Batang tersier pohon anggur Anda seperti huruf “L” terbalik? Itu masalah besar.

Sekarang jam 13:10 WIB.

Aku baru selesai mandi — menghanyutkan gerahnya siang dengan dinginnya air sumur. Suegeerrr!!! 🤤

Sekarang aku duduk di kursi kerjaku bersama buku catatan saku dan pena.

Aku menyesap kopi.

Mulai menulis draft email ini — tanpa gangguan.

Jadi hari ini…

…saya ingin menyinggung salah satu kesalahan “besar” yang dianggap normal oleh hampir semua penghobi anggur di Indonesia.

Bahkan tidak terlintas sedikitpun dalam pikiran mereka bahwa itu sebuah kesalahan.

Mereka yakin itu sesuatu yang BENAR.

Apa itu?

Begini…

Anda tahu VSP Trellis System?

Atau, orang-orang kita biasa menyebutnya “rambatan sistem teralis”.

Saya anggap Anda paham, karena itu adalah sistem rambatan anggur yang sangat populer di negeri kita.

Konsep aslinya:

Struktur tajuk / percabangan pohon pada VSP Trellis System terdiri dari:

  1. Batang Primer
  2. Batang Sekunder
  3. Batang Tersier

Batang primer berdiri tegak lurus dari tanah ke kawat teralis pertama setinggi 70–100cm.

Lalu dilanjutkan batang sekunder diarahkan mendatar / horizontal sepanjang 1–3 meter pada kawat teralis pertama.

Dan dari batang tersebut tumbuh banyak batang tersier yang diposisikan tumbuh vertikal ke kawat teralis paling atas — sesuai namanya VSP (Vertical Shoot Position) atau dalam Bahasa Indonesia: Posisi Cabang Vertikal.

Apa tujuannya?

Tujuan paling penting batang tersier diposiskan tegak lurus ke atas adalah: supaya seluruh percabangan tersebut mendapat sinar matahari seharian penuh — tanpa ada sisi tertentu yang ternaung / terhalangi dari matahari.

Umumnya, arah rambatan teralis diposisikan sejajar dengan pergerakan sinar matahari, sehingga kedua sisi teralis (kanan & kiri) mendapat cahaya maksimal dari pagi–sore.

Nah, kesalahan yang dilakukan sebagian besar penghobi adalah:

Merambatkan batang teralis secara vertikal pada sebagian batangnya, lalu merambatkan sebagian sisanya secara mendatar / horizontal di atas para-para.

Jadi, posisi batang tersier membentuk pola huruf “L” terbalik.

Mengapa itu salah?

Alasannya jelas.

Salah satu sisi teralis tidak mendapat cukup sinar matahari, akibat terhalang oleh percabangan yang ada di atas para-para.

Dampakanya:

Pertumbuhan batang tersier yang posisinya vertikal akan menjadi lemah karena kekurangan matahari.

Padahal, sebagian besar mata tunas di sepanjang batang tersier vertikal tersebut sangat dibutuhkan untuk menghasilkan “tunas-tunas baru pembawa bunga” pada pangkas pembuahan di masa depan.

Sementara kurangnya cahaya matahari…

…menyebabkan fisiologi mata tunas bersangkutan menjadi kurang sempurna dan tidak produktif untuk menghasilkan bunga & buah berkualitas tinggi.

Akhirnya inilah yang terjadi:

Setelah semua batang tersier dipangkas pendek untuk pembuahan (biasanya menyisakan 2–8 mata tunas pada masing-masing tersier)…

…tunas-tunas baru yang tumbuh cenderung kurus dan menghasilkan sedikit bunga. Banyak juga tunas yang zonk (tidak bawa bunga).

Dan ketika berkembang menjadi buah:

Dompolannya enggak gede, gak padat.

Ukuran buah kecil-kecil, mungil.

“Padahal pohon sudah dikasih pupuk ini–itu sesuai rekomendasi senior,” kata mereka. “Tapi kok, buahnya kecil-kecil, ya. Dompolannya juga kecil. Salahnya di mana?”

Sementara pohon anggur milik senior buahnya gede-gede, jumbo.

Dompolannya besar–padat.

Tandannya panjang.

“SALAHNYA DIMANA?” Keluh mereka.

Kemudian mereka “mengulangi” kembali kesalahan yang sama.

Merambatkan semua batang tersier membentuk huruf “L” terbalik. Memangkasnya pendek untuk pembuahan.

Dan buahnya begitu lagi.

Begitu lagi.

“Aarrgghhh!!!” Geramnya. 🤬

Oke.

Sekarang Anda sudah tahu kan apa akar masalahnya. Apa penyebab utamanya.

Bukan karena pupuk.

Tapi karena cara pengaturan batang tersier yang SALAH.

Ngomong2… Anda termasuk pelaku seperti mereka, bukan? 🤭

Kalau IYA, segera perbaiki cara merawat pohon anggur berbuah yang Anda lakukan selama ini — dengan cara mengikuti pedoman para ahli & praktisi profesional.

Itu dimulai dari mempelajari:

Ebook Kebun Anggur Superior (Edisi Terbaru 2025) saya… lalu mempraktikkannya ke pohon anggur di pekarangan Anda.

Coba dan buktikan sendiri hasilnya.

Orang-orang akan takjub melihat hasil panen Anda berikutnya, InsyaAllah.

Pelajari ebooknya (masih ada diskon Rp100rb) di sini:

Ambil diskonnya sekarang →

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

Dia tabur pupuk ini ke pohon anggur… dan inilah yang terjadi

Langkahnya terhenti.

Matanya berkaca-kaca.

Ponselnya hampir jatuh.

Putrinya bingung. “Ayah, ayah lihat apa?” Sambil berjalan cepat ke arahnya, penasaran.

“Itu,” menunjuk ke luar jendela.

“Lho, kok pohon anggurku kayak gitu, yah?”

Terdiam. Dia tidak mungkin menjelaskan kejadian sebenarnya.

Kemarin sore, ia menabur dua sendok NPK 16-16-16 ke media tanam pohon anggurnya di pot. Menyiraminya hingga semua butir pupuk larut.

Beberapa hari sebelumnya, ia menonton sebuah video di YouTube. “Ah, pohon anggurku juga perlu dipupuk, nih.” Ucapnya. “Biar cepet buah.”

Dan ia pun menjalankan misinya—sore itu.

Lalu siang ini, tak sengaja ia melihat tabulampot anggurnya sekarat.

Semua daun layu.

Batangnya lemas.

Pucuk-pucuk kering. Terkulai jatuh seperti karet gelang yang meleleh.

Padahal selama ini—sejak ditanam dua bulan lalu—pertumbuhan pohon sangat subur. Daunnya lebar-lebar. Cabangnya rindang. Tumbuh hampir setengah jengkal setiap hari.

“Apa kemarin saya kebanyakan ya ngasih pupuknya?” Tanya ia dalam hati. “Tapi itu sudah sesuai saran master di YouTube.”

“Kayaknya enggak ada harapan ya, mas?” Istrinya berbisik.

“Ehh,” dia kaget istrinya tiba-tiba muncul. “Kayaknya ia.”

“Ayah, pohon anggurku bisa seger lagi kan daunnya?” Teriak putrinya sambil mengelus sejumlah daun.

“Iya sayang, kita lihat besok, ya.”

Pikirannya terguncang, “Seandainya kemarin gak saya pupuk, gak bakalan gini jadinya. Atau, saya kurangi setengah dosisnya, mungkin lebih aman.”

“Lagian pohon sudah subur kayak gitu, ngapain juga kau pupuk. Sebanyak itu pula. Kenapa gak sekalian segenggam, booss..bos?” Makhluk tak kasat mata di sisi kirinya meledek.

===

Cerita di atas terdengar mengada-ada?

Tidak juga.

Realita di lapangan membuktikan: tidak sedikit penghobi yang menyesal telah memberi pupuk kimia berlebihan… hingga pohon anggur mereka mati overdosis.

Kalau saya berhadapan dengan orang-orang ini, saya akan bilang:

Pertama… pelajari kapan tabulampot anggur perlu dipupuk, berapa dosisnya, sesering apa, dan gimana caranya—di sini—biar enggak nebak-nebak.

Kedua… semua orang yang keracunan makanan, selalu ada peluang sembuh. Sama halnya pohon anggur. Apalagi gejalanya masih anget, baru muncul 1×48 jam.

Ikuti 2 langkah pertolongan pertama—yang saya share di sini—untuk meredakan efek keracunan akibat overdosis pupuk kimia.

Dan pelajaran pun selesai.

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

P.S.

Akhir Bulan Agustus 2025 ini, saya akan merilis ebook terbaru berjudul “Sistem Reparasi Anggur 1×24 Jam”.

Ebook ini berisi solusi lengkap & praktis: mengatasi hampir 99% masalah utama yang sering mengganggu pertumbuhan pohon anggur di Indonesia.

Dan khusus pembelian hari ini, saya memberi potongan harga hampir 70% (Anda hemat Rp100rb).

Klik di sini untuk mengambil diskonnya, sekarang.

Buah anggur Anda rusak parah? Berikut ini 5 kesalahan yang mungkin Anda lakukan.

Faktanya:

Kebanyakan kasus buah anggur pecah, burik, busuk, dan rontok massal — disebabkan karena “kelalaian” penghobi selama merawat pohon berbunga hingga panen.

Jika saat ini banyak buah anggur Anda yang rusak, atau pembuahan sebelum-sebelumnya Anda sering mengalami hal demikian…

…maka dengarkan baik-baik.

===

Catat ini:

Selama empat hari kedepan (Senin–Jum’at, 28 Juli – 1 Agustus 2025), saya akan berbagi cerita:

“5 (lima) kesalahan fatal paling sering dilakukan penghobi di Indonesia, yang memicu kerusakan massal pada buah anggur mereka.”

Studi kasus ini saya kumpulkan setelah melayani konsultasi dengan “ratusan” penghobi dari banyak kota — selama lebih dari 5 tahun terakhir.

Jadi…

Ikuti terus email saya selama empat hari kedepan, supaya Anda tidak melewatkan wawasan berharga ini.

Yang mungkin, tidak akan Anda temukan di tempat lain.

===

Hari ini, saya akan mulai dari Kesalahan #1 — yaitu:

“Tidak mencukupi kebutuhan unsur hara KALSIUM sejak awal.”

Tahukah Anda…

Pohon anggur menyerap unsur kalsium secara besar-besaran selama berbunga hingga panen.

Unsur ini sangat penting, di antaranya untuk:

  1. Meningkatkan elastisitas dinding sel, sehingga buah tidak mudah pecah ketika ukurannya membesar.
  2. Meningkatkan ketahanan buah terhadap jamur, sehingga buah tidak mudah busuk sebelum panen.

Jika pohon anggur Anda kekurangan kalsium sejak awal, maka potensi buah pecah dan busuk sangatlah tinggi selama fase pembesaran buah nantinya.

===

Apalagi kalau saat itu diiringi kondisi lain, seperti:

  • Suhu udara terlampau tinggi
  • Curah hujan & kelembaban udara tinggi
  • Pohon kekurangan air akibat telat nyiram
  • Atau, kebanyakan air karena penyiraman berlebih
  • …dan kondisi tidak ideal lainnya.

Kombinasi antara kekurangan kalsium dengan salah satu atau lebih dari kondisi di atas… akan semakin menggiring pohon anggur Anda kepada kehancuran — alias GAGAL PANEN.

Jadi intinya:

Setiap kali ingin membuahkan pohon anggur, pastikan Anda mencukupi kebutuhan unsur hara Kalsium terlebih dahulu sebelum pohon dipangkas pembuahan.

Oke! 😉

===

Itu aja cerita hari ini.

Besok saya akan lanjutkan Kesalahan #2 yang lebih ekstrem dari kesalahan pertama di atas.

Kesalahan yang membuat fisik buah anggur “cacat permanen” sejak awal — dan tidak bisa diperbaiki.

Sampai jumpa di email saya besok, InsyaAllah.

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab


Catatan:

📌 Mau tahu cara membuahkan & merawat buah anggur hingga panen yang benar? Saya akan membimbing Anda cara menyiapkan pohon anggur sebelum dibuahkan, teknis pemangkasan yang benar, dan cara merawat pohon anggur sejak berbunga hingga panen — di sini

Atau…

📌 Jika Anda ingin menanam anggur, atau menambah koleksi varietas baru… kami memproduksi “bibit anggur” dengan kualitas mendekati standar Eropa (tinggi 2-3 meter, siap berbuah dalam 1-3 bulan, dan harga cuma Rp90rb-an). Lihat di sini

Daun anggur banyak menguning & rontok… ternyata karena ini.

Belum lama ini…

Saya melihat sejumlah foto tabulampot anggur dari peserta program mentoring online yang saya adakan beberapa tahun lalu.

Foto-foto tersebut memperlihatkan daun-daun anggur banyak menguning dan rontok. Terutama pada daun yang tumbuh di area bawah atau dekat dengan tanah.

Spontan, saya langsung ingat percakapan saya dengan pemilik foto.

Itu sudah sangat lama, lebih dari 3 tahun lalu, tapi masih menempel di kepala saya. 😀

Saat itu, beliau mengira pohon anggurnya kekurangan nutrisi, sehingga daun pada menguning dan rontok.

Namun TIDAK.

Saya membantahnya.

“Itu bukan karena kurang pupuk,” kataku. “Tapi gejala dehidrasi.”

Benar saja.

Setelah mengevaluasi teknis penyiraman yang beliau lakukan beberapa pekan terakhir, kesimpulan tersebut tepat — sangat tepat.

===

Faktanya, tidak hanya membuat daun layu… dan pucuk macet.

Di dalam ebook Detektif Anggur, saya menjelaskan bahwa di antara gejala pohon kekurangan air adalah:

  • Pucuk-pucuk pada macet.
  • Pertumbuhan pohon secara keseluruhan melambat.
  • Dan pada kasus dehidrasi parah, sebagian besar daun akan layu hingga sekarat.

Namun, saya lupa menambahkan ini:

Gejala lainnya, terutama pada kondisi dehidrasi “menengah”… biasanya akan memicu daun menguning & rontok seperti cerita di atas.

Itu dimulai dari daun-daun paling dekat dengan tanah, kemudian merambah ke daun-daun di atasnya… dan di atas… seiring bertambah parahnya dehidrasi.

Jadi, jika Anda melihat gejala tersebut pada pohon anggur Anda… segera evaluasi teknis penyiraman Anda 2 minggu terakhir — apakah sudah mencukupi kebutuhan air harian atau belum.

Kalau BELUM, maka kesimpulannya valid: pohon anggur Anda kekurangan air (dehidrasi). Dan solusinya adalah meningkatkan volume / frekuensi penyiraman.

===

Itulah catatan tambahan untuk Anda yang sudah/sedang membaca ebook Detektif Anggur, karena saya belum membahasnya di sana.

Karena seperti saya bilang… saya baru ingat perihal ini beberapa waktu lalu.

Jika Anda belum memiliki ebook tersebut, segera ambil di sini:

https://daunku.com/detektif-anggur

Ebook ini sedang DISKON 47% (Anda hemat Rp60.000) dan berakhir dalam 3 hari kedepan: Sabtu, 12 Juli 2025.

Jadi, jangan sampai ketinggalan promo.

👉 Ambil diskonnya di sini

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

📌 Jika Anda ingin menanam anggur, atau menambah koleksi varietas baru… kami memproduksi “bibit anggur” dengan kualitas mendekati standar Eropa (usia bibit >6 bulan, tinggi 2-3 meter, siap berbuah dalam 1-3 bulan, dan harga cuma Rp90rb-an). Selengkapnya cek di sini

Anggur Jupiter: manisnya kebangetan, mirip permen karet… tapi ada minusnya!

Tidak ada varietas lain yang mampu manandingi uniknya buah anggur Jupiter. Manisnya di atas rata-rata. Bijinya sedikit. Dan rasanya mirip permen karet.

Tapi, varietas ini punya “satu” kekurangan.

Apa itu?

===

Dengarkan ini:

“Pak, buah Jupiter saya kemarin sudah dipanen,” katanya. “Rasanya manis banget.”

Aku tersenyum. “Wah, selamat pak,” kataku. “Jupiter memang tinggi banget kadar gulanya, beda dari yang lain.”

“Iya, bener pak,” katanya. “Tapi kok buahnya di tempat saya kecil-kecil, ya. Gimana biar bisa besar?” Wajahnya serius. Dipenuhi rasa penasaran.

Aku diam sejenak. Memikirkan jawaban yang mudah dipahami pemula. “Jupiter memang kecil-kecil buahnya, pak,” kataku. “Karena dia termasuk varian seedless atau non-biji. Semua varietas seedless umumnya berbuah kecil. Tapi bijinya juga kecil dan sedikit.”

“Oh, okelah kalau gitu,” katanya. Pasrah menerima kenyataan.

Aku tersenyum.

===

Anda sudah dapat jawabannya?

Kekurangan anggur Jupiter adalah BERBUAH KECIL.

Kalau Anda ingin yang buahnya besar, tinggal tanam aja varietas lain seperti GOZV, Queen Nina, Lorano, Everest, dst.

Buah mereka besar. Rasanya enak. Manis. Layak untuk buah meja.

Dengan begitu, Anda punya beberapa pohon anggur yang saling melengkapi kelebihan dan menutupi kekurangan satu sama lain.

Anda jadi bisa panen buah anggur dengan ukuran berry beragam. Aneka rasa berbeda. Dan warna-warni.

Oke.

===

Sekarang:

Jika Anda ingin menambah koleksi varietas anggur yang berbuah besar dan rasa menggoda, Anda bisa membelinya di sini:

https://daunku.com/bibit-anggur-premium

Menariknya lagi:

Bibit anggur kami berusia lebih dari 6 bulan, sehingga dapat dibuahkan sangat cepat — hanya dalam 1-3 bulan setelah tanam.

Jadi, Anda enggak perlu menunggu lama menikmati panen perdana. Tanam sekarang dan petik buahnya 5-7 bulan ke depan.

Jangan tunda nanti.

Segera pilih varietas yang Anda inginkan di sini:

https://daunku.com/bibit-anggur-premium

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

Maaf, seluruh konten di website ini tidak bisa Anda copy!

Scroll to Top