Kenapa warna buah anggur di Indonesia sering menyimpang dari aslinya?
Jika Anda menanam berbagai varietas anggur dengan warna buah berbeda (merah, hitam, ungu, hijau, kuning, semburat pink, dst), dan sudah menghasilkan panen berkali-kali dari pohon tersebut…
…kemungkinan besar Anda mendapati warna buahnya seringkali “berbeda” dengan warna asli di negara asalnya.
Terkadang, warna buah tidak konsisten antara hasil panen saat ini dengan panen sebelumnya.
Ambil contoh varietas “Julian”.
Di negeri asalnya, buah varietas ini berwarna pink dengan semburat merah menyala. Semburatnya tidak beraturan, tapi estetik.
Sementara di Indonesia, warna buahnya paling sering hijau kekuningan, dengan sedikit semburat.
Varietas lain seperti “Akademik” juga demikian.
Warna aslinya biru gelap. Tapi di negara kita warnanya lebih ke hitam, dan warna birunya tidak begitu nampak.
Kenapa penyimpangan warna terjadi?
Jawaban sederhana:
Panas tinggi (di atas 27°C) paling bertanggungjawab terhadap penurunan atau berhentinya produksi enzim penghasil “antosianin” (pigmen merah/biru) pada buah anggur…
…yang menyebabkan warna buah dasar tidak muncul, kurang cerah dan kusam.
Negara kita yang suhu rata-rata harian mencapai 30°C atau lebih—secara otomatis—memperparah gagalnya pembentukan warna buah sempurna, sehingga menghasilkan buah dengan warna yang “cacat” secara karakter.
Bagaimana mencegah penyimpangan warna?
“Tanam pohon anggur di dataran tinggi yang lebih sejuk,” jawabku.
Iya, cuma itu satu-satunya solusi, kalau Anda ingin menghasilkan buah anggur dengan warna terang–menyala.
Dan ini menjadi keuntungan besar bagi penghobi yang tinggal di daerah pegunungan tinggi.
Sedangkan Anda (dan saya) yang tinggal di dataran rendah–menengah, terima saja konsekuensi di atas. Penyimpangan warna adalah keniscayaan. Tidak bisa dihindari.
“Sudah takdir,” kataku. 😂
Tapi, ada keuntungan “spesial” untuk kompensasinya.
Buah anggur di dataran rendah–menengah umumnya memiliki tingkat kemanisan (brix) yang jauh lebih baik, dibandingkan buah anggur dari dataran tinggi.
Itu karena dorongan produksi gula yang sangat masif akibat intensitas cahaya matahari dan suhu tinggi.
“Keuntungan yang 99,99% penghobi anggur harapkan,” kataku.
Jadi, enggak masalah warna buah mungkin kurang greget. Yang penting, rasa buah muanisnya puooollll. 🤤
Sekarang…
Kalau Anda ingin menguasai cara merawat pohon anggur yang efektif & realistis menghasilkan panen melimpah, konsisten, dan berkualitas unggul (Muanis, Mullus, Mengkuilap)…
…pelajari ilmunya di sini:
👉 Pedoman Profesional: Budidaya Anggur Skala Pekarangan Rumah
Barakallahu fiikum,
Ibnul ‘Inab
P.S.
Mau nambah koleksi varietas anggur import?
Kami memproduksi “bibit anggur” dengan kualitas mendekati standar Eropa (umur bibit 6 bulan, tinggi 2–3 meter, siap berbuah dalam 1–3 bulan, harga cuma Rp90rb-an). Bahkan, tersedia juga yang harga Rp60rb-an.
Penasaran?
