Pohon anggur Anda “overdosis” kapur dolomit? Angkat tangan, deh.

Abis shalat Maghrib mendadak mata ngantuk berat, sampai gak kuat mau pulang ke rumah.

Akhirnya, tidur dulu di masjid sampe masuk ‘Isya. 😴

Selesai ‘Isya-an, langsung pulang bikin kopi item panas. Ehh, tiba-tiba turun hujan deres.

Kok pas bener.

Ceritanya, saya lagi mau ngopi sama nyemil pisang goreng “sale” (pisang yang diiris tipis-tipis, lalu digoreng pake tepung) sisaan tadi siang.

Entah kenapa, dari dulu saya sangat menikmati suara gemericik hujan. Suara dan hembusan udara sejuknya bikin suasana hati dan pikiran jadi rileks. Apalagi dibarengi ngopi + gorengan, surga dunia banget, tuh! 😋

Kopi item pun sudah jadi, tapi masih panas.

Sambil nunggu agak angetan, saya mau cerita sedikit soal “kapur dolomit”.

Ceritanya begini:

Belum lama ini ada penghobi yang konsul ke saya soal pohon anggurnya tumbuh kerdil, enggak gede-gede, sejak beberapa bulan lalu.

Melihat video yang beliau kirim, saya lihat memang bener, pertumbuhan pohon sangat gak normal. Dan saya lihat, daun-daunnya seperti ada gejala kekurangan kalsium.

Maka saya tanya ke beliau, “Pohon sudah pernah dikasih kapur dolomit belum? Kalo udah, kapan dan berapa banyak?”

Jawaban yang saya dapat cukup menarik.

Ternyata ia sudah memberikan kapur dolomit 1/2 kg setiap bulan selama beberapa bulan ke belakang.

“Waduh!” Kata saya spontan.

Berarti itu pohon bukan gejala kekurangan kalsium, tapi ada kemungkinan “komplikasi” kekurangan unsur hara mikro seperti besi, zink, boron atau lainnya, akibat pH tanah melampaui level 7.5, alias terlalu basa (alkali), disebabkan overdosis kapur dolomit.

“Jadi, gimana solusinya?” Tanya beliau.

Untuk kasus begini, jujur aja saya biasanya angkat tangan, nyerah. Karena amat sulit membuang kandungan kapur dolomit berlebih di dalam tanah.

Perlu waktu setahun atau bahkan bertahun-tahun, untuk menunggu kadar kapur dolomit sebanyak itu berkurang drastis.

Dengan terpaksa saya jawab:

“Biasanya, kawan-kawan yang pohon anggurnya overdosis kapur dolomit, mereka bongkar terus tanam ulang ke lubang tanam baru. Karena itu cara paling cepat untuk memperbaiki situasi.”

Saya sebutkan “kawan-kawan”, karena sebelum-sebelumnya enggak sedikit juga orang yang konsul ke saya dengan kasus sama. Dan saran yang saya berikan tidak berbeda seperti di atas.

Di sisi lain:

Untuk men-support beliau supaya merasa tidak sendirian, bahwa banyak juga kawan-kawan lain yang mengalami masalah sama. Setidaknya, mengurangi perasaan pesimis beliau.

Poinnya:

Kebanyakan tanah, terutama di kawasan pemukiman kota yang tanahnya merupakan hasil urug / timbunan, umumnya memiliki pH tanah yang rendah (asam). Sehingga, perlu diberikan kapur dolomit secara berkala. Biasanya, aplikasi 4-6 bulan sekali sudah cukup.

Hindari memberikan kapur dolomit berlebihan!

Karena memperbaiki tanah ber-pH asam sangatlah mudah. Tinggal kasih kapur dolomit, beres.

Sedangkan memperbaiki tanah ber-pH basa, apalagi overdosis kapur dolomit, ini bukan perkara mudah. Butuh kerja keras untuk membenahinya.

Kalo Anda berencana memesan tiket Konsultasi Anggur Exclusive.

Sementara kasus Anda mirip seperti cerita di atas. Sebaiknya “batalkan” aja, cukup ikuti saran saya tadi (bongkar, pindah tanam).

Tapi kalo kasusnya beda, maka layanan konsultasi Daunku.com mungkin layak Anda pertimbangkan.

Silakan AMBIL tiketnya di sini:

===

Ingin “melengkapi” kebun anggur Anda dengan varietas baru?

Daunku.com menyediakan lebih dari 50 pilihan varietas berbeda dengan harga mulai Rp49 ribu, dan jaminan Garansi 15-30 Hari sejak bibit Anda terima.

Lihat katalog lengkapnya di sini:

Itu aja cerita malam ini, sampai bertemu lagi besok, InsyaAllah. 😉

Barakallahu fiikum,

Ibnul ‘Inab

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf, seluruh konten di website ini tidak bisa Anda copy!

Scroll to Top