Halo sahabat Daunku.com . . .
Saat ini banyak sekali yang menjual bibit anggur secara online. Ada varietas anggur lokal, ada pula varietas import.
Harganya jelas beda. Anggur lokal hanya puluhan ribu, sedangkan yang import mencapai ratusan ribu.
Pertanyaannya sekarang…
Varietas mana yang akan kita pilih?
Dalam kesempatan ini, saya akan coba menjawabnya. Mari kita mulai!
“ANGGUR LOKAL VS ANGGUR IMPORT”
FAKTANYA:
- Mayoritas penghobi akan memilih varietas anggur yang buahnya Manis dan Besar.
- Serta lebih tertarik pada varietas yang perawatannya Mudah dan Cepat Berbuah.
Apakah anda setuju dengan pernyataan saya di atas!?
Kalo iya, mari kita lanjut . . .
Pertama…
Sayang ingin bertanya satu hal:
Apakah anda tahu persis definisi “Anggur Lokal” dan “Anggur Import”?
Padahal faktanya, tidak ada satupun jenis anggur yang ASLI dari Indonesia!
Tahukah anda…
Semua varietas anggur di negeri kita adalah hasil introduksi / import dari negara lain yang memiliki 4 musim (semi, panas, gugur, dingin) seperti Jepang, Rusia, Amerika, dan seterusnya. Sumber: http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/category/anggur
Jadi, seluruh varietas anggur yang ada di tanah air kita adalah tanaman hasil import, tidak ada satu pun yang asli Indonesia!
Singkat kata…
Seharusnya tidak ada istilah anggur lokal, karena semuanya hasil import!
Anda mungkin bertanya…
“Lalu, mengapa ada istilah Anggur Lokal dan Import?”
Untuk masalah ini anda bisa membaca sejarahnya di sini:
Mengenal Anggur (bukan) Asli Indonesia (Bag ke-1)
Atau jika tidak sempat, berikut penjelasan singkat dari saya:
Sebelumnya, ada puluhan varietas anggur yang telah tersebar luas di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Seluruh varietas tersebut dibawa masuk oleh kalangan tertentu sejak zaman Hindia Belanda dan sebagian besar masih ada hingga sekarang.
Saat ini varietas-varietas tersebut masih terus dikaji dan dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) di Probolinggo, Jawa Timur.
Berikut ini daftar varietas anggur yang tersisa di kebun percobaan Balitjestro:
Singkat cerita…
Setelah tahun 2005 ke sini, banyak kolektor anggur Indonesia yang mengimport varietas baru dari berbagai negara seperti Rusia, Ukraina, Amerika, Jepang dan lain-lain. Mereka membeli dari toko online internasional maupun dari teman atau kenalan yang berkecimpung di perkebunan anggur di luar negeri.
Sampai tahun 2018 ini, lebih dari 50 varietas baru berhasil di masukkan ke Indonesia. Seharusnya lebih dari itu, tetapi banyak yang gagal karena masalah izin di Bea Cukai (disita pihak berwenang).
Kemudian…
Para kolektor berinisiatif membedakan antara varietas baru tersebut dengan varietas anggur yang sudah lama berkembang di Indonesia dengan istilah Anggur Import dan Anggur Lokal, agar memudahkan dalam identifikasi varietas.
Sebab, varietas baru atau import masih dalam proses eksperimen, untuk menemukan varietas mana saja yang mampu tumbuh dan berbuah dengan baik di negara kita.
Hasilnya…
Sekarang telah didapatkan lebih dari 30 varietas anggur import yang teruji tumbuh dan berbuah sangat baik sebagaimana varietas lokal. Saya akan sebutkan daftarnya pada bagian akhir artikel ini.
Bisa jadi anda juga bertanya:
“Mengapa bibit anggur import sangat mahal?”
Menurut saya ada 2 alasan sebagai berikut.
Pertama, karena alasan TREND!
Bukan rahasia umum lagi bahwa masyarakat Indonesia bersikap terlalu ‘berlebihan’ terhadap segala produk yang berbau import.
Hampir semua produk yang dilabeli kata ‘import’ memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan produk buatan lokal.
Kedua, karena produksinya yang sangat TERBATAS!
Sampai saat ini hanya belasan kolektor anggur dari seluruh Indonesia yang memproduksi bibit anggur import di kebun mereka.
Sementara masing-masing mereka hanya mampu produksi dalam jumlah sedikit, karena keterbatasan sumber daya seperti entres pohon induk, rootstock, tenaga kerja, luas lahan dan lain sebagainya.
Sedangkan permintaan di pasaran sangat tinggi. Alhasil harganya pun terdongkrak naik hingga ratusan ribu.
Di kebun kami sendiri, setiap bulan menerima pesanan bibit anggur import hingga ratusan batang dari berbagai kota se-Indonesia.
Oke…
Sampai di sini anda sudah paham 3 poin utama di atas:
- Apa definisi anggur lokal dan import…
- Mengapa ada 2 istilah tersebut…
- Penyebab bibit anggur import sangat mahal…
Sekarang saya akan jawab pertanyaan di awal tadi:
“Manakah yang terbaik antara anggur lokal dan import?”
Saya pribadi akan menjawab, “Keduanya sama-sama bagus, asalkan buahnya manis dan besar, perawatan mudah dan cepat berbuah!”
Karena…
Tidak semua varietas anggur import memiliki karakter di atas, begitupun anggur lokal.
Jadi yang saya gunakan sebagai tolok ukur bukanlah pada soal import atau lokalnya, tapi lebih kepada kualitas buah dan kemudahan perawatan.
Bagaimana dengan anda?
“DAFTAR VARIETAS ANGGUR LOKAL & IMPORT UNGGULAN“
1. Anggur Lokal
Kementerian Pertanian Indonesia telah lama menerbitkan kelompok varietas anggur lokal yang terbukti unggul dan layak dikebunkan skala komersial. Dari 40-an varietas yang diteliti oleh Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), hanya 9 varietas saja yang dinyatakan unggul. Jika anda ingin menanam anggur lokal, pastikan varietasnya masuk dalam daftar berikut:
- Kediri Kuning (Yellow / Green Belgie)
- Bali (Alfonso Lavallee)
- Probolinggo Biru 81
- Jestro Ag5 (Isabella)
- Jestro Ag45 (Caroline Black Rose)
- Jestro Ag86
- Jestro Ag60 (Maroo Seedless)
- Prabu Bestari (Red Prince)
- Probolinggo Super (Cardinal)
Berikut contoh anggur lokal varietas Caroline Black Rose milik #WIE:
2. Anggur Import
Sangat banyak varietas anggur import yang masuk ke Indonesia dan dikembangkan para kolektor. Namun tidak semuanya tumbuh dan berbuah baik di negara kita. Berikut daftar varietas import yang sudah teruji tumbuh dan berbuah optimal dan siap dikembangkan:
- Akademik Avidzba
- Beauty
- Black Panther
- Crimson Seedless
- Dubovsky Pink
- Favor
- Galahad
- Giovanni
- Harold
- Julian
- Jupiter Seedless
- Landysh / Lily of The Valley
- Livia
- Manicure Finger
- Ninel
- Nizina
- Original
- Podarok Irine
- Queen Nina
- Red Globe (asal Amerika)
- Rizamat
- Romeo
- Sensation
- Souvenir
- Transfiguration
- Wink
- Xenia Angelica
- dan masih banyak lagi…
Berikut ini contoh foto anggur import varietas Rizamat milik #PGAV_GARDEN:
[su_row][su_column size=”1/2″ center=”no” class=””]
[/su_column][su_column size=”1/2″ center=”no” class=””]
[/su_column][/su_row]






Minta no wa balitjestro Di Probolinggo
Adakah penampung bibit Anggur untuk di pasarkan?
Terima kasih infonya.. Mau tanya, jenis anggur yang bisa bertahan di daerah panas? Terima kasih🙏
saya mencoba menanam anggur dari biji, tetapi saya tidak tahu apakah yang tumbuh adalah anggur dan dari varietas apa, apakah ada yang bisa membantu saya? terima kasih sebelumnya
ini untuk gambar lainnya
Apa bnr anggur cbr berbuah nya lama dan buah nya kecil2
Pak ..sy mau nanya, sy punya anggur yang tidak merambat..jenis apa ya kira2? Waktu beli sy lupa tanya jenisnya
Pak Yupi, kalau tanaman anggur anda itu berbatang keras, maka itu tanaman jaboticaba. Org sering bilang sbg Anggur Brazil.
mau tanya pak ,saya mau menanam anggur jenis akademik ,tpi saya baru didunia per’angguran ,ciri” daun/pohon nya gimana?soal nya ada tetangga saya yg sudah tertipu sama org ,
Saya seorang pensiunan ada lokasi cukup luas di tepi pantai (lebih 1 ha) . Ingin berkebun anggur utk menggantikan tanaman tahunan ( jati dll). Sdh banyak baca on line maupun buku ttg anggur. Bgmn harus mulai? Dan di mana bisa memperoleh bibit tg bagus, mudah perawatan serta tidak mahal ok bibit eksklusif ?
Klo memang mau skla besar, cb maen k KP Balitjestro probolinggo pak. Bs lihat kebun anggur skala besar, bs tanya2 sedetail mungkin. Dan bs dpt bibit ‘local’ dlm jumlah bnyak dan harga yg miring.
selamat sore mas, mau tanya kalau untuk anggur jenis red globe itu termasuk varietas apa ya? terimakasib
untuk daerah pantura jawa yang terkenal kering varietas apa yang cocok master?
Assalamualaikum,saya menanam anggur sudah lebih dari 3 tahun,tetapi setiap berbuah dan sampai matang buahnya tidak bisa besar.kenapa ya..apakah ada pengaruh dari suhu lingkungan.
Wa’alaikumsalam Pak Agus…
Itu jenis anggur lokal ya pak? Kalo iya, kemungkinan besar memang karakter buahnya kecil, bukan faktor lingkungan.
Lebih jelasnya bisa membaca artikel berikut: https://daunku.com/syarat-tumbuh-tanaman-anggur/?ref=comment
Mgkin punya bpk sama jenisnya sprti punya saya pak anggur red master memang kecil kecil pak sebesar taik kambing
Bbrp tahun yg lalu saya tanam anggur dari penjual keliling :
1. Anggur berbuah sangat lebat warna hijau, bentuk bulat kecil tdk berdaging (hanya berisi kandungan air, rasanya sangat masam). Hanya bbrp kali pembuahan akhirnya saya bongkar.
2. Kemudian tanam lagi berbuah warna hitam kemerahan rasa sangat masam, bentuk bulat kecil.
Pertanyaan : varietas apa dari kedua jenis anggur yg saya tanam ? Terima kasih
Yg No.1 kemungkinan buah masih muda pak, karena belum berdaging… Buah anggur mulai matang pd usia 100 hari-an (3 bulan lebih).
Yg No.2 kemungkinan besar jenis Red Master, buahnya tdk layak konsumsi… Terimakasih 😀
Fase pembuahan untuk tanam anggur di pot justru cabang sekunder yg di pangkas??
Apa beda dg sistem rambatan ditanam tanah?
Adanya cabang primer, sekunder, dan tersier hanyalah sebuah upaya membentuk percabangan tanaman agar rapi dan terstruktur.
Soal pembuahan, buah dapat muncul dari cabang manapun.
Pada prakteknya, tidak jarang buah muncul dari tunas baru yang muncul dari batang pokok pasca pemangkasan.
Ada banyak sekali metode pembentukan tajuk di seluruh dunia, ada puluhan metode berbeda. Sehingga, kita akan dapati ada aneka model bentuk pohon anggur baik di pot maupun di tanah langsung (Grounding).
Terbaik bagi yang mulai menanamnya. 😀
Betul pak… 😀
Pengalaman saya bs dijadikan kesimpulan, bahwa dari batang tua sulit tumbuh tunas besar, subur dan membawa cluster bunga… kenapa bs demikian..? Mhn penjelasan ya Pa…!
Halo Pak Acep…
Cabang anggur memiliki usia produktif dan non-produktif. Berdasarkan literatur dari perkebunan anggur di Thailand dan Amerika, cabang anggur yg produktif tinggi adalah cabang berusia antara 4 – 6.
Nantinya setiap kali pembuahan, cabang yg telah berusia 4-6 bulan akan dipangkas dan disisakan 2-3 mata tunas. Dari 2-3 mata tunas tersebut akan muncul tunas baru yg membawa bunga.
Oya, cabang yg dimaksud di sini adalah CABANG TERSIER… cabang jenis ini akan selalu dipangkas setiap kali pembuahan.
Sedangkan utk cabang primer dan sekunder, sifatnya permanent (tidak akan dipangkas).
Terimakasih 🙂
Klw saya baca diartikel anda . Tanam anggur dipot untuk fase pembuahan justru cabang skunder yg dipangkas???? Jdi binggung mohon jawaban
Untuk media tanam, perawatan dan pupuk, apakah ada perlakuan yang berbeda dari kedua jenis anggur tersebut (lokal dan import) ?
Halo Pak Acep…
Teknis perawatan sama saja pak. Terimakasih 🙂
Mungkin masnya salah tulis?
Maksudnya saya atau Mas Acep yg salah tulis ya mas… 😀