Telah diperbarui November 2019.

Banyak kasus pohon alpukat tumbuh lambat, banyak ulat, berbuah sedikit. Bahkan ada juga yang sudah berumur 5 tahun lebih, tapi tidak kunjung berbuah.

Apa masalahnya?

Umumnya, semua itu terjadi akibat kesalahan dalam teknis tanam dan perawatan, serta kurang tepat dalam memilih bibit dan varietas.

Jika saat ini anda berniat menanam pohon alpukat, saya sarankan untuk membaca artikel ini hingga selesai. Supaya anda mengetahui bagaimana teknis memelihara tanaman alpukat yang benar sesuai petunjuk para pakar.

Sehingga, anda bisa menghindari kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan banyak penghobi di luar sana.

Dengan begitu, nantinya pohon alpukat anda bisa tumbuh subur, berbuah lebih cepat pada usia 2-4 tahun (tergantung varietas), menghasilkan buah yang berlimpah & berkualitas, serta bebas serangan hama ulat.

Untuk memudahkan penyampaian materi, panduan ini saya bagi menjadi beberapa bab sebagai berikut:

BAB 1: Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat
BAB 2: Tips Memilih Varietas Unggulan
BAB 3: Menyiapkan Bibit Bermutu Tinggi
BAB 4: Panduan Penanaman
BAB 5: Panduan Perawatan


Anda bisa melompat ke bab yang anda inginkan dengan meng-klik judul bab di atas.

Sebelum memulai materi, jangan lupa bookmark/simpan artikel ini dan share ke teman & kerabat anda. 😀

Oya, anda juga bisa mendownload panduan ini dalam format PDF disini: DOWNLOAD TUTORIAL


Mari kita mulai!

BAB 1: Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat

Gambar: Alpukat Wina umur 3 tahun di ketinggian 900 mdpl milik salah seorang petani.

Dalam hal ini, hanya 2 poin yang menurut saya paling penting diperhatikan yaitu:

1. Ketinggian Lokasi

Secara umum, tanaman alpukat mampu tumbuh dan berbuah dengan baik di segala tempat.

Mulai dari dataran rendah yang panas, hingga dataran tinggi yang dingin. Lebih tepatnya berada di ketinggian antara 5 – 1.500 mdpl (meter diatas permukaan laut).

Namun…

Untuk budidaya alpukat skala kebun komersial, ada aturan yang sedikit ketat. Dimana, tidak semua varietas alpukat cocok dikebunkan di segala tempat.

(Sumber: Sadwiyanti, L., Sudarso, D., Budiyanti, T. 2009. Petunjuk Teknis Budidaya Alpukat. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. Solok, Sumatera Barat. 52 Hal)

Beberapa varietas lebih produktif di dataran rendah, seperti Alpukat Mentega, Aligator, Raja Giri, Kendil, dst. Sedangkan varietas alpukat seperti Miki dan Wina lebih produktif di dataran tinggi. Pembahasan lengkap masalah ini akan saya tulis pada artikel yang lain, InsyaAllah.

Nah, karena anda menanam alpukat hanya di pekarangan rumah (bukan untuk kebun komersial), maka masalah ketinggian lokasi tidak penting.

Silahkan pilih varietas apapun yang anda suka!

2. Intensitas Cahaya Matahari

Banyak penghobi melakukan kesalahan di sini. Ada seorang tetangga yang bertanya ke saya:

“Kok pohon saya tidak mau berbuah ya, padahal umurnya sudah 5 tahun lebih?”

Saya tanya balik: “Pohonnya dapat sinar matahari seharian penuh nggak pak?”

Jawabnya: “Kayaknya sih enggak, cuma kena sinar matahari pagi aja. Karena kalo siang sampai sore, sinar matahari terhalang pohon besar di sebelahnya.”

Itulah penyebabnya!

Tanaman buah apapun termasuk alpukat, membutuhkan cahaya matahari selama 6 – 10 jam/hari. Karena cahaya matahari adalah pemeran utama dalam mendukung proses fotosintesis tanaman.

Jadi…

Pastikan lokasi tanam mendapat cahaya matahari seharian penuh. Jika tidak memungkinkan karena adanya bangunan atau pohon besar yang menutupi, maka setidaknya pohon alpukat anda harus terpapar matahari minimal 6 jam/hari.

BAB 2: Tips Memilih Varietas Unggulan

Buah Alpukat Jumbo
Gambar: staradvertiser.com

Sekarang sudah banyak varietas alpukat unggul yang menyebar luas di seluruh kota di Indonesia.

Dari semua varietas tersebut, mereka terbagi dalam 2 kelompok besar yaitu:

#1 Pertama…
Kelompok varietas unggul yang Telah Terdaftar di Kementerian Pertanian Indonesia (bersertifikat).

#2 Kedua…
Kelompok yang Belum Terdaftar, namun telah diakui keunggulannya secara luas oleh kalangan petani. Terkadang diakui juga oleh beberapa pakar pertanian.

Untuk varietas yang telah terdaftar, bisa anda lihat pada gambar berikut:

Gambar: balitbu.litbang.pertanian.go.id

Sedangkan untuk varietas yang belum terdaftar, berikut beberapa di antaranya:

  1. Mentega
  2. Aligator
  3. Miki
  4. Hana
  5. Hass
  6. Hawaii
  7. Pluang
  8. Arjuno / Pameling
  9. Dan masih banyak lagi . . .

Semua varietas di atas sudah terbukti unggul. Namun, manakah yang terbaik?

Untuk kelompok yang telah terdaftar di Kementerian Pertanian, pilihlah varietas keluaran terbaru mulai tahun 2011 ke atas.

Sedangkan untuk kelompok yang belum terdaftar, pilihlah varietas yang paling populer di Indonesia yaitu Mentega, Miki, dan Aligator.

BAB 3: Menyiapkan Bibit Bermutu Tinggi

Alpukat Jumbo

Setelah menentukan varietas yang ingin ditanam, anda bisa membeli bibit alpukat di toko tanaman terdekat atau membelinya secara online.

Pastikan anda membeli dari penjual yang amanah dan paham seluk beluk tanaman alpukat, supaya varietas bibit yang anda beli 100% ASLI.

Jangan sampai penjual mengatakan bibitnya jenis Aligator, namun setelah anda tanam dan berbuah ternyata bukan Aligator. Sudah begitu kualitas buahnya rendah. Duh, pasti sangat kecewa, bukan!? 😀

Jika sulit menemukan toko tanaman di daerah anda, mungkin anda bisa mempertimbangkan membeli di toko online kami.

BAB 4: Panduan Penanaman

Membuat Lubang Tanam
Gambar: www.mnn.com

Teknis penanaman bibit alpukat ke lahan terbagi dalam 2 tahap yaitu: tahap pembuatan lubang tanam dan tahap penanaman bibit ke lubang tanam.

Nah, dari kedua tahap tersebut, tidak sedikit penghobi yang melakukan kesalahan. Lebih-lebih pada tahap pembuatan lubang tanam, mayoritas penghobi pemula melakukan kesalahan besar. Dimana kesalahan tersebut menyebabkan pohon alpukat mereka tumbuh kerdil dan sulit berbuah.

Apakah kesalahan besar yang dimaksud? Silahkan anda baca artikel berikut:

  1. Teknis membuat lubang tanam
  2. Teknis menanam bibit buah ke lubang tanam

BAB 5: Panduan Perawatan

Membuahkan Pohon Alpukat


Bab ini adalah bagian yang paling banyak dicari oleh penghobi pemula bahkan berpengalaman.

Alhamdulillah saya bisa menyajikannya untuk anda di sini, semoga bermanfaat.

Ceritanya begini:

Banyak penghobi yang bingung cara merawat pohon alpukat yang benar gimana. Padahal sudah baca artikel sana-sini di internet, tapi malah tambah bingung, karena teknisnya beda-beda.

Nah, di sini saya ingin memberikan jalan keluar supaya anda cukup menerapkan 1 teknik yang terbukti efektif.

Saya berani mengatakan begitu karena teknik yang saya bawakan di sini bersumber dari buku Petunjuk Teknis Budidaya Alpukat terbitan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Indonesia. Sebagai pelengkap, saya juga mengambil beberapa referensi lain di luar buku tersebut.

Oke, langsung kita mulai . . .

1. Pengairan

Saat tanaman masih muda atau berusia kurang dari 2 tahun sejak penanaman ke lahan, anda perlu melakukan penyiraman rutin setiap 1-3 hari sekali agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu.

Sebab… tanaman muda memiliki perakaran yang masih sangat pendek dan sedikit, sehingga belum mampu menjangkau air tanah.

“Tapi saya sibuk dan tidak sempat menyiram terlalu sering!”

Tenang… setiap masalah ada solusinya. 😀

Tutuplah permukaan tanah pada sekeliling tanaman (radius 1 meter) dengan plastik mulsa atau bisa juga menggunakan jerami / sekam padi setebal 10 cm.

Dengan begitu kadar air dalam tanah di sekeliling tanaman tidak mudah menguap, sehingga kelembaban tanah lebih terjaga dan tahan lama. Alhasil, anda hanya perlu menyiram 1-2 kali seminggu. Hemat waktu, bukan!? 😀

2. Pemupukan

Pupuk Kandang Kotoran Ayam


Pohon alpukat hanya perlu dipupuk 6 bulan sekali (2 x setahun).

Anda tidak perlu memupuk terlalu sering sebagaimana dilakukan oleh banyak penghobi. Karena pohon alpukat BUKAN tipe tanaman yang boros nutrisi.

Pemupukan Fase Vegetatif (usia 6 bulan – 4 tahun)

Fase vegetatif adalah masa dimana tanaman dalam proses tumbuh-kembang dan pembesaran dari tanaman muda menuju pohon dewasa.

Pemupukan dilakukan pertama kali pada usia 6 bulan setelah tanam ke lahan, kemudian diulangi setiap 6 bulan sekali.

Jenis pupuk dan dosis yang diberikan adalah:

  1. Pupuk Kandang (kambing/sapi)= 1 karung beras 25 kg
  2. Kapur Pertanian= 0,5 – 1 kg
  3. Pupuk NPK= 150 gram (ditingkatkan 50 gram pada setiap pemupukan selanjutnya yaitu; 200 gr, 250 gr, 300 gr, dst…)

Pemupukan Fase Generatif (usia > 4 tahun)

Fase generatif adalah masa dimana tanaman telah memasuki usia dewasa dan siap menghasilkan buah secara produktif hingga 20-an tahun ke depan.

Pemupukan dilakukan setelah usia pohon genap 4 tahun, kemudian diulangi setiap 6 bulan sekali.

Pupuk dan dosis yang diberikan yaitu:

  1. Pupuk Kandang (kambing)= 2 karung beras 25 kg
  2. Kapur Pertanian= 1 kg
  3. Pupuk Urea= 2,5 – 3,5 kg
  4. Pupuk TSP= 3,5 kg
  5. Pupuk KCL= 4 kg

Cara pemupukan yang benar yaitu membuat parit sedalam 30 cm mengelilingi tanaman sejauh 1 meter dari batang. Kemudian seluruh pupuk dimasukkan ke dalam parit dan setelahnya ditutupi kembali dengan tanah.

Khusus kapur pertanian, cara aplikasinya ditabur merata di atas permukaan tanah mengelilingi tanaman.

3. Pemangkasan

Gambar: Pohon Alpukat milik Bpk. Brian Setiawan.

Pemangkasan dilakukan pertama kali saat pohon berusia 1 tahun setelah tanam ke lahan.

Pangkaslah cabang dan ranting yang terlalu rapat, rusak, dan mati.

Jarak antara cabang paling bawah dengan permukaan tanah minimal 1 meter. Apabila ada cabang yang tumbuh lebih rendah dari itu, segera pangkas.

Kemudian, pertahankan ketinggian pohon alpukat antara 4 – 5 meter (dari permukaan tanah hingga ke pucuk pohon). Apabila ketinggiannya melebihi itu, segera potong batang pucuknya agar pohon tetap pendek dan minimalis.

Jika anda biarkan, maka ketinggian pohon alpukat bisa terus meningkat hingga belasan meter.