Panduan Berkebun Anggur ORGANIK di Pekarangan Rumah

Panduan Menanam & Merawat Pohon Anggur Hingga Berbuah Lebat

Telah diperbarui Juli 2020.

Ingin menanam anggur di pekarangan rumah?

Ingat!

Kesehatan keluarga dan tetangga anda jauh lebih penting dan mahal dari tanaman anggur.

Maka, berkebun anggur secara organik bukanlah sebuah pilihan, tetapi keharusan.

Kecuali lokasi tanam jauh dari rumah anda dan pemukiman warga, silahkan berkebun anggur secara konvensional (kimia).

Di hadapan anda sekarang adalah sebuah pedoman super lengkap yang akan membimbing anda cara budidaya anggur organik dari A sampai Z.

Pedoman ini menggunakan metode tanam yang bisa anda terapkan pada pekarangan LUAS maupun SEMPIT.

Bahkan…

Masih sangat relevan untuk taman rumah yang luasnya hanya 2 x 3 meter, asalkan lokasi tersebut mendapatkan sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari.

Sebelum masuk ke materi, terlebih dahulu saya ingin menyampaikan latar belakang dan sudut pandang saya dalam menyusun panduan ini.

Tujuannya agar anda memiliki sudut pandang yang sama dengan saya, sehingga tidak kesulitan saat memahami materi yang disampaikan.

1. Setandan Anggur

Anggur Organik

Budidaya anggur organik mungkin masih jarang bahkan nyaris tidak pernah dibahas oleh penghobi anggur di Indonesia.

Oleh karena itu, saya berupaya mengumpulkan sebanyak mungkin literatur ilmiah untuk menemukan teknologi budidaya anggur secara organik, yakni tanpa pupuk dan pestisida sintetis (kimia) sama sekali.

Alhamdulillah, atas kemudahan dari Allah Ta’ala, akhirnya panduan yang sangat lengkap ini selesai ditulis.

Perlu dicatat bahwa saya bukanlah seorang ahli, saya hanya penghobi biasa. Segala informasi yang saya tulis di sini adalah rangkuman dari banyak referensi yang telah saya kumpulkan dan pelajari.

Maka sangat mungkin akan ada kekurangan di sana-sini. Saya dan anda masih sama-sama belajar. Dan saya ingin berbagi apa yang telah saya pelajari, siapa tahu bermanfaat untuk anda.

2. Mengapa Organik?

Jujur saja, saya sangat frustasi menghadapi serangan hama & penyakit pada pohon anggur yang datang silih-berganti. Lebih-lebih pada musim hujan, serangan bisa meningkat 2-3 kali lipat.

Bukan serangan hama & penyakitnya yang membuat frustasi, tetapi penggunaan pestisida kimia adalah masalah besarnya.

Coba anda bayangkan, pekarangan rumah anda dipenuhi zat kimia beracun yang berserakan di tanah dan udara. Belum lagi dengan hasil buah anggur yang mengandung banyak residu kimia.

Residu pestisida yang ada di tanah tentu akan terbawa air mengalir ke sumur-sumur di sekitarnya. Sementara udara yang tercemar pestisida akan bergerak ke segala arah, termasuk ke dalam rumah anda dan tetangga terdekat.

Tidak ketinggalan, buah anggur yang dipenuhi racun akan masuk ke dalam tubuh yang pemakannya.

Sepanjang hidup pohon anggur, sepanjang itulah anda akan terus menyemprot pestisida kimia, dan sepanjang itulah anda akan meracuni sumur dan udara di lingkungan tempat tinggal anda.

Akhirnya, sadar atau tidak, anda telah meracuni keluarga, tetangga dan diri anda sendiri.

Seandainya hal tersebut Allah Ta’ala hitung sebagai kesalahan karena termasuk bentuk kedzoliman terhadap orang lain, maka sungguh berat pertanggung-jawabannya di akhirat kelak.

Atas dasar itulah saya mencoba mencari solusi pengganti pestisida kimia. Pestisida yang aman dan ramah lingkungan.

Anggur Sebagai Pagar Hidup

Singkat cerita, saya temukan pestisida organik yang cocok untuk tanaman anggur. Tapi sayang, setelah saya pelajari lebih dalam, ternyata tidak sesederhana yang saya pikirkan.

Pestisida organik akan sangat tidak efektif apabila manajemen budidayanya salah.

Dalam artian, pengendalian hama & penyakit harus didukung dengan pengelolaan tanah dan perawatan tanaman yang tepat dan terpadu.

Tanpa itu, sangat sulit untuk bisa membebaskan diri dari pestisida kimia.

Sebagai contoh, 90% hama & penyakit tanaman secara umum sumbernya ada di tanah lahan itu sendiri, sedangkan 10% sisanya datang dari luar lahan, sebagaimana penjelasan DR. Maman Nurzaman, Founder Komunitas Petani Peternak Mandiri (KP2M) saat mengisi Pelatihan Pertanian Organik di Kalimantan Timur.

Maka dari itu, diperlukan pengolahan tanah yang tepat untuk memusnahkan 90% bibit hama-penyakit yang berada di lahan tanam kita.

Jadi percuma saja menyemprot pestisida, baik pestisida kimia maupun organik, apabila tanahnya tidak diolah dengan benar.

Ibarat genteng bocor. Mestinya genteng yang retak dibenerin, bukan lantainya aja yang di-pel. Kita pel berulangkali pun bakalan basah lagi, karena sumber bocornya nggak diatasi.

Kesimpulannya, mau tidak mau, kita harus menerapkan teknologi pertanian organik secara utuh untuk bisa sepenuhnya meninggalkan pestisida kimia.

Jadi, tidak boleh setengah-setengah!

3. Kebun Anggur Organik Di Dunia

Supaya anda lebih yakin bahwa berkebun anggur secara organik cukup realistis, maka saya bawakan sebuah data statistik Organic Viticulture Worldwide 2015 dari Research Institute of Organic Agriculture (FiBL) berikut:

Luas Perkebunan Anggur Organik Di Dunia

Bisa anda lihat, per tahun 2015 saja sudah ada 332.905 hektar perkebunan anggur organik yang terdaftar di seluruh dunia.

Dan ini adalah 10 negara yang memiliki luas lahan anggur organik terbesar:

10 Negara Dengan Luas Kebun Anggur Organik Terbesar

Itu belum termasuk perkebunan anggur organik yang dibangun pada tahun 2016 hingga sekarang.

Apa artinya bagi kita?

Apabila metode budidaya anggur secara organik bisa diadopsi oleh perkebunan komersial skala besar, maka penerapan di pekarangan rumah baik skala hobi maupun komersial tentu jauh lebih realistis lagi.

Sampai di sini saya harap anda sudah paham latar belakang dan sudut pandang saya.

Sekarang kita masuk ke materi utama.

Saya yakin anda sudah menunggu bagian ini dari tadi. Hehe…

Okelah… Yuk, kita mulai!

4. Syarat Tumbuh Anggur

Rambatan Anggur Model Kipas

Banyak penghobi pemula terburu-buru menanam anggur, padahal mereka belum memahami kondisi lingkungan hidup seperti apa yang diinginkan tanaman ini.

Alhasil, banyak kasus pohon anggur tumbuh lambat dan sulit berbuah. Bahkan tidak sedikit yang mati beberapa minggu atau bulan pasca tanam.

Saya harap anda tidak melakukan kesalahan yang sama.

Jadi, sebelum melangkah lebih jauh, mari pahami 3 faktor kunci penentu keberhasilan berkebun anggur berikut:

4.1. Suhu Udara

National Horticulture Board India mengatakan bahwa tanaman anggur menginginkan suhu udara antara 10°C – 35°C untuk dapat tumbuh dan berbuah dengan baik.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Tom Powers dalam bukunya The Organic Backyard Vineyard, bahwa pada suhu di atas 35°C, proses fotosintesis tanaman anggur akan berhenti. Sedangkan pada suhu di bawah 10°C fotosintesis akan terhambat.

Bagaimana dengan suhu udara di Indonesia?

Dilansir dari Tirto.ID, disebutkan bahwa suhu udara tahunan di seluruh wilayah Indonesia berada pada kisaran 26°C – 36°C.

Bagi anda yang tinggal di Jakarta dan Surabaya pasti merasakan betapa panasnya udara di kedua kota ini. Namun seberapa panaskah itu, apakah mencapai 36°C?

Jawabannya tidak.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa suhu udara tahunan DKI Jakarta adalah antara 25°C – 33°C dan Surabaya 24°C – 34°C.

Artinya, pohon anggur cocok ditanam di Jakarta dan Surabaya.

Bagi anda yang tinggal di daerah lain, silahkan mencari informasi suhu udara di daerah anda melalui Google dengan menggunakan kata kunci: “suhu udara rata-rata jakarta”.

Ganti “jakarta” dengan nama provinsi atau kota anda.

Setelah yakin suhu udara di tempat anda cocok untuk tanaman anggur, berikutnya area tanam yang anda gunakan harus mendapatkan sinar matahari penuh.

4.2. Cahaya Matahari

Dikutip dari laman University of California, tanaman anggur membutuhkan paparan sinar matahari selama 7-8 jam sehari.

Kekurangan sinar matahari akan menyebabkan hasil buah rendah dengan kualitas buruk, pohon mudah terserang penyakit jamur dan busuk buah.

Bagaimana jika tidak memungkinkan, karena cahaya matahari tertutup bangunan atau pohon besar?

Setidaknya pohon anggur anda harus mendapatkan sinar matahari minimal 6 jam perhari. Karena pengalaman saya dan kawan-kawan, 6 jam masih bisa ditoleransi oleh tanaman anggur.

Faktor terakhir yang tidak kalah penting adalah tanah.

4.3. Kondisi Tanah

Tom Powers menjelaskan bahwa tanah geluh (bahasa Inggris: loam) adalah tipe tanah paling ideal untuk tanaman anggur, karena di dalamnya mengandung air, udara, mineral dan nutrisi dengan komposisi terbaik dibandingkan tipe tanah lainnya.

Selain itu, tanah geluh juga mengandung banyak bahan organik yang mendukung keanekaragaman hayati untuk menjaga kesehatan tanah.

Apa itu tanah geluh?

Mengutip dari Wikipedia, tanah geluh merupakan tanah dengan komposisi pasir, debu, dan lempung dalam jumlah yang relatif seimbang (sekitar 40-40-20).

Bagaimana jika tanah di kebun saya bukan tanah geluh?

Jangan khawatir!

Kabar baiknya, pohon anggur sangat mampu beradaptasi dengan jenis tanah apapun, mulai dari tanah berpasir hingga tanah liat berat, sebagaimana penjelasan Lon J. Rombough dalam bukunya The Grape Grower, A Guide to Organic Viticultur.

Sumber lain seperti Department of Agriculture, Forestry and Fisheries Republic of South Africa juga menyebutkan bahwa kuncinya adalah tanah harus memiliki sifat gembur, remah, subur, dan berdrainase (berporousitas) baik.

Dikuatkan juga oleh University of California, dikutip dari laman yang sama seperti sebelumnya; pohon anggur dapat tumbuh dan berbuah di berbagai jenis tanah, asalkan tanah tersebut memiliki drainase yang baik.

Bagaimana cara mengukur level drainase tanah?

Tom Powers memberikan cara sederhana dalam masalah ini. Silahkan membuat lubang sedalam kira-kira 1 meter di kebun anda. Kemudian isi lubang tersebut dengan air hingga penuh.

Apabila 24 jam kemudian air mengering, maka tanah tersebut memiliki level drainase yang sangat baik.

Untuk menguji tanah pekarangan, anda tidak perlu menggali sedalam itu. Bagi saya, 40-50 cm saja sudah cukup.

Jika ternyata air tidak mengering dalam 24 jam, itu artinya tanah kebun anda memiliki masalah drainase.

Hal tersebut bisa diatasi dengan menambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang dan menghindari penggunaan pupuk sintetis. Karena pupuk sintetis dapat meningkatkan kepadatan tanah, sehingga memperparah level drainase menjadi semakin buruk.

Selain berdrainase baik, tanah juga harus subur dan kaya nutrisi.

Tom Powers juga memiliki trik cepat untuk mengetahui kesuburan tanah suatu lahan. Caranya adalah dengan melihat apakah ada beragam jenis tumbuhan (terutama aneka jenis rumput dan semak-semak) yang tumbuh subur pada lahan yang dimaksud.

Jika iya, maka bisa dipastikan tanah di lahan tersebut memiliki kesuburan yang baik.

Saya pertegas kembali bahwa tolok ukurnya adalah terdapat beragam jenis tumbuhan, bukan hanya didominasi oleh beberapa jenis tumbuhan saja.

Kunci terakhir yang masih berkaitan dengan kondisi tanah adalah masalah pH tanah.

Diane Brown melalui laman Michigan State University Extension mengatakan bahwa tanaman anggur akan tumbuh optimal pada tanah dengan pH antara 5,5 – 6,5.

Jadi, silahkan melakukan pengecekan pH tanah di kebun anda sejak sekarang. Anda bisa menggunakan alat pH Meter yang banyak dijual di pasaran.

Setiap penghobi sangat disarankan memiliki alat ini, karena pH tanah akan terus berubah seiring waktu, sehingga diperlukan pengecekan secara berkala.

Contoh alat pH meter:

Mengukur pH tanah
pH meter tanah
Alat ukur pH tanah
Alat pH meter tanah

5. Perencanaan

Setelah anda yakin bahwa tempat tinggal anda memenuhi 3 syarat tumbuh di atas, maka sekarang saatnya membuat rencana tanam.

Ada 2 hal yang harus dipikirkan sejak awal sebelum anda melangkahkan kaki ke kebun, yaitu memilih varietas anggur dan menentukan sistem rambatan pohon.

5.1. Varietas Anggur

Sampai artikel ini ditulis, ada lebih dari 50 varietas anggur yang tersebar di pasar bibit tanaman buah Indonesia, khususnya di pasar berbasis online seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, grup jual-beli facebook, dan di toko online bibit anggur milik Daunku.com sendiri.

Varietas apa yang terbaik?

Jawabannya tentu sangat relatif.

Namun sangat disarankan memilih varietas yang toleran terhadap serangan penyakit. Karena serangan penyakit merupakan masalah serius dalam berkebun anggur.

Sejatinya, tidak ada varietas anggur apapun yang kebal dari penyakit.

Sebagai konsekuensinya, kita perlu memilih varietas yang sekalipun diserang penyakit, namun ia mampu bertahan/kuat dan mudah diobati.

Di dalam buku Living on an Acre: A Practical Guide to the Self-Reliant Life (2nd Edition) yang disusun oleh U.S. Department of Agriculture menyebutkan bahwa ada 3 kelompok besar varietas anggur yang tersebar di seluruh dunia:

  1. American Grapes
  2. European Grapes
  3. Hybrid Grapes (persilangan American dengan European Grapes)

Pilihlah varietas anggur yang masuk dalam kelompok Hybrid Grapes!

Hindari mengoleksi varietas yang masuk kelompok European Grapes, karena semua varietas yang ada di kelompok ini sangat lemah terhadap penyakit.

Hindari juga varietas American Grapes, karena sebagian besar anggur kelompok ini rasa buahnya kurang enak untuk dimakan langsung, biasanya diolah jadi bahan selai, jus, sirup, jelly, wine, dsb.

Penjelasan lengkap silahkan baca di sini!

Di samping memperhatikan masalah di atas, anda juga perlu memilih bibit anggur yang berasal dari hasil sambung (grafting) dengan varietas anggur lokal.

Jenis anggur lokal yang biasa disambungkan ke anggur import adalah Isabella dan Red Master.

Hindari membeli bibit anggur varietas import hasil cangkok dan stek!

Karena sampai saat ini, belum ada varietas anggur import yang terbukti adaptif dan tahan banting di iklim Indonesia mengalahkan anggur lokal.

Tujuan penyambungan anggur import dengan anggur lokal adalah untuk menjadikan anggur import tumbuh adaptif dan tahan terhadap jenis tanah dan iklim tropis di negara kita.

5.2. Sistem Rambatan

Anggur adalah jenis tanaman merambat. Maka, menyediakan media rambat adalah keharusan.

Ada banyak sekali sistem rambatan yang tersedia, mulai dari yang sederhana hingga yang membutuhkan biaya besar. Namun disini, saya hanya akan share satu jenis sistem rambatan yang paling mudah, namun umum digunakan di perkebunan anggur di seluruh dunia.

Sistem rambatan yang saya share adalah Vertical Shoot Position Trellis System atau disingkat VSP Trellis System.

Oya, sistem rambatan satu ini memiliki beberapa variasi seperti Single Cordon dan Double Cordon. Sedangkan yang akan saya share adalah model Single Cordon. Topik ini tidak perlu dibahas dulu, supaya anda tidak pusing. Hehe…

Contoh penerapannya:

Kebun anggur dengan rambatan VSP Trellis System
Rambatan anggur VSP Trellis System
Budidaya Anggur
Barisan Pohon Anggur
Pekerja di Perkebunan Anggur
Pemangkasan Pohon Anggur

Mengapa saya memilih sistem ini?

Tom Powers mengatakan bahwa VSP Trellis System sangat direkomendasikan untuk budidaya anggur di wilayah dengan suhu dan kelembaban udara yang tinggi seperti Indonesia.

Sistem rambatan ini memungkinkan sebagian besar daun mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup dan mendukung sirkulasi udara yang optimal di area daun dan percabangan.

Kedua hal tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan pohon anggur dan menekan serangan hama & penyakit.

Keunggulan lain dari VSP Trellis System adalah bentuknya yang ramping dan minimalis, sehingga mudah diterapkan pada pekarangan kecil sekalipun.

Sampai di sini anda telah memiliki 2 rencana besar diatas. Sekarang saatnya keluar menuju kebun anda.

6. Penanaman

Waktu terbaik menanam anggur ke lahan adalah pada awal musim kemarau. Hindari menanam di musim hujan, karena resiko tanaman rusak dan mati sangat tinggi.

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah jumlah pohon, jarak dan arah tanam.

6.1. Jarak & Arah Tanam

Bagi anda yang hanya menanam 1 pohon anggur, anda bisa abaikan masalah jarak tanam. Namun jika ingin menanam 2 pohon atau lebih, maka jarak tanam antar pohon harus diatur dengan baik.

Jangan sampai jarak pohon terlalu dekat, sehingga pohon satu dengan yang lain saling menghalangi paparan sinar matahari dan menghambat sirkulasi udara di sekitar tanaman.

Dalam VSP Trellis System, untuk menghasilkan buah anggur dengan kualitas baik bisa menggunakan aturan berikut:

  • Jarak antar pohon= 1,5 – 2 meter
  • Jarak antar baris= 2 – 2,5 meter
Jarak Tanam Pohon Anggur VSP Trellis System

Selain jarak tanam, anda juga perlu mengatur arah baris tanaman agar paparan sinar matahari dapat mengenai hampir semua daun secara maksimal. Sehingga tidak ada bagian sisi tanaman tertentu yang ternaung (terhalang dari sinar matahari).

Arah baris tanaman yang paling direkomendasikan adalah sejajar dengan pergerakan sinar matahari yaitu dari Timur ke Barat.

Arah Tanam Pohon Anggur VSP Trellis System

Bagi anda yang menanam hanya 1 pohon anggur bisa gunakan aturan di atas apabila memungkinkan. Namun jika tidak bisa, karena keterbatasan lahan, maka posisi pohon anggur disesuaikan saja dengan kondisi lahan.

Setelah anda berhasil menetapkan jarak dan arah pohon anggur, sekarang anda bisa menghitung kebutuhan pohon anggur sesuai lahan yang tersedia.

Contoh:

Jika anda memilih jarak tanam antar pohon dan baris masing-masing 2 meter atau kita sebut 2 x 2 meter, yang berarti luasnya 4 m².

Sedangkan ukuran lahan yang ingin ditanami adalah 4 x 6 meter (luas= 24 m²), maka jumlah pohon yang anda butuhkan adalah:

24 m² : 4 m²= 6 pohon

Setelah anda tahu jumlah pohon yang diperlukan, mari kita lanjut ke langkah berikutnya!

6.2. Pengolahan Tanah

Bagaimanapun, anda harus mengolah tanah kebun atau pekarangan anda sebelum ditanami pohon anggur.

Kecuali…

Jika tanah kebun anda sangat terjamin kesuburan dan kegemburannya.

Namun saya rasa, itu sangat langka sekali.

Karena hampir semua lahan pemukiman, khususnya di kawasan kota, memiliki tanah yang keras, padat dan kurang subur, bahkan banyak yang terlampau gersang dan tidak subur sama sekali.

Namun jangan khawatir!

Mengolah tanah sangatlah mudah dengan 5 langkah berikut:

  1. Membuat lubang
  2. Sterilisasi tanah
  3. Menambahkan bahan organik
  4. Menambahkan biodekomposer & biopestisida
  5. Memperbaiki pH tanah (jika diperlukan)

Mari saya jelaskan satu per satu.

Langkah 1: Membuat Lubang

Buat lubang dengan ukuran minimal 50x50x50 cm. Jika tanah anda terlampau keras, disarankan ukurannya lebih besar yaitu lebar 100×100 cm dengan kedalaman 50 cm.

Intinya, makin lebar semakin bagus.

Lubang tanam pohon buah

Langkah 2: Sterilisasi Tanah

Tanah yang sehat dan subur adalah tanah yang didominasi oleh mikroorganisme menguntungkan dan minim mikroorganisme merugikan.

Masalahnya, tidak ada yang pernah tahu mikroorganisme mana yang mendominasi di tanah lahan kita, kecuali anda melakukan uji laboratorium.

Oleh karena itu, anda perlu melakukan sterilisasi tanah untuk membunuh seluruh mikroorganisme apapun yang ada, baik yang menguntungkan maupun merugikan.

Setelah disterilkan, kita akan memasukkan mikroorganisme baru yang disebut dengan istilah Biodekomposer dan Biopestisida. Kedua hal ini akan dibahas pada langkah berikutnya.

Dengan perlakuan di atas, diharapkan tanah kita akan didominasi oleh mikroorganisme menguntungkan, sehingga pohon anggur dapat tumbuh subur, memiliki imunitas yang tinggi (tahan hama, penyakit dan cuaca ekstrim) dan menghasilkan buah dengan kualitas dan kuantitas terbaik.

Cara sterilisasi tanah yang paling mudah dan murah adalah menggunakan air mendidih atau pembakaran sampah kering di atas tanah yang akan disterilkan.

Prinsipnya adalah meningkatkan suhu tanah antara 70-95°C.

Pada suhu tersebut, hampir semua bakteri, jamur, serangga, nematoda dan biji gulma akan mati.

Metode ini dikembangkan pertama kali di Jepang oleh Kanagawa Horticultural Experiment Station and the National Agricultural Research Center pada akhir tahun 1970.

Berikut ini cara melakukannya:

a) Cara pertama: menggunakan air mendidih

Tanah hasil galian disebar merata setebal 3-5 cm. Makin tipis, semakin bagus. Kemudian siram dengan air mendidih hingga seluruh tanah basah.

Siramkan juga ke seluruh permukaan dinding dan dasar lubang hingga basah. Makin banyak air mendidih yang disiramkan, semakin maksimal hasilnya.

b) Cara kedua: pembakaran sampah kering

Tanah hasil galian disebar merata setebal 3-5 cm. Makin tipis, semakin bagus. Letakkan sampah kering (daun, ranting, kayu, kertas, kardus, dst) merata di atas tanah. Makin banyak/tebal sampah, semakin efektif hasilnya. Kemudian bakar sehingga tanah terpanggang api.

Lakukan hal yang sama pada lubang, dengan cara memasukkan sampah kering hingga penuh, lalu bakar.

Setelah api padam dan tanah kembali dingin, buang semua bahan sisa pembakaran, kecuali arang dan abu. Keduanya dibiarkan saja karena bagus untuk kesuburan tanah.

Sampai di sini proses sterilisasi telah selesai.

Mudah, kan!? Hehe…

Langkah 3: Menambahkan Bahan Organik

Setelah sterilisasi selesai, kita perlu menambahkan bahan organik berupa pupuk kandang atau kompos. Tujuannya untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Caranya:

Campurkan tanah hasil galian dengan pupuk kandang kambing / sapi / kuda / ayam sebanyak 1 karung beras 25 kg hingga tercampur rata.

Pupuk kandang yang digunakan harus sudah dikomposkan (istilah lain; didekomposisi; difermentasi) terlebih dahulu.

Cara pengomposan pupuk kandang sangatlah mudah. Pupuk kandang disebar setebal 5 cm, lalu taburkan kapur pertanian/dolomit sebanyak 3-5 genggam per karung pupuk kandang secara merata.

Kemudian basahi pupuk kandang dengan larutan M-21 Decomposer (dosis mengikuti petunjuk di kemasan) hingga kelembaban 30-40%.

Ciri-cirinya: ambil segenggam pupuk kandang yang telah dibasahi, lalu kepal dengan tangan hingga pupuk kandang menggumpal. Kelembaban 30-40% adalah ketika pupuk kandang tidak mengeluarkan air saat dikepal dan gumpalan pupuk tidak pecah saat kepalan tangan dibuka.

Setelah dibasahi M-21 Decomposer, masukkan pupuk kandang dalam wadah tertutup supaya tidak ada udara dan cahaya yang masuk. Bisa gunakan terpal, plastik gelap, gentong atau semisalnya.

Kemudian Simpan selama 7 hari.

Selesai!

M-12 Decomposer
(Gambar: M-21 Decomposer)

Kalo tidak mau ribet melakukan pengomposan di atas, lebih baik beli pupuk kompos siap pakai saja di penjual tanaman hias. Di daerah saya harganya Rp7.000,- /bungkus 5 kg. Belilah sebanyak 25 kg.

Pupuk kompos adalah campuran beragai jenis bahan organik seperti pupuk kandang, dedaunan, sampah dapur, arang sekam dan sebagainya yang telah dikomposkan saat proses produksi.

Jadi, pupuk kompos sudah siap pakai ke tanaman.

Pupuk Kompos
(Gambar: Contoh pupuk kompos siap pakai)

Langkah 4: Menambahkan Biodekomposer dan Biopestisida

Supaya tidak bingung, mari saya jelaskan definisi kedua istilah di atas dengan definisi yang paling sederhana:

Biodekomposer adalah sekumpulan mikroba menguntungkan yang berperan dalam penguraian bahan organik seperti pupuk kandang, sisa-sisa tumbuhan dan sebagainya, sehingga menjadi unsur hara yang dapat diserap tanaman.

Biopestisida adalah sekumpulan mikroba menguntungkan yang mampu mengendalikan (mencegah & mengobati) serangan hama-penyakit tanaman.

Biopestisida terbagi lagi dalam beberapa jenis, namun yang kita butuhkan di sini adalah jenis Biofungisida (pengendali jamur) dan Bioinsektisida (pengendali serangga).

Mengapa harus menambahkan kedua hal di atas?

Tujuannya untuk mengisi tanah yang telah kita sterilkan dengan mikroba-mikroba menguntungkan. Sehingga mikroba-mikroba merugikan tidak bisa mendominasi, bahkan tersingkirkan (dibunuh) oleh mikroba menguntungkan.

Ada banyak sekali produk biodekomposer, biofungisida dan bioinsektisida yang tersedia di pasaran. Silahkan pilih sesuai selera, namun dengan catatan:

  1. Pilihlah Biodekomposer yang mengandung banyak aneka jenis mikroba dengan populasi rata-rata minimal 10^8 cfu/gr (dalam bentuk padat) atau cfu/ml (dalam bentuk cair). Makin tinggi, semakin bagus, misalnya 10^10 cfu/gr atau 10^12 cfu/gr.
  2. Pilihlah Biofungisida yang mengandung Trichoderma dan Gliocladium dengan populasi masing-masing minimal 10^12 cfu/gr atau cfu/ml.
  3. Pilihlah Bioinsektisida yang mengandung Metarhizium dengan populasi minimal 10^8 cfu/gr.

Parameter populasi mikroba di atas sangat penting. Karena rata-rata populasi mikroba merugikan di alam berada pada kisaran 10^5 sampai 10^8 cfu/gr.

Apabila populasi mikroba menguntungkan yang kita masukkan ke tanah lebih rendah, maka kemungkinan besar akan kalah/dibunuh oleh mikroba merugikan yang populasinya lebih besar. Hukum alam berlaku di sini.

Saya pribadi menggunakan 3 produk ini:

  • M-21 Decomposer (biodekomposer)
  • Anfush (biofungisida)
  • Mosa Meta (bioinsektisida)
Mosa Meta
(Gambar: Bioinsektisida Mosa Meta)
Anfush
(Gambar: Biofungisida Anfush)

Sekarang kita bahas cara penggunaannya.

Silahkan mengikuti urutan dan waktu aplikasi di bawah ini secara tertib. Apabila anda menggunakan merek lain, maka dosis harus disesuaikan dengan petunjuk yang ada di kemasan produk.

Aplikasi Biodekomposer:

Setelah tanah dicampur pupuk kandang/kompos, masih di hari yang sama, larutkan 1 tutup M-21 Decomposer ke dalam 5 liter air, lalu kocorkan ke tanah sambil diaduk hingga seluruh tanah basah namun tidak sampai becek. Kocorkan juga ke permukaan dinding dan dasar lubang hingga basah.

Selanjutnya masukkan tanah ke dalam lubang hingga penuh. Lalu tutupi tanah dengan plastik gelap atau terpal agar tidak ada cahaya dan udara yang masuk, kemudian diamkan selama 3 hari kedepan.

Aplikasi Biofungisida:

Setelah 3 hari, larutkan 10 gram Anfus dalam 2 liter air, lalu kocorkan merata ke tanah. Tutupi dan diamkan kembali selama 3 hari kedepan.

Aplikasi Bioinsektisida:

3 hari kemudian, larutkan 2 gram Mosa Meta dalam 2 liter air, lalu kocorkan merata ke tanah. Tutupi dan diamkan selama 2-4 minggu kedepan. Makin lama, semakin bagus.

Selama 2-4 minggu tersebut tanah tidak perlu disiram dan belum boleh ditanami, karena seluruh mikroba sedang membangun ekosistem mereka di dalam tanah.

Sampai di sini proses pengolahan tanah telah selesai.

Namun ada tambahan satu langkah lagi apabila pH tanah anda bermasalah.

Langkah 5: Memperbaiki pH Tanah

Langkah ini dilakukan apabila pH tanah anda kurang dari 5,5. Jadi, silahkan lewatkan langkah ini apabila pH tanah anda di atas itu.

a) Mengatasi pH rendah (di bawah 5,5)

Taburkan 1 kg kapur pertanian/dolomit merata di atas tanah.

Penaburannya dilakukan pada hari yang sama saat aplikasi Bioinsektisida. Namun urutannya; tabur kapur pertanian/dolomit dulu, baru disusul dengan Mosa Meta.

Kapur Dolomit 2 Kg
(Gambar: Contoh produk kapur dolomit dari Toko Trubus)

Kapur pertanian/dolomit berguna untuk menaikkan pH tanah. Namun prosesnya tidak instan. Reaksinya paling cepat 1 bulan setelah aplikasi.

b) Mengatasi pH tinggi (di atas 6,5)

Untuk kasus ini, biasanya tanah yang telah dicampur dengan bahan organik, pH tanah akan turun berangsur-angsur dengan sendirinya.

Semakin banyak bahan organik yang kita berikan, maka semakin cepat pH tanah menurun.

Jadi, tidak ada yang perlu anda lakukan dalam kasus ini.

Cek kembali pH tanah anda 1 bulan kedepan. Apabila masih tinggi, solusinya anda bisa menambahkan bahan organik lagi sebanyak 5-10 kg dengan cara dibenamkan di dalam tanah.

Sebelum ditutupi tanah, bahan organik tersebut dikocor dengan M-21 Decomposer secukupnya. Setelah itu, tutupi tanah dengan plastik gelap atau terpal dan diamkan kembali selama 2 minggu kedepan.

InsyaAllah, pH tanah akan menurun.

6.3. Penanaman Bibit Anggur

Setelah 2-4 minggu kemudian, lakukan penanaman bibit anggur dan siram dengan air secukupnya. Saya yakin anda paham teknisnya, jadi tidak perlu saya jelaskan lagi, hehe…

Setelah selesai ditanam, berikan 1 bilah bambu, kayu atau semisalnya sebagai rambatan sementara supaya posisi tanaman berdiri tegak lurus.

Selamat! Anda telah berhasil menanam anggur.

Apa selanjutnya?

Langkah berikutnya adalah melakukan perawatan supaya pohon tumbuh sehat dan cepat besar. Inilah yang harus anda lakukan:

6.4. Pengairan & Pemupukan

Lakukan penyiraman setiap 1 x sehari atau beberapa hari sekali (tergantung cuaca).

Prinsipnya, tanah tidak boleh kekeringan.

Bicara pemupukan, karena metode yang kita terapkan adalah pertanian organik, maka kita tidak menggunakan pupuk kimia sedikit pun.

Mengapa?

Ketika ekosistem mikroba di dalam tanah sudah ideal, maka kebutuhan nutrisi pohon anggur akan tersedia dengan sendirinya.

Tugas kita adalah menambahkan bahan organik secara teratur untuk menghidupi ekosistem mikroba tersebut.

Di samping itu, kita juga perlu memasukkan biofertilizer, biodekomposer dan biopestisida secara teratur untuk menjaga ekosistem mikroba menguntungkan tetap dominan di dalam tanah. Jangan sampai mikroba merugikan mengambil alih ekosistem mereka.

Eits, apa itu biofertilizer?

Definisi singkatnya adalah pupuk yang mengandung sekumpulan mikroba bermanfaat yang berperan menyediakan unsur hara bagi tanaman.

Biofertilizer yang saya gunakan di sini adalah Biotogrow, masih satu merek dengan M-21 Decomposer.

Biotogrow
(Gambar: Biofertilizer Biotogrow)

Jadwal pemupukan terbagi menjadi 2, yaitu pemupukan 3 bulan sekali dan pemupukan 1 minggu sekali.

a) Pemupukan 3 Bulan Sekali

  1. Pupuk kandang (10 kg)
  2. M-21 Decomposer (1 tutup/5 liter air)
  3. Anfush (10 gr/2 liter air)
  4. Mosa Meta (2 gram/2 liter air)

Keterangan:

  • Pupuk kandang harus dikomposkan terlebih dahulu, atau bisa diganti kompos siap pakai.
  • Keempat bahan tersebut diberikan bersamaan.

Cara aplikasi:

  • Pupuk kandang dibenamkan dalam tanah mengelilingi pohon sejauh 40-50 cm. Sebelum ditutup tanah, kocor pupuk kandang dengan M-21 Decomposer hingga merata.
  • Anfush dan Mosa Meta dikocor di area perakaran dekat batang pohon pada lokasi terpisah. Misalnya Anfush di sebelah kanan pohon dan Mosa Meta di sebelah kiri. Intinya kedua bahan tidak boleh saling bertemu, agar mikrobanya tidak saling berbenturan.

b) Pemupukan 1 Minggu Sekali

  1. Biotogrow (4 ml/1 liter air)

Cara aplikasi:

  • Kocorkan pada sekeliling perakaran pohon dekat batang.
  • Apabila jadwal pemupukan Biotogrow bertemu dengan jadwal aplikasi Anfush dan Mosa Meta, maka aplikasi Biotogrow dikocor pada lokasi terpisah, supaya mikroba dari ketiga bahan tidak saling berbenturan.

Mungkin muncul pertanyaan dalam benak anda:

“Apa mungkin pohon anggur bisa tumbuh optimal tanpa pupuk sintetis sama sekali?”

Jawabannya sangat bisa.

Bernadine C. Strik, salah seorang profesor dari Department of Horticulture di Oregon State University menjelaskan dalam publikasinya berjudul “Growing Table Grapes bahwa pemupukan pohon anggur mesti dilakukan secara hemat. Sebab, lebih banyak masalah yang terjadi ketika kelebihan pupuk daripada kekurangan pupuk.

Beliau menyebutkan bahwa kebutuhan unsur hara nitrogen tanaman anggur selama fase pembesaran (sejak awal tanah hingga siap dibuahkan) adalah 43 – 72 gram.

Sekarang mari kita hitung jumlah nitrogen yang terkandung dalam bahan organik yang kita tambahkan ke dalam tanah selama fase pembesaran pohon anggur, dengan asumsi pohon akan dibuahkan pada usia 8-10 bulan setelah tanam:

  • Saat pengolahan tanah= 25 kg
  • Pemupukan bulan ke-3 dan ke-6= 10 kg x 2 kali aplikasi= 20 kg
  • Jumlah= 45 kg

Sementara kandungan nitrogen dalam pupuk kandang/kompos rata-rata bekisar 1%. Itu artinya, jumlah nitrogen di dalam 45 kg pupuk kandang/kompos adalah:

45 kg x 1%= 450 gram

Eits.. belum selesai.

Kandungan nitrogen sebesar 450 gram tersebut tidak langsung ada begitu saja, namun tersedia secara sedikit demi sedikit dan berkesinambungan.

Fritz Westover melalui tulisannya di Compost Use in Vineyards menjelaskan bahwa dari jumlah total nitrogen dalam kompos, hanya 30% yang akan diserap oleh tanaman anggur secara bertahap dari waktu ke waktu. Dimana, 15% akan diserap pada 8 bulan pertama dan 15% sisanya diserap bertahap hingga 2,5 tahun kedepan.

Artinya, dari 450 gram nitrogen tadi, akan tersedia 67,5 gram nitrogen untuk memenuhi kebutuhan pohon anggur kita selama fase pembesaran. Itu sudah mencukupi sesuai rekomendasi Bernadine C. Strik yang menyarankan 43-72 gram.

Bahkan jumlah 67,5 gram tersebut belum termasuk kandungan nitrogen yang ada pada Biotogrow.

Jadi, sudah lebih dari cukup.

Mengapa yang dihitung hanya unsur nitrogennya saja?

Alasannya karena selama fase pembesaran, nitrogen adalah unsur hara yang paling tinggi kebutuhannya dibandingkan semua unsur yang lain.

Sehingga, ketika unsur hara nitrogen terpenuhi, maka bisa dipastikan unsur hara lain seperti fosfor dan kalium akan tercukupi dengan sendirinya.

Hal itu dikarenakan pupuk kandang/kompos tidak hanya mengandung nitrogen, tetapi mengandung juga unsur hara lainnya.

Jadi kesimpulannya, jangan ragu untuk meninggalkan pupuk sintetis dan menuju full-organik!

Oke, sekarang kita lanjut ke materi berikutnya:

7. Pembentukan Tajuk

Sejak awal tanam, pohon anggur harus diatur pola merambatnya supaya memiliki bentuk dan ukuran sesuai sistem rambatan yang telah ditentukan, yakni VSP Trellis System.

Cara mengaturnya cukup mudah, kok.

Langkah 1: Pembentukan Batang Horizontal

Pertama-tama, biarkan pohon tumbuh tinggi hingga melampaui kawat terbawah.

Setelah tercapai, belokkan batang ke arah horizontal mengikuti alur kawat paling bawah tesebut. Ikat batang anggur ke kawat supaya posisinya tidak berubah.

Seluruh tunas air yang muncul di sekujur batang pohon dibiarkan tumbuh dan dirawat dengan baik, jangan sampai rusak. Tunas-tunas air ini nantinya akan dibesarkan menjadi percabangan pohon dan berfungsi untuk menghasilkan buah anggur.

Setelah batang horizontal mencapai panjang yang diinginkan, yakni antara 1,5 – 2 meter (dalam panduan ini saya buat 2 meter), potong bagian pucuk batang supaya pertumbuhannya terhenti.

Ilustrasi 1: Pembentukan batang horizontal
(Ilustrasi: Pembentukan batang horizontal)
Gambar 1 - Contoh tunas air
(Gambar: Contoh tunas air, dilingkari merah)

Langkah 2: Pembentukan Percabangan Vertikal

Setelah pucuk batang dipotong, masih di waktu yang sama, lakukan penjarangan/pemangkasan sebagian besar tunas air, dimana jarak antar tunas diatur menjadi 40-50 cm.

Ilustrasi 2: Pengaturan jarak tunas air
(Ilustrasi: Pengaturan jarak tunas air)

Seiring waktu, tunas-tunas tersebut akan tumbuh besar dan panjang menjadi percabangan pohon. Arahkan seluruh cabang tumbuh vertikal ke atas dengan cara mengikatnya ke kawat rambatan.

Biasanya, pertumbuhan antara cabang satu dengan yang lain tidak akan kompak. Ada yang cepat, ada yang lambat, dan ada yang sangat lambat.

Nah, supaya bisa didapatkan pertumbuhan yang kompak, maka lakukan teknis berikut:

Setelah ketinggian cabang yang pertumbuhannya lebih cepat sudah mencapai kawat paling atas, potong pucuknya supaya pertumbuhannya terhenti.

Pasca pemotongan pucuk, biasanya akan muncul tunas-tunas baru di dekat area potongan. Buanglah semua tunas tersebut.

Berikan perlakuan yang sama pada cabang lainnya sampai semua cabang mencapai ketinggian kawat paling atas. Dengan begitu, anda akan memiliki pohon anggur dengan percabangan yang kompak.

Oya, semua tunas air yang muncul di cabang vertikal dibiarkan tumbuh. Kecuali jika pertumbuhannya melebihi 1 meter, maka harus dibuang.

Tunas-tunas air ini berguna untuk meningkatkan biomassa tanaman yang sangat penting untuk mengokohkan perakaran, serta memperkuat dan memperbesar batang pohon, sebagaimana penjelasan Fassaden Gruen.

Ilustrasi 3: Membesarkan percabangan vertikal
(Ilustrasi: Membesarkan percabangan vertikal)

Catatan: Ilustrasi di atas untuk penanaman 1 pohon anggur. Jika anda menanam 2 pohon atau lebih dalam satu barisan, maka cabang vertikal paling bawah harus dibuang, supaya tidak mengganggu percabangan pohon di sebelahnya.

Mengapa percabangan harus dibuat kompak?

Tujuannya bukan soal keindahan atau kerapihan. Tapi hal itu diperlukan supaya semua cabang memiliki ukuran diameter batang yang sama.

Masalah diameter batang ini sangat penting, karena berkaitan erat terhadap kualitas dan kuantitas buah yang akan dihasilkan nantinya.

Cabang yang kurus (diameter batangnya kecil) akan menghasilkan buah dengan kualitas dan kuantitas rendah, atau bahkan tidak menghasilkan buah sama sekali.

(!) PENTING: Selama proses pembentukan tajuk, anda harus melakukan pencegahan hama & penyakit yang akan saya bahas pada bab terakhir panduan ini.

Karena jika pohon anggur diserang hama atau penyakit selama proses pembentukan tajuk berlangsung, terutama saat pembentukan percabangan vertikal, maka pembentukan tajuk bisa gagal total.

Apabila gagal, anda harus mengulang prosesnya dari awal lagi dengan membuang batang horizonal yang ada untuk membentuk batang horizontal baru.

Satu hal lagi, buang semua bunga yang muncul selama proses pembentukan tajuk. Karena pembuahan dini dapat mengganggu pertumbuhan pohon anggur dan menggagalkan proses pembentukan tajuk.

Setelah tajuk terbentuk sempurna, mari kita lanjutkan ke tahap berikutnya.

8. Pembuahan

Pohon anggur siap dibuahkan apabila proses pembentukan tajuk telah selesai dan terpenuhinya 2 kriteria berikut:

  1. Kulit batang horizontal telah berkayu dan mengelupas
  2. Percabangan vertikal telah berkayu dan diameter batangnya minimal sebesar pensil
Contoh kulit batang sudah berkayu & mengelupas
(Gambar: Contoh kulit batang sudah berkayu & mengelupas. Photo by Dedie N Det)

Apabila kedua kriteria tadi tidak terpenuhi dan pohon dipaksa berbuah, maka buah yang dihasilkan akan sedikit dan berkualitas rendah. Lebih buruk lagi, dampak negatif tersebut akan terulang pada pembuahan berikutnya.

Biasanya pada pembuahan ke-3 atau ke-4 baru kembali normal. Dalam artian, hasil panen akan sebagaimana mestinya.

Oleh karena itu, lebih baik tunggu sampai 2 kriteria tadi terpenuhi supaya hasil buah perdana bisa semaksimal mungkin.

Waktu pembuahan terbaik adalah di awal musim kemarau.

Membuahkan di musim hujan sangat dihindari karena seluruh buah bisa rusak dan hancur akibat curah hujan tinggi dan serangan jamur yang ekstrim pada musim tersebut.

Anda bisa membuahkan anggur di musim hujan asalkan pohon ditanam dalam greenhouse (rumah tanaman), dimana tanaman terlindung dari paparan air hujan.

Pohon anggur membutuhkan perlakuan khusus untuk bisa berbuah optimal.

Pohon yang berbuah tanpa melalui prosedur yang benar akan menghasilkan buah dengan kualitas dan kuantitas yang rendah, atau bahkan tidak menghasilkan buah sama sekali.

Selain itu, prosedur pembuahan yang salah dapat menimbulkan masalah kesehatan pada pohon pasca panen, serta berdampak buruk pada pembuahan berikutnya. Dimana hasil buah selanjutnya akan menurun signifikan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas.

8.1. Prosedur 4-P

Pembuahan pohon anggur dilakukan dengan menerapkan prosedur 4-P yaitu:

  1. Penyuburan
  2. Pengeringan
  3. Pengairan
  4. Pemangkasan

Mengapa perlu dilakukan lima perlakuan di atas?

Hal itu merupakan bentuk upaya merekayasa kondisi tanaman agar menyerupai seperti di iklim asalnya, yakni wilayah dengan 4 musim dalam setahun (gugur, dingin, semi, panas).

Pada musim gugur, tanaman anggur mulai berhenti tumbuh dan merontokkan daunnya.

Setelah musim gugur berakhir, lanjut ke musim dingin, dimana kondisi tanah menjadi kering karena membeku dan suhu udara mencapai nol derajat celcius bahkan lebih rendah.

Pada kondisi tersebut tanaman anggur mengalami masa dormant, yakni seluruh organ tanaman tidak ada pertumbuhan sama sekali, alias tidur.

Pada akhir musim dingin, salju dan es di sekitar pohon akan mencair dan membasahi seluruh perakaran anggur.

Beberapa waktu kemudian, tibalah musim semi, dimana pohon anggur mulai terbangun dengan munculnya tunas-tunas baru yang sekaligus membawa bunga.

Nantinya, buah akan dipanen pada akhir musim berikutnya, yakni musim panas.

Setelah musim panas berakhir dan buah selesai dipanen, maka mulai masuk awal musim gugur, dimana siklus berulang kembali dari awal.

Nah, prosedur 4-P berupaya untuk merekayasa siklus musim gugur, dingin dan semi di atas. Karena di Indonesia tidak memiliki ketiga musim tersebut.

Berikut langkah-langkahnya:

Langkah 1 – Penyuburan

Berikan 10 kg pupuk kandang/kompos, M-21 Decomposer, Anfush, Mosa Meta, Biotogrow secara bersamaan. Caranya sama seperti pada pemupukan rutin sebelumnya.

Langkah 2 – Pengeringan

Mulai keesokan harinya, hentikan penyiraman selama minimal 1 bulan kedepan. Caranya dengan tidak memberikan air sedikit pun.

Untuk menghindari air hujan, tinggikan tanah sekeliling pohon setinggi 10-20 cm dengan radius 1 meter dari batang. Lalu tutupi tanah yang ditinggikan tersebut dengan plastik gelap atau terpal.

Tujuan tanah ditinggikan 10-20 cm supaya tidak ada air yang mengalir mendekati perakaran tanaman.

Proses pengeringan selesai apabila seluruh pucuk dan sulur telah berhenti tumbuh atau bahkan mengering.

Langkah 3 – Pengairan

Setelah masa pengeringan selesai, mulai saat ini penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi-sore) selama 10 hari kedepan untuk mengembalikan kadar air dalam tubuh tanaman.

Pada hari ke-1 dan ke-10 pengairan, berikan hormon perangsang bunga NPK Jago Tani (2 ml/1 liter air) dengan cara disemprot kabut merata ke seluruh permukaan daun (sisi atas-bawah) dan batang pohon anggur.

Jika larutan masih tersisa, kocorkan ke perakaran pohon.

Hormon Pembuahan NPK Jago Tani
(Gambar: NPK Jago Tani)

Langkah 4 – Pemangkasan

Setelah masa pengairan selesai, sekarang saatnya melakukan pemangkasan. Potonglah seluruh cabang vertikal dengan menyisakan 2 mata tunas pada masing-masing cabang.

Setelah dipangkas, buang juga seluruh daun sampai pohon gundul tanpa daun.

Sejak saat ini, penyiraman cukup dilakukan 1 kali sehari, karena penyiraman berlebih dapat merontokkan bunga yang akan tumbuh nantinya.

Ilustrasi 4: Pangkas pembuahan pertama kali
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan pertama kali)

Beberapa minggu kemudian, akan tumbuh tunas-tunas baru yang membawa calon bunga.

Namun pada kasus tertentu, tidak ada satupun tunas yang membawa bunga. Jangan khawatir, biasanya pohon akan berbunga pada pembuahan berikutnya.

Kasus ini hanya terjadi pada varietas-varietas tertentu saja.

Apabila upaya pembuahan pertama ini tidak berhasil, maka tunas-tunas baru tadi harus dibiarkan tumbuh hingga 4 bulan kedepan sebelum pohon dibuahkan kembali. Tujuannya untuk membesarkan seluruh tunas menjadi cabang vertikal baru.

Teknis pemangkasan pada pembuahan berikutnya harus mengikuti petunjuk pada Bab 8.4. Pembuahan Selanjutnya yang akan dibahas setelah ini.

8.2. Perawatan Selama Berbuah

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan meningkatkan kualitas buah, maka lakukanlah beberapa hal berikut:

a) Pemupukan

Saat ukuran buah sudah sebesar biji jagung, berikan NPK Jago Tani dan Biotogrow dengan dosis dan cara aplikasi yang sama seperti sebelumnya sampai menjelang panen.

Jadwal aplikasi NPK Jago Tani diulangi setiap 20 hari sekali, sedangkan Biotogrow setiap 1 minggu sekali.

b) Pembatasan Jumlah Daun

Batasi jumlah daun pada masing-masing cabang vertikal sebanyak 16-18 helai. Cabang yang tumbuh melebihi 18 helai daun harus dipotong tepat di antara daun ke-18 dan ke-19 supaya nutrisi bisa terfokus ke pembesaran buah.

Pada cabang yang tidak membawa buah, daun dihitung dari pangkal cabang. Sedangkan pada cabang yang membawa buah, daun dihitung mulai dari tandan buah.

c) Pembatasan Tunas Air

Tunas air yang muncul di seluruh cabang vertikal dibiarkan tumbuh, namun dibatasi panjangnya maksimal 1 jengkal. Jika melebihi itu, potes pucuknya supaya pertumbuhannya terhenti.

Tunas-tunas air ini berguna untuk membantu fotosintesis, sehingga meningkatkan bobot dan kadar gula buah.

d) Penjarangan Buah

Buang semua buah yang pertumbuhannya tidak bagus dan terlalu kecil. Kemudian kurangi buah yang saling berdesakan.

Bagian ini sangat penting!

Jika buah yang berdesakan tidak segera dikurangi, nantinya sebagian besar buah akan pecah dan membusuk. Alhasil, anda bisa gagal panen.

8.3. Panen

Buah anggur dapat dipanen pada usia 80-180 hari (tiap varietas berbeda-beda), terhitung sejak hari pemangkasan saat melakukan prosedur 4-P.

Hentikan penyiraman seminggu sebelum panen untuk mengurangi kadar air buah supaya daya simpan buah meningkat. Bersamaan dengan itu, hentikan juga penyemprotan pestisida organik.

8.4. Pembuahan Selanjutnya

Setelah buah dipanen, pohon anggur bisa langsung dibuahkan kembali mengikuti prosedur 4-P seperti sebelumnya.

Namun tidak berlaku jika waktu panen mendekati musim hujan. Dengan sangat terpaksa, anda harus menunggu awal musim kemarau berikutnya. Yang perlu anda lakukan saat itu adalah melakukan penyuburan saja.

Kecuali anda menanam di dalam greenhouse, maka musim hujan tidak lagi menjadi masalah. Hanya saja, proses pengeringan tanah bisa berlangsung lebih lama karena meningkatnya kandungan air dalam tanah.

Pada pembuahan kedua, ada perbedaan besar di dalam teknis pemangkasannya.

Saat pangkas pembuahan pertama, masing-masing cabang vertikal dipotong dan disisakan 2 mata tunas. Hasilnya, akan muncul 2 cabang vertikal baru dari 2 mata tunas tersebut.

Nah, pada pembuahan kedua, pangkaslah cabang paling pangkal (paling dekat dengan batang horizontal) dengan menyisakan 2 mata tunas dan pangkas cabang di atasnya dengan meyisakan 5 mata tunas.

Cara pemangkasan ini mengikuti metode “Rod Pruning / Medium-Long Pruning” dari Fassaden Gruen.

Ilustrasi 5: Pangkas pembuahan kedua
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan kedua)
Gambar 2 - Contoh pangkas pembuahan Rod Pruning
(Gambar: Contoh hasil pemangkasan dengan menyisakan 2 dan 5 mata tunas)

Pada pembuahan ketiga dan seterusnya, pemangkasan dilakukan dengan membuang cabang yang memiliki banyak ranting.

Kemudian memotong 2 cabang yang tersisa mengikuti cara pembuahan sebelumnya, yaitu menyisakan 2 mata tunas pada cabang paling pangkal dan 5 mata tunas pada cabang di atasnya.

Ilustrasi 6: Pangkas pembuahan ketiga
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan ketiga)
lustrasi 7: Pangkas pembuahan keempat
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan keempat)
Ilustrasi 8: Pangkas pembuahan kelima dan seterusnya
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan kelima dan seterusnya)

9. Pengendalian Hama & Penyakit

Sampai kapanpun, pohon anggur tidak bisa lepas dari gangguan hama dan penyakit. Sehingga, perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin sebelum serangan datang secara masif.

Lakukan penyemprotan rutin menggunakan pestisida organik dengan aturan pakai mengikuti petunjuk di kemasan produk.

Ada banyak produk pestisida organik di pasaran.

Carilah produk yang tidak hanya mengendalikan hama/serangga, tetapi juga mengatasi jamur, virus dan bakteri. Selain itu, pilihlah produk yang reaksi racunnya bekerja secara kontak & sistemik.

Salah satu produk yang menawarkan itu adalah MAGICgro G7.

Pestisida Organik MAGICgro G7
(Gambar: Pestisida organik MAGICgro G7)

Akhirnya selesai juga materinya.

Ketika kita mampu membangun ekosistem tanah yang baik, maka InsyaAllah, tanaman apapun termasuk anggur akan tumbuh subur dan sehat.

Untuk mencapai itu, kita perlu menerapkan manajemen budidaya organik secara tepat dan totalitas.

Menjauhi penggunaan pestisida kimia di pekarangan rumah menurut saya adalah keharusan.

Sedangkan bicara pupuk sintetis/kimia, selama cara penggunaanya tepat dan terukur, maka tidak akan mengganggu ekosistem tanah yang telah kita bangun. Sehingga sah-sah saja jika anda ingin menggunakannya.

Namun saya pribadi lebih memilih full-organik alias tanpa pupuk sintetis sama sekali. Karena sebagaimana yang telah kita bahas, penggunaan bahan organik saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman anggur.

Seluruh produk yang saya sebutkan di dalam panduan ini hanyalah sebagai referensi saja. Anda bebas menggunakan merek lain sesuai selera.

Oke.. kita akhiri sampai di sini.

Terimakasih dan salam berkebun! 😀

Subscribe
Notify of
guest
77 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
Ali Rachman
Ali Rachman
14 August 2020 9:49 AM

terimakasih pak Haris, tlh berbagi hal yg sangat bermanfaat. sy baru mli tanam di tanah 2 bibit nenel 2 minggu lalu, menggunakan media Campur sekam bakar, sekam mentah, kotoran kambing, pasir. Perbandingan 2:2:2:1. belum menggunakan (biodekomposer), (biofungisida), (bioinsektisida). sebaiknya apa yg sy lakukan. utk membuat cabang scunder dgn system potong pucuk… Read more »

Denis
Denis
29 July 2020 5:10 AM

Terima kasih pak infonya sangat lengkap dan bermanfaat. Boleh tau pak sumber literatur nya apa saja, saya juga mau baca2 biar pinter kyk bpk.

Haris Wicahyo
Haris Wicahyo
3 August 2020 1:15 PM
Reply to  Denis

Di dalam artikel sudah tercantum link ke sumber literaturnya pak…

Kangogut
Kangogut
24 July 2020 7:46 PM

Mhn info berapa lama waktu penyuburan s/d pengeringan pd tanam anggur sistem organik (pd langkah 4P), tks

Darmawan
Darmawan
17 July 2020 9:30 AM

Bagaimana petunjuk penanaman anggur dalam planterbag 75 ltr, apakah media harus diganti apabila selesai panen>

M.sholikhin
M.sholikhin
6 July 2020 10:58 PM

Terima kasih om… Langsung mau saya aplikasikan. Sering2 nulis artikelnya ya om… Saya sdh berlanganan lwt email, kapan2 bahas ttg cara pembuatan pestisida dan fungisida alami ya om…

Zainal
Zainal
29 June 2020 1:07 AM

Terimakasih atas penjelasannya. Saya jadi ingin tanam anggur sistem tabulampot.

Rizal
Rizal
14 June 2020 4:57 PM

Pak saya pemula yg ingin mencoba menanam kebun anggur, setelah saya baca artikel diatas sangat berguna dan bermanfaat sekalian bagi saya, cm ada yg saya msh blm mengerti pd sub pemangkasan, pertanyaannya setelah pohon anggur tumbuh dan berkembang sesuai skema diatas itu dipangkas habis lg hingga disisakan 2 mata tunas?… Read more »

Abdullah djawwad
Abdullah djawwad
13 June 2020 9:33 PM

Terima kasih, bosku. Bagi saya yang seorang awam di dunia pertanam tanam, artikelnya ini sangat mudah dipahami. Dan sebentar lagi saya akan mempraktekkan ilmu dari Anda. Semoga berhasil. Terima kasih….

Heru
Heru
10 June 2020 10:26 PM

Mau tanya dong….kalau anggur jenis moon drop bisa berbuah di Indonesia

APINE
APINE
8 June 2020 10:07 AM

mohon penjelesannya pa,
apakan pohon yang lain, seperti pohon jambu,rambutan dll,bisa dijadikan media rambat pohon anggur rambat pa?

Tas
Tas
29 May 2020 8:51 AM

Maaf min saya masih pemula, mau nanya kalo untuk pembentukan batang tersier sebaiknya dari tunas air atau bud ya?

Fajar
Fajar
25 May 2020 11:21 PM

Jadi yang dipelihara tunas air nya pak,bukan bud nya?

Budi S
Budi S
19 May 2020 3:37 PM

Asslkm pak Haris, tutorial tsb diatas utk penanaman di lahan /tanah, klo utk yg di pot apakah sama atau ada tutorial yg ditanam di pot ? Terima kasih.

iyad mulyadi
iyad mulyadi
3 August 2020 10:24 PM
Reply to  Haris Wicahyo

apakah pemakaian mosa meta dan anfush bisa diaplikasikan di tabulampot anggur juga,kjlo bisa berapa dosisnya?
klo bisa ukuran gramnya diganti sdm atau sdt.makasih

Syarif Usman
Syarif Usman
17 April 2020 12:24 PM

Bagaimana dengan batang pohon yg kecil tapi umur sudah lebih dari 1 th pak?
Apa yang harus saya lakukan supaya tanman anggur saya pulih kembali seperti tanaman yg lain. Saya menanam dari biji pak. Mohon pencerahan. Trimakasih
Sebagai tambahan saya sering melakukan pemangkasan.

Dwi artak w
Dwi artak w
28 March 2020 10:09 PM

Daunku.com sangat membantu

Awie
Awie
28 April 2020 8:44 AM
Reply to  Dwi artak w

saya jadi minat nak tanam anggur. Tahniah …..

Dwi artak w
Dwi artak w
28 March 2020 10:07 PM

Anggur sya bru 2 buln sudh 1 meter apa sudh boleh d pangkas…

Indri
Indri
22 March 2020 5:27 PM

Pak sy mau nanya,, sy kan baru aja beli bibit buah anggur, tinggi batangny baru muncul sekitar 20 cm tapi ibu sy terlanjur langsung tanam di lahan. Kira – kira bagaimana caranya merawat agar anggurny tidak mati karna terlalu cepat dipindahkan ke lahan pak? Apalagi sekarang lagi musim hujan

Made
Made
5 March 2020 7:15 PM

Slmt malam Pak Haris..
Anggur sy jenis landysh dan rumba masuk 4 bln tanam, panjang sdh mencapai 5 & 7 mtran. Apakah sdh bs dilakukan pemangkasan atau treatment apa yg hrs sy lakukan. Trm ksh

Hardison
Hardison
18 February 2020 9:27 PM

tks mas….sangat bermanfaat bagi sy yg baru belajar menanam anggur

Kristina
Kristina
5 February 2020 9:39 PM

Terimakasih pak…. artikelnya sangat bermanfaat…. buat jg dong pak cara tanam durian, perawatan dan pemupukan agar segera berbuah…

widodo
widodo
16 January 2020 12:52 PM

varietas apa yg paling bagus dari segi produktifitas, kemudahan budidaya, dan harga pasar yang tinggi?

Nurhadijah
Nurhadijah
7 January 2020 12:44 PM

Mau nanyak sya pnya pohon anggur dan sdah berbuah mungkin bru stu bulanan dia berbuah tapi kwok gk bsar2 ya…??? Kasih solusi dong

Nur hadijah
Nur hadijah
7 January 2020 12:37 PM

Bagai mana cra merawat anggur biar buahnya besar

dinoo
dinoo
29 February 2020 6:58 AM
Reply to  Haris Wicahyo

anggur buah besar itu vaeritas apa aja ya min?

lukman
lukman
5 January 2020 4:56 PM

pemangkasan setelah 4-6 bulan.. itu ama daun nya jga di pangkas?

lukman
lukman
13 February 2020 2:04 PM
Reply to  Haris Wicahyo

klo terlanjur daun di pangkas gimana ini pak???

Cep Burdah
Cep Burdah
11 December 2019 8:02 PM

Selamat malam.
Pertama saya ucapkan terima kasih terhadap Bapak yg sudah membuat artikel ini secara rinci. Meskipun pada bagian akhir masih dalam perbaikan.
Saya mempunyai 2 pertanyaan.
1. Pada waktu pangkas buah. Adakah daun yang di sisakan?
2. Pangkas buah sebaiknya pada bulan apa?

Terima kasih

aman omaya
aman omaya
8 December 2019 9:15 AM

Blog yg sangat sangat sangat bagus… Ilustrasi yg sangat mudah dipahami. Nyesel karna saya baru baca perhari ini. Pdahal saya sudah lama memiliki tanaman anggur sejak lama. Terimakasih daunku.com sudah memberikan yg terbaik buat para pembacanya

Nurhadijah
Nurhadijah
7 January 2020 12:40 PM
Reply to  aman omaya

Bagai mna dgn anggurx apakah sdh berbuah8

Maz brow
Maz brow
1 December 2019 8:40 AM

Pgi pak Haris klw anggur mulai keluar bunga pupuk nya apa y trimaksih

M.nurdin
M.nurdin
26 November 2019 7:05 PM

Assalamu alaikum.sy mau mengucapkan trimakasih banyak krn setelah membaca artikel ini sy merasa sangat bersemangat.sangat jelas dan gamblang serta mudah di pahami untuk pemula seperti sy.trimakasih sangat bermanfaat sekali.sukaes slalu untuk. Daunku.com

Anwar Sogol
Anwar Sogol
15 November 2019 7:10 PM

mantab sekali Om, bagi saya sangat bermanfaat hingga menimbulkan minat keinginan untuk mencoba menanam anggur …
terimakasih Om
salam sukses

novita sarie
novita sarie
10 November 2019 8:38 AM

Umumnya tanaman anggur berbuah pd umur berapa tahunkah???soalnya saya pnya tanaman anggur sdh berumur 11/2 thn tpi blm berbuah,,,

Archipelago Vitis Vinifera
Archipelago Vitis Vinifera
28 September 2019 4:31 PM

Untuk Dataran Rendah yang Buah berwarna Merah varietas apa sebaiknya ……

Alif
Alif
13 July 2019 7:30 AM

Mohon info supplier bibit anggur yg reomanded… yg mau melayani order dlm jumlah kecil.. ????

Roqman Firnando
Roqman Firnando
26 July 2019 1:53 PM
Reply to  Alif

Assalamualaikum pak,
Jdi gni saya punya tanaman anggur yg udah mati karrna lama ditinggal keluar kota…nah tangkai pohonnya yg bawah udh kering tpi stlh sy siram tiap hari muncul daunnya, apakah sebaiknya dipotong pohonya atau dibiatkan saja??

Semy
Semy
30 July 2019 5:07 AM

Selamat pagi pak.. Sy punya pohon anggur di halaman sdh 3 berumur 3 thn sampai saat ini blm ada tanda-tanda berbuah.. Bagaimana cara merawatnya untuk mendapatkan buah.?

Darmawan
Darmawan
17 July 2020 9:53 AM
Reply to  Alif

sya juga penjual anggur dan penghobi. Banyak anggur yang sudah adaptif di indonesia dengan batang bawah yang sudah adaptif di indonesia (Root Stock) seperti Red Master dan Isabella yang banyak dijual di tukang tanaman pinggir jalan. 0813821033 nmr WA saya

Pahrulrozi
Pahrulrozi
24 June 2019 7:39 AM

Dari bibit stek awal pohon anggur saya tumbuh beberapa tunas (pokok), apakah harus saya pilih satu dan yang lainnya saya buang ?, Atau saya biarkan saja sampai besar ?, Terimakasih.

fakih
fakih
14 June 2019 9:44 AM

apakah pohon anggur perlu rutin di gunduli setelah berbuah ?

AdikaAditRara3R
AdikaAditRara3R
10 May 2019 8:53 AM

Saya punya pohon agur udah 3 tahun lebih tp setiap berbuah buahnya kecil2 sekali cuman sebesar buah lenca.gamana sih bang caranya agar buahnya besar2 dan manis

toray
toray
8 July 2019 3:26 PM
Reply to  Haris Wicahyo

sama problemnya dengan saya nih sepertinya….. belinya emang di tukan keliling sih…. hehehe. Niat awal cuma buat adem” garasi aja, ternyata buah banyak…. tapi ya itu, buahnya ijo” aja dan paling besar ga sampe sebesar kelereng, dan memang asyeeem.

Darmawan
Darmawan
17 July 2020 9:35 AM
Reply to  Haris Wicahyo

Maaf om, kalau menurut saya bisa digrafting dengan jenis yang manis, jadi masih bisa diapa2in, bukan gk bisa diapa2in
Maaf om saya juga orang awam, cuma berbagi aja

error: