Panduan Berkebun Anggur ORGANIK di Pekarangan Rumah

Ingin menanam anggur di pekarangan rumah?

Ingat!

Kesehatan keluarga dan tetangga anda jauh lebih penting dan mahal dari tanaman anggur.

Maka, berkebun anggur secara organik bukanlah sebuah pilihan, tetapi keharusan.

Kecuali lokasi tanam jauh dari rumah anda dan pemukiman warga, silahkan berkebun anggur secara konvensional (kimia).

Di hadapan anda sekarang adalah sebuah pedoman super lengkap yang akan membimbing anda cara budidaya anggur organik dari A sampai Z.

Pedoman ini menggunakan metode tanam yang bisa anda terapkan pada pekarangan LUAS maupun SEMPIT.

Bahkan…

Masih sangat relevan untuk taman rumah yang luasnya hanya 2 x 3 meter, asalkan lokasi tersebut mendapatkan sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari.

Sebelum masuk ke materi, terlebih dahulu saya ingin menyampaikan latar belakang dan sudut pandang saya dalam menyusun panduan ini.

Tujuannya agar anda memiliki sudut pandang yang sama dengan saya, sehingga tidak kesulitan saat memahami materi yang disampaikan.

1. Setandan Anggur

Anggur Organik

Budidaya anggur organik mungkin masih jarang bahkan nyaris tidak pernah dibahas oleh penghobi anggur di Indonesia.

Oleh karena itu, saya berupaya mengumpulkan sebanyak mungkin literatur ilmiah untuk menemukan teknologi budidaya anggur secara organik, yakni tanpa pupuk dan pestisida sintetis (kimia) sama sekali.

Alhamdulillah, atas kemudahan dari Allah Ta’ala, akhirnya panduan yang sangat lengkap ini selesai ditulis.

Perlu dicatat bahwa saya bukanlah seorang ahli, saya hanya penghobi biasa. Segala informasi yang saya tulis di sini adalah rangkuman dari banyak referensi yang telah saya kumpulkan dan pelajari.

Maka sangat mungkin akan ada kekurangan di sana-sini. Saya dan anda masih sama-sama belajar. Dan saya ingin berbagi apa yang telah saya pelajari, siapa tahu bermanfaat untuk anda.

2. Mengapa Organik?

Jujur saja, saya sangat frustasi menghadapi serangan hama & penyakit pada pohon anggur yang datang silih-berganti. Lebih-lebih pada musim hujan, serangan bisa meningkat 2-3 kali lipat.

Bukan serangan hama & penyakitnya yang membuat frustasi, tetapi penggunaan pestisida kimia adalah masalah besarnya.

Coba anda bayangkan, pekarangan rumah anda dipenuhi zat kimia beracun yang berserakan di tanah dan udara. Belum lagi dengan hasil buah anggur yang mengandung banyak residu kimia.

Residu pestisida yang ada di tanah tentu akan mengendap kemudian diserap kembali oleh semua tanaman yang tumbuh di sana.

Sementara udara yang tercemar pestisida akan bergerak ke segala arah, termasuk ke dalam rumah anda.

Tidak ketinggalan, buah anggur yang dipenuhi racun akan masuk ke dalam tubuh yang memakannya.

Sepanjang hidup pohon anggur, sepanjang itulah anda akan terus menyemprot pestisida kimia, dan sepanjang itulah anda akan meracuni tanah dan udara di lingkungan tempat tinggal anda.

Akhirnya, sadar atau tidak, anda telah meracuni keluarga dan diri anda sendiri.

Atas dasar itulah saya mencoba mencari solusi pengganti pestisida kimia. Pestisida yang aman dan ramah lingkungan.

Anggur Sebagai Pagar Hidup

Singkat cerita, saya temukan pestisida organik yang cocok untuk tanaman anggur. Tapi sayang, setelah saya pelajari lebih dalam, ternyata tidak sesederhana yang saya pikirkan.

Pestisida organik akan sangat tidak efektif apabila manajemen budidayanya salah.

Dalam artian, pengendalian hama & penyakit harus didukung dengan pengelolaan tanah dan perawatan tanaman yang tepat dan terpadu.

Tanpa itu, sangat sulit untuk bisa membebaskan diri dari pestisida kimia.

Sebagai contoh, 90% hama & penyakit tanaman secara umum sumbernya ada di tanah lahan itu sendiri, sedangkan 10% sisanya datang dari luar lahan, sebagaimana penjelasan DR. Maman Nurzaman, Founder Komunitas Petani Peternak Mandiri (KP2M) saat mengisi Pelatihan Pertanian Organik di Kalimantan Timur.

Maka dari itu, diperlukan pengolahan tanah yang tepat untuk memusnahkan 90% bibit hama-penyakit yang berada di lahan tanam kita.

Jadi percuma saja menyemprot pestisida, baik pestisida kimia maupun organik, apabila tanahnya tidak diolah dengan benar.

Ibarat genteng bocor.

Mestinya genteng yang retak dibenerin, bukan lantainya aja yang di-pel. Kita pel berulangkali pun bakalan basah lagi, karena sumber bocornya nggak diatasi.

Kesimpulannya, mau tidak mau, kita harus menerapkan teknologi pertanian organik secara utuh untuk bisa sepenuhnya meninggalkan pestisida kimia.

Jadi, tidak boleh setengah-setengah!

3. Kebun Anggur Organik Di Dunia

Supaya anda lebih yakin bahwa berkebun anggur secara organik cukup realistis, maka saya bawakan sebuah data statistik Organic Viticulture Worldwide 2015 dari Research Institute of Organic Agriculture (FiBL) berikut:

Luas Perkebunan Anggur Organik Di Dunia

Bisa anda lihat, per tahun 2015 saja sudah ada 332.905 hektar perkebunan anggur organik yang terdaftar di seluruh dunia.

Dan ini adalah 10 negara yang memiliki luas lahan anggur organik terbesar:

10 Negara Dengan Luas Kebun Anggur Organik Terbesar

Itu belum termasuk perkebunan anggur organik yang dibangun pada tahun 2016 hingga sekarang.

Apa artinya bagi kita?

Apabila metode budidaya anggur secara organik bisa diadopsi oleh perkebunan komersial skala besar, maka penerapan di pekarangan rumah baik skala hobi maupun komersial tentu jauh lebih realistis lagi.

Sampai di sini saya harap anda sudah paham latar belakang dan sudut pandang saya.

Sekarang kita masuk ke materi utama.

Saya yakin anda sudah menunggu bagian ini dari tadi. Hehe…

Okelah… Yuk, kita mulai!

4. Syarat Tumbuh Anggur

Rambatan Anggur Model Kipas

Banyak penghobi pemula terburu-buru menanam anggur, padahal mereka belum memahami kondisi lingkungan hidup seperti apa yang diinginkan tanaman ini.

Alhasil, banyak kasus pohon anggur tumbuh lambat dan sulit berbuah. Bahkan tidak sedikit yang mati beberapa minggu atau bulan pasca tanam.

Saya harap anda tidak melakukan kesalahan yang sama.

Jadi, sebelum melangkah lebih jauh, mari pahami 3 faktor kunci penentu keberhasilan berkebun anggur berikut:

4.1. Suhu Udara

National Horticulture Board India mengatakan bahwa tanaman anggur menginginkan suhu udara antara 10°C – 35°C untuk dapat tumbuh dan berbuah dengan baik.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Tom Powers dalam bukunya The Organic Backyard Vineyard, bahwa pada suhu di atas 35°C, proses fotosintesis tanaman anggur akan berhenti. Sedangkan pada suhu di bawah 10°C fotosintesis akan terhambat.

Bagaimana dengan suhu udara di Indonesia?

Dilansir dari Tirto.ID, disebutkan bahwa suhu udara tahunan di seluruh wilayah Indonesia berada pada kisaran 26°C – 36°C.

Bagi anda yang tinggal di Jakarta dan Surabaya pasti merasakan betapa panasnya udara di kedua kota ini. Namun seberapa panaskah itu, apakah mencapai 36°C?

Jawabannya tidak.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa suhu udara tahunan DKI Jakarta adalah antara 25°C – 33°C dan Surabaya 24°C – 34°C.

Artinya, pohon anggur cocok ditanam di Jakarta dan Surabaya.

Bagi anda yang tinggal di daerah lain, silahkan mencari informasi suhu udara di daerah anda melalui Google dengan menggunakan kata kunci: “suhu udara rata-rata jakarta”.

Ganti “jakarta” dengan nama provinsi atau kota anda.

Setelah yakin suhu udara di tempat anda cocok untuk tanaman anggur, berikutnya area tanam yang anda gunakan harus mendapatkan sinar matahari penuh.

4.2. Cahaya Matahari

Dikutip dari laman University of California, tanaman anggur membutuhkan paparan sinar matahari selama 7-8 jam sehari.

Kekurangan sinar matahari akan menyebabkan hasil buah rendah dengan kualitas buruk, pohon mudah terserang penyakit jamur dan busuk buah.

Bagaimana jika tidak memungkinkan, karena cahaya matahari tertutup bangunan atau pohon besar?

Setidaknya pohon anggur anda harus mendapatkan sinar matahari minimal 6 jam perhari. Karena pengalaman saya dan kawan-kawan, 6 jam masih bisa ditoleransi oleh tanaman anggur.

Faktor terakhir yang tidak kalah penting adalah tanah.

4.3. Kondisi Tanah

Tom Powers menjelaskan bahwa tanah geluh (bahasa Inggris: loam) adalah tipe tanah paling ideal untuk tanaman anggur, karena di dalamnya mengandung air, udara, mineral dan nutrisi dengan komposisi terbaik dibandingkan tipe tanah lainnya.

Selain itu, tanah geluh juga mengandung banyak bahan organik yang mendukung keanekaragaman hayati untuk menjaga kesehatan tanah.

Apa itu tanah geluh?

Mengutip dari Wikipedia, tanah geluh merupakan tanah dengan komposisi pasir, debu, dan lempung dalam jumlah yang relatif seimbang (sekitar 40-40-20).

Bagaimana jika tanah di kebun saya bukan tanah geluh?

Jangan khawatir!

Kabar baiknya, pohon anggur sangat mampu beradaptasi dengan jenis tanah apapun, mulai dari tanah berpasir hingga tanah liat berat, sebagaimana penjelasan Lon J. Rombough dalam bukunya The Grape Grower, A Guide to Organic Viticultur.

Sumber lain seperti Department of Agriculture, Forestry and Fisheries Republic of South Africa juga menyebutkan bahwa kuncinya adalah tanah harus memiliki sifat gembur, remah, subur, dan berdrainase (berporousitas) baik.

Dikuatkan juga oleh University of California, dikutip dari laman yang sama seperti sebelumnya; pohon anggur dapat tumbuh dan berbuah di berbagai jenis tanah, asalkan tanah tersebut memiliki drainase yang baik.

Bagaimana cara mengukur level drainase tanah?

Tom Powers memberikan cara sederhana dalam masalah ini. Silahkan membuat lubang sedalam kira-kira 1 meter di kebun anda. Kemudian isi lubang tersebut dengan air hingga penuh.

Apabila 24 jam kemudian air mengering, maka tanah tersebut memiliki level drainase yang sangat baik.

Untuk menguji tanah pekarangan, anda tidak perlu menggali sedalam itu. Bagi saya, 40-50 cm saja sudah cukup.

Jika ternyata air tidak mengering dalam 24 jam, itu artinya tanah kebun anda memiliki masalah drainase.

Hal tersebut bisa diatasi dengan menambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang dan menghindari penggunaan pupuk sintetis. Karena pupuk sintetis dapat meningkatkan kepadatan tanah, sehingga memperparah level drainase menjadi semakin buruk.

Selain berdrainase baik, tanah juga harus subur dan kaya nutrisi.

Tom Powers juga memiliki trik cepat untuk mengetahui kesuburan tanah suatu lahan. Caranya adalah dengan melihat apakah ada beragam jenis tumbuhan (terutama aneka jenis rumput dan semak-semak) yang tumbuh subur pada lahan yang dimaksud.

Jika iya, maka bisa dipastikan tanah di lahan tersebut memiliki kesuburan yang baik.

Saya pertegas kembali bahwa tolok ukurnya adalah terdapat beragam jenis tumbuhan, bukan hanya didominasi oleh beberapa jenis tumbuhan saja.

Kunci terakhir yang masih berkaitan dengan kondisi tanah adalah masalah pH tanah.

Diane Brown melalui laman Michigan State University Extension mengatakan bahwa tanaman anggur akan tumbuh optimal pada tanah dengan pH antara 5,5 – 6,5.

Jadi, silahkan melakukan pengecekan pH tanah di kebun anda sejak sekarang. Anda bisa menggunakan alat pH Meter yang banyak dijual di pasaran.

Setiap penghobi sangat disarankan memiliki alat ini, karena pH tanah akan terus berubah seiring waktu, sehingga diperlukan pengecekan secara berkala.

Contoh alat pH meter:

Mengukur pH tanah
pH meter tanah
Alat ukur pH tanah
Alat pH meter tanah

5. Perencanaan

Setelah anda yakin bahwa tempat tinggal anda memenuhi 3 syarat tumbuh di atas, maka sekarang saatnya membuat rencana tanam.

Ada 2 hal yang harus dipikirkan sejak awal sebelum anda melangkahkan kaki ke kebun, yaitu memilih varietas anggur dan menentukan sistem rambatan pohon.

5.1. Varietas Anggur

Sampai artikel ini ditulis, ada lebih dari 50 varietas anggur yang tersebar di pasar bibit tanaman buah Indonesia, khususnya di pasar berbasis online seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, grup jual-beli facebook, dan di toko online bibit anggur milik Daunku.com sendiri.

Varietas apa yang terbaik?

Jawabannya tentu sangat relatif.

Namun sangat disarankan memilih varietas yang toleran terhadap serangan penyakit. Karena serangan penyakit merupakan masalah serius dalam berkebun anggur.

Sejatinya, tidak ada varietas anggur apapun yang kebal dari penyakit.

Sebagai konsekuensinya, kita perlu memilih varietas yang sekalipun diserang penyakit, namun ia mampu bertahan/kuat dan mudah diobati.

Di dalam buku Living on an Acre: A Practical Guide to the Self-Reliant Life (2nd Edition) yang disusun oleh U.S. Department of Agriculture menyebutkan bahwa ada 3 kelompok besar varietas anggur yang tersebar di seluruh dunia:

  1. American Grapes
  2. European Grapes
  3. Hybrid Grapes (persilangan American dengan European Grapes)

Pilihlah varietas anggur yang masuk dalam kelompok Hybrid Grapes!

Hindari mengoleksi varietas yang masuk kelompok European Grapes, karena semua varietas yang ada di kelompok ini sangat lemah terhadap penyakit.

Hindari juga varietas American Grapes, karena sebagian besar anggur kelompok ini rasa buahnya kurang enak untuk dimakan langsung, biasanya diolah jadi bahan selai, jus, sirup, jelly, wine, dsb.

Di samping memperhatikan masalah di atas, anda juga perlu memilih bibit anggur yang berasal dari hasil sambung (grafting) dengan varietas anggur lokal.

Jenis anggur lokal yang biasa disambungkan ke anggur import adalah Isabella dan Red Master.

Hindari membeli bibit anggur varietas import hasil cangkok dan stek!

Karena sampai saat ini, belum ada varietas anggur import yang terbukti adaptif dan tahan banting di iklim Indonesia mengalahkan anggur lokal.

Tujuan penyambungan anggur import dengan anggur lokal adalah untuk menjadikan anggur import tumbuh adaptif dan tahan terhadap jenis tanah dan iklim tropis di negara kita.

Oya, anda juga bisa membeli bibit anggur di toko online kami: Sentra Bibit Anggur No.1 Di Indonesia.

Bibit Anggur Queen Nina
(Gambar: Contoh produk bibit anggur milik Daunku.com)

Katalog lengkap bibit angur kami bisa anda lihat disini >>

Maaf, promosi sedikit, ya. 😀

5.2. Sistem Rambatan

Anggur adalah jenis tanaman merambat. Maka, menyediakan media rambat adalah keharusan.

Ada banyak sekali sistem rambatan yang tersedia, mulai dari yang sederhana hingga yang membutuhkan biaya besar. Namun disini, saya hanya akan share satu jenis sistem rambatan yang paling mudah, namun umum digunakan di perkebunan anggur di seluruh dunia.

Sistem rambatan yang saya share adalah Vertical Shoot Position Trellis System atau disingkat VSP Trellis System.

Oya, sistem rambatan satu ini memiliki beberapa variasi seperti Single Cordon dan Double Cordon. Sedangkan yang akan saya share adalah model Single Cordon. Topik ini tidak perlu dibahas dulu, supaya anda tidak pusing. Hehe…

Contoh penerapannya:

Kebun anggur dengan rambatan VSP Trellis System
Rambatan anggur VSP Trellis System
Budidaya Anggur
Barisan Pohon Anggur
Pekerja di Perkebunan Anggur
Pemangkasan Pohon Anggur

Mengapa saya memilih sistem ini?

Tom Powers mengatakan bahwa VSP Trellis System sangat direkomendasikan untuk budidaya anggur di wilayah dengan suhu dan kelembaban udara yang tinggi seperti Indonesia.

Sistem rambatan ini memungkinkan sebagian besar daun mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup dan mendukung sirkulasi udara yang optimal di area daun dan percabangan.

Kedua hal tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan pohon anggur dan menekan serangan hama & penyakit.

Keunggulan lain dari VSP Trellis System adalah bentuknya yang ramping dan minimalis, sehingga mudah diterapkan pada pekarangan kecil sekalipun.

Sampai di sini anda telah memiliki 2 rencana besar diatas. Sekarang saatnya keluar menuju kebun anda.

6. Penanaman

Waktu terbaik menanam anggur ke lahan adalah pada awal musim kemarau. Hindari menanam di musim hujan, karena resiko tanaman rusak dan mati sangat tinggi.

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah jumlah pohon, jarak dan arah tanam.

6.1. Jarak & Arah Tanam

Bagi anda yang hanya menanam 1 pohon anggur, anda bisa abaikan masalah jarak tanam. Namun jika ingin menanam 2 pohon atau lebih, maka jarak tanam antar pohon harus diatur dengan baik.

Jangan sampai jarak pohon terlalu dekat, sehingga pohon satu dengan yang lain saling menghalangi paparan sinar matahari dan menghambat sirkulasi udara di sekitar tanaman.

Dalam VSP Trellis System, untuk menghasilkan buah anggur dengan kualitas baik bisa menggunakan aturan berikut:

  • Jarak antar pohon= 1,5 – 2 meter
  • Jarak antar baris= 2 – 2,5 meter
Jarak Tanam Pohon Anggur VSP Trellis System

Selain jarak tanam, anda juga perlu mengatur arah baris tanaman agar paparan sinar matahari dapat mengenai hampir semua daun secara maksimal. Sehingga tidak ada bagian sisi tanaman tertentu yang ternaung (terhalang dari sinar matahari).

Arah baris tanaman yang paling direkomendasikan adalah sejajar dengan pergerakan sinar matahari yaitu dari Timur ke Barat.

Arah Tanam Pohon Anggur VSP Trellis System

Bagi anda yang menanam hanya 1 pohon anggur bisa gunakan aturan di atas apabila memungkinkan. Namun jika tidak bisa, karena keterbatasan lahan, maka posisi pohon anggur disesuaikan saja dengan kondisi lahan.

Setelah anda berhasil menetapkan jarak dan arah pohon anggur, sekarang anda bisa menghitung kebutuhan pohon anggur sesuai lahan yang tersedia.

Contoh:

Jika anda memilih jarak tanam antar pohon dan baris masing-masing 2 meter atau kita sebut 2 x 2 meter, yang berarti luasnya 4 m².

Sedangkan ukuran lahan yang ingin ditanami adalah 4 x 6 meter (luas= 24 m²), maka jumlah pohon yang anda butuhkan adalah:

24 m² : 4 m²= 6 pohon

Setelah anda tahu jumlah pohon yang diperlukan, mari kita lanjut ke langkah berikutnya!

6.2. Pengolahan Tanah

Sebagaimana yang telah saya singgung di awal tulisan ini, salah satu kunci utama dalam pertanian organik adalah pengolahan tanah yang tepat.

Kesalahan dalam pengolahan tanah akan berdampak besar dan berlangsung jangka panjang terhadap pertumbuhan dan kesehatan pohon anggur anda.

Lubang tanam pohon buah

Pembahasan bagian ini terbilang panjang dan tidak memungkinkan saya masukkan di sini.

Oleh karena itu, saya telah membuat tulisan tersendiri di sini: Pedoman Teknis Mengolah Lubang Tanam ‘Standar Pakar’.

Silahkan anda pelajari artikel tersebut sebelum melanjutkan bab berikutnya!

6.3. Penanaman Bibit Anggur

Setelah 2-4 minggu kemudian, lakukan penanaman bibit anggur dan siram dengan air secukupnya. Saya yakin anda paham teknisnya, jadi tidak perlu saya jelaskan lagi, hehe…

Setelah selesai ditanam, berikan 1 bilah bambu, kayu atau semisalnya sebagai rambatan sementara supaya posisi tanaman berdiri tegak lurus.

Selamat! Anda telah berhasil menanam anggur.

Apa selanjutnya?

Langkah berikutnya adalah melakukan perawatan supaya pohon tumbuh sehat dan cepat besar. Inilah yang harus anda lakukan:

6.4. Pengairan & Pemupukan

Lakukan penyiraman setiap 1 x sehari atau beberapa hari sekali (tergantung cuaca).

Prinsipnya, tanah tidak boleh kekeringan.

Bicara pemupukan, karena metode yang kita terapkan adalah pertanian organik, maka kita tidak menggunakan pupuk kimia sedikit pun.

Mengapa?

Ketika ekosistem mikroba di dalam tanah sudah ideal, maka kebutuhan nutrisi pohon anggur akan tersedia dengan sendirinya.

Tugas kita adalah menambahkan bahan organik secara teratur untuk menghidupi ekosistem mikroba tersebut.

Di samping itu, kita juga perlu memasukkan biofertilizer, biodekomposer dan biopestisida secara teratur untuk menjaga ekosistem mikroba menguntungkan tetap dominan di dalam tanah. Jangan sampai mikroba merugikan mengambil alih ekosistem mereka.

Eits, apa itu biofertilizer?

Definisi singkatnya adalah pupuk yang mengandung sekumpulan mikroba bermanfaat yang berperan menyediakan unsur hara bagi tanaman.

Biofertilizer yang saya gunakan di sini adalah Biotogrow Gold.

Biotogrow
(Gambar: Biofertilizer Biotogrow Gold)

Jadwal pemupukan terbagi menjadi 2, yaitu pemupukan 4 bulan sekali dan pemupukan 1 minggu sekali.

a) Pemupukan 4 Bulan Sekali

  • Pupuk kompos/kandang (10 kg)

Jika anda menggunakan pupuk kandang, maka pupuk kandang tersebut harus difermentasi sempurna terlebih dahulu sampai bentuk, warna dan aromanya berubah mirip seperti tanah.

Tujuan fermentasi adalah untuk memusnahkan segala bibit hama-penyakit dan menghilangkan gas-gas beracun yang masih terkandung di dalam pupuk kandang.

Pupuk kandang yang sudah difermentasi
(Gambar: Contoh pupuk kandang yang telah difermentasi sempurna)

Cara aplikasi:

  • Pupuk kandang dibenamkan dalam tanah mengelilingi pohon sejauh 40-50 cm.

b) Pemupukan 1 Minggu Sekali

  • Biotogrow (2 ml/liter air)

Cara aplikasi:

  • Kocorkan pada sekeliling perakaran pohon dekat batang.

Mungkin muncul pertanyaan dalam benak anda:

“Apa mungkin pohon anggur bisa tumbuh optimal tanpa pupuk sintetis sama sekali?”

Jawabannya sangat bisa.

Bernadine C. Strik, salah seorang profesor dari Department of Horticulture di Oregon State University menjelaskan dalam publikasinya berjudul “Growing Table Grapes“ bahwa pemupukan pohon anggur mesti dilakukan secara hemat. Sebab, lebih banyak masalah yang terjadi ketika kelebihan pupuk daripada kekurangan pupuk.

Beliau menyebutkan bahwa kebutuhan unsur hara nitrogen tanaman anggur selama fase pembesaran (sejak awal tanah hingga siap dibuahkan) adalah 43 – 72 gram.

Sekarang mari kita hitung jumlah nitrogen yang terkandung dalam bahan organik yang kita tambahkan ke dalam tanah selama fase pembesaran pohon anggur, dengan asumsi pohon akan dibuahkan pada usia 8-10 bulan setelah tanam:

  • Saat pengolahan tanah= 25 kg
  • Pemupukan bulan ke-3 dan ke-6= 10 kg x 2 kali aplikasi= 20 kg
  • Jumlah= 45 kg

Sementara kandungan nitrogen dalam pupuk kandang/kompos rata-rata bekisar 1%. Itu artinya, jumlah nitrogen di dalam 45 kg pupuk kandang/kompos adalah:

45 kg x 1%= 450 gram

Eits.. belum selesai.

Kandungan nitrogen sebesar 450 gram tersebut tidak langsung ada begitu saja, namun tersedia secara sedikit demi sedikit dan berkesinambungan.

Fritz Westover melalui tulisannya di Compost Use in Vineyards menjelaskan bahwa dari jumlah total nitrogen dalam kompos, hanya 30% yang akan diserap oleh tanaman anggur secara bertahap dari waktu ke waktu. Dimana, 15% akan diserap pada 8 bulan pertama dan 15% sisanya diserap bertahap hingga 2,5 tahun kedepan.

Artinya, dari 450 gram nitrogen tadi, akan tersedia 67,5 gram nitrogen untuk memenuhi kebutuhan pohon anggur kita selama fase pembesaran. Itu sudah mencukupi sesuai rekomendasi Bernadine C. Strik yang menyarankan 43-72 gram.

Bahkan jumlah 67,5 gram tersebut belum termasuk kandungan nitrogen yang ada pada Biotogrow.

Jadi, sudah lebih dari cukup.

Mengapa yang dihitung hanya unsur nitrogennya saja?

Alasannya karena selama fase pembesaran, nitrogen adalah unsur hara yang paling tinggi kebutuhannya dibandingkan semua unsur yang lain.

Sehingga, ketika unsur hara nitrogen terpenuhi, maka bisa dipastikan unsur hara lain seperti fosfor dan kalium akan tercukupi dengan sendirinya.

Hal itu dikarenakan pupuk kandang/kompos tidak hanya mengandung nitrogen, tetapi mengandung juga unsur hara lainnya.

Jadi kesimpulannya, jangan ragu untuk meninggalkan pupuk sintetis dan menuju full-organik!

Oke, sekarang kita lanjut ke materi berikutnya:

7. Pembentukan Tajuk

Sejak awal tanam, pohon anggur harus diatur pola merambatnya supaya memiliki bentuk dan ukuran sesuai sistem rambatan yang telah ditentukan, yakni VSP Trellis System.

Cara mengaturnya cukup mudah, kok.

Langkah 1: Pembentukan Batang Horizontal

Pertama-tama, biarkan pohon tumbuh tinggi hingga melampaui kawat terbawah.

Setelah tercapai, belokkan batang ke arah horizontal mengikuti alur kawat paling bawah tesebut. Ikat batang anggur ke kawat supaya posisinya tidak berubah.

Seluruh tunas air yang muncul di sekujur batang pohon dibiarkan tumbuh dan dirawat dengan baik, jangan sampai rusak. Tunas-tunas air ini nantinya akan dibesarkan menjadi percabangan pohon dan berfungsi untuk menghasilkan buah anggur.

Setelah batang horizontal mencapai panjang yang diinginkan, yakni antara 1,5 – 2 meter (dalam panduan ini saya buat 2 meter), potong bagian pucuk batang supaya pertumbuhannya terhenti.

Ilustrasi 1: Pembentukan batang horizontal
(Ilustrasi: Pembentukan batang horizontal)
Gambar 1 - Contoh tunas air
(Gambar: Contoh tunas air, dilingkari merah)

Langkah 2: Pembentukan Percabangan Vertikal

Setelah pucuk batang dipotong, masih di waktu yang sama, lakukan penjarangan/pemangkasan sebagian besar tunas air, dimana jarak antar tunas diatur menjadi 40-50 cm.

Ilustrasi 2: Pengaturan jarak tunas air
(Ilustrasi: Pengaturan jarak tunas air)

Seiring waktu, tunas-tunas tersebut akan tumbuh besar dan panjang menjadi percabangan pohon. Arahkan seluruh cabang tumbuh vertikal ke atas dengan cara mengikatnya ke kawat rambatan.

Biasanya, pertumbuhan antara cabang satu dengan yang lain tidak akan kompak. Ada yang cepat, ada yang lambat, dan ada yang sangat lambat.

Nah, supaya bisa didapatkan pertumbuhan yang kompak, maka lakukan teknis berikut:

Setelah ketinggian cabang yang pertumbuhannya lebih cepat sudah mencapai kawat paling atas, potong pucuknya supaya pertumbuhannya terhenti.

Pasca pemotongan pucuk, biasanya akan muncul tunas-tunas baru di dekat area potongan. Buanglah semua tunas tersebut.

Berikan perlakuan yang sama pada cabang lainnya sampai semua cabang mencapai ketinggian kawat paling atas. Dengan begitu, anda akan memiliki pohon anggur dengan percabangan yang kompak.

Oya, semua tunas air yang muncul di cabang vertikal dibiarkan tumbuh. Kecuali jika pertumbuhannya melebihi 1 meter, maka harus dibuang.

Tunas-tunas air ini berguna untuk meningkatkan biomassa tanaman yang sangat penting untuk mengokohkan perakaran, serta memperkuat dan memperbesar batang pohon, sebagaimana penjelasan Fassaden Gruen.

Ilustrasi 3: Membesarkan percabangan vertikal
(Ilustrasi: Membesarkan percabangan vertikal)

Catatan: Ilustrasi di atas untuk penanaman 1 pohon anggur. Jika anda menanam 2 pohon atau lebih dalam satu barisan, maka cabang vertikal paling bawah harus dibuang, supaya tidak mengganggu percabangan pohon di sebelahnya.

Mengapa percabangan harus dibuat kompak?

Tujuannya bukan soal keindahan atau kerapihan. Tapi hal itu diperlukan supaya semua cabang memiliki ukuran diameter batang yang sama.

Masalah diameter batang ini sangat penting, karena berkaitan erat terhadap kualitas dan kuantitas buah yang akan dihasilkan nantinya.

Cabang yang kurus (diameter batangnya kecil) akan menghasilkan buah dengan kualitas dan kuantitas rendah, atau bahkan tidak menghasilkan buah sama sekali.

(!) PENTING: Selama proses pembentukan tajuk, anda harus melakukan pencegahan hama & penyakit yang akan saya bahas pada bab terakhir panduan ini.

Karena jika pohon anggur diserang hama atau penyakit selama proses pembentukan tajuk berlangsung, terutama saat pembentukan percabangan vertikal, maka pembentukan tajuk bisa gagal total.

Apabila gagal, anda harus mengulang prosesnya dari awal lagi dengan membuang batang horizonal yang ada untuk membentuk batang horizontal baru.

Satu hal lagi, buang semua bunga yang muncul selama proses pembentukan tajuk. Karena pembuahan dini dapat mengganggu pertumbuhan pohon anggur dan menggagalkan proses pembentukan tajuk.

Setelah tajuk terbentuk sempurna, mari kita lanjutkan ke tahap berikutnya.

8. Pembuahan

Pohon anggur siap dibuahkan apabila proses pembentukan tajuk telah selesai dan terpenuhinya 2 kriteria berikut:

  1. Kulit batang horizontal telah berkayu dan mengelupas
  2. Percabangan vertikal telah berkayu dan diameter batangnya minimal sebesar pensil
Contoh kulit batang sudah berkayu & mengelupas
(Gambar: Contoh kulit batang sudah berkayu & mengelupas. Photo by Dedie N Det)

Apabila kedua kriteria tadi tidak terpenuhi dan pohon dipaksa berbuah, maka buah yang dihasilkan akan sedikit dan berkualitas rendah. Lebih buruk lagi, dampak negatif tersebut akan terulang pada pembuahan berikutnya.

Biasanya pada pembuahan ke-3 atau ke-4 baru kembali normal. Dalam artian, hasil panen akan sebagaimana mestinya.

Oleh karena itu, lebih baik tunggu sampai 2 kriteria tadi terpenuhi supaya hasil buah perdana bisa semaksimal mungkin.

Waktu pembuahan terbaik adalah di awal musim kemarau.

Membuahkan di musim hujan sangat dihindari karena seluruh buah bisa rusak dan hancur akibat curah hujan tinggi dan serangan jamur yang ekstrim pada musim tersebut.

Anda bisa membuahkan anggur di musim hujan asalkan pohon ditanam dalam greenhouse (rumah tanaman), dimana tanaman terlindung dari paparan air hujan.

Pohon anggur membutuhkan perlakuan khusus untuk bisa berbuah optimal.

Pohon yang berbuah tanpa melalui prosedur yang benar akan menghasilkan buah dengan kualitas dan kuantitas yang rendah, atau bahkan tidak menghasilkan buah sama sekali.

Selain itu, prosedur pembuahan yang salah dapat menimbulkan masalah kesehatan pada pohon pasca panen, serta berdampak buruk pada pembuahan berikutnya. Dimana hasil buah selanjutnya akan menurun signifikan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas.

8.1. Prosedur 4-P

Pembuahan pohon anggur dilakukan dengan menerapkan prosedur 4-P yaitu:

  1. Penyuburan
  2. Pengeringan
  3. Pengairan
  4. Pemangkasan

Mengapa perlu dilakukan lima perlakuan di atas?

Hal itu merupakan bentuk upaya merekayasa kondisi tanaman agar menyerupai seperti di iklim asalnya, yakni wilayah dengan 4 musim dalam setahun (gugur, dingin, semi, panas).

Pada musim gugur, tanaman anggur mulai berhenti tumbuh dan merontokkan daunnya.

Setelah musim gugur berakhir, lanjut ke musim dingin, dimana kondisi tanah menjadi kering karena membeku dan suhu udara mencapai nol derajat celcius bahkan lebih rendah.

Pada kondisi tersebut tanaman anggur mengalami masa dormant, yakni seluruh organ tanaman tidak ada pertumbuhan sama sekali, alias tidur.

Pada akhir musim dingin, salju dan es di sekitar pohon akan mencair dan membasahi seluruh perakaran anggur.

Beberapa waktu kemudian, tibalah musim semi, dimana pohon anggur mulai terbangun dengan munculnya tunas-tunas baru yang sekaligus membawa bunga.

Nantinya, buah akan dipanen pada akhir musim berikutnya, yakni musim panas.

Setelah musim panas berakhir dan buah selesai dipanen, maka mulai masuk awal musim gugur, dimana siklus berulang kembali dari awal.

Nah, prosedur 4-P berupaya untuk merekayasa siklus musim gugur, dingin dan semi di atas. Karena di Indonesia tidak memiliki ketiga musim tersebut.

Berikut langkah-langkahnya:

Langkah 1 – Penyuburan

Berikan 10 kg pupuk kandang/kompos dan Biotogrow secara bersamaan. Caranya sama seperti pada pemupukan rutin sebelumnya.

Langkah 2 – Pengeringan

Mulai keesokan harinya, hentikan penyiraman selama minimal 1 bulan kedepan. Caranya dengan tidak memberikan air sedikit pun.

Untuk menghindari air hujan, tinggikan tanah sekeliling pohon setinggi 10-20 cm dengan radius 1 meter dari batang. Lalu tutupi tanah yang ditinggikan tersebut dengan plastik gelap atau terpal.

Tujuan tanah ditinggikan 10-20 cm supaya tidak ada air yang mengalir mendekati perakaran tanaman.

Proses pengeringan selesai apabila seluruh pucuk dan sulur telah berhenti tumbuh atau bahkan mengering.

Langkah 3 – Pengairan

Setelah masa pengeringan selesai, mulai saat ini penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi-sore) selama 10 hari kedepan untuk mengembalikan kadar air dalam tubuh tanaman.

Langkah 4 – Pemangkasan

Setelah masa pengairan selesai, sekarang saatnya melakukan pemangkasan. Potonglah seluruh cabang vertikal dengan menyisakan 2 mata tunas pada masing-masing cabang.

Setelah dipangkas, buang juga seluruh daun sampai pohon gundul tanpa daun.

Sejak saat ini, penyiraman cukup dilakukan 1 kali sehari, karena penyiraman berlebih dapat merontokkan bunga yang akan tumbuh nantinya.

Ilustrasi 4: Pangkas pembuahan pertama kali
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan pertama kali)

Beberapa minggu kemudian, akan tumbuh tunas-tunas baru yang membawa calon bunga.

Namun pada kasus tertentu, tidak ada satupun tunas yang membawa bunga. Jangan khawatir, biasanya pohon akan berbunga pada pembuahan berikutnya.

Kasus ini hanya terjadi pada varietas-varietas tertentu saja.

Apabila upaya pembuahan pertama ini tidak berhasil, maka tunas-tunas baru tadi harus dibiarkan tumbuh hingga 4 bulan kedepan sebelum pohon dibuahkan kembali. Tujuannya untuk membesarkan seluruh tunas menjadi cabang vertikal baru.

Teknis pemangkasan pada pembuahan berikutnya harus mengikuti petunjuk pada Bab 8.4. Pembuahan Selanjutnya yang akan dibahas setelah ini.

8.2. Perawatan Selama Berbuah

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan meningkatkan kualitas buah, maka lakukanlah beberapa hal berikut:

a) Pemupukan

Saat ukuran buah sudah sebesar biji jagung, berikan Biotogrow dengan dosis dan cara aplikasi yang sama seperti sebelumnya sampai menjelang panen.

b) Pembatasan Jumlah Daun

Batasi jumlah daun pada masing-masing cabang vertikal sebanyak 16-18 helai. Cabang yang tumbuh melebihi 18 helai daun harus dipotong tepat di antara daun ke-18 dan ke-19 supaya nutrisi bisa terfokus ke pembesaran buah.

Pada cabang yang tidak membawa buah, daun dihitung dari pangkal cabang. Sedangkan pada cabang yang membawa buah, daun dihitung mulai dari tandan buah.

c) Pembatasan Tunas Air

Tunas air yang muncul di seluruh cabang vertikal dibiarkan tumbuh, namun dibatasi panjangnya maksimal 1 jengkal. Jika melebihi itu, potes pucuknya supaya pertumbuhannya terhenti.

Tunas-tunas air ini berguna untuk membantu fotosintesis, sehingga meningkatkan bobot dan kadar gula buah.

d) Penjarangan Buah

Buang semua buah yang pertumbuhannya tidak bagus dan terlalu kecil. Kemudian kurangi buah yang saling berdesakan.

Bagian ini sangat penting!

Jika buah yang berdesakan tidak segera dikurangi, nantinya sebagian besar buah akan pecah dan membusuk. Alhasil, anda bisa gagal panen.

8.3. Panen

Buah anggur dapat dipanen pada usia 80-180 hari (tiap varietas berbeda-beda), terhitung sejak hari pemangkasan saat melakukan prosedur 4-P.

Hentikan penyiraman seminggu sebelum panen untuk mengurangi kadar air buah supaya daya simpan buah meningkat. Bersamaan dengan itu, hentikan juga penyemprotan pestisida organik.

8.4. Pembuahan Selanjutnya

Setelah buah dipanen, pohon anggur bisa langsung dibuahkan kembali mengikuti prosedur 4-P seperti sebelumnya.

Namun tidak berlaku jika waktu panen mendekati musim hujan. Dengan sangat terpaksa, anda harus menunggu awal musim kemarau berikutnya. Yang perlu anda lakukan saat itu adalah melakukan penyuburan saja.

Kecuali anda menanam di dalam greenhouse, maka musim hujan tidak lagi menjadi masalah. Hanya saja, proses pengeringan tanah bisa berlangsung lebih lama karena meningkatnya kandungan air dalam tanah.

Pada pembuahan kedua, ada perbedaan besar di dalam teknis pemangkasannya.

Saat pangkas pembuahan pertama, masing-masing cabang vertikal dipotong dan disisakan 2 mata tunas. Hasilnya, akan muncul 2 cabang vertikal baru dari 2 mata tunas tersebut.

Nah, pada pembuahan kedua, pangkaslah cabang paling pangkal (paling dekat dengan batang horizontal) dengan menyisakan 2 mata tunas dan pangkas cabang di atasnya dengan meyisakan 5 mata tunas.

Cara pemangkasan ini mengikuti metode “Rod Pruning / Medium-Long Pruning” dari Fassaden Gruen.

Ilustrasi 5: Pangkas pembuahan kedua
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan kedua)
Gambar 2 - Contoh pangkas pembuahan Rod Pruning
(Gambar: Contoh hasil pemangkasan dengan menyisakan 2 dan 5 mata tunas)

Pada pembuahan ketiga dan seterusnya, pemangkasan dilakukan dengan membuang cabang yang memiliki banyak ranting.

Kemudian memotong 2 cabang yang tersisa mengikuti cara pembuahan sebelumnya, yaitu menyisakan 2 mata tunas pada cabang paling pangkal dan 5 mata tunas pada cabang di atasnya.

Ilustrasi 6: Pangkas pembuahan ketiga
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan ketiga)
lustrasi 7: Pangkas pembuahan keempat
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan keempat)
Ilustrasi 8: Pangkas pembuahan kelima dan seterusnya
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan kelima dan seterusnya)

9. Pengendalian Hama & Penyakit

Sampai kapanpun, pohon anggur tidak bisa lepas dari gangguan hama dan penyakit. Sehingga, perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin sebelum serangan datang secara masif.

Lakukan penyemprotan rutin menggunakan pestisida organik dengan aturan pakai mengikuti petunjuk di kemasan produk.

Ada banyak produk pestisida organik di pasaran.

Carilah produk yang tidak hanya mengendalikan hama/serangga, tetapi juga mengatasi jamur, virus dan bakteri. Selain itu, pilihlah produk yang reaksi racunnya bekerja secara kontak & sistemik.

Salah satu produk yang menawarkan itu adalah MAGICgro G7.

Pestisida Organik MAGICgro G7
(Gambar: Pestisida organik MAGICgro G7)

Akhirnya selesai juga materinya.

Ketika kita mampu membangun ekosistem tanah yang baik, maka InsyaAllah, tanaman apapun termasuk anggur akan tumbuh subur dan sehat.

Untuk mencapai itu, kita perlu menerapkan manajemen budidaya organik secara tepat dan totalitas.

Menjauhi penggunaan pestisida kimia di pekarangan rumah menurut saya adalah keharusan.

Sedangkan bicara pupuk sintetis/kimia, selama cara penggunaanya tepat dan terukur, maka tidak akan mengganggu ekosistem tanah yang telah kita bangun. Sehingga sah-sah saja jika anda ingin menggunakannya.

Namun saya pribadi lebih memilih full-organik alias tanpa pupuk sintetis sama sekali. Karena sebagaimana yang telah kita bahas, penggunaan bahan organik saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman anggur.

Seluruh produk yang saya sebutkan di dalam panduan ini hanyalah sebagai referensi saja. Anda bebas menggunakan merek lain sesuai selera.

Oke.. kita akhiri sampai di sini.

Terimakasih dan salam berkebun! 😀

Cara Mengatasi Bunga Kelengkeng RONTOK Parah

Saya berani tebak:

“Lebih dari 50% penghobi pasti pernah mengalami kasus bunga kelengkeng rontok parah, bahkan habis tak tersisa.”

Jika saat ini anda sedang mengalaminya, percayalah, anda tidak sendirian. Di luar sana ada ratusan penghobi lain mengeluhkan masalah yang sama.

Jadi, apa solusinya?

Sebelum bicara solusi, kita perlu pahami dulu apa saja penyebab kerontokan bunga kelengkeng. Karena solusi yang diambil harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Oya, sebagai catatan, ruang lingkup pembahasan artikel ini hanya untuk pohon kelengkeng yang ditanam grounding (di tanah langsung), bukan untuk tabulampot (di tanam dalam pot).

Bunga Kelengkeng Rontok Parah
Gambar: Hasil buah sangat sedikit akibat kerontokan bunga (Awaludin Sinur Kholis).

Bunga Jantan & Bunga Betina

Perlu anda ketahui, dalam satu tandan bunga kelengkeng terdiri dari bunga jantan dan betina.

Artinya, ada sebagian bunga yang mampu berkembang menjadi buah dan ada sebagian lagi yang tidak akan pernah menjadi buah, pasti rontok.

Nah, sebelum mencari tahu penyebab kerontokan, sebaiknya anda cek dulu apakah sebagian besar bunga yang rontok adalah bunga betina atau jantan.

Jika ternyata didominasi oleh bunga jantan, maka itu normal. Tidak ada yang salah dengan pohon kelengkeng anda. Semua baik-baik saja. 🙂

Namun jika didominasi bunga betina, itu masalah serius, perlu dicari tahu penyebab dan solusinya.

Perbedaan bentuk bunga kelengkeng jantan dan betina
Gambar: Perbedaan bentuk bunga kelengkeng jantan dan betina (Kabartani.com).

Oya, sebagai tambahan, tidak sedikit penghobi yang mengeluhkan hampir semua bunga yang muncul dalam satu pohon adalah bunga jantan. Bunga betinanya sangat sedikit sekali, kurang dari 20%.

Untuk kasus ini, biasanya disebabkan karena sebelum-sebelumnya pohon jarang atau bahkan tidak pernah dipupuk, baik menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang, maupun pupuk kimia seperti NPK.

5 Faktor Paling Umum Penyebab Bunga Kelengkeng Rontok

Berdasarkan pengalaman dan banyak keluhan kawan-kawan penghobi, setidaknya ada 5 faktor yang paling sering dijumpai dan berulang setiap tahun yaitu:

  1. Usia pohon terlalu muda
  2. Serangan hama
  3. Kekurangan air
  4. Curah hujan tinggi
  5. Kekurangan nutrisi

Mari kita bahas lebih dalam!

Faktor #1: Usia Pohon Terlalu Muda

Masa produktif pohon kelengkeng dimulai pada usia 4 tahun sejak penanaman ke lahan.

Setelah memasuki usia tersebut, tanaman mampu menghasilkan buah dengan kuantitas optimal. Semakin bertambah usia, semakin tinggi jumlah buah yang dihasilkan.

Sebaliknya, tanaman berumur kurang dari 4 tahun akan menghasilkan buah yang lebih sedikit. Semakin muda usia pohon, semakin kecil kuantitas buahnya.

Pada kebun skala komersil, petani lengkeng biasanya akan membuahkan pohon saat usianya genap 3 tahun atau paling cepat 2,5 tahun.

Faktor #2: Serangan Hama

Bisa dikatakan, hampir tidak ada pohon kelengkeng yang terbebas dari serangan hama.

Salah satu hama yang sering menyerang tanaman ini, baik dalam kondisi pohon berbuah maupun tidak adalah Kutu Kebul (Bemisia Tabaci).

Selain kutu kebul masih ada hama lainnya seperti Kutu Putih, Aphids, Penggerek Batang dan seterusnya. Tiap daerah biasanya didominasi jenis hama yang berbeda.

Di daerah saya sendiri, serangan kutu kebul lebih banyak dibandingkan kasus hama lain.

Gambar: Kutu kebul berbaris tertib & rapi di tandan buah.
Gambar: Kutu Kebul merontokkan bunga hingga 90%.

Kutu kebul sangat bertanggungjawab terhadap masalah kerontokan bunga. Direktorat Perlindungan Hortikultura menyebutkan bahwa serangan kutu kebul mampu menghilangkan hasil panen hingga 100%.

Cara kerjanya kutu kebul hinggap di tandan bunga, kemudian menghisap cairan nutrisi dalam batang. Pada akhirnya, bunga-bunga lengkeng rontok akibat kekurangan nutrisi.

Faktor #3: Kekurangan Air

Tanaman buah apapun, sangat sensitif terhadap ketersediaan air tanah selama fase berbunga. Sekali saja pohon mengalami kekeringan, bisa dipastikan bunga akan jatuh berguguran.

Meskipun masalah ini masih bisa diatasi dengan memberikan air kembali, namun kita telah kehilangan sebagian besar bunga yang ada.

Sebagian Besar Bunga Lengkeng Rontok
Gambar: Bunga kelengkeng rontok hampir tak tersisa (Awaludin Sinur Kholis).

Faktor #4: Curah Hujan Tinggi

Musim hujan adalah tantangan besar bagi pohon lengkeng yang sedang berbunga. Guyuran hujan yang lebat ditambah angin kencang sangat beresiko terjadinya kerontokan bunga besar-besaran.

Hujan Deras Membasahi Pekarangan Rumah

Selain karena hujan lebat dan angin kencang, curah hujan yang tinggi (turun hujan hampir setiap hari) juga akan memberikan dampak buruk yang sama.

Intensitas hujan yang terlalu sering akan menyebabkan benang sari pada bunga lengkeng menempel dengan air, dimana hal tersebut akan mengganggu proses penyerbukan.

Alhasil, bunga-bunga yang tidak segera diserbuki akan layu, mengering, kemudian rontok.

Jurnal berjudul Flowering Development of Longan ‘Diamond River’ (2013) yang disusun oleh Pining Suwardining Tyas, dkk menyebutkan bahwa:

“Bunga kelengkeng varietas Diamond River berada dalam fase penyerbukan pada hari ke-12 sampai ke-16 sejak calon bunga muncul.”

Itu artinya, fase penyerbukan hanya berlangsung selama 4 hari.

Apabila bunga belum terserbuki hingga melewati waktu tersebut, maka kemungkinan besar bunga betina akan rontok.

Meskipun dalam penelitian tersebut varietas yang diteliti adalah Diamond River, namun ada kemungkinan berlaku juga pada varietas kelengkeng lain. Mengingat masa berbuah pohon kelengkeng secara umum tidak jauh berbeda, yakni antara 5-6 bulan sejak muncul bunga hingga panen.

Calon Bunga Kelengkeng New Cristal
Gambar: Calon bunga kelengkeng New Cristal (Zunaidi).

Faktor #5: Kekurangan Nutrisi

Selama melewati fase berbunga, tanaman kelengkeng akan mengonsumsi unsur hara makro dan mikro dalam jumlah besar. Unsur hara pendukung buah adalah; Fosfat, Kalium, Calcium, Magnesium, Boron dan seterusnya.

Apabila kebutuhan unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi, maka secara alami pohon akan menggugurkan sebagian bunganya untuk menghindari kelaparan. Jumlah bunga yang rontok akan menyesuaikan tingkat kekurangan nutrisi yang terjadi saat itu.

Solusi LENGKAP Mencegah Kerontokan Bunga Kelengkeng

Untuk memberikan hasil yang efektif, saya membagi solusinya menjadi 2 bagian yaitu:

  1. Perlakuan umum
  2. Perlakuan khusus

Perlakuan umum adalah solusi yang diterapkan untuk segala varietas kelengkeng apapun, baik jenis lengkeng golongan Temperate maupun Non-Temperate. Penjelasan lengkap tentang 2 golongan ini bisa anda baca di sini: Tips Memilih Varietas Kelengkeng: Skala Hobi & Komersial

Perlakuan khusus adalah solusi yang hanya diterapkan pada golongan Temperate seperti varietas New Cristal, Itoh, dkk.

Mari kita bahas satu per satu!

Perlakuan UMUM

#1 – Pembuahan Pertama Kali

Idealnya, pohon lengkeng golongan Temperate seperti New Cristal dan Itoh, mulai dibuahkan paling cepat usia 2,5 tahun sejak penanaman ke lahan.

Selama 2,5 tahun pertama, pohon diberi kesempatan untuk merimbunkan percabangan, menguatkan batang, sekaligus mengokohkan perakaran. Sehingga, pohon akan lebih siap untuk menghasilkan buah secara optimal.

Sedangkan untuk jenis kelengkeng Non-Temperate seperti Diamond River, Matalada, Satu Jari, Aroma Durian, Lengkeng Merah dan seterusnya, seluruh bunga dibuang apabila muncul sebelum usia pohon genap 2 tahun.

Hal itu karena mengingat kelengkeng Non-Temperate biasanya akan berbuah secara alami (tanpa bantuan zat perangsang buah) pada usia kurang dari 2 tahun.

Pohon Lengkeng Berbuah Produktif
Gambar: Pohon lengkeng dewasa yang telah produktif.

#1 – Pengendalian Hama

Lakukan penyemprotan pestisida secara rutin mengikuti aturan pakai pada kemasan produk.

Untuk pohon yang akan atau sedang berbunga, saya sarankan menggunakan pestisida organik dan hindari pestisida kimia.

Sebab, pestisida kimia tidak hanya membunuh hama, tetapi akan membunuh serangga-serangga menguntungkan yang ada di sekitar tanaman, salah satunya Lebah Madu (sumber: Republika.co.id).

Padahal, Lebah Madu sangat kita perlukan untuk membantu penyerbukan bunga kelengkeng. Ketiadaan serangga ini akan beresiko terjadinya kerontokan bunga yang lebih parah akibat banyak bunga lengkeng yang tidak terserbuki.

Berbeda dengan pestisida kimia, pestisida organik jauh lebih ramah lingkungan dan tidak akan membahayakan kelangsungan hidup serangga-serangga menguntungkan.

Pestisida organik seperti Neem Oil (Minyak Mimba) hanya akan bereaksi kepada serangga hama dan tidak memberikan dampak apapun kepada serangga non-hama seperti Lebah Madu. (sumber: Indonesiaorganic.com).

Pestisida Nabati Neem Oil (minyak mimba / nimba)
Gambar: Pestisida organik Neem Oil (Minyak Mimba/Nimba).

#2 – Pengairan / Penyiraman Rutin

Pada pohon yang sedang berbunga, lakukan penyiraman setidaknya 2-3 kali seminggu.

Waktu yang tepat untuk menyiram adalah pagi atau sore ketika suhu udara sedang sejuk. Penyiraman di siang hari ketika sinar matahari sedang menyengat panas justru bisa menyebabkan bunga rontok – biasanya dalam jumlah kecil.

#3 – Pemupukan Tepat Jenis, Dosis dan Waktu

Pohon kelengkeng yang tidak dipupuk pasti bermasalah. Dan pemupukan yang tidak tepat pun akan berbuah masalah.

Kuncinya: pohon harus dipupuk menggunakan jenis pupuk yang tepat, dosis yang tepat dan waktu aplikasinya pun harus tepat (sumber: Cybex.pertanian.go.id).

a. Pemupukan Saat Tidak Berbunga

Berikan pupuk kandang, kapur dolomit dan NPK 15-15-15 atau 16-16-16 dalam jumlah yang terukur berdasarkan usia tanaman.

Pupuk Kandang Kambing
Gambar: Pupuk kandang kambing.
Dolomit Fast Release MagFertil Plus
Gambar: Kapur dolomit.
NPK Pak Tani
Gambar: Pupuk NPK 16-16-16.

Ketiga pupuk tersebut diberikan pada 2 kondisi sebagai berikut:

  1. Ketika pohon sedang tidak berbunga
  2. Ketika pohon telah berbuah seukuran kacang kedelai hingga menjelang panen

Sedangkan pada pohon kondisi berbunga, jenis pupuk yang digunakan akan berbeda (saya bahas di sub-bab berikutnya).

Pupuk kandang dan kapur dolomit bisa diberikan bersamaan setiap 4 bulan sekali.

Caranya: pupuk kandang sebanyak 1 karung beras 25kg dibenamkan mengelilingi pohon sejauh 50-100cm dari batang. Sedangkan kapur dolomit sebanyak 1 kg ditaburkan merata di atas permukaan tanah.

Berikut rekomendasi pemupukan NPK dari Balitjestro (Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Subtropika):

  • Umur 1-2 tahun= 100-200 gram (2 bulan sekali)
  • Umur 2-3 tahun= 200-300 gram (3 bulan sekali)
  • Umur 3-4 tahun= 300-500 gram (4 bulan sekali)
  • Umur 4-5 tahun= 500-900 gram (4 bulan sekali)

Cara aplikasi pupuk NPK yaitu dibenamkan mengelilingi pohon sejauh lebar kanopi.

Ilustrasi Lebar Kanopi Pohon
Gambar: Ilustrasi lebar kanopi pohon dan jarak pupuk dengan batang pohon.
b. Pemupukan Saat Berbunga

Pohon yang membawa calon bunga, sebelum bunga mekar berikan pupuk dengan kandungan Phosphate dan Kalium tinggi.

Pupuk yang umum digunakan adalah pupuk MKP dan KNO3 Putih.

Cara aplikasi: Kedua pupuk dilarutkan bersama ke dalam 5 liter air dengan dosis masing-masing 2,5 sendok makan, kemudian siramkan ke perakaran untuk 1 pohon.

Pemupukan cukup sekali saja.

Pupuk MKP
Gambar: Pupuk MKP
Pupuk KNO3 Putih
Gambar: Pupuk KNO3 Putih

Perlakuan KHUSUS

Perlakuan khusus yang saya maksud adalah mengatur waktu pembuahan di luar musim hujan.

Karena kerontokan bunga akibat curah hujan tinggi tidak bisa dihindari sama sekali, maka satu-satunya solusi adalah menghindari pohon berbuah di musim hujan.

Di awal, saya telah sebutkan bahwa perlakuan ini hanya berlaku untuk varietas Temperate (New Cristal, Itoh, dkk) dan tidak berlaku untuk Non-Temperate (Satu Jari, Aroma Durian, Matalada, dkk).

Mengapa?

Alasannya karena kelengkeng Temperate secara umum memiliki siklus berbuah 9-10 bulan sekali, dimana 7 bulan pertama adalah masa sejak awal pohon dirangsang berbuah (dibooster) hingga buah dipanen, kemudian 2-3 bulan berikutnya adalah masa istirahat (recovery) pasca panen sebelum pohon dibuahkan kembali.

Itu artinya, pohon hanya bisa dibuahkan sekali dalam setahun.

Maka, mengatur waktu pembuahan pada kelengkeng Temperate adalah keputusan yang tepat.

Sedangkan untuk kelengkeng Non-Temperate, secara alami pohon tidak memiliki siklus sama sekali, karena bunga akan muncul silih-berganti dari cabang yang satu ke cabang lainnya.

Maksudnya adalah ketika pohon berbunga, hanya sebagian cabang saja yang menghasilkan bunga, sebagian lain tidak.

Nah, sebelum atau setelah panen dari itu, cabang-cabang lain yang sebelumnya tidak membawa bunga akan gantian menumbuhkan calon bunganya.

Sehingga, pohon kelengkeng Non-Temperate bisa berbuah 2-3 kali setahun tanpa mengenal musim.

Maka, pengaturan waktu berbuah untuk golongan ini sangatlah tidak perlu, karena hanya ada satu masa berbuah saja yang berada di musim hujan, sedangkan 1 atau 2 masa berbuah lainnya terjadi di musim kemarau.

Jadi, bagaimana cara mengatur pembuahan di luar musim hujan?

Yenni dan Buyung Al Fanshuri dari Balitjestro menyarankan:

“Pembuahan kelengkeng dilakukann pada bulan April atau setelahnya untuk menghindari curah hujan tinggi pada bulan Desember, Januari hingga Maret.”

Namun menurut saya, akan lebih baik jika menyesuaikan iklim di daerah kita sendiri. Karena biasanya, tiap kota memiliki waktu-waktu yang sedikit berbeda.

Misalnya untuk Kota Bandar Lampung, kota tempat saya tinggal, curah hujan biasanya menurun pada akhir bulan Februari, sehingga di awal bulan Maret sudah cukup kondusif untuk pembuahan pohon kelengkeng.

Gambar: Contoh penentuan waktu membuahkan pohon kelengkeng.

Umumnya, pohon lengkeng yang dirangsang berbunga menggunakan zat kimia KCLO₃, calon bunga akan muncul sekitar 1 bulan pasca aplikasi. Kemudian bunga mulai memasuki fase penyerbukan pada hari ke-12 setelah calon bunga muncul.

Itu artinya, jarak waktu antara pohon dirangsang berbunga hingga bunga memasuki fase penyerbukan adalah 1,5 bulan. Apabila pohon dibuahkan pada awal bulan Maret, maka bunga akan masuk fase penyerbukan pada pertengahan bulan April.

Di Kota Bandar Lampung, curah hujan pada bulan April biasanya sudah rendah dan stabil. Dengan begitu, proses penyerbukan bunga kelengkeng pada saat itu akan sangat kondusif, InsyaAllah.

Kesimpulan

Bagaimanapun, masalah kerontokan bunga kelengkeng tidak bisa kita hindari 100%, meskipun semua upaya perawatan telah kita lakukan.

Khususnya, apabila kerontokan disebabkan oleh faktor alam seperti hujan lebat, angin kencang dan curah hujan tinggi.

Kendala curah hujan tinggi masih bisa disiasati dengan membuahkan pohon di luar musim hujan.

Namun faktor hujan lebat dan angin kencang, nyaris tak ada solusi, sebab keduanya seringkali datang tiba-tiba tanpa mengenal musim.

Lain hal dengan faktor kerontokan akibat serangan hama, kekurangan air dan nutrisi, semua itu masih sangat mungkin dikendalikan. Dimana, setiap kita bertanggungjawab untuk merawat sebaik mungkin pohon kelengkeng yang kita tanam.

Apakah anda punya solusi lain yang berhasil?

Ayo, share melalui komentar di bawah, sebagai referensi tambahan bagi saya dan pembaca lain. 😀

Tips Memilih Varietas Kelengkeng: Skala Hobi & Komersial

Saat ini, tidak kurang dari 15 varietas kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.) telah tersebar luas di Indonesia. Mulai dari yang buahnya berdaging tebal dan berbiji kecil, hingga sebaliknya, berbiji besar dan berdaging tipis.

Ada yang hasil buahnya berlimpah dan ada pula yang sedikit. Sebagian jenis bisa berbuah lebih dari sekali per tahun, sementara sebagian yang lain hanya sekali.

Beberapa varian bisa berbuah cepat, kurang dari 1,5 tahun setelah tanam, sedangkan lainnya harus menanti 2 tahun bahkan lebih.

Maka, timbul sebuah pertanyaan; “Varietas manakah yang ideal untuk saya?”

Saya ingin coba menjawab pertanyaan tersebut melalui tulisan ini. Jika anda tertarik, yuk, simak hingga selesai!

2 Golongan Varietas Kelengkeng

Dari semua jenis lengkeng yang ada di Indonesia, mereka terbagi menjadi 2 kubu besar yakni golongan Temperate dan Non-Temperate. Mari kita bahas masing-masing kubu.

1. Varian lengkeng Temperate

Definisi sederhananya adalah kelompok varietas kelengkeng yang memerlukan perlakuan khusus setiap kali ingin dibuahkan.

Perlakuan khusus yang dimaksud adalah memberikan zat kimia berupa KCLO₃ (Kalium/Potasium Klorat) yang berfungsi sebagai zat perangsang buah. Tanpa perlakuan tersebut, jangan harap pohon bisa berbuah dengan sendirinya.

2. Varian lengkeng Non-Temperate

Kebalikan dari Temperate, varietas lengkeng golongan ini tidak memerlukan perlakuan apapun untuk berbuah.

Tanaman mampu berproduksi dengan sendirinya ketika memasuki musim berbuah setiap tahun. Bahkan ada beberapa jenis yang berbuah tanpa kenal musim, dengan artian bisa berbuah lebih dari sekali dalam setahun.

Temperate vs Non-Temperate

Sekarang timbul satu pertanyaan; “Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing golongan?”

Berdasarkan beberapa sumber dan testimoni yang saya kumpulkan, setidaknya ada 4 perbedaan yang paling mencolok dari keduanya yaitu:

Temperate

1. Secara umum, kualitas buah sangat baik.

2. Secara umum, kuantitas hasil panen sangat tinggi.

3. Mulai berbuah pertama kali usia 2-3 tahun setelah tanam.

4. Frekuensi berbuah hanya sekali per tahun.

5. Sangat cocok dikebunkan skala komersial. (*tolok ukur: kualitas & kuantitas panen)

6. Persediaan bibit di pasaran tidak begitu banyak.

7. Harga bibit lebih mahal.

Non-Temperate

1. Beberapa varietas memiliki kualitas buah sangat baik, namun kuantitas hasil panennya rendah.

2. Beberapa varietas mampu menghasilkan kuantitas buah sangat tinggi, namun dengan kualitas buah yang rendah.

3. Mulai berbuah pertama kali usia 1-2 tahun setelah tanam. (*hanya varietas tertentu yang di atas 2 tahun)

4. Frekuensi berbuah 1-2 kali per tahun.

5. Kurang cocok dikebunkan skala komersial. (*tolok ukur: kualitas & kuantitas panen)

6. Persediaan bibit di pasaran berlimpah.

7. Harga bibit lebih murah.

Manakah Yang Ideal Untuk Skala Hobi?

Di atas tadi sudah disebutkan bahwa varietas kelengkeng golongan Temperate-lah yang paling cocok untuk dikebunkan skala komersial. Lalu, bagaimana dengan skala hobi, apakah Non-Temperate lebih ideal?

Tidak selalu.

Tergantung pada tujuan dan kepentingan anda menanam kelengkeng. Dalam kondisi tertentu, penghobi lebih ideal menanam varian Non-Temperate. Namun pada kondisi yang lain, varian Temperate jauh lebih direkomendasikan.

Jadi, kondisi seperti apakah yang dimaksud? Berikut ulasannya:

Silahkan pilih Temperate jika…

  • Anda sangat memprioritaskan kualitas dan kuantitas hasil panen.
  • Anda tidak keberatan memberi perlakuan khusus kepada tanaman lengkeng setiap kali ingin dibuahkan.
  • Anda menanam secara grounding (di tanah langsung, bukan di pot).
  • Anda tidak keberatan menunggu usia 2-3 tahun untuk menikmati buah pertama.

Silahkan pilih Non-Temperate jika…

  • Anda sangat memprioritaskan kualitas buah dan tidak keberatan dengan kuantitas panen yang lebih rendah.
  • Anda ingin menikmati buah lebih sering (panen 2 kali setahun). Catatan: apabila frekuensi 2 kali panen/tahun bisa tercapai, sebetulnya kuantitas panen dalam setahun bisa mengimbangi varian Temperate.
  • Anda ingin menanam lengkeng untuk diwariskan ke anak-cucu, yang mana anda tidak perlu khawatir apakah mereka bisa merawat pohon tersebut atau tidak, karena pohon mampu berbuah sendiri setiap tahun tanpa perlakuan apapun.
  • Anda tidak ingin repot memberikan perlakuan khusus setiap kali pohon ingin dibuahkan.
  • Anda ingin menanamnya di dalam pot.
  • Anda ingin pohon berbuah secepat mungkin, kurang dari 1,5 tahun setelah tanam.
  • Anda ingin menjadikannya penghias atau penghijau pekarangan rumah dengan perawatan yang seminimal mungkin.

Silahkan pilih keduanya jika…

  • Anda kolektor tanaman kelengkeng.
  • Anda tertarik dengan varietas kelengkeng dari kedua golongan tersebut.
  • Anda memiliki alasan lain yang tidak disebutkan di atas.

Varietas Apa Yang Direkomendasikan Pada Masing-Masing Kelompok?

Setelah kita memahami perbedaan masing-masing kelompok, pasti akan timbul pertanyaan baru;

“Masing-masing kelompok kan terdiri dari banyak varietas. Lalu varietas apa sajakah yang direkomendasikan?”

Sebelum menjawabnya, saya ingin menyebutkan terlebih dahulu daftar varietas dari masing-masing kelompok sebagai berikut…

Varian Temperate:

  1. Itoh
  2. New Cristal
  3. King Long
  4. No-Name
  5. Sri Chompoo
  6. Biew Kiew
  7. dan seterusnya…

Varian Non-Temperate:

  1. Merah / Ruby
  2. Diamond River
  3. Satu Jari
  4. Aroma Durian
  5. Matalada / Hawae
  6. Kristalin
  7. Puangray
  8. Pingpong
  9. Jenderal
  10. Kaisar
  11. Keraton
  12. dan seterusnya…

Sekarang mari kita bahas pertanyaan di awal tadi; “manakah yang terbaik?”

Sebetulnya masalah ini sangatlah subyektif. Artinya, tiap orang biasanya memiliki jawaban yang berbeda.

Namun karena saya ingin tulisan ini lebih berimbang, maka saya coba mengumpulkan ulasan, testimoni dan polling dari berbagai sumber, termasuk dari beberapa grup komunitas penghobi & pengebun lengkeng di Facebook.

Hasilnya sebagai berikut…

Rekomendasi varietas kelengkeng untuk skala kebun komersial:

Untuk kepentingan ini, pilihlah hanya dari golongan Temperate saja. Dan varian Temperate terbaik adalah:

  1. New Cristal
  2. Itoh
  3. King Long

Berdasarkan ukuran buah, King Long lebih besar dari New Cristal. Sedangkan New Cristal sendiri lebih besar dari Itoh.

Sebagai gambaran, ukuran buah King Long sama besarnya dengan lengkeng Pingpong. Bedanya, biji King Long kecil dan berdaging tebal. Sedangkan Pingpong sebaliknya.

Bicara daging tebal dan biji kecil, lengkeng Itoh berada di urutan terakhir. Sedangkan untuk kuantitas hasil panen terbanyak, New Cristal pemenangnya.

Rekomendasi varietas kelengkeng untuk skala hobi:

Untuk sekedar hobi atau upaya menghijaukan pekarangan rumah, penghobi bisa lebih leluasa dalam memilih. Anda bisa tanam varian Temperate, Non-Temperate, atau bahkan keduanya sekaligus.

Nah, untuk varian Temperate sebaiknya pilih:

  1. New Cristal
  2. King Long
  3. Itoh
  4. No-Name

Sedangkan untuk varian Non-Temperate bisa pilih:

  1. Merah / Ruby
  2. Satu Jari
  3. Matalada / Hawae
  4. Phuangray

Lalu, bagaimana jika saya hanya ingin menanam 1 pohon saja, manakah yang terbaik?

Untuk golongan Temperate silahkan pilih New Cristal.

Lengkeng New Cristal
Gambar: Buah kelengkeng New Cristal.

Sedangkan untuk Non-Temperate bisa pilih yang mana saja, karena kualitas buahnya bisa dibilang mirip-mirip. Tapi jika ingin yang paling cepat berbuah dan warna buahnya exotic, Lengkeng Merah / Ruby andalannya.

Kelengkeng Merah
Gambar: Buah kelengkeng Merah / Ruby.

Kesimpulan

Setelah membahas masalah varietas lengkeng secara singkat dan padat, pada akhirnya ada satu kesimpulan yang bisa kita ambil yaitu:

“Memilih varietas lengkeng harus menyesuaikan tujuan spesifik penanaman.”

Jadi, sebelum anda menentukan varietas apa yang ingin ditanam, rencanakan terlebih dahulu apa tujuan anda menanamnya!

Itu saja yang bisa saya share pada tulisan sederhan ini. Apabila banyak kesalahan di sana-sini saya mohon maaf dan koreksinya. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat.

Jangan lupa share ke Facebook atau lainnya ya!

Terimakasih dan salam berkebun… 😀

7 Penyebab Pohon Kelengkeng Sulit Berbuah Dan SOLUSINYA

Normalnya, pohon kelengkeng akan berbuah pertama kali pada usia rata-rata 2 tahun setelah tanam.

Namun faktanya, sering ditemukan pohon lengkeng yang tidak kunjung berbuah padahal umurnya sudah 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, bahkan ada yang belasan hingga puluhan tahun.

Bisa jadi, anda juga mengalaminya.

Jika benar demikian, berikan saya waktu kurang dari 5 menit untuk menjelaskan kepada anda mengapa itu terjadi dan bagaimana solusinya!

7 Faktor Yang Menyebabkan Sulit Berbuah

Berdasarkan pengalaman pribadi dan kawan-kawan penghobi, serta beberapa referensi yang saya baca, setidaknya ada 7 penyebab pohon kelengkeng tidak mau berbuah yaitu:

1. Pohon berasal dari biji

Jika tanaman lengkeng yang ditanam dari hasil cangkok, okulasi, sambung pucuk dan stek batang hanya perlu 2 tahun untuk mulai berbuah, maka pohon asal biji membutuhkan waktu jauh lebih lama, yakni sekitar 7-10 tahun.

Semai biji kelengkeng
Gambar: Persemaian kelengkeng dari biji (sumber: kebunpedia.com).

Jadi, apabila pohon kelengkeng anda merupakan hasil tanam dari biji, ingat-ingat kembali apakah usianya saat ini sudah mencapai 10 tahun atau belum?

Jika belum, berarti kondisinya normal. Anda hanya perlu menunggu sampai usianya mencukupi.

Atau jika tidak sabar, anda bisa melakukan teknik “Top Working” untuk mempercepat pohon tersebut berbuah. Informasi lengkapnya bisa anda cari di Google dan Youtube.

Namun jika ternyata usianya memang sudah lebih dari 10 tahun dan belum juga berbuah, maka anda bisa mengikuti solusi yang akan saya berikan setelah ini.

2. Pohon merupakan varietas golongan Temperate

Wajib anda ketahui, bahwa tanaman lengkeng terdiri dari belasan hingga puluhan jenis/varietas.

Dan dari semua jenis tersebut, mereka terbagi ke dalam 2 kelompok besar yaitu varietas golongan Temperate dan Non-Temperate.

Definisi singkatnya, Temperate adalah golongan varietas kelengkeng yang harus diberikan zat perangsang buah untuk dapat berbuah. Tanpa itu, jangan harap pohon bisa berbuah dengan sendirinya. Sedangkan golongan Non-Temperate adalah sebaliknya, ia tidak membutuhkan zat perangsang sama sekali untuk berbuah.

“Bukankah di habitat aslinya tanaman lengkeng bisa berbuah secara alami? Tapi mengapa ada yang harus pakai zat perangsang segala?” Mungkin anda bertanya seperti itu.

Jawabannya, karena kelengkeng bukan tanaman lokal Indonesia, tetapi didatangkan dari luar negeri yang beriklim Sub-Tropis dan Temperate. Sedangkan di negara kita iklimnya Tropis. Jadi, wajar jika terjadi kondisi yang tidak normal pada tanaman tersebut.

Jika ternyata anda tidak mengetahui sama sekali pohon lengkeng anda jenisnya apa, maka abaikan poin ini dan silahkan mengikuti solusi yang saya berikan di bawah!

3. Pertumbuhan daun terlalu subur

Saya sering menjumpai pertanyaan dari para penghobi pemula seperti ini;

“Pohon kelengkeng saya kok nggak buah-buah ya, padahal daunnya subur dan rimbun banget? Jangan-jangan ini pohon jenisnya jantan atau bisa jadi mandul, bener nggak sih?”

Hehe… Tidak ada istilah jantan dan mandul pada tanaman kelengkeng. Semua itu mitos!

Pohon Kelengkeng Milik Bpk Sudino Takim
Gambar: Pohon Kelengkeng Milik Sudino Takim.

Tahukah anda, pertumbuhan daun yang terlalu pesat akan menghambat tanaman berbuah? Pertumbuhan pesat yang saya maksud adalah tunas dan daun baru selalu tumbuh susul-menyusul setiap bulan. Sehingga jarang ada kondisi dimana tunas dan daun baru berhenti tumbuh selama rentang waktu tertentu.

Faktor paling umum yang menyebabkan itu terjadi karena tanaman tidak pernah kekurangan air sepanjang tahun, sekalipun di musim kemarau. Hal ini bisa kita temukan pada pohon kelengkeng yang ditanam sangat dekat dengan bibir sungai/danau, saluran air, parit, kolam dan semisalnya.

4. Pohon kekurangan nutrisi berkepanjangan

Ini sering terjadi pada tanaman lengkeng yang ditanam secara asal dan tanpa perawatan sama sekali, ditambah juga lokasi tanam yang tidak subur.

Alhasil, tanaman sulit mendapatkan sumber makanan yang mencukupi, sehingga pertumbuhannya pun menjadi lemah dan merana. Jangankan untuk berbuah, bisa bertahan hidup saja sudah bersyukur.

5. Tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup

Tanaman buah apapun umumya membutuhkan paparan sinar matahari langsung selama 8-10 jam perhari.

Untuk tanaman kelengkeng yang ditanam di pekarangan rumah, setidaknya harus terpapar matahari minimal 6 jam sehari. Karena cahaya matahari adalah pemeran utama yang mendukung tanaman untuk berfotosintesis (mengolah makanan di dalam daun).

Lalu bagaimana jika kebutuhan sinar matahari tidak tercukupi?

Tentu saja akan menyebabkan tanaman tidak mampu berfotosintesis dengan baik, sehingga pertumbuhannya pun terhambat bahkan merana.

6. Pohon diserang hama/penyakit kronis

Serangan hama dan penyakit adalah hal biasa dalam dunia berkebun. Hampir semua jenis tanaman pasti pernah diserang hama dan penyakit, baik sesekali ataupun berkali-kali sepanjang hidupnya.

Gambar: Pohon kelengkeng milik Elviamina Limbong yang sedang sakit.

Namun akan menjadi masalah besar, apabila serangan tersebut tidak ditanggulangi dengan baik. Sehingga mengakibatkan serangan semakin parah dan kronis yang memicu kerusakan pada sebagian besar jaringan tubuh tanaman.

7. Fisiologi tanaman bermasalah

Bagaimana jika keenam faktor di atas tidak ada yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Atau dengan kata lain, penyebab pohon kelengkeng anda sulit berbuah bukan karena keenam faktor tersebut?

Kemungkinan besar ada masalah internal di dalam tubuh tanaman itu sendiri yang sulit kita ketahui.

Anda tidak perlu pusing dengan masalah tersebut, karena InsyaAllah bisa diatasi dengan solusi yang saya tawarkan.

Jadi, Apa SOLUSINYA?

Berdasarkan beberapa referensi ilmiah yang saya kumpulkan dan pengalaman dari banyak penghobi, pemberian KCLO₃ (Kalium Klorat / Potasium Klorat) adalah solusi paling mudah, cepat dan efektif dalam mengatasi pohon kelengkeng yang sulit berbuah.

Pottasium Chlorate, KCLO3, Kalium Klorat
Gambar: KCLO₃ / Potasium Klorat / Kalium Klorat.

Jika anda bergabung dengan komunitas penghobi/petani kelengkeng di internet seperti dalam grup-grup Facebook misalnya, anda akan dapati banyak sekali testimoni positif dari penggunaan Kalium Klorat sebagai perangsang buah lengkeng.

Potasium atau Kalium Klorat sendiri merupakan bahan kimia oksidator kuat yang sering digunakan sebagai bahan pentol korek kayu, kembang api, petasan dan bahan peledak.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk membeli bahan kimia ini hanya ketika diperlukan saja dan untuk sekali pakai ke tanaman kelengkeng. Sehingga, anda tidak perlu menyimpan lama bahan tersebut di dalam rumah atau gudang untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan.

Anda bisa membeli Potasium Klorat kemasan kecil di Tokopedia, Bukalapak, dsb.

Gambar: Contoh KCLO₃ kemasan ecer 1 kg.

Namun sebelum merangsang pohon lengkeng dengan KCLO₃, anda harus mengidentifikasi terlebih dahulu faktor apa yang menyebabkan pohon anda sulit berbuah.

#1 Jika disebabkan karena tanaman kekurangan nutrisi, maka anda harus berikan pupuk dulu untuk memperbaiki kesehatan dan kesuburan tanaman.

#2 Jika disebabkan karena kekurangan cahaya matahari akibat terhalang benda-benda tertentu, hilangkan dulu penghalang2 tersebut. Namun bila tidak memungkinkan, maka terpaksa pohon harus didongkel dan dipindah ke lokasi lain yang lebih terbuka. Dan apabila tidak memungkinkan juga, mohon maaf, saya tidak punya saran lain. 🙁

#3 Jika disebabkan karena serangan hama/penyakit, segera semprot pestisida secara rutin dan berikan juga pupuk organik (misal kompos, pupuk kandang yang sudah matang, atau POC/Pupuk Organik Cair) untuk mempercepat penyembuhan, supaya pohon kembali sehat dan prima.

#4 Jika disebabkan karena pertumbuhan daun terlalu pesat, berikan pupuk KNO3 Putih dan MKP untuk menghambat pertumbuhan daun baru. Cara aplikasi: kedua pupuk dilarutkan bersama ke dalam 1 liter air, lalu kocor ke area perakaran pohon. Ulangi setiap 1 minggu sekali sampai seluruh daun menua dan tidak ada daun muda lagi. Dosis masing-masing pupuk berdasarkan usia pohon:

  • 1 sendok teh (< 5 tahun)
  • 2 sendok teh (5-10 tahun)
  • 3 sendok teh (10-15 tahun)
  • 4 sendok teh (> 15 tahun).
Pupuk MKP
Gambar: Pupuk MKP.
Pupuk KNO3 Putih
Gambar: Pupuk KNO3 Putih.

Namun jika penyebabnya bukan karena keempat faktor di atas, maka pohon kelengkeng anda bisa segera dirangsang berbuah menggunakan potasium klorat.

Pedoman Teknis Merangsang Pohon Kelengkeng Berbuah

Sekarang kita masuk ke bagian yang ditunggu-tunggu, yaitu bagaimana cara aplikasi KCLO₃ ke pohon kelengkeng kita yang sulit berbuah.

Namun sebelum melaksanakannya, ada 4 hal yang perlu anda persiapkan terlebih dahulu:

  1. Pastikan kondisi seluruh daun sudah menua, tidak ada daun muda sama sekali. Jika masih ada, sebaiknya berikan pupuk KNO3 Putih dan MKP mengikuti petunjuk yang telah saya bahas sebelumnya.
  2. Pastikan sistem percabangan pohon sudah teratur. Apabila cabang dan ranting pohon terlalu rimbun dan tumpang tindih, sehingga paparan sinar matahari tidak bisa merata ke seluruh daun, maka lakukan pemangkasan dengan mengurangi cabang dan ranting yang arah tumbuhnya tidak beraturan.
  3. Pastikan tidak ada hujan di hari yang sama saat pemberian KCLO₃. Karena air hujan akan menyebabkan bahan tersebut tercuci ke dalam tanah, sehingga pengaplikasian dinyatakan gagal dan harus diulang. Anda bisa melihat laporan perkiraan cuaca di daerah anda melalui Google.
  4. Pastikan tanah sekeliling batang pohon telah bersih dari rumput, kerikil, daun kering, kayu dan segala jenis sampah lainnya.

Apabila keempat poin di atas telah terpenuhi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan aplikasi kalium klorat. Berikut panduannya:

Cara Aplikasi KCLO₃:
Larutkan KCLO₃ ke dalam air bersih, lalu kocorkan mengelilingi pohon sejauh 1-2 meter dari batang, tergantung lebarnya kanopi/tajuk pohon. Dengan artian, larutan dikocor di bawah kanopi pohon bagian luar.

Dosis KCLO₃ untuk 1 pohon berdasarkan usia:
– Usia 3-5 tahun= 250gr dilarutkan dalam 5 liter air
– Usia 5-7 tahun= 500gr dilarutkan dalam 10 liter air
– Usia 7-9 tahun= 750gr dilarutkan dalam 15 liter air
– Usia >9 tahun= 1 kg dilarutkan dalam 20 liter air

Perlakuan tambahan pasca aplikasi KCLO₃:

  • 1 minggu setelahnya, berikan pupuk NPK 16-16-16 atau 15-15-15 sebanyak 0,5-1 kg untuk pohon usia 3-5 tahun atau 1-2 kg untuk usia 6 tahun ke atas. Caranya: pupuk dipendam mengelilingi pohon sejauh 1-2 meter dari batang.
  • Lakukan penyiraman secara rutin, karena pohon tidak boleh kekurangan air sejak awal aplikasi hingga menjelang panen.
NPK Pak Tani
Gambar: Contoh pupuk NPK 16-16-16
Pupuk NPK Phonska
Gambar: Contoh pupuk NPK 15-15-15

Jika perlakuan di atas berhasil, maka pohon akan mulai berbunga pada 30-40 hari setelah aplikasi.

Apa Selanjutnya?

Setelah pohon berhasil berbunga dan berbuah, tugas anda belum selesai. Langkah berikutnya adalah mengamankan buah kelengkeng dari serangan tupai, kalelawar dan tangan orang jahil (baca: pencuri).

Caranya yaitu dengan membungkus dompolan buah menggunakan karung bawang.

Pembungkusan buah kelengkeng dengan karung bawang
Gambar: Pembungkusan buah kelengkeng dengan karung bawang (sumber: rynari.wordpress.com).

Jika tidak anda lakukan, bisa jadi anda akan mengalami kasus yang sama dengan kawan-kawan penghobi lain, dimana lebih dari 50% buah dalam satu pohon habis dimakan tupai, kalelawar dan kucing berkepala hitam. 😀

Bahkan tidak jarang, jumlah buah yang tersisa hanya 10%, sedangkan 90%-nya cuma tinggal kenangan. Hehe…

Jadi, apakah anda sudah siap membuahkan pohon kelengkeng anda di rumah?

3 Langkah Cepat Menyemai Stek Anggur – Disertai FOTO

Ingin memperbanyak tanaman anggur?

Gunakan teknik stek batang aja! Mudah, cepat dan murah.

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman cara menanam anggur dengan stek batang atau cutting. Hanya perlu 3 langkah saja untuk melakukannya!

Yuk, kita mulai . . .

Persiapan Batang Stek Anggur

Sebelumnya, anda perlu menyiapkan batang anggur segar yang akan di-stek. Untuk meningkatkan keberhasilan tumbuh, batang yang digunakan harus memiliki kriteria berikut:

  1. Diameter batang minimal mendekati diameter pena, lebih besar makin bagus
  2. Batang telah berwarna coklat dan berkayu
  3. Panjang minimal 20 cm atau sejengkal orang dewasa, lebih panjang makin bagus
  4. Ujung atas dipotong miring sekitar 1-2 cm di atas mata tunas
  5. Pangkal bawah dipotong mendatar tepat pada mata tunas

Contoh batang stek anggur yang sesuai kriteria di atas:

Persiapan Batang Stek Anggur
Ujung Atas Batang Stek
Pangkal Bawah Batang Stek

3 Langkah Cepat Menyemai Cutting Anggur

#Langkah 1: Merangsang pertumbuhan tunas

Siapkan wadah persemaian. Di sini saya menggunakan botol bekas yang sudah dibelah.

Kemudian masukkan air sumur setinggi 2-3 cm. Hindari penggunaan air ledeng atau PDAM. Jika tidak ada air sumur, gunakan air mineral kemasan.

Lalu masukkan seluruh batang stek ke dalam wadah dengan posisi berdiri dan tegak lurus. Letakkan wadah di dalam ruangan yang sejuk dan jauh dari paparan sinar matahari langsung.

Simpan selama 1 – 4 minggu hingga muncul tunas, yang artinya batang stek berhasil tumbuh.

Selama proses tersebut, ganti air 2-3 hari sekali untuk menghindari tumbuhnya bakteri dan jamur yang memicu resiko pembusukan batang stek.

#Langkah 2: Merangsang pertumbuhan akar

Setelah tunas bermunculan, batang stek siap dipindah ke wadah baru dengan media tanah. Segera pindah sebelum akar tumbuh, untuk menghindari batang stek mati akibat gagal beradaptasi dengan media tanah.

Umumnya pertumbuhan tunas tidak serentak antara stek satu dengan yang lain.

Untuk batang yang belum bertunas, tetap dibiarkan dalam wadah air hingga tumbuh tunas, atau sampai ada tanda-tanda batang stek mati (gagal tumbuh) seperti kering atau membusuk.

Stek yang Telah Bertunas
Stek Siap Ditanam ke Polybag

Gunakan wadah transparan seperti gelas air mineral yang telah dilubangi bagian dasarnya, agar memudahkan kita dalam memantau pertumbuhan akar.

Wadah diisi campuran tanah + pasir atau sekam bakar (1:1). Jangan menambahkan campuran kompos apalagi pupuk kandang sedikit pun, karena bibit bisa mati dalam hitungan hari.

Kemudian batang stek yang telah bertunas tadi ditancap, lalu padatkan tanah agar stek berdiri kokoh dan siram hingga basah.

Letakkan bibit di lokasi yang terpapar sinar matahari pagi maksimal jam 10.00 WIB untuk merangsang pertumbuhan akar lebih cepat. Siram 2-3 hari sekali untuk menjaga media tetap lembab. Jangan berlebihan atau terlalu sering disiram, karena bibit bisa membusuk.

Menyemai Batang Anggur

#Langkah 3: Pindah tanam

Setelah akar berhasil tumbuh dan tunas sudah setinggi 20 cm atau 1 jengkal orang dewasa, bibit bisa dipindah ke polybag ukuran sedang dengan media tanam berupa campuran tanah + kompos atau pupuk kandang (1:1).

Apabila menggunakan pupuk kandang, maka media tanam harus disimpan dulu selama 2-4 minggu sebagai proses fermentasi (dekomposisi). Jika tidak, bibit akan mati setelah dipindah tanam akibat keracunan pupuk kandang.

Namun jika menggunakan kompos, maka media tanam bisa langsung ditanami tanpa perlu didekomposisi terlebih dahulu.

Setelah bibit dipindah tanam ke media baru, letakkan tanaman di area yang terpapar sinar matahari penuh dari pagi hingga sore, untuk mempercepat pertumbuhan anggur.

Apabila tidak memungkinkan karena terhalang bangunan atau pohon, setidaknya tanaman harus mendapatkan cahaya matahari minimal 6 jam/hari.

Jangan lupa berikan tiang ajir sebagai rambatan!

Perlu dicatat, pertumbuhan tanaman anggur akan melambat bahkan berhenti ketika tidak ada media merambat di sekitarnya. Jadi, pemberian tiang ajir tidak boleh diabaikan.

Maaf, seluruh konten di website ini tidak bisa Anda copy!

Scroll to Top