9 Keuntungan Menanam Anggur di Rumah yang Jarang Orang Tahu

Anda hobi berkebun tapi belum punya pohon anggur?

Duh, sayang sekali!

Padahal banyak keuntungan yang bisa anda dapat dari tanaman eksklusif ini.

Setidaknya ada 9 benefit yang tidak boleh anda lewatkan yaitu:

Untuk melihat gambaran yang lebih jelas, mari kita bahas masing-masing benefit.

1. Penampilan pohon berestetika tinggi

Dibandingkan pohon buah apapun, tanaman anggur merupakan yang paling eksklusif secara penampilan. Coba lihat ini:

Pohon Anggur Sebagai Pagar Rumah
Rambatan Anggur Model Trellis
Tabulampot Anggur Kuning
Model rambatan anggur pergola / atap
Pohon Anggur di Atap Rumah
Tabulampot Anggur

Bayangkan foto-foto tersebut berada di pekarangan rumah anda!

Sampai hari ini, saya belum menemukan lawan yang setara dengan pohon anggur dalam hal penampilan, baik tampilan pohonnya maupun buahnya.

Foto-foto di atas, menjadikan buah anggur sebagai sudut pandang utamanya. Sekarang mari kita lihat dari sudut pandang lain, yaitu dari keindahan batang, ranting dan daunnya. Lihat ini:

Cara membuat para-para pohon Anggur
Dekorasi pohon anggur
Rumah Dihiasi Tanaman Anggur

2. Memiliki banyak fungsi untuk keperluan landscape taman

Tanaman anggur bisa ditanam untuk berbagai kepentingan seperti:

  • Atap teras / selasar rumah
  • Peneduh car port atau tempat parkir kendaraan
  • Penghias tembok bangunan
  • Penghias list-plank atap rumah
  • Penghias pintu gerbang
  • Pagar hidup atau penyekat taman
  • Tabulampot (Tanaman buah dalam pot)
  • Dan masih banyak lagi…

3. Ukuran & bentuk rambatan pohon bisa diatur sesuka hati

Anda bisa melihat foto-foto yang saya tunjukan sebelumnya, dimana rambatan pohon anggur dapat diatur secara kreatif dengan ukuran dan bentuk apapun yang anda inginkan.

Hal ini memungkinkan anda untuk menanam pohon anggur di pekarangan luas maupun sempit. Bahkan jika hanya memiliki area tanam 1 x 1 meter, anda masih bisa menanam anggur dengan sistem rambatan vertical (tegak lurus ke atas).

Bagaimana jika menanam di atas dak beton atap rumah?

Tidak masalah.

Anda bisa menggunakan pot sebagai wadah tanamnya. Gunakan pot berukuran besar (minimal pot plastik No.60) supaya media tanamnya tidak cepat kering akibat suhu udara dan kecepatan angin yang tinggi di atas dak atap rumah.

Selain itu, pilihlah bahan media tanam pot yang ringan agar tidak terlalu membebani dak beton. Misalnya menggunakan campuran: Tanah + Pupuk Kandang + Sekam Bakar + Cocopeat (1:2:2:1).

4. Mampu hidup di semua kawasan Indonesia

Tanaman anggur dapat tumbuh dan berbuah dengan baik hampir di segala tempat, mulai dari dataran rendah yang panas hingga dataran tinggi yang dingin.

Penjelasan lengkap masalah ini bisa anda baca disini: Syarat Tumbuh Tanaman Anggur

5. Cara tanam dan perawatan relatif mudah

Sama seperti tanaman buah lainnya, siapa saja bisa menanam dan merawat pohon anggur hingga berbuah produktif. Dengan catatan, anda mau belajar dan banyak membaca.

Saya telah menyediakan tutorial lengkap yang bisa anda pelajari disini: Panduan Budidaya Anggur

6. Mampu berbuah sebanyak 2-3 kali dalam setahun

Nggak percaya?

Berikut saya kutip penjelasan dari Balitjestro Indonesia (Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Indonesia):

“…panen anggur di kawasan sub tropis hanya bisa sekali dalam setahun. Dan di Indonesia bisa hampir tiga kali, dan saat panennya bisa di atur sepanjang tahun.”

“…kalau kita menghitung tingkat produktifitas per hektar per tahun, maka anggur kita lebih produktif. Sebab dalam tenggang waktu 375 hari tersebut, rata-rata kita akan menghasilkan 30 ton anggur dalam tiga kali panen…“

Ir. Emi Budiyati – Peneliti Muda Balitjestro

7. Memiliki umur panjang mencapai 100 tahun

Sebetulnya bukan seratus tahun. Dilansir oleh Wein-Plus Glossary bahwa ada beberapa pohon anggur di Benua Eropa dan lainnya yang ditemukan telah berusia antara 100 – 500 tahun.

Anda bisa membaca artikelnya disini: Oldest Vine / Oldest Grape Varieties

8. Buah anggur bernilai komersial tinggi

Masih sangat jelas dalam ingatan saya 10 tahun yang lalu, harga buah anggur di pasar tradisional maupun supermarket tidak kurang dari puluhan ribu rupiah per kilogram.

Bagaimana dengan hari ini?

Sekarang, untuk buah anggur yang rasanya dijamin manis, harga berada di kisaran Rp75.000 – Rp250.000 /kg.

Yang menarik adalah harga buah anggur relatif stabil sepanjang tahun. Bahkan terus meningkat seiring adanya inflasi.

Apakah anda tidak mau punya pohon anggur yang bisa berbuah hingga 20 kg/pohon dalam sekali panen? Dan ingat lho, pohon anggur bisa berbuah 2-3 kali setahun.

Kalo anda punya 2 pohon saja, berarti dalam setahun anda bisa panen buah anggur sebanyak 80-120 kg. Jika kita ambil harga terendah Rp75.000/kg, maka panen anda setara dengan Rp6 juta sampai Rp9 juta.

Masih ragu menanam anggur di rumah? 😀

9. Bisa menjadi sumber penghasilan tambahan keluarga

Sampai hari ini peluang membudidayakan tanaman anggur masih terbuka sangat lebar.

Mayoritas buah anggur yang dijual di pasar tradisional maupun swalayan Indonesia merupakan buah import dari luar negeri, terutama China.

Jika anda mampu membudidayakan anggur di pekarangan rumah, maka anda bisa menjual hasil panen ke pedagang buah terdekat maupun mengundang masyarakat untuk membeli dan memetik langsung dari pohonnya.

Sebagai pedagang, membeli langsung dari kebun produksi akan sangat menguntungkan. Sebab, buah dijamin masih segar, sehingga daya simpan buah jauh lebih lama dibandingkan buah import.

Begitupun bagi konsumen, memetik buah anggur langsung dari pohonnya merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan sensasional.

Panduan Menanam Alpukat di Pekarangan Rumah (DILENGKAPI: Perawatan Hingga Berbuah)

Telah diperbarui November 2019.

Banyak kasus pohon alpukat tumbuh lambat, banyak ulat, berbuah sedikit. Bahkan ada juga yang sudah berumur 5 tahun lebih, tapi tidak kunjung berbuah.

Apa masalahnya?

Umumnya, semua itu terjadi akibat kesalahan dalam teknis tanam dan perawatan, serta kurang tepat dalam memilih bibit dan varietas.

Jika saat ini anda berniat menanam pohon alpukat, saya sarankan untuk membaca artikel ini hingga selesai. Supaya anda mengetahui bagaimana teknis memelihara tanaman alpukat yang benar sesuai petunjuk para pakar.

Sehingga, anda bisa menghindari kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan banyak penghobi di luar sana.

Dengan begitu, nantinya pohon alpukat anda bisa tumbuh subur, berbuah lebih cepat pada usia 2-4 tahun (tergantung varietas), menghasilkan buah yang berlimpah & berkualitas, serta bebas serangan hama ulat.

Sebelum memulai materi, jangan lupa bookmark/simpan artikel ini dan share ke teman & kerabat anda. 😀

Oya, anda juga bisa mendownload panduan ini dalam format PDF disini: DOWNLOAD TUTORIAL


Mari kita mulai!

BAB 1: Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat

Gambar: Alpukat Wina umur 3 tahun di ketinggian 900 mdpl milik salah seorang petani.

Dalam hal ini, hanya 2 poin yang menurut saya paling penting diperhatikan yaitu:

1. Ketinggian Lokasi

Secara umum, tanaman alpukat mampu tumbuh dan berbuah dengan baik di segala tempat.

Mulai dari dataran rendah yang panas, hingga dataran tinggi yang dingin. Lebih tepatnya berada di ketinggian antara 5 – 1.500 mdpl (meter diatas permukaan laut).

Namun…

Untuk budidaya alpukat skala kebun komersial, ada aturan yang sedikit ketat. Dimana, tidak semua varietas alpukat cocok dikebunkan di segala tempat.

(Sumber: Sadwiyanti, L., Sudarso, D., Budiyanti, T. 2009. Petunjuk Teknis Budidaya Alpukat. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. Solok, Sumatera Barat. 52 Hal)

Beberapa varietas lebih produktif di dataran rendah, seperti Alpukat Mentega, Aligator, Raja Giri, Kendil, dst. Sedangkan varietas alpukat seperti Miki dan Wina lebih produktif di dataran tinggi. Pembahasan lengkap masalah ini akan saya tulis pada artikel yang lain, InsyaAllah.

Nah, karena anda menanam alpukat hanya di pekarangan rumah (bukan untuk kebun komersial), maka masalah ketinggian lokasi tidak penting.

Silahkan pilih varietas apapun yang anda suka!

2. Intensitas Cahaya Matahari

Banyak penghobi melakukan kesalahan di sini. Ada seorang tetangga yang bertanya ke saya:

“Kok pohon saya tidak mau berbuah ya, padahal umurnya sudah 5 tahun lebih?”

Saya tanya balik: “Pohonnya dapat sinar matahari seharian penuh nggak pak?”

Jawabnya: “Kayaknya sih enggak, cuma kena sinar matahari pagi aja. Karena kalo siang sampai sore, sinar matahari terhalang pohon besar di sebelahnya.”

Itulah penyebabnya!

Tanaman buah apapun termasuk alpukat, membutuhkan cahaya matahari selama 6 – 10 jam/hari. Karena cahaya matahari adalah pemeran utama dalam mendukung proses fotosintesis tanaman.

Jadi…

Pastikan lokasi tanam mendapat cahaya matahari seharian penuh. Jika tidak memungkinkan karena adanya bangunan atau pohon besar yang menutupi, maka setidaknya pohon alpukat anda harus terpapar matahari minimal 6 jam/hari.

BAB 2: Tips Memilih Varietas Unggulan

Buah Alpukat Jumbo
Gambar: staradvertiser.com

Sekarang sudah banyak varietas alpukat unggul yang menyebar luas di seluruh kota di Indonesia.

Dari semua varietas tersebut, mereka terbagi dalam 2 kelompok besar yaitu:

#1 Pertama…
Kelompok varietas unggul yang Telah Terdaftar di Kementerian Pertanian Indonesia (bersertifikat).

#2 Kedua…
Kelompok yang Belum Terdaftar, namun telah diakui keunggulannya secara luas oleh kalangan petani. Terkadang diakui juga oleh beberapa pakar pertanian.

Untuk varietas yang telah terdaftar, bisa anda lihat pada gambar berikut:

Gambar: balitbu.litbang.pertanian.go.id

Sedangkan untuk varietas yang belum terdaftar, berikut beberapa di antaranya:

  1. Mentega
  2. Aligator
  3. Miki
  4. Hana
  5. Hass
  6. Hawaii
  7. Pluang
  8. Arjuno / Pameling
  9. Dan masih banyak lagi . . .

Semua varietas di atas sudah terbukti unggul. Namun, manakah yang terbaik?

Untuk kelompok yang telah terdaftar di Kementerian Pertanian, pilihlah varietas keluaran terbaru mulai tahun 2011 ke atas.

Sedangkan untuk kelompok yang belum terdaftar, pilihlah varietas yang paling populer di Indonesia yaitu Mentega, Miki, dan Aligator.

BAB 3: Menyiapkan Bibit Bermutu Tinggi

Alpukat Jumbo

Setelah menentukan varietas yang ingin ditanam, anda bisa membeli bibit alpukat di toko tanaman terdekat atau membelinya secara online.

Pastikan anda membeli dari penjual yang amanah dan paham seluk beluk tanaman alpukat, supaya varietas bibit yang anda beli 100% ASLI.

Jangan sampai penjual mengatakan bibitnya jenis Aligator, namun setelah anda tanam dan berbuah ternyata bukan Aligator. Sudah begitu kualitas buahnya rendah. Duh, pasti sangat kecewa, bukan!? 😀

Jika sulit menemukan toko tanaman di daerah anda, mungkin anda bisa mempertimbangkan membeli di toko online kami.

BAB 4: Panduan Penanaman

Membuat Lubang Tanam
Gambar: www.mnn.com

Teknis penanaman bibit alpukat ke lahan terbagi dalam 2 tahap yaitu: tahap pembuatan lubang tanam dan tahap penanaman bibit ke lubang tanam.

Nah, dari kedua tahap tersebut, tidak sedikit penghobi yang melakukan kesalahan. Lebih-lebih pada tahap pembuatan lubang tanam, mayoritas penghobi pemula melakukan kesalahan besar. Dimana kesalahan tersebut menyebabkan pohon alpukat mereka tumbuh kerdil dan sulit berbuah.

Apakah kesalahan besar yang dimaksud? Silahkan anda baca artikel berikut:

  1. Teknis membuat lubang tanam
  2. Teknis menanam bibit buah ke lubang tanam

BAB 5: Panduan Perawatan

Membuahkan Pohon Alpukat


Bab ini adalah bagian yang paling banyak dicari oleh penghobi pemula bahkan berpengalaman.

Alhamdulillah saya bisa menyajikannya untuk anda di sini, semoga bermanfaat.

Ceritanya begini:

Banyak penghobi yang bingung cara merawat pohon alpukat yang benar gimana. Padahal sudah baca artikel sana-sini di internet, tapi malah tambah bingung, karena teknisnya beda-beda.

Nah, di sini saya ingin memberikan jalan keluar supaya anda cukup menerapkan 1 teknik yang terbukti efektif.

Saya berani mengatakan begitu karena teknik yang saya bawakan di sini bersumber dari buku Petunjuk Teknis Budidaya Alpukat terbitan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Indonesia. Sebagai pelengkap, saya juga mengambil beberapa referensi lain di luar buku tersebut.

Oke, langsung kita mulai . . .

1. Pengairan

Saat tanaman masih muda atau berusia kurang dari 2 tahun sejak penanaman ke lahan, anda perlu melakukan penyiraman rutin setiap 1-3 hari sekali agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu.

Sebab… tanaman muda memiliki perakaran yang masih sangat pendek dan sedikit, sehingga belum mampu menjangkau air tanah.

“Tapi saya sibuk dan tidak sempat menyiram terlalu sering!”

Tenang… setiap masalah ada solusinya. 😀

Tutuplah permukaan tanah pada sekeliling tanaman (radius 1 meter) dengan plastik mulsa atau bisa juga menggunakan jerami / sekam padi setebal 10 cm.

Dengan begitu kadar air dalam tanah di sekeliling tanaman tidak mudah menguap, sehingga kelembaban tanah lebih terjaga dan tahan lama. Alhasil, anda hanya perlu menyiram 1-2 kali seminggu. Hemat waktu, bukan!? 😀

2. Pemupukan

Pupuk Kandang Kotoran Ayam


Pohon alpukat hanya perlu dipupuk 6 bulan sekali (2 x setahun).

Anda tidak perlu memupuk terlalu sering sebagaimana dilakukan oleh banyak penghobi. Karena pohon alpukat BUKAN tipe tanaman yang boros nutrisi.

Pemupukan Fase Vegetatif (usia 6 bulan – 4 tahun)

Fase vegetatif adalah masa dimana tanaman dalam proses tumbuh-kembang dan pembesaran dari tanaman muda menuju pohon dewasa.

Pemupukan dilakukan pertama kali pada usia 6 bulan setelah tanam ke lahan, kemudian diulangi setiap 6 bulan sekali.

Jenis pupuk dan dosis yang diberikan adalah:

  1. Pupuk Kandang (kambing/sapi)= 1 karung beras 25 kg
  2. Kapur Pertanian= 0,5 – 1 kg
  3. Pupuk NPK= 150 gram (ditingkatkan 50 gram pada setiap pemupukan selanjutnya yaitu; 200 gr, 250 gr, 300 gr, dst…)

Pemupukan Fase Generatif (usia > 4 tahun)

Fase generatif adalah masa dimana tanaman telah memasuki usia dewasa dan siap menghasilkan buah secara produktif hingga 20-an tahun ke depan.

Pemupukan dilakukan setelah usia pohon genap 4 tahun, kemudian diulangi setiap 6 bulan sekali.

Pupuk dan dosis yang diberikan yaitu:

  1. Pupuk Kandang (kambing)= 2 karung beras 25 kg
  2. Kapur Pertanian= 1 kg
  3. Pupuk Urea= 2,5 – 3,5 kg
  4. Pupuk TSP= 3,5 kg
  5. Pupuk KCL= 4 kg

Cara pemupukan yang benar yaitu membuat parit sedalam 30 cm mengelilingi tanaman sejauh 1 meter dari batang. Kemudian seluruh pupuk dimasukkan ke dalam parit dan setelahnya ditutupi kembali dengan tanah.

Khusus kapur pertanian, cara aplikasinya ditabur merata di atas permukaan tanah mengelilingi tanaman.

3. Pemangkasan

Gambar: Pohon Alpukat milik Bpk. Brian Setiawan.

Pemangkasan dilakukan pertama kali saat pohon berusia 1 tahun setelah tanam ke lahan.

Pangkaslah cabang dan ranting yang terlalu rapat, rusak, dan mati.

Jarak antara cabang paling bawah dengan permukaan tanah minimal 1 meter. Apabila ada cabang yang tumbuh lebih rendah dari itu, segera pangkas.

Kemudian, pertahankan ketinggian pohon alpukat antara 4 – 5 meter (dari permukaan tanah hingga ke pucuk pohon). Apabila ketinggiannya melebihi itu, segera potong batang pucuknya agar pohon tetap pendek dan minimalis.

Jika anda biarkan, maka ketinggian pohon alpukat bisa terus meningkat hingga belasan meter.

Apakah Pohon Anggur Bisa Tumbuh & Berbuah di Daerah Saya?

Biasanya, pertanyaan ini muncul ketika seseorang berminat menanam anggur, tetapi masih belum yakin apakah iklim di wilayahnya cocok atau tidak.

Dan bisa jadi, sekarang pun anda memiliki pertanyaan serupa.

Pertanyaan tersebut sangatlah bagus.

Karenanya, diperlukan jawaban yang bagus pula agar bobotnya berimbang.

Artikel ini akan menjawab secara lengkap dan mendalam pertanyaan di atas hingga ke akar-akarnya. Lebih dari itu, dilengkapi juga tips-tips menarik yang sangat layak anda pelajari.

Penasaran!?

Yuk, kita mulai . . .

Mengapa banyak orang yang ragu menanam anggur?

Satu-satunya alasan pohon anggur tidak se-populer tanaman buah lain seperti Durian, Kelengkeng, Mangga dan seterusnya adalah karena masih banyak orang yang ragu menanamnya.

Setidaknya ada 3 faktor utama yang menyebabkan keraguan mereka yaitu:

FAKTOR #1
Ada sebagian orang yang mengira tanaman anggur hanya bisa tumbuh dan berbuah di daerah dingin (dataran tinggi) saja, tidak cocok di dataran rendah yang panas.

FAKTOR #2
Sering kali mereka melihat pohon anggur milik tetangga atau kerabat yang umurnya sudah tahunan tetapi tidak kunjung berbuah, padahal pohonnya sangat subur dan rimbun.

Spontan, mereka pun menyimpulkan bahwa tanaman anggur tidak cocok ditanam di daerah mereka.

FAKTOR #3
Terakhir, banyak orang yang mendapatkan informasi atau melihat secara langsung pohon anggur milik orang lain yang berhasil berbuah. Sayangnya, ukuran buah kecil-kecil dan rasa buah sangat asem, sehingga tidak layak konsumsi.

Lagi-lagi, secara spontan mereka pun menyimpulkan bahwa pohon anggur tidak cocok dengan iklim & kondisi lingkungan di daerah mereka.

Itulah 3 faktor penyebab banyak orang tidak ingin menanam anggur. Bahkan bisa jadi, masih ada faktor-faktor lain di luar sana.

Namun setidaknya, ketiga faktor di atas sudah cukup untuk mewakili pembahasan kita.

FAKTA sebenarnya . . .

Pertanyaannya sekarang, apakah opini-opini tersebut benar?

Orang-orang di luar sana berpendapat bahwa pohon anggur hanya cocok di dataran tinggi yang suhu udaranya dingin.

Sedangkan sebagian lain menyebut tanaman anggur tidak akan bisa berbuah di daerah mereka. Atau meskipun bisa berbuah, tetapi hasil buahnya kecil-kecil dan asem.

Sayangnya, semua opini di atas kurang tepat. Berikut ini saya berikan penjelasan duduk permasalahnya.

Anda siap!?

FAKTA #1
Di Benua Eropa dan Amerika, perkebunan anggur komersial membentang luas di banyak tempat berbeda, mulai dari pesisir pantai yang panas, hingga puncak pegunungan yang berselimut salju (sumber: arizona.edu).

FAKTA #2
Di negara Timur Tengah seperti Palestina, tepatnya di Kota Gaza, terdapat perkebunan anggur komersial yang cukup luas (sumber: liputan6.com). Kota Gaza merupakan kawasan dataran rendah yang dekat dengan pantai.

FAKTA #3
Bahkan di Indonesia sendiri, beberapa dekade silam, perkebunan anggur komersial pernah berjaya di beberapa tempat seperti Jawa Timur, Bali dan NTT (sumber: balitjestro.litbang.pertanian.go.id).

Berdasarkan ketiga fakta di atas, secara langsung mematahkan opini masyarakat yang menyebut pohon anggur hanya cocok di daerah dingin.

Jadi, mulai hari ini, lupakan opini tersebut – karena sangat tidak benar!

Lalu bagaimana dengan kasus pohon anggur yang tidak kunjung berbuah meski sudah berumur tahunan?

Saya rasa cukup mudah menjawabnya:

“Kemungkinan besar, pohon anggur tersebut tidak pernah dipangkas pembuahan.”

Padahal…

Untuk iklim tropis seperti di Indonesia, tanaman anggur memerlukan pemangkasan agar dapat berbuah. Tanpa pemangkasan, jangan harap pohon akan berbuah dengan sendirinya.

Secara teknis, pemangkasan dilakukan pada cabang dan ranting tua. Setelah dipangkas, beberapa minggu kemudian akan muncul tunas-tunas baru yang sekaligus membawa bakal bunga.

Singkatnya, pohon anggur harus dipangkas setiap kali ingin dibuahkan.

Namun…

Tidak jarang ada kasus tunas-tunas tadi tumbuh tanpa membawa bunga satu pun. Bahkan, ada orang yang sampai melakukan pemangkasan berkali-kali, tetapi tidak juga berhasil berbunga. Apa masalahnya?

Penyebab paling umum pada kasus ini adalah karena penentuan waktu pangkas dan teknis pemangkasan yang tidak sesuai prosedur.

Pertama, pohon anggur hanya bisa dipangkas pembuahan paling cepat setiap 4 bulan sekali.

Jadi, misalnya bulan ini anda melakukan pangkas pembuahan dan ternyata hasilnya gagal. Kemudian bulan berikutnya anda coba pangkas pembuahan lagi.

Yakinlah, sampai puluhan kali anda melakukannya pun, pohon anggur anda tidak akan bisa berbuah.

Anda harus memberikan waktu 4 bulan bagi tanaman untuk membesarkan tunas-tunas baru pasca pemangkasan sebelumnya. Setelah tunas-tunas tersebut tumbuh besar dan berkayu, barulah anda bisa memangkasnya kembali untuk upaya pembuahan.

Kedua, teknik pemangkasan juga sangat berpengaruh.

Kesalahan dalam menentukan cabang atau ranting mana yang harus dipangkas akan menyebabkan tunas baru yang muncul setelahnya tidak mampu menghasilkan bakal bunga.

Bahkan, ada istilah “Cabang Mandul”, di mana pada cabang-cabang tertentu (dengan ciri-ciri khusus), sampai kapanpun tidak akan mampu menghasilkan buah.

Cabang yang terindikasi mandul tersebut harus dibuang, tidak boleh dipertahankan.

Sampai di sini, masalah pohon anggur tidak kunjung berbuah telah terjawab.

Oya satu lagi…

Faktor lain yang menyebabkan pohon anggur tidak berbuah adalah karena varietas yang ditanam merupakan golongan varietas anggur yang BELUM ADAPTIF di Indonesia.

Sekarang saya akan bahas;

Mengapa banyak kasus pohon anggur yang berbuah, tetapi hasil buahnya kecil-kecil dan masam?

Perlu anda ketahui, bahwa ada ratusan bahkan mungkin ribuan varietas anggur yang tersebar di seluruh dunia. Sementara karakter buah dari masing-masing varietas tersebut berbeda satu sama lain.

Ada yang rasa buahnya sangat masam, masam biasa, manis-masam, manis biasa, hingga sangat manis.

Soal ukuran buah, ada yang sangat kecil, kecil, sedang, besar, hingga jumbo. Berikut contohnya:

Varietas anggur berbuah kecil dan masam
Buah anggur berukuran sangat kecil
Ukuran buah anggur kecil
Buah anggur berukuran kecil
Scarlet Royal Seedless
Buah anggur berukuran sedang
Anggur Import Senator
Buah anggur berukuran besar
Shine Muscat
Buah anggur berukuran jumbo

Soal warna lebih banyak lagi, ada yang merah terang, merah gelap, merah semburat, kuning, hijau, hijau kekuningan, hitam, ungu dan masih banyak lagi.

Belum berhenti sampai di situ…

Masih banyak karakter lain yang membedakan antar varietas satu dengan yang lain seperti;

  • bentuk buah
  • jumlah biji rata-rata
  • ketebalan kulit buah
  • tekstur daging buah
  • cita-rasa daging buah
  • kadar air buah
  • dan seterusnya . . .

Nah, untuk kasus rasa buah masam faktornya cuma satu yaitu memang karakter buahnya begitu. Jadi, mau pohonnya ditanam di manapun dengan perawatan seperti apapun, rasa buah akan tetap masam.

Sama halnya dengan jeruk lemon. Jangan harap anda bisa menghasilkan buah yang manis dari varietas jeruk satu ini. Mustahil! 😀

Oya…

Ada satu penyebab lagi mengapa buah anggur terasa masam yaitu karena buah dipetik sebelum waktunya (belum matang).

Saya beberapa kali menemui kasus tersebut dari pembaca yang menghubungi saya menanyakan soal pohon anggur mereka buahnya asem. Setelah ditelusuri, rupanya buah masih mentah udah dipanen. 😀

Dicatat ya:

Buah anggur itu baru bisa dipanen pada usia sekitar 3 bulan sejak muncul bakal bunga. Atau sekitar 4 bulan sejak pangkas pembuahan.

Sedangkan untuk kasus ukuran buah kecil-kecil, setidaknya ada 3 faktor penyebabnya:

  1. Memang karakter buahnya kecil-kecil
  2. atau… karena kekurangan unsur hara, sinar matahari dan air
  3. atau… karena usia tanaman masih terlalu muda saat berbuah atau belum memasuki usia produktif (> 3 tahun)

Sampai di sini apakah anda masih ragu menanam anggur? Menurut saya tidak perlu ragu, karena dapat disimpulkan bahwa;

“Tanaman anggur mampu tumbuh dan berbuah dengan baik di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, asalkan teknis budidaya dan pemilihan varietas dilakukan dengan benar.“

Kondisi lingkungan hidup yang diinginkan tanaman anggur


Supaya pengetahuan anda tentang seluk-beluk tanaman anggur semakin luas…

…saya akan jelaskan seperti apa lingkungan hidup yang paling ideal untuk mendukung tanaman anggur tumbuh subur dan berbuah produktif.

a. Suhu udara & curah hujan

Selama fase berbunga dan berbuah hingga panen (berlangsung selama 3-4 bulan), pohon anggur membutuhkan kondisi lingkungan khusus yaitu:

  1. Suhu udara antara 10°C – 35°C (sumber: nhb.gov.in), atau sumber lain mengatakan 15°C – 40°C (sumber: sun-world.com).
  2. Curah hujan harus sangat rendah atau yang biasa kita sebut sebagai ‘musim kemarau’. Artinya, selama tanaman kondisi berbunga dan berbuah, tanaman tidak boleh terpapar hujan lebih dari 1 kali seminggu.

Untuk poin pertama, kita tidak memiliki masalah. Dalam artian, suhu udara di negara kita cukup mendukung, karena suhu udara rata-rata di Indonesia sepanjang tahun kisaran 26°C – 36°C (sumber: tirto.id).

Sedangkan terkait poin kedua…

Apabila pohon anggur terlalu sering terpapar air hujan, maka resikonya sebagian besar bunga akan rontok bahkan tak tersisa, dan buah akan mudah terserang penyakit yang menyebabkan pembusukan secara besar-besaran.

Oleh karenanya…

Pohon anggur hanya boleh dibuahkan ketika musim kemarau saja. Di samping itu, lamanya musim kemarau harus lebih dari 3 bulan, agar buah bisa matang sempurna dan dipanen sebelum masuk musim penghujan.

Kabar baiknya…

Saat ini telah banyak perkebunan anggur di luar negeri yang berhasil mengatasi masalah curah hujan. Dimana, tanaman bisa dibuahkan pada musim hujan tanpa khawatir resiko di atas.

Cara yang mereka lakukan adalah dengan memasang atap plastik UV sebagai pelindung dari paparan air hujan.

Karena bisa dibuahkan kapan saja…

…maka pohon anggur bisa dibuahkan hingga 3 kali dalam setahun. Frekuensi tersebut tentunya sangat menguntungkan para petani anggur.

b. Kelembaban & sirkulasi udara

Sepanjang hidup tanaman anggur, baik sedang kondisi berbuah maupun tidak, ia membutuhkan lingkungan tumbuh yang kering (kelembaban udara yang rendah) dan memerlukan sirkulasi udara yang cukup.

Oleh sebab itu…

Pohon anggur harus memiliki jarak yang cukup dengan tanaman lain atau bangunan di sekitarnya, supaya sinar matahari dapat mengenai sebagian besar area sekitar tanaman anggur.

Dengan begitu, kelembaban udara di sekeliling tanaman akan menjadi rendah atau kering.

Selain itu…

Dengan memberikan jarak yang cukup dari tanaman lain dan bangunan, maka hembusan angin dapat mengalir secara optimal melewati daun dan percabangan pohon anggur.

Sehingga, sirkulasi udara berjalan dengan baik.

Salah satu dampak paling buruk akibat lingkungan tumbuh yang terlalu lembab dan sirkulasi yang tidak lancar adalah tanaman sangat mudah terserang hama dan penyakit.

Belum selesai sampai di situ.

Hama dan penyakit tadi akan mudah berkembang lebih pesat, sehingga area daun dan percabangan anggur akan digunakan sebagai inang (sarang) oleh berbagai macam hama dan penyakit tanaman.

Pada akhirnya, pohon anggur anda akan mati hingga ke akar-akarnya.

c. Pencahayaan matahari

Sama seperti pohon buah lainnya, tanaman anggur memerlukan paparan sinar matahari langsung selama 7 – 8 jam perhari untuk bisa tumbuh dan berbuah secara produktif (sumber: cagardenweb.ucanr.edu).

Namun…

Jika anda menanam di pekarangan sempit yang tertutup oleh pohon atau bangunan di sekitarnya, maka minimal tanaman anggur harus terpapar sinar matahari langsung selama 5 jam perhari.

Dimana, rentang waktu terbaik adalah antara pukul 09.00 – 15.00 WIB, karena intensitas cahaya matahari di saat itu sedang tinggi-tingginya.

Jika kurang dari 5 jam…

…maka tanaman anda akan tumbuh lambat, kerdil dan sulit berbuah. Atau meskipun bisa berbuah, tetapi hasil buahnya sangat buruk.

Selain itu, cabang anggur yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari dalam waktu lama akan mengering dan mati. Cabang yang dimaksud adalah kelompok cabang sekunder dan tersier.

d. Tekstur tanah

Pada dasarnya, tanaman anggur menyukai jenis tanah berbatu dan berpasir (sumber: lovetoknow.com).

Namun kabar baiknya…

Tanaman ini ternyata mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah berbeda, asalkan tanah tersebut memiliki sifat gembur, remah, subur dan berporousitas tinggi (sumber: nda.agric.za).

Porousitas tanah adalah kemampuan tanah dalam menyerap air.

Porousitas sangat berkaitan erat dengan kepadatan tanah, semakin padat tekstur tanah, maka semakin rendah kemampuan tanah menyerap air (berporousitas rendah).

Tanah berporousitas rendah adalah musuh besar bagi tanaman anggur.

Namun jangan khawatir, apabila tanah di lahan kebun anda tergolong padat, tersedia solusi dari pakar pertanian.

Cara mengatasi tanah padat yaitu dengan melakukan pengolahan lubang tanam sebagaimana yang telah saya tulis di sini: Panduan Membuat Lubang Tanam.

e. Drainase air

Terakhir, drainase air harus sebaik mungkin. Tidak boleh ada air menggenang di sekitar perakaran pohon anggur.

Hal yang bisa anda lakukan untuk menghasilkan drainase yang baik antara lain:

  1. Tinggikan tanah di sekitar batang tanaman hingga membentuk gulutan/menggunung.
  2. Buat parit kecil di samping tanaman yang mengarah ke parit besar, sehingga air hujan mudah mengalir menjauhi area tanaman.

Sedangkan bagi anda yang menanam pohon anggur di dalam pot, maka drainase dapat dibuat dengan cara:

  1. Memberikan lubang yang cukup pada dasar pot sebagai saluran pembuangan air berlebih.
  2. Menambahkan lapisan pasir / kerikil / pecahan bata / semisalnya pada dasar pot setebal 10-15 cm, agar lubang-lubang di dasar pot tidak mudah tersumbat oleh media tanam di atasnya.

Memilih varietas anggur yang tepat sangat menentukan keberhasilan anda

Di Indonesia, tidak kurang dari 100 varietas anggur yang telah dijual-belikan di pasar bibit tanaman buah, khususnya di media jual-beli online.

Sayangnya…

Tidak semua varietas bagus dan layak anda koleksi.

Ada sebagian varietas yang hingga saat ini belum mampu tumbuh adaptif di Indonesia, sehingga pertumbuhannya sangat lambat dan sulit berbuah. Atau meskipun berhasil berbuah, tetapi hasilnya sangat buruk.

Oleh sebab itu…

Anda harus teliti sebelum membeli!

Sebagai pertimbangan:

  • Jika anda hanya ingin menanam beberapa pohon saja, maka pilihlah varietas yang benar-benar sudah adaptif di Indonesia.
  • Sedangkan apabila anda ingin mengoleksi banyak varietas anggur (ingin jadi Kolektor), maka silahkan memilih varietas apapun yang anda suka.

Mungkin ada yang bertanya:

“Lho, di awal tadi bilangnya pohon anggur bisa tumbuh dan berbuah dengan baik di Indonesia. Kok, sekarang bilangnya ada varietas yang tidak adaptif di Indonesia?”

Tenang… tenang… jangan panik! 😀

Perlu anda bedakan antara ‘tanaman anggur’ dengan ‘varietas anggur’.

Secara umum, memang tanaman anggur bisa hidup dan berbuah produktif di Indonesia. Namun secara khusus, tanaman anggur itu kan terbagi menjadi ratusan varietas. Nah, tidak semua varietas tersebut mampu beradaptasi dengan iklim di Indonesia.

Ini sama halnya kita membicarakan tanaman jeruk. Secara umum, tanaman jeruk dapat tumbuh baik di Indonesia. Tetapi tidak semua varietas jeruk cocok di Indonesia.

Ada banyak sekali varietas yang sampai saat ini belum mampu adaptif di negara kita. Contohnya adalah varietas jeruk import yang buahnya banyak dijual di supermarket.

Tantangan utama yang harus anda lakukan dalam memelihara tanaman anggur

Sampai di sini mungkin anda semakin tertarik menanam anggur.

Namun sebelum niat anda bulat…

…anda juga perlu mengetahui apa saja tantangan besar dalam memelihara tanaman buah satu ini. Supaya kedepan nanti anda semakin siap untuk berkebun anggur di rumah.

Berikut tantangan besar anda:

a. Membuat media rambat

Karena anggur adalah jenis tanaman merambat…

…maka anda harus menyediakan media rambat untuknya. Material yang bisa digunakan antara lain bambu, kayu, besi, baja ringan atau lainnya.

Namun karena pohon anggur mampu tumbuh produktif selama 50 – 100 tahun (sumber: oregonstate.edu), maka sangat disarankan menggunakan material yang kuat dan tahan lama.

Dalam ilmu pertanian anggur modern…

Untuk meningkatkan hasil panen buah anggur, menekan serangan hama & penyakit, serta memudahkan dalam pemeliharaan dan proses panen…

…maka media rambat pohon anggur perlu dibuat dengan bentuk dan ukuran tertentu.

Hingga saat ini, ada puluhan model rambatan anggur yang digunakan perkebunan anggur komersial di seluruh dunia.

Namun ada 2 model yang menurut saya cukup mudah diterapkan, terutama untuk budidaya skala hobi yaitu:

  1. Model pergola/atap
  2. Model trellis/pagar

Saya telah menulis beberapa panduan dalam masalah ini pada artikel berikut:

Sedangkan untuk panduan model trellis pada pohon anggur yang ditanam di lahan / tanah langsung, saat ini sedang dalam proses penulisan. 😀

Model rambatan anggur pergola / atap
Contoh model rambatan pergola
Pohon Anggur di Atap Rumah
Contoh model rambatan pergola
Model rambatan anggur trellis / pagar
Contoh model rambatan trellis
Rambatan anggur model trellis
Contoh model rambatan trellis

b. Pemupukan

Untuk menunjang pertumbuhan pohon anggur dan mendorong produktifitas hasil panen, maka pemupukan harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.

Selain itu…

Pemilihan jenis pupuk, penentuan dosis dan waktu pemakaian pupuk juga harus tepat dan terukur.

Jika tidak, dapat berdampak negatif terhadap tumbuh-kembang tanaman anggur secara jangka panjang.

c. Pengendalian hama & penyakit

Tidak ada satupun varietas anggur yang benar-benar tahan penyakit (sumber: ohioline.osu.edu).

Oleh karenanya…

Anda perlu melakukan pencegahan dengan cara memberikan PESTISIDA ORGANIK secara rutin dan berkesinambungan, setiap 1 – 2 kali sebulan.

Bio-Pestisida G7 merek Green World
Contoh produk Pestisida Organik

Karena jika pohon anggur sudah terlanjur diserang dan serangannya cukup parah…

…maka tidak ada cara lain selain mengatasinya menggunakan PESTISIDA KIMIA dengan frekuensi yang lebih sering, yaitu setiap 5 hari sekali sampai tanaman bersih dari hama & penyakit.

Mengatasi dengan pestisida kimia tentunya cukup merepotkan, memakan waktu dan sangat tidak ramah lingkungan, bukan!?

Apalagi jika lokasi pohonnya dekat dengan rumah tinggal. Penggunaan pupuk kimia dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah dan sekitarnya.

Jadi…

Sebelum tanaman anda diserang, segera lakukan pencegahan dengan pestisida organik sebanyak 1 – 2 kali sebulan. Pestisida organik tentunya lebih sehat dan ramah lingkungan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. 😀

d. Pemangkasan

Cabang dan ranting pohon anggur harus rajin dipangkas, agar bentuk dan ukurannya sesuai model rambatan yang digunakan.

Selain itu…

Pemangkasan juga perlu dilakukan setiap kali pohon anggur akan dibuahkan. Karena tanpa pemangkasan, kemungkinan pohon anggur dapat berbuah sangat kecil.

Namun perlu dicatat.

Teknik pemangkasan tidak boleh sembarangan, baik pemangkasan bentuk maupun pangkas pembuahan.

Karena jika anda salah dalam melakukan pemangkasan bentuk, maka hasilnya justru akan berantakan. Sedangkan jika anda salah dalam teknik pangkas pembuahan, yang ada pohon anggur anda akan gagal berbuah.

Berikut saya lampirkan perbandingan antara pohon anggur yang tajuk/percabangannya dibentuk dan tidak dibentuk:

Contoh pohon anggur yang tidak dilakukan pemangkasan bentuk
Contoh Sistem Tajuk Anggur
Contoh pohon anggur yang telah dilakukan pemangkasan bentuk

Berkonsultasi dengan pihak berpengalaman adalah jalan pintas keberhasilan anda

Apabila anda masih sangat awam, saya sarankan anda menghubungi penghobi atau pihak tertentu yang sudah berpengalaman dalam berkebun anggur.

Dari mereka, anda bisa mendapatkan banyak pengetahuan penting yang sebagian besar informasinya belum tersedia di media internet maupun cetak.

Dengan begitu…

Anda bisa lebih cepat mahir dalam memelihara tanaman anggur dan terhindar dari jalan buntu.

Kesimpulan

Secara umum, tanaman anggur dapat tumbuh dan berbuah dengan baik di Indonesia. Namun secara khusus, ada sebagian varietas anggur yang hingga saat ini belum adaptif ditanam di negara kita.

Oleh karena itu, memilih varietas yang adaptif adalah kunci awal keberhasilan anda berkebun anggur. Sementara kunci keberhasilan berikutnya adalah teknik budidaya yang tepat sesuai petunjuk para pakar.

Setelah ini, apa yang akan anda lakukan?

Apakah anda sudah siap menanam anggur di rumah?

Teknik Pemangkasan Tabulampot Anggur – MODEL TERALIS

Ini adalah materi lanjutan dari Panduan Menanam Tabulampot Anggur – 8 Bulan Siap Berbuah. Jika anda belum membacanya, silahkan baca sekarang juga!

Seperti yang telah saya sampaikan di artikel tersebut:

Teknis pemangkasan dan pemupukan tanaman anggur sangat bergantung pada model rambatan yang digunakan.

Dan ada banyak sekali model rambatan yang diterapkan oleh penghobi anggur di seluruh dunia.

Pada kesempatan ini, saya ingin share rambatan Model Teralis atau di luar negeri biasa disebut Trellis System.

Banyak sumber yang mengatakan bahwa Trellis System adalah salah satu model rambatan anggur terbaik yang mampu memberikan hasil buah sangat produktif.

Faktanya, hal itu memang benar…

Namun sebetulnya tidak hanya model ini yang terbaik. Masih ada model-model lainnya yang tidak kalah hebat. Namun saya belum berniat membahasnya.

Oke… karena waktu kita terbatas, mari kita mulai!

(STEP 1) Pembentukan Batang Pokok

1 - Pembesaran Bibit Anggur Hingga Tinggi 2 Meter

Keterangan:

  • Pasang ajir sementara setinggi 2 meter untuk membantu tanaman anggur tumbuh tegak lurus ke atas.
  • Biarkan tanaman tumbuh hingga mencapai tinggi 2 meter dari permukaan pot.
2 - Pemangkasan Batang Pokok

Keterangan:

  • Setelah mencapai tinggi 2 meter, pangkas dan sisakan antara 30 – 50 cm dari permukaan pot, sehingga Batang Pokok berhasil dibentuk.

(STEP 2) Pembentukan Cabang Primer

3 - Pembesaran Cabang Primer

Keterangan:

  • Ganti tiang rambat baru dengan model/bentuk seperti pada gambar dan ikat batang pokok ke tiang rambat, supaya posisinya tidak berubah.
  • Beberapa waktu kemudian akan muncul tunas-tunas baru. Peliharalah 2 tunas paling atas dari 2 mata tunas yang berlawanan arah (mata tunas sisi kanan dan kiri pada batang pokok).
  • Biarkan mereka tumbuh hingga masing-masing mencapai 1,5 meter.
4 - Pemangkasan Cabang Primer

Keterangan:

  • Setelah mencapai 1,5 meter, pangkas dan sisakan masing-masing antara 4 – 6 mata tunas, sehingga Cabang Primer berhasil dibentuk.
  • Ikat cabang primer ke tiang rambat supaya posisinya tidak berubah.

(STEP 3) Pembentukan Cabang Sekunder

5 - Pembesaran Cabang Sekunder

Keterangan:

  • Beberapa lama kemudian akan tumbuh tunas-tunas baru pada setiap mata tunas.
  • Biarkan seluruh tunas tumbuh vertikal hingga mencapai ujung atas tiang rambat.
  • Apabila ada beberapa tunas yang pertumbuhannya jauh lebih cepat dari yang lain, segera pijit batang tunas tersebut dengan jari hingga batangnya pipih/gepeng. Tujuannya untuk menghambat pertumbuhannya, sehingga seluruh tunas bisa tumbuh serempak dan berimbang.
6 - Pemangkasan Cabang Sekunder

Keterangan:

  • Setelah semua cabang mencapai ujung atas tiang rambat, maka pangkas dan sisakan masing-masing 50 cm, sehingga Cabang Sekunder berhasil terbentuk.
  • Ikat seluruh cabang ke tiang rambat supaya posisinya tidak berubah.

(STEP 4) Pembentukan Cabang Tersier

7 - Pembesaran Cabang Tersier

Keterangan:

  • Beberapa waktu kemudian akan muncul tunas-tunas baru di ujung atas cabang sekunder.
  • Tunas-tunas tersebut akan tumbuh besar menjadi Cabang Tersier.
  • Biarkan cabang tersier tumbuh hingga mencapai pertumbuhan maksimumnya, yaitu ditandai dengan tidak adanya pertumbuhan daun baru pada pucuk cabang tersier dan seluruh permukaan kulit batang dari pangkal hingga pucuk berubah dari hijau menjadi coklat (berkayu).
  • Setelah ciri-ciri tersebut terpenuhi, maka tabulampot anggur siap dibuahkan.

(STEP 5) Pembuahan

Berikut adalah teknis perlakuan lengkap untuk merangsang tabulampot anggur berbuah…

15 hari sebelum pangkas:
Berikan pupuk kandang kambing (1 – 2 gayung) dan Kapur Dolomit (2 – 3 sendok makan) dengan cara ditabur merata di atas media tanam.

10 hari sebelum pangkas:
Berikan pupuk MKP dan KNO3 Putih masing-masing 1/2 sendok teh dengan cara dilarutkan dalam 1 gelas air bersih, kemudian siram ke media tanam.

5 hari sebelum pangkas:
Berikan kembali pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis yang sama, kemudian hentikan penyiraman secara total (disebut Stress Air), di mana media tanam tidak boleh mendapatkan air sedikitpun.

1 hari sebelum pangkas:
Lakukan penyiraman pada malam harinya.

Hari pemangkasan:
Siram kembali pada pagi hari, kemudian lakukan pemangkasan pada 1 – 2 jam setelahnya. Setelah dipangkas, berikan kembali pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis yang sama. Sejak saat ini dan seterusnya, penyiraman dilakukan rutin setiap hari.

5 hari setelah pangkas:
Semprot POC DIGrow Merah (5 ml/liter air) ke seluruh batang tanaman. Jika masih ada sisa, siramkan ke media tanam.


Ilustrasi cara pangkas pembuahan:

8 - Pangkas Pembuahan

Keterangan:

  • Pangkas seluruh cabang sekunder dan sisakan masing-masing 2 – 7 mata tunas (tergantung varietas).
  • Buang seluruh daun hingga tanaman gundul 100%.
9 - Munculnya Tunas Baru Membawa Buah

Keterangan:

  • Beberapa minggu kemudian akan muncul tunas-tunas yang merupakan cabang tersier baru, dan di saat yang sama tunas tersebut akan membawa bunga antara daun ke-3 sampai ke-5.
  • Jika ada cabang yang tumbuh TANPA membawa bunga, maka biarkan tetap tumbuh, karena ia masih dapat menghasilkan bunga pada pembuahan berikutnya.
  • Namun jika ada yang membawa bunga TAPI tidak lama kemudian bunga mengering/mati, maka segera pangkas cabang tersier tersebut dan sisakan 1 – 2 mata tunas, karena ia tidak akan bisa membawa bunga lagi di kemudian hari.
  • Jangan memberikan pupuk apapun pada fase ini agar bunga tidak rontok.

(STEP 6) Pembesaran Buah dan Panen

10 - Pemangkasan Cabang Pembawa Buah

Keterangan:

  • Setelah bunga berubah menjadi buah seukuran ujung jari kelingking, maka pupuk mulai diberikan kembali untuk membantu pengisian dan pembesaran buah.
  • Berikan pupuk NPK Mutiara Grower / NPK DGW Booster (1 sendok makan) setiap 1 bulan sekali.
  • Semprot dengan POC DIGrow Merah (5 ml/liter air) dan Hijau (3 ml/liter air) bergantian, 3 kali Merah diselingi 1 kali Hijau, setiap 2 minggu sekali. Semprotkan ke daun dan batang (buah tidak boleh disemprot), jika ada sisa bisa disiram ke media tanam.
  • Setelah seluruh cabang tersier tumbuh panjang, batasi jumlah daun maksimal 15 daun pada masing-masing cabang. Jika ada yang melebihi itu, segera pangkas pucuk cabang tersebut supaya pertumbuhannya terhenti. Tujuannya agar nutrisi bisa terfokus ke buah.
11 - Panen

Keterangan:

  • Buah anggur dapat dipanen antara usia 90 – 110 sejak pemangkasan (tergantung varietas).
  • 30 hari sebelum panen: hentikan pemberian pupuk.
  • 5 hari sebelum panen: hentikan penyiraman secara total (stress air). Tujuannya untuk mengurangi kadar air berlebih dan meningkatkan kadar gula pada buah, serta memperpanjang masa simpan buah setelah panen.
  • Hari panen: petik seluruh buah dengan gunting, jangan sampai merusak struktur percabangan. Setelah itu segera lakukan penyiraman agar tanaman tidak mati kekeringan, dan mulai besoknya penyiraman dilakukan secara normal setiap hari.

(STEP 7) Pembuahan Berikutnya

Beberapa hari setelah buah dipanen, anda bisa mengulang kembali teknis pada STEP 5 untuk pembuahan selanjutnya.

Namun hal ini tidak disarankan apabila waktunya bertepatan pada musim hujan. Kecuali jika tabulampot anggur anda diberikan naungan atap transparan / atap UV, maka tidak masalah.

Intinya:

Tanaman anggur yang dibuahkan tidak boleh sering terpapar air hujan, karena bunga dan buah bisa rontok total.

Apabila tabulampot anggur anda tidak diberi naungan atap transparan, maka anda harus menunggu sampai masuk awal musim kemarau untuk pembuahan berikutnya.

Sementara…

…anda perlu menyuburkan kembali pohon anggur anda pasca panen dengan memberikan pupuk kandang (1 – 2 gayung) bersamaan kapur dolomit (2 – 3 sendok makan). Lalu 2 minggu kemudian diberikan NPK Mutiara (1 sendok makan).

Pemberian NPK Mutiara diulangi setiap 1 bulan sekali sampai tanaman siap dibuahkan kembali. Sedangkan pupuk kandang dan kapur dolomit diberikan sekali saja pada beberapa hari setelah panen.


Ilustrasi pangkas pembuahan berikutnya:

12 - Pangkas Pembuahan Berikutnya

Maaf, seluruh konten di website ini tidak bisa Anda copy!

Scroll to Top