol bekas yang sudah dibelah.

Kemudian masukkan air sumur setinggi 2-3 cm. Hindari penggunaan air ledeng atau PDAM. Jika tidak ada air sumur, gunakan air mineral kemasan.

Lalu masukkan seluruh batang stek ke dalam wadah dengan posisi berdiri dan tegak lurus. Letakkan wadah di dalam ruangan yang sejuk dan jauh dari paparan sinar matahari langsung.

Simpan selama 1 – 4 minggu hingga muncul tunas, yang artinya batang stek berhasil tumbuh.

Selama proses tersebut, ganti air 2-3 hari sekali untuk menghindari tumbuhnya bakteri dan jamur yang memicu resiko pembusukan batang stek.

#Langkah 2: Merangsang pertumbuhan akar

Setelah tunas bermunculan, batang stek siap dipindah ke wadah baru dengan media tanah. Segera pindah sebelum akar tumbuh, untuk menghindari batang stek mati akibat gagal beradaptasi dengan media tanah.

Umumnya pertumbuhan tunas tidak serentak antara stek satu dengan yang lain.

Untuk batang yang belum bertunas, tetap dibiarkan dalam wadah air hingga tumbuh tunas, atau sampai ada tanda-tanda batang stek mati (gagal tumbuh) seperti kering atau membusuk.

Stek yang Telah Bertunas
Stek Siap Ditanam ke Polybag

Gunakan wadah transparan seperti gelas air mineral yang telah dilubangi bagian dasarnya, agar memudahkan kita dalam memantau pertumbuhan akar.

Wadah diisi campuran tanah + pasir atau sekam bakar (1:1). Jangan menambahkan campuran kompos apalagi pupuk kandang sedikit pun, karena bibit bisa mati dalam hitungan hari.

Kemudian batang stek yang telah bertunas tadi ditancap, lalu padatkan tanah agar stek berdiri kokoh dan siram hingga basah.

Letakkan bibit di lokasi yang terpapar sinar matahari pagi maksimal jam 10.00 WIB untuk merangsang pertumbuhan akar lebih cepat. Siram 2-3 hari sekali untuk menjaga media tetap lembab. Jangan berlebihan atau terlalu sering disiram, karena bibit bisa membusuk.

Menyemai Batang Anggur

#Langkah 3: Pindah tanam

Setelah akar berhasil tumbuh dan tunas sudah setinggi 20 cm atau 1 jengkal orang dewasa, bibit bisa dipindah ke polybag ukuran sedang dengan media tanam berupa campuran tanah + kompos atau pupuk kandang (1:1).

Apabila menggunakan pupuk kandang, maka media tanam harus disimpan dulu selama 2-4 minggu sebagai proses fermentasi (dekomposisi). Jika tidak, bibit akan mati setelah dipindah tanam akibat keracunan pupuk kandang.

Namun jika menggunakan kompos, maka media tanam bisa langsung ditanami tanpa perlu didekomposisi terlebih dahulu.

Setelah bibit dipindah tanam ke media baru, letakkan tanaman di area yang terpapar sinar matahari penuh dari pagi hingga sore, untuk mempercepat pertumbuhan anggur.

Apabila tidak memungkinkan karena terhalang bangunan atau pohon, setidaknya tanaman harus mendapatkan cahaya matahari minimal 6 jam/hari.

Jangan lupa berikan tiang ajir sebagai rambatan!

Perlu dicatat, pertumbuhan tanaman anggur akan melambat bahkan berhenti ketika tidak ada media merambat di sekitarnya. Jadi, pemberian tiang ajir tidak boleh diabaikan.

9 Keuntungan Menanam Anggur di Rumah yang Jarang Orang Tahu

Anda hobi berkebun tapi belum punya pohon anggur?

Duh, sayang sekali!

Padahal banyak keuntungan yang bisa anda dapat dari tanaman eksklusif ini.

Setidaknya ada 9 benefit yang tidak boleh anda lewatkan yaitu:

Untuk melihat gambaran yang lebih jelas, mari kita bahas masing-masing benefit.

1. Penampilan pohon berestetika tinggi

Dibandingkan pohon buah apapun, tanaman anggur merupakan yang paling eksklusif secara penampilan. Coba lihat ini:

Pohon Anggur Sebagai Pagar Rumah
Rambatan Anggur Model Trellis
Tabulampot Anggur Kuning
Model rambatan anggur pergola / atap
Pohon Anggur di Atap Rumah
Tabulampot Anggur

Bayangkan foto-foto tersebut berada di pekarangan rumah anda!

Sampai hari ini, saya belum menemukan lawan yang setara dengan pohon anggur dalam hal penampilan, baik tampilan pohonnya maupun buahnya.

Foto-foto di atas, menjadikan buah anggur sebagai sudut pandang utamanya. Sekarang mari kita lihat dari sudut pandang lain, yaitu dari keindahan batang, ranting dan daunnya. Lihat ini:

Cara membuat para-para pohon Anggur
Dekorasi pohon anggur
Rumah Dihiasi Tanaman Anggur

2. Memiliki banyak fungsi untuk keperluan landscape taman

Tanaman anggur bisa ditanam untuk berbagai kepentingan seperti:

  • Atap teras / selasar rumah
  • Peneduh car port atau tempat parkir kendaraan
  • Penghias tembok bangunan
  • Penghias list-plank atap rumah
  • Penghias pintu gerbang
  • Pagar hidup atau penyekat taman
  • Tabulampot (Tanaman buah dalam pot)
  • Dan masih banyak lagi…

3. Ukuran & bentuk rambatan pohon bisa diatur sesuka hati

Anda bisa melihat foto-foto yang saya tunjukan sebelumnya, dimana rambatan pohon anggur dapat diatur secara kreatif dengan ukuran dan bentuk apapun yang anda inginkan.

Hal ini memungkinkan anda untuk menanam pohon anggur di pekarangan luas maupun sempit. Bahkan jika hanya memiliki area tanam 1 x 1 meter, anda masih bisa menanam anggur dengan sistem rambatan vertical (tegak lurus ke atas).

Bagaimana jika menanam di atas dak beton atap rumah?

Tidak masalah.

Anda bisa menggunakan pot sebagai wadah tanamnya. Gunakan pot berukuran besar (minimal pot plastik No.60) supaya media tanamnya tidak cepat kering akibat suhu udara dan kecepatan angin yang tinggi di atas dak atap rumah.

Selain itu, pilihlah bahan media tanam pot yang ringan agar tidak terlalu membebani dak beton. Misalnya menggunakan campuran: Tanah + Pupuk Kandang + Sekam Bakar + Cocopeat (1:2:2:1).

4. Mampu hidup di semua kawasan Indonesia

Tanaman anggur dapat tumbuh dan berbuah dengan baik hampir di segala tempat, mulai dari dataran rendah yang panas hingga dataran tinggi yang dingin.

Penjelasan lengkap masalah ini bisa anda baca disini: Syarat Tumbuh Tanaman Anggur

5. Cara tanam dan perawatan relatif mudah

Sama seperti tanaman buah lainnya, siapa saja bisa menanam dan merawat pohon anggur hingga berbuah produktif. Dengan catatan, anda mau belajar dan banyak membaca.

Saya telah menyediakan tutorial lengkap yang bisa anda pelajari disini: Panduan Budidaya Anggur

6. Mampu berbuah sebanyak 2-3 kali dalam setahun

Nggak percaya?

Berikut saya kutip penjelasan dari Balitjestro Indonesia (Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Indonesia):

“…panen anggur di kawasan sub tropis hanya bisa sekali dalam setahun. Dan di Indonesia bisa hampir tiga kali, dan saat panennya bisa di atur sepanjang tahun.”

“…kalau kita menghitung tingkat produktifitas per hektar per tahun, maka anggur kita lebih produktif. Sebab dalam tenggang waktu 375 hari tersebut, rata-rata kita akan menghasilkan 30 ton anggur dalam tiga kali panen…“

Ir. Emi Budiyati – Peneliti Muda Balitjestro

7. Memiliki umur panjang mencapai 100 tahun

Sebetulnya bukan seratus tahun. Dilansir oleh Wein-Plus Glossary bahwa ada beberapa pohon anggur di Benua Eropa dan lainnya yang ditemukan telah berusia antara 100 – 500 tahun.

Anda bisa membaca artikelnya disini: Oldest Vine / Oldest Grape Varieties

8. Buah anggur bernilai komersial tinggi

Masih sangat jelas dalam ingatan saya 10 tahun yang lalu, harga buah anggur di pasar tradisional maupun supermarket tidak kurang dari puluhan ribu rupiah per kilogram.

Bagaimana dengan hari ini?

Sekarang, untuk buah anggur yang rasanya dijamin manis, harga berada di kisaran Rp75.000 – Rp250.000 /kg.

Yang menarik adalah harga buah anggur relatif stabil sepanjang tahun. Bahkan terus meningkat seiring adanya inflasi.

Apakah anda tidak mau punya pohon anggur yang bisa berbuah hingga 20 kg/pohon dalam sekali panen? Dan ingat lho, pohon anggur bisa berbuah 2-3 kali setahun.

Kalo anda punya 2 pohon saja, berarti dalam setahun anda bisa panen buah anggur sebanyak 80-120 kg. Jika kita ambil harga terendah Rp75.000/kg, maka panen anda setara dengan Rp6 juta sampai Rp9 juta.

Masih ragu menanam anggur di rumah? 😀

9. Bisa menjadi sumber penghasilan tambahan keluarga

Sampai hari ini peluang membudidayakan tanaman anggur masih terbuka sangat lebar.

Mayoritas buah anggur yang dijual di pasar tradisional maupun swalayan Indonesia merupakan buah import dari luar negeri, terutama China.

Jika anda mampu membudidayakan anggur di pekarangan rumah, maka anda bisa menjual hasil panen ke pedagang buah terdekat maupun mengundang masyarakat untuk membeli dan memetik langsung dari pohonnya.

Sebagai pedagang, membeli langsung dari kebun produksi akan sangat menguntungkan. Sebab, buah dijamin masih segar, sehingga daya simpan buah jauh lebih lama dibandingkan buah import.

Begitupun bagi konsumen, memetik buah anggur langsung dari pohonnya merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan sensasional.

Panduan Menanam Alpukat di Pekarangan Rumah (DILENGKAPI: Perawatan Hingga Berbuah)

Telah diperbarui November 2019.

Banyak kasus pohon alpukat tumbuh lambat, banyak ulat, berbuah sedikit. Bahkan ada juga yang sudah berumur 5 tahun lebih, tapi tidak kunjung berbuah.

Apa masalahnya?

Umumnya, semua itu terjadi akibat kesalahan dalam teknis tanam dan perawatan, serta kurang tepat dalam memilih bibit dan varietas.

Jika saat ini anda berniat menanam pohon alpukat, saya sarankan untuk membaca artikel ini hingga selesai. Supaya anda mengetahui bagaimana teknis memelihara tanaman alpukat yang benar sesuai petunjuk para pakar.

Sehingga, anda bisa menghindari kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan banyak penghobi di luar sana.

Dengan begitu, nantinya pohon alpukat anda bisa tumbuh subur, berbuah lebih cepat pada usia 2-4 tahun (tergantung varietas), menghasilkan buah yang berlimpah & berkualitas, serta bebas serangan hama ulat.

Sebelum memulai materi, jangan lupa bookmark/simpan artikel ini dan share ke teman & kerabat anda. 😀

Oya, anda juga bisa mendownload panduan ini dalam format PDF disini: DOWNLOAD TUTORIAL


Mari kita mulai!

BAB 1: Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat

Gambar: Alpukat Wina umur 3 tahun di ketinggian 900 mdpl milik salah seorang petani.

Dalam hal ini, hanya 2 poin yang menurut saya paling penting diperhatikan yaitu:

1. Ketinggian Lokasi

Secara umum, tanaman alpukat mampu tumbuh dan berbuah dengan baik di segala tempat.

Mulai dari dataran rendah yang panas, hingga dataran tinggi yang dingin. Lebih tepatnya berada di ketinggian antara 5 – 1.500 mdpl (meter diatas permukaan laut).

Namun…

Untuk budidaya alpukat skala kebun komersial, ada aturan yang sedikit ketat. Dimana, tidak semua varietas alpukat cocok dikebunkan di segala tempat.

(Sumber: Sadwiyanti, L., Sudarso, D., Budiyanti, T. 2009. Petunjuk Teknis Budidaya Alpukat. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. Solok, Sumatera Barat. 52 Hal)

Beberapa varietas lebih produktif di dataran rendah, seperti Alpukat Mentega, Aligator, Raja Giri, Kendil, dst. Sedangkan varietas alpukat seperti Miki dan Wina lebih produktif di dataran tinggi. Pembahasan lengkap masalah ini akan saya tulis pada artikel yang lain, InsyaAllah.

Nah, karena anda menanam alpukat hanya di pekarangan rumah (bukan untuk kebun komersial), maka masalah ketinggian lokasi tidak penting.

Silahkan pilih varietas apapun yang anda suka!

2. Intensitas Cahaya Matahari

Banyak penghobi melakukan kesalahan di sini. Ada seorang tetangga yang bertanya ke saya:

“Kok pohon saya tidak mau berbuah ya, padahal umurnya sudah 5 tahun lebih?”

Saya tanya balik: “Pohonnya dapat sinar matahari seharian penuh nggak pak?”

Jawabnya: “Kayaknya sih enggak, cuma kena sinar matahari pagi aja. Karena kalo siang sampai sore, sinar matahari terhalang pohon besar di sebelahnya.”

Itulah penyebabnya!

Tanaman buah apapun termasuk alpukat, membutuhkan cahaya matahari selama 6 – 10 jam/hari. Karena cahaya matahari adalah pemeran utama dalam mendukung proses fotosintesis tanaman.

Jadi…

Pastikan lokasi tanam mendapat cahaya matahari seharian penuh. Jika tidak memungkinkan karena adanya bangunan atau pohon besar yang menutupi, maka setidaknya pohon alpukat anda harus terpapar matahari minimal 6 jam/hari.

BAB 2: Tips Memilih Varietas Unggulan

Buah Alpukat Jumbo
Gambar: staradvertiser.com

Sekarang sudah banyak varietas alpukat unggul yang menyebar luas di seluruh kota di Indonesia.

Dari semua varietas tersebut, mereka terbagi dalam 2 kelompok besar yaitu:

#1 Pertama…
Kelompok varietas unggul yang Telah Terdaftar di Kementerian Pertanian Indonesia (bersertifikat).

#2 Kedua…
Kelompok yang Belum Terdaftar, namun telah diakui keunggulannya secara luas oleh kalangan petani. Terkadang diakui juga oleh beberapa pakar pertanian.

Untuk varietas yang telah terdaftar, bisa anda lihat pada gambar berikut:

Gambar: balitbu.litbang.pertanian.go.id

Sedangkan untuk varietas yang belum terdaftar, berikut beberapa di antaranya:

  1. Mentega
  2. Aligator
  3. Miki
  4. Hana
  5. Hass
  6. Hawaii
  7. Pluang
  8. Arjuno / Pameling
  9. Dan masih banyak lagi . . .

Semua varietas di atas sudah terbukti unggul. Namun, manakah yang terbaik?

Untuk kelompok yang telah terdaftar di Kementerian Pertanian, pilihlah varietas keluaran terbaru mulai tahun 2011 ke atas.

Sedangkan untuk kelompok yang belum terdaftar, pilihlah varietas yang paling populer di Indonesia yaitu Mentega, Miki, dan Aligator.

BAB 3: Menyiapkan Bibit Bermutu Tinggi

Alpukat Jumbo

Setelah menentukan varietas yang ingin ditanam, anda bisa membeli bibit alpukat di toko tanaman terdekat atau membelinya secara online.

Pastikan anda membeli dari penjual yang amanah dan paham seluk beluk tanaman alpukat, supaya varietas bibit yang anda beli 100% ASLI.

Jangan sampai penjual mengatakan bibitnya jenis Aligator, namun setelah anda tanam dan berbuah ternyata bukan Aligator. Sudah begitu kualitas buahnya rendah. Duh, pasti sangat kecewa, bukan!? 😀

Jika sulit menemukan toko tanaman di daerah anda, mungkin anda bisa mempertimbangkan membeli di toko online kami.

BAB 4: Panduan Penanaman

Membuat Lubang Tanam
Gambar: www.mnn.com

Teknis penanaman bibit alpukat ke lahan terbagi dalam 2 tahap yaitu: tahap pembuatan lubang tanam dan tahap penanaman bibit ke lubang tanam.

Nah, dari kedua tahap tersebut, tidak sedikit penghobi yang melakukan kesalahan. Lebih-lebih pada tahap pembuatan lubang tanam, mayoritas penghobi pemula melakukan kesalahan besar. Dimana kesalahan tersebut menyebabkan pohon alpukat mereka tumbuh kerdil dan sulit berbuah.

Apakah kesalahan besar yang dimaksud? Silahkan anda baca artikel berikut:

  1. Teknis membuat lubang tanam
  2. Teknis menanam bibit buah ke lubang tanam

BAB 5: Panduan Perawatan

Membuahkan Pohon Alpukat


Bab ini adalah bagian yang paling banyak dicari oleh penghobi pemula bahkan berpengalaman.

Alhamdulillah saya bisa menyajikannya untuk anda di sini, semoga bermanfaat.

Ceritanya begini:

Banyak penghobi yang bingung cara merawat pohon alpukat yang benar gimana. Padahal sudah baca artikel sana-sini di internet, tapi malah tambah bingung, karena teknisnya beda-beda.

Nah, di sini saya ingin memberikan jalan keluar supaya anda cukup menerapkan 1 teknik yang terbukti efektif.

Saya berani mengatakan begitu karena teknik yang saya bawakan di sini bersumber dari buku Petunjuk Teknis Budidaya Alpukat terbitan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Indonesia. Sebagai pelengkap, saya juga mengambil beberapa referensi lain di luar buku tersebut.

Oke, langsung kita mulai . . .

1. Pengairan

Saat tanaman masih muda atau berusia kurang dari 2 tahun sejak penanaman ke lahan, anda perlu melakukan penyiraman rutin setiap 1-3 hari sekali agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu.

Sebab… tanaman muda memiliki perakaran yang masih sangat pendek dan sedikit, sehingga belum mampu menjangkau air tanah.

“Tapi saya sibuk dan tidak sempat menyiram terlalu sering!”

Tenang… setiap masalah ada solusinya. 😀

Tutuplah permukaan tanah pada sekeliling tanaman (radius 1 meter) dengan plastik mulsa atau bisa juga menggunakan jerami / sekam padi setebal 10 cm.

Dengan begitu kadar air dalam tanah di sekeliling tanaman tidak mudah menguap, sehingga kelembaban tanah lebih terjaga dan tahan lama. Alhasil, anda hanya perlu menyiram 1-2 kali seminggu. Hemat waktu, bukan!? 😀

2. Pemupukan

Pupuk Kandang Kotoran Ayam


Pohon alpukat hanya perlu dipupuk 6 bulan sekali (2 x setahun).

Anda tidak perlu memupuk terlalu sering sebagaimana dilakukan oleh banyak penghobi. Karena pohon alpukat BUKAN tipe tanaman yang boros nutrisi.

Pemupukan Fase Vegetatif (usia 6 bulan – 4 tahun)

Fase vegetatif adalah masa dimana tanaman dalam proses tumbuh-kembang dan pembesaran dari tanaman muda menuju pohon dewasa.

Pemupukan dilakukan pertama kali pada usia 6 bulan setelah tanam ke lahan, kemudian diulangi setiap 6 bulan sekali.

Jenis pupuk dan dosis yang diberikan adalah:

  1. Pupuk Kandang (kambing/sapi)= 1 karung beras 25 kg
  2. Kapur Pertanian= 0,5 – 1 kg
  3. Pupuk NPK= 150 gram (ditingkatkan 50 gram pada setiap pemupukan selanjutnya yaitu; 200 gr, 250 gr, 300 gr, dst…)

Pemupukan Fase Generatif (usia > 4 tahun)

Fase generatif adalah masa dimana tanaman telah memasuki usia dewasa dan siap menghasilkan buah secara produktif hingga 20-an tahun ke depan.

Pemupukan dilakukan setelah usia pohon genap 4 tahun, kemudian diulangi setiap 6 bulan sekali.

Pupuk dan dosis yang diberikan yaitu:

  1. Pupuk Kandang (kambing)= 2 karung beras 25 kg
  2. Kapur Pertanian= 1 kg
  3. Pupuk Urea= 2,5 – 3,5 kg
  4. Pupuk TSP= 3,5 kg
  5. Pupuk KCL= 4 kg

Cara pemupukan yang benar yaitu membuat parit sedalam 30 cm mengelilingi tanaman sejauh 1 meter dari batang. Kemudian seluruh pupuk dimasukkan ke dalam parit dan setelahnya ditutupi kembali dengan tanah.

Khusus kapur pertanian, cara aplikasinya ditabur merata di atas permukaan tanah mengelilingi tanaman.

3. Pemangkasan

Gambar: Pohon Alpukat milik Bpk. Brian Setiawan.

Pemangkasan dilakukan pertama kali saat pohon berusia 1 tahun setelah tanam ke lahan.

Pangkaslah cabang dan ranting yang terlalu rapat, rusak, dan mati.

Jarak antara cabang paling bawah dengan permukaan tanah minimal 1 meter. Apabila ada cabang yang tumbuh lebih rendah dari itu, segera pangkas.

Kemudian, pertahankan ketinggian pohon alpukat antara 4 – 5 meter (dari permukaan tanah hingga ke pucuk pohon). Apabila ketinggiannya melebihi itu, segera potong batang pucuknya agar pohon tetap pendek dan minimalis.

Jika anda biarkan, maka ketinggian pohon alpukat bisa terus meningkat hingga belasan meter.

Maaf, seluruh konten di website ini tidak bisa Anda copy!

Scroll to Top