Konsep Dasar Pemupukan Tanaman ANGGUR – Standar Pakar

Pemupukan anggur

Telah diperbarui Desember 2020.

Masih bingung pupuk apa yang cocok untuk pohon anggur anda? Artikel ini akan menjawabnya.

Tapi sebelum mulai, saya ingin bercerita sedikit.

Begini…

Seringkali kita terjebak dalam membeli produk pupuk. Bagaimana bisa terjebak?

Ya, bayangkan saja, ada ratusan merek pupuk yang dijual di pasaran. Yang mana, setiap merek menjanjikan keunggulannya masing-masing.

Nah, kita sering terjebak pada janji manis yang mengatakan pupuk buatan mereka bisa menjadikan tanaman begini dan begitu, hasil panennya akan seperti ini dan seperti itu, dan segudang janji lainnya.

Tidak ada yang salah dengan janji mereka.

Karena bisa jadi, hasil pengujian mereka di lapangan memang benar manis. Semanis yang mereka katakan.

Lalu jebakannya dimana?

Kita akan terjebak atau salah memilih pupuk ketika:

Kita tidak memahami KONSEP DASAR pemupukan tanaman anggur secara benar.

Maka jangan heran apabila ada penghobi anggur yang menggunakan pupuk tertentu, ternyata hasilnya tidak sesuai harapan.

Jangan spontan menyalahkan pupuknya.

Karena bisa jadi pupuknya bagus.

Tetapi, si penghobi tadi salah dalam menggunakannya atau karena pupuk tersebut memang bukan untuk tanaman anggur.

Soalnya tidak sedikit penghobi yang menganggap suatu produk pupuk cocok untuk segala tanaman.

Padahal tidak demikian.

Setiap jenis tanaman memerlukan jenis pupuk berbeda. Termasuk tanaman anggur, pupuk yang diberikan tidak sama seperti pupuk untuk tanaman buah lain seperti kelengkeng, jeruk dan lainnya.

Tak hanya itu.

Tanaman anggur juga membutuhkan jenis pupuk berbeda pada waktu yang berbeda. Dalam artian, anda tidak bisa menggunakan jenis pupuk yang sama untuk segala waktu. Ada kalanya pohon anggur perlu pupuk A dan ada kalanya ia butuh pupuk B atau C.

Semua masalah di atas merupakan bagian dari pembahasan KONSEP DASAR pemupukan.

Maka sangat penting bagi siapa saja yang ingin memelihara pohon anggur, untuk mempelajari konsep dasar pemupukan berdasarkan keterangan dari para ahli.

Meskipun artikel ini ditulis oleh saya, namun bukan berarti saya seorang ahli dalam masalah tersebut.

Segala informasi yang saya tulis di sini merupakan hasil mengumpulkan referensi dari berbagai sumber atau ahli yang pakar di bidangnya.

Saya hanya sekedar merangkum dan menyederhanakan informasi yang didapat agar lebih mudah dipelajari dan dipraktekkan oleh penghobi anggur dari segala level, pemula hingga berpengalaman.

Jadi, apakah anda sudah siap?

Mari kita mulai…

Banyak yang keliru, sebetulnya apa tujuan utama pemupukan?

Banyak orang ditanya apa tujuan pemupukan, mereka menjawab:

“Untuk menyuburkan tanaman agar cepat besar dan berbuah.”

Jawaban tersebut memang benar.

Tapi terlalu sederhana.

Diperlukan jawaban yang lebih lengkap dan luas. Karena memahami tujuan pemupukan merupakan PONDASI AWAL untuk bisa menentukan jenis pupuk yang akan digunakan.

Jadi, apa tujuan pemupukan?

Ada 2 tujuan utama sebagai berikut:

#Tujuan 1: Memperbaiki dan mempertahankan kualitas fisik, kimia dan biologi tanah

Kualitas Fisik
Yaitu tanah memiliki sifat gembur, remah dan berporousitas tinggi (kemampuan tanah menyerap air dengan cepat).

Kualitas Kimia
Yaitu tanah mengandung unsur hara makro & mikro yang lengkap dan berlimpah, serta memiliki pH yang cenderung netral.

Kualitas Biologi
Yaitu tanah mengandung banyak mikroorganisme yang menguntungkan dan minim mikroorganisme merugikan.

Jadi, apabila ketiga parameter di atas terpenuhi pada tanah di lahan kebun anda, maka tanaman apapun akan tumbuh sehat dan subur di sana, InsyaAllah.

Tujuan pemupukan yang pertama adalah untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas fisik, kimia dan biologi tanah pada lahan pertanian.

Namun perlu dicatat.

Tidak semua jenis pupuk MAMPU melaksanakan tugas tersebut.

Satu-satunya jenis pupuk yang bisa melakukannya adalah pupuk organik padat seperti; pupuk kandang, kompos, bokashi, kascing, dan seterusnya.

Sedangkan Pupuk organik cair (POC), MOL, Compost Tea dan semisalnya kurang mampu memperbaiki kualitas fisik tanah. Mereka lebih ditugaskan untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas kimia dan biologi tanah saja.

Pupuk Kandang Kambing
Gambar: Contoh pupuk kandang kotoran kambing

Bagaimana dengan pupuk kimia?

Tidak ada satupun produk pupuk kimia yang bisa melakukannya.

Justru sebaliknya, pupuk kimia dapat menurunkan bahkan menghilangkan kualitas tanah secara keseluruhan dan jangka panjang.

Tapi bukan berarti pupuk kimia harus dihindari. Yang benar, pupuk organik dan pupuk kimia harus digunakan secara berimbang untuk saling melengkapi.

Sebab, pupuk kimia sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pemupukan yang kedua sebagai berikut.

#Tujuan 2: Menambah & menjaga ketersediaan unsur hara tanah

Meskipun pupuk organik mengandung unsur hara yang lengkap, tapi sayangnya, nilai konsentrasi (jumlahnya) sangat rendah.

Sehingga, untuk bisa memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman sepanjang tahun diperlukan pupuk organik dalam kuantitas besar, yang mana hal itu sangat tidak efisien.

Oleh karenanya, kita memerlukan pupuk kimia sebagai pengganti pupuk organik dalam menyelesaikan tugas menambah & menjaga ketersediaan unsur hara tanah.

Sebagai perbandingan:

Berdasarkan keterangan dari WorldAgroForestry.org, dalam 1 ton pupuk kandang kotoran sapi mengandung unsur hara Nitrogen (N)= 5 kg, Phospate (P)= 2 kg, dan Kalium (K)= 5 kg.

Sedangkan jika menggunakan pupuk kimia, untuk mendapatkan unsur hara dengan kandungan dan konsentrasi yang sama seperti di atas, kita hanya memerlukan:

  • Pupuk Urea= 11 kg
    (mengandung 5 kg Nitrogen)
  • Pupuk SP36= 13 kg
    (mengandung 2 kg Phospate)
  • Pupuk KCL= 10 kg
    (mengandung 5 kg Kalium)
  • TOTAL BERAT= 34 kg

Bisa anda lihat, cukup mencampurkan 3 macam pupuk kimia di atas yang total beratnya hanya 34 kg, kandungan unsur hara NPK-nya bisa sebanding 1 ton pupuk kandang kotoran sapi.

Penggunaan pupuk kimia akan sangat menghemat waktu, upah tenaga kerja dan biaya pengangkutan pupuk (transportasi).

Namun, meskipun sangat menguntungkan secara ekonomi, penggunaan pupuk kimia yang tidak menerapkan aturai pakai yang benar (sesuai petunjuk pakar), justru dapat mendatangkan kerugian yang jauh lebih besar yakni:

Rusaknya kualitas tanah secara jangka panjang, sehingga hasil panen akan mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Untuk menghindarinya, anda harus melakukan langkah berikut:

  1. Menggunakan pupuk kimia dan pupuk organik secara berimbang, karena pupuk organik mampu menetralisir efek samping pupuk kimia terhadap tanah.
  2. Menggunakan pupuk kimia dengan dosis dan waktu aplikasi sesuai petunjuk pakar.

Masalahnya, ada ratusan produk pupuk yang dijual di pasaran. Saya harus pilih yang mana?

Memilih jenis pupuk yang tepat berdasarkan waktu penggunaannya

Berdasarkan waktu pelaksanaannya, pemupukan dibagi menjadi 2 tahap yaitu:

  1. Pemupukan dasar
  2. Pemupukan susulan

Sementara, pada pemupukan susulan masih terbagi lagi menjadi 3 fase:

  1. Fase vegetatif (pertumbuhan)
  2. Fase generatif (pembuahan)
  3. Fase pembesaran buah

Adanya pembagian tersebut dikarenakan pemupukan pada masing-masing tahap dan fase memerlukan jenis pupuk berbeda.

Artinya, dalam berkebun anggur kita membutuhkan beberapa macam pupuk, tidak hanya 1 atau 2 macam saja.

Pupuk apa sajakah yang harus anda beli?

1. Pemupukan Dasar

Pemupukan ini dilaksanakan pada saat pengolahan tanah, sekitar 1-2 bulan sebelum penanaman anggur ke lahan.

Tujuan utamanya adalah memperbaiki kualitas fisik, kimia dan biologi tanah agar kebun kita layak ditanami pohon anggur.

Perlu dicatat:

“Pemupukan dasar sangat menentukan masa depan pohon anggur anda.”

Salah melakukan pemupukan di tahap ini, apalagi jika tidak melaksanakannya sama sekali, maka resiko buruk yang akan terjadi antara lain:

  • tanaman tumbuh lambat dan kerdil
  • rentan diserang hama & penyakit
  • sulit berbuah
  • pada kondisi yang parah, tanaman akan berangsur mati

Jadi, jangan sepelekan masalah ini!

Pupuk yang digunakan untuk pemupukan dasar adalah:

  1. Pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah difermentasi
  2. Kapur dolomit

Jika anda menggunakan pupuk kandang, maka pupuk kandang tersebut harus difermentasi terlebih dahulu hingga bentuk, warna dan aromanya berubah mirip seperti tanah.

Pupuk kandang yang sudah difermentasi
(Gambar: Contoh pupuk kandang yang telah difermentasi sempurna)

Jika tidak difermentasi sempurna, maka pupuk kandang bisa menjadi masalah panjang di kemudian hari. Sebab, bahan ini mengandung banyak bibit hama dan penyakit serta gas beracun yang berbahaya bagi tanaman.

Sementara, tujuan utama dari fermentasi pupuk kandang adalah memusnahkan semua itu.

Kapur Dolomit
(Gambar: Kapur dolomit)

2. Pemupukan Susulan

Pemupukan ini dilakukan tidak lama setelah bibit anggur ditanam ke lahan, kemudian diberikan rutin setiap beberapa minggu/bulan sekali.

Tujuan utama pemupukan susulan adalah untuk mempertahankan kualitas tanah agar tidak menurun, serta menambah dan menjaga ketersediaan unsur hara tanah agar tanaman tidak kelaparan.

Pemupukan susulan dibagi menjadi 3 fase sebagai berikut:

#Fase 1: Vegetatif (Pertumbuhan)

Pengertian sederhananya yaitu pemupukan yang dilakukan selama pohon anggur sedang tidak berbunga dan berbuah.

Fase vegetatif dimulai sejak tanaman anggur masih kecil atau baru ditanam ke lahan, hingga ia tumbuh dewasa dan siap dibuahkan yang pertama kalinya.

Sedangkan pada pohon dewasa yang telah produktif, fase vegetatif berlangsung selama masa istirahat, yaitu antara waktu pasca panen hingga menjelang pembuahan berikutnya.

Pupuk yang digunakan pada fase vegetatif adalah:

  1. Pupuk kompos/kandang
  2. Kapur dolomit
  3. Pupuk organik Biotogrow Gold
Biotogrow Gold
(Gambar: Biotogrow Gold)

Biotogrow Gold adalah pupuk organik yang kandungannya paling lengkap dari semua produk pupuk organik yang pernah saya temukan.

Di dalamnya mengandung unsur hara makro & mikro, hormon pemacu tumbuh dan bahan organik pembenah tanah.

Yang sangat berkesan bagi saya, ia juga mengandung 14 jenis mikroba menguntungkan yang sangat bermanfaat untuk memperbaiki sekaligus menjaga kesehatan dan kesuburan tanah, menekan serangan hama & penyakit, membantu menyediakan unsur hara bagi tanaman, dan manfaat lainnya.

Hanya dengan 1 produk ini saja, sudah cukup untuk mewakili penggunaan beragam jenis pupuk berbeda.

Sangat hemat!

Kandungan Biotogrow
(Gambar: Informasi kandungan Biotogrow)

#Fase 2: Generatif (Pembuahan)

Yaitu pemupukan yang dilakukan untuk merangsang pohon anggur berbuah.

Jika selama ini anda sering mendengar istilah “Pupuk Pembuahan”, “Pupuk Perangsang Buah”, “Pupuk Buah” atau semisalnya, itu mengartikan bahwa pupuk tersebut dikhususkan untuk pemupukan fase generatif.

Pupuk yang digunakan pada fase ini adalah:

  1. Pupuk kompos/kandang
  2. Kapur dolomit
  3. Pupuk KNO3 Putih
  4. Pupuk MKP
Pupuk MKP
Pupuk KNO3 Putih

#Fase 3: Pembesaran Buah

Adalah pemupukan yang dilakukan selama pohon anggur sedang berbuah, yaitu sejak ukuran buah sudah sebesar ujung jari kelingking orang dewasa hingga menjelang panen.

Fase ini sering juga disebut “Fase pengisian umbi dan buah”.

Pupuk yang digunakan adalah:

  1. Pupuk NPK 16-16-16
  2. Pupuk KNO3 Putih
  3. Biotogrow Gold
Pupuk NPK Mutiara
(Gambar: Pupuk NPK 16-16-16 merek Mutiara)
NPK Pak Tani
(Gambar: Pupuk NPK 16-16-16 merek Pak Tani)

Petunjuk penggunaan pupuk (waktu, dosis dan cara aplikasi)

Sampai di sini anda sudah mengetahui pupuk apa saja yang digunakan khusus untuk tanaman anggur.

Sekarang saatnya membahas aturan pakai.

Sayangnya, saya tidak akan jabarkan di sini, karena telah saya ulas secara lengkap pada artikel lain sebagai berikut.

Petunjuk pemupukan dasar:

Petunjuk pemupukan susulan:

Kesimpulan

Ketika anda memutuskan untuk menanam anggur, maka anda harus siap melaksanakan tugas pemupukan.

Maka jika sejak awal anda sudah merasa keberatan, sebaiknya urungkan niat anda menanam anggur. Karena anda hanya akan buang-buang waktu, tenaga dan uang.

Sebab, pohon anggur yang tidak dipupuk dengan baik, pertumbuhannya akan lambat, kerdil, mudah terserang hama & penyakit, sulit berbuah, dan pada kondisi tertentu akan berujung mati.

Apakah anda memiliki rekomendasi pupuk lain yang terbukti efektif untuk tanaman anggur?

Jika ada, yuk, di-share melalui kolom komentar di bawah! 😀

Subscribe
Notify of
guest
22 Comments
Inline Feedbacks
View all comments