Telah diperbarui November 2019.

Ada banyak sekali panduan menanam anggur di luar sana yang bisa anda ikuti.

Sayangnya, belum ada yang selengkap ini.

Di hadapan anda sekarang adalah sebuah panduan eksklusif yang disusun sangat komprehensif. Anda akan belajar banyak hal, termasuk:

  • Hal-hal yang perlu disiapkan di awal
  • Cara mengolah lahan / lubang tanam
  • Teknis penanaman
  • Pedoman pemupukan
  • Mengatasi serangan hama & penyakit anggur
  • Teknis pemangkasan
  • Cara membuat rambatan anggur model Pergola/Para-para, Horizontal Cordon dan Vertical Cordon
  • Teknis pembuahan disertai tips merawat buah hingga panen
  • Mengatasi masalah yang sering terjadi dalam memelihara anggur
  • Dan masih banyak lagi . . .

Jadi, apakah anda siap?

Jangan lupa untuk menyimpan artikel ini dan berbagi ke media sosial supaya bermanfaat bagi teman dan kerabat anda.

Agar seluruh materi mudah dipelajari, saya membagi panduan ini ke dalam beberapa bab sebagai berikut:

BAB 1: Persiapan
BAB 2: Panduan Penanaman
BAB 3: Panduan Perawatan
BAB 4: Panduan Pemangkasan
BAB 5: Panduan Pembuahan
BAB 6: Panduan Merawat Buah Hingga Panen


Silahkan klik salah satu judul bab di atas untuk melompat ke bab yang anda inginkan, atau anda bisa membaca secara runut mulai dari bab pertama berikut:

BAB 1: PERSIAPAN

Ada hal-hal yang perlu anda siapkan sebelum menanam anggur. Beberapa di antaranya seringkali terlewatkan oleh penghobi pemula, sehingga berdampak buruk terhadap pohon anggur mereka di kemudian hari.

Saya harap anda tidak melewatkannya juga. 🙂

1. Bibit anggur

Hal pertama adalah siapkan bibit anggur dengan kriteria berikut:

  • Tinggi minimal 50cm, semakin tinggi makin bagus
  • Sudah kuat dijemur matahari siang (pukul 11.00 – 15.00 WIB)
  • Pertumbuhan daun dan tunas baru tampak subur
  • Bebas serangan hama & penyakit

Apabila kriteria di atas tidak terpenuhi, biasanya bibit mudah mati pasca tanam ke lahan.

2. Lokasi tanam

Untuk mendukung tanaman anggur tumbuh dan berbuah maksimal, maka lokasi tanam yang anda pilih harus memiliki kriteria berikut:

a. Mendapatkan sinar matahari minimal 6 jam/hari

Jika pohon tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup, pohon tetap bisa tumbuh subur, namun produktifitas buah akan sangat rendah.

Memiliki sirkulasi udara yang baik

Maksudnya adalah lokasi tanam mendapatkan hembusan angin yang cukup. Tidak boleh ada pepohonan, bangunan atau semisalnya yang menghalangi hembusan angin menuju area penanaman.

Sirkulasi udara sangat penting untuk mencegah serangan hama & penyakit di sepanjang hidup pohon anggur.

Perlu anda ketahui:

Tantangan terbesar dalam berkebun anggur adalah mengendalikan serangan hama & penyakit yang selalu datang kapan saja, bahkan dalam hitungan hari pasca penanaman di lahan.

Jadi, jangan sampai anda melewatkan poin ini.

Jauh dari genangan air

Perakaran pohon anggur sangat rentan busuk terhadap tanah yang becek / tergenang air dalam waktu lama. Sehingga, pastikan lokasi tanam jauh dari parit (saluran air) dan genangan air.

Begitu pun ketika musim hujan, harus ada saluran drainase yang baik untuk membuang air hujan agar tidak menggenangi area tumbuh tanaman.

4. Model rambatan

Sejak awal kita sudah harus menentukan model rambatan yang akan digunakan. Berdasarkan banyak literatur, ada puluhan model rambatan anggur yang sudah diterapkan di berbagai negara.

Namun ada 3 model yang menurut saya cukup mudah diterapkan yaitu:

  1. Model Pergola
  2. Model Vertical Cordon
  3. Model Horizontal Cordon / VSP Trellis System (Vertical Shoot Position)

Penjelasan lengkap masing-masing model di atas bisa anda baca pada Bab 4: Panduan Pemangkasan.

BAB 2: PANDUAN PENANAMAN

Sekarang anda akan belajar bagaimana teknis menanam pohon anggur yang benar sesuai petunjuk para pakar.

Setiap penghobi biasanya memiliki teknis tanam berbeda satu sama lain. Namun disini, saya menyajikan teknis yang bersumber dari berbagai literatur ilmiah.

Mari kita mulai…

Langkah 1: Membuat lubang tanam

Sebelumnya, saya telah menulis panduan lengkap masalah ini. Anda bisa mempelajarinya di artikel berikut:

Baca: Tips Membuat Lubang Tanam Agar Pohon Tumbuh Subur & CEPAT BERBUAH

Silahkan anda pelajari artikel tersebut, karena saya tidak akan mengulanginya di sini.

Langkah 2: Menanam bibit ke lubang tanam

Setelah lubang tanam selasai dibuat, bibit anggur bisa segera anda tanam.

Keluarkan bibit dari pot/polybag secara hati-hati, jangan sampai tanahnya rontok yang dapat merusak akar bahkan menyebabkan akar putus.

Karena jika itu terjadi, biasanya bibit akan layu dan menjadi tidak tahan sinar matahari siang. Jika dibiarkan, bibit bisa mati beberapa hari pasca tanam.

Setelah bibit anggur ditanam, tancapkan 1 tiang rambat sementara dari kayu, bambu atau semisalnya supaya pohon tumbuh tegak lurus ke atas.

Bila perlu, berikan pagar bambu atau jaring mengelilingi tanaman agar terlindung dari gangguan hewan dan anak-anak.

BAB 3: PANDUAN PERAWATAN

Pada bab ini anda akan mempelajari teknis merawat pohon anggur sejak awal tanam hingga pohon siap dibuahkan, mulai dari pengairan, pemupukan, serta pengendalian hama & penyakit.

1. Pengairan

Tanaman anggur tidak menyukai air berlebih, sehingga penyiraman hanya dilakukan seperlunya saja, menyesuaikan kondisi kelembaban tanah dan cuaca.

Prinsipnya: “Tunda penyiraman apabila tanah masih lembab!”

Jadi, penyiraman tidak selalu 1-2 hari sekali. Apabila cuaca sering mendung atau gerimis, maka penyiraman bisa 3-5 hari sekali saja. Begitupun jika sering hujan, maka tanaman tidak perlu disiram sama sekali.

3. Pemupukan

Pemupukan adalah kewajiban bagi setiap penghobi. Jika anda keberatan dengan kewajiban ini, lebih baik tidak menanam anggur sama sekali.

Karena tanpa pemupukan, pohon anggur anda hanya akan menjadi kayu bakar (mati). Atau pohon tetap hidup, tetapi pertumbuhannya kerdil dan sulit berbuah.

Tujuan pemupukan

  1. Memperbaiki dan menjaga kualitas tanah, menggunakan pupuk kandang kambing dan kapur pertanian.
  2. Menyediakan nutrisi tanaman, menggukan pupuk NPK 16-16-16 dan pupuk daun GROWMORE 32-10-10.
  3. Meningkatkan nafsu makan tanaman, menggunakan ZPT HORMAX.

*Penggunaan pupuk GROWMORE dan ZPT HORMAX tidak wajib.

Pembagian tujuan pemupukan di atas adalah hasil inisiatif saya pribadi untuk menyederhanakan pembahasan ilmiah yang kompleks, supaya lebih mudah dipahami penghobi pemula.

Jadi, jangan mencarinya di literatur ilmiah, ya! Karena saya yakin tidak akan sama. 😀

Pupuk Kandang Kambing
Pupuk kandang kambing
Dolomit Fast Release MagFertil Plus
Kapur pertanian dolomit
NPK Pak Tani
Pupuk NPK 16-16-16
ZPT Hormax
ZPT Hormax
Pupuk daun GROWMORE 32-10-10
Pupuk daun GROWMORE 32-10-10

Waktu pemupukan

  • Pupuk kandang kambing, kapur pertanian, NPK 16-16-16: diberikan pertama kali 4 bulan pasca tanam, kemudian diulangi setiap 4 bulan sekali.
  • Pupuk daun GROWMORE 32-10-10 dan ZPT HORMAX: diberikan pertama kali 1 bulan pasca tanam, kemudian diulangi setiap 1 bulan sekali.

Dosis pupuk

  • Pupuk kandang kambing: 1 karung beras 25 kg
  • Kapur pertanian: 1 kg
  • Pupuk NPK 16-16-16: 250 gram
  • Pupuk daun GROWMORE 32-10-10: 1 gram/liter air
  • ZPT HORMAX: 5 ml/liter air

Cara aplikasi

  • Pupuk kandang kambing dan NPK 16-16-16: dibenamkan mengelilingi tanaman sejauh 50cm.
  • Kapur pertanian: ditabur merata di atas permukaan tanah.
  • Pupuk daun GROWMORE 32-10-10 dan ZPT HORMAX: Keduanya dicampur dalam 1 larutan, kemudian disemprot ke seluruh permukaan daun (sisi atas-bawah) dan batang. Jika larutan masih tersisa, bisa dikocor ke akar.

3. Pengendalian Hama & Penyakit

Sebelumnya saya sudah mengatakan bahwa mengendalikan serangan hama dan penyakit adalah tantangan utama dalam memelihara tanaman anggur.

Sebab, pohon ini memang sangat rentan sekali diserang hama dan penyakit di sepanjang hidupnya.

Dampak buruk yang akan terjadi ketika pohon anggur mendapat serangan hama dan penyakit antara lain:

  • Pertumbuhan melambat, kemudian berhenti (kerdil).
  • Sulit berbuah.
  • Jika serangan terjadi saat pohon sedang berbuah, maka akan beresiko gagal panen.
  • Pada serangan yang parah, tanaman akan berangsur mati.

Oleh sebab itu, anda perlu memberikan pestisida organik secara rutin untuk mencegah serangan. Karena mencegah jauh lebih mudah daripada mengobati.

Salah satu pestisida organik yang terkenal efektif adalah Neem Oil (Minyak Mimba/Nimba). Anda bisa membelinya secara online dengan harga mulai dari Rp40.000,- untuk kemasan 100 ml.

Pestisida Nabati Neem Oil (Minyak Mimba/Nimba)

Minyak mimba atau neem oil merupakan bahan pestisida alami yang paling populer dan banyak digunakan oleh penghobi tanaman di banyak negara.

Alasan menggunakan Neem Oil (Minyak Mimba/Nimba):

  1. Mampu mengusir lebih dari 200 jenis serangga perusak tanaman dan mengatasi berbagai macam jamur, bakteri, virus dan nematoda.
  2. Efektif untuk segala jenis tanaman; tanaman hias, buah, sayur, rempah, dst.
  3. Aman bagi manusia dan hewan, serta tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
  4. Cara penggunaan yang mudah dan praktis.

Saferbrand.com mengatakan bahwa ada 24 benefit yang sangat menguntungkan bagi penghobi tanaman ketika menggunakan Neem Oil sebagai pestisida nabati.

Cara membuat pestisida organik

Buatlah larutan pestisida dengan komposisi:

Neem Oil (5-10 ml) + air bersih (1 liter) + sabun cair/sabun cuci piring (1 sendok makan).

Aturan pakai

  • Untuk pencegahan= 5 ml/liter air setiap 2 minggu sekali.
  • Untuk pengobatan= 10 ml/liter air setiap 3 hari sekali sampai hama & penyakit hilang.

Cara aplikasi

Semprotkan larutan minyak nimba ke seluruh daun sisi atas-bawah dan batang tanaman pada sore hari (hindari menyemprot pada pagi/siang hari).

Apabila larutan masih tersisa, bisa disemprotkan ke tanaman lain, baik tanaman buah, hias, sayur, rempah, dsb. Karena pestisida alami ini efektif untuk segala jenis tanaman.

BAB 4: PANDUAN PEMANGKASAN

Pada bab pertama, saya telah sebutkan bahwa ada puluhan model rambatan anggur di seluruh dunia.

Namun di sini, saya hanya membawakan 3 model saja yang menurut saya cukup mudah diterapkan yaitu:

  1. Model Pergola/Para-para
  2. Model Vertical Cordon
  3. Model Horizonal Cordon

Dalam bab ini, anda akan belajar bagaimana teknis menerapkan ketiga model rambatan tersebut di kebun anda. Supaya lebih mudah dipahami, setiap langkah teknis saya berikan gambar ilustrasinya.

Namun sebelum membahas itu, lakukan dulu langkah berikut:

Pembentukan Sistem Perakaran Yang Kokoh

Sebelum melakukan pembentukan rambatan pohon anggur, anda perlu membentuk sistem perakaran pohon yang rimbun dan kokoh.

Hal tersebut wajib dilakukan karena sistem perakaran sangat menentukan bagus atau tidaknya pertumbuhan batang, cabang, daun dan buah tanaman secara keseluruhan.

Namun sayangnya…

Banyak penghobi yang melewatkan langkah ini. Maka tidak heran jika pohon mereka mengalami masalah buruk seperti:

  • Pohon tumbuh kurus, yakni diameter batang masih kecil padahal daun-daun sudah rimbun.
  • Setelah pemangkasan, tunas-tunas baru yang muncul tidak banyak dan pertumbuhannya tidak serempak, padahal tunas-tunas tersebut sangat diperlukan untuk membangun sistem percabangan pohon.
  • Tanaman tidak tahan musim hujan maupun kemarau. Akibat akar masih sedikit, tanaman tidak mampu mencapai sumber air tanah saat musim kemarau. Sedangkan ketika musim hujan, perakaran mudah mengalami pembusukan.
  • Dan masalah buruk lainnya…

Jadi, bagaimana cara membentuk sistem akar yang kokoh? Berikut ilustrasinya:

Pembentukan Sistem Perakaran Anggur Yang Kokoh
Cara membangun sistem perakaran pohon anggur yang kokoh

Setelah berhasil mengikuti langkah di atas, selanjutnya anda bisa mulai mengatur percabangan pohon anggur sesuai bentuk rambatan yang diinginkan.

Bagaimana cara mengaturnya? Mari teruskan membaca…

Membuat Rambatan Anggur Model PERGOLA

Rambatan ini merupakan yang paling umum dan sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Pergola anggur sering digunakan sebagai:

  • Atap carport (tempat parkir)
  • Peneduh kolam ikan
  • Peneduh tempat bermain anak-anak
  • Atap gazebo taman
  • Atap teras / selasar rumah
  • dan masih banyak lagi…

Sebagai gambaran, berikut saya berikan contoh-contohnya:

Cara membuat para-para pohon Anggur
Pergola Tanaman Anggur
Para-para pohon anggur
Model rambatan anggur pergola / atap
Kebun Anggur Balitjestro

Sebelum membahas teknis pembuatannya, anda perlu merencanakan terlebih dahulu tiga hal berikut:

a. Jumlah tanaman anggur yang diperlukan

Danie melalui tulisannya di Growing Grapes On A Pergola, menganjurkan untuk setiap 6 m2 luas atap pergola, hanya diperlukan 1-2 pohon anggur saja.

Jadi, apabila luas atap pergola anda 3×4 meter= 12 m2, maka anda perlu menanam pohon anggur sebanyak 2-4 batang.

b. Ketinggian pergola

Ketinggian yang paling ideal adalah antara 2-3 meter dari permukaan tanah.

Jika melebihi 3 meter, anda akan kesulitan dalam melakukan perawatan seperti menyemprot pestisida, pemangkasan, penjarangan buah dan seterusnya. Di mana anda harus menggunakan tangga yang cukup tinggi untuk mencapai atap pergola.

Pengalaman saya, bekerja di atas tangga sangatlah melelahkan.

c. Sistem percabangan

Percabangan pohon anggur di atas pergola harus diatur sebaik mungkin supaya memudahkan anda dalam perawatan dan pemangkasan setiap kali pohon akan dibuahkan.

Ilustrasi:

Pergola Anggur

Contoh penerapan pergola anggur isi 1 pohon:

Contoh Sistem Tajuk Anggur
Percabangan pergola anggur yang tersistemasi

Bagaimana… sangat rapi dan sistematis, bukan!?

Setiap kali pohon ingin dibuahkan, inilah yang perlu anda lakukan:

Tajuk Anggur
Percabangan pergola anggur setelah dilakukan pangkas pembuahan

Coba bandingkan dengan percabangan pohon yang tidak diatur seperti berikut:

Tajuk pohon anggur yang tidak dibentuk
Percabangan para-para anggur tanpa sistem

Pertanyaannya… bagaimana cara melakukan pangkas pembuahan?

Siap-siap sakit kepala, deh. 😀

Teknis pemangkasan untuk membentuk sistem percabangan

Supaya mudah dipahami, berikut saya lampirkan ilustrasinya:

Cara Membuat Para-para Anggur
Pembentukan batang pokok (warna coklat)

*) Keterangan gambar:

No.1 – 2
Pangkaslah pohon anggur setelah melampaui atap para-para.

No.3
Tidak lama kemudian akan tumbuh cabang-cabang baru. Pilihlah 1 cabang yang paling besar diameter batangnya dan buang sisanya. Kemudian biarkan cabang tersebut tumbuh mencapai sisi ujung para-para.

Cara membuat pergola pohon anggur
Pembentukan cabang primer (warna orange) dan cabang buah (warna hijau)

*) Keterangan gambar:

No.4 – 5
Pangkaslah cabang setelah melampaui sisi ujung pergola.

No.6
Tidak lama kemudian akan muncul cabang-cabang baru. Peliharalah semua cabang yang tumbuh hingga memenuhi seluruh atap pergola.

Para-para anggur
Pangkas pembuahan

*) Keterangan gambar:

No.7 – 8
Lakukan pangkas pembuahan dengan memotong seluruh cabang buah dan menyisakan masing-masing cabang sebanyak 2 mata tunas.

Catatan: Sebelum melaksanakan pemangkasan tersebut, pohon anggur perlu diberikan perlakuan khusus untuk merangsang buah. Teknisnya saya jelaskan pada Bab 5: Panduan Pembuahan.

No.9
Beberapa minggu kemudian akan tumbuh tunas-tunas baru pada kedua mata tunas di masing-masing cabang yang sekaligus membawa bunga.

Itulah teknis membentuk rambatan anggur model para-para.

Sayangnya, banyak dari penghobi yang memiliki pekarangan sempit. Sehingga tidak memungkinkan untuk membuat pergola anggur.

Jika anda mengalami masalah yang sama, maka model rambatan berikut ini adalah solusinya:

Membuat Rambatan Anggur Model VERTICAL CORDON

Rambatan model ini sangat cocok untuk pekarangan yang sangat sempit, karena tidak membutuhkan area tanam yang luas. Bahkan hanya dengan lahan 1 x 1 meter saja sudah cukup, asalkan ada tembok yang bisa dijadikan rambatan vertikal.

Contoh rambatan anggur model vertical cordon yang bersumber dari Vertical Training of Grapevines:

Teknis pemangkasan untuk mengatur tajuk pohon anggur membentuk vertikal

Ilustrasi Rambatan Anggur Model Vertical Cordon

*) Keterangan:

No.1
Setelah tinggi pohon melebihi 1 meter, pangkas dan sisakan 70-80 cm dari permukaan tanah.

No.2 – 3
Tidak lama kemudian akan tumbuh tunas-tunas baru. Pangkaslah seluruh tunas dan sisakan hanya 5 tunas paling atas. Biarkan kelima tunas tersebut tumbuh besar menjadi cabang.

Rambatan Anggur Vertical Cordon
Pemangkasan pohon anggur vertical cordon

*) Keterangan:

No.4 – 5
4 bulan kemudian lakukan pangkas pembuahan dengan memotong 4 cabang paling bawah dan menyisakan masing-masing 2 mata tunas.

Sedangkan cabang paling atas dipangkas dengan menyisakan 5 mata tunas yang berfungsi untuk menambah ketinggian pohon anggur.

Catatan: Sebelum melaksanakan pemangkasan tersebut, pohon anggur perlu diberikan perlakuan khusus untuk merangsang pembuahan. Teknisnya mengikuti petunjuk pada Bab 5: Panduan Pembuahan.

No.6 – 7
Tidak lama kemudian akan muncul tunas-tunas baru sekaligus membawa bunga.

No.8 – 9
Setelah panen, pohon anggur bisa segera dipangkas pembuahan kembali.

Teknis pangkas pembuahan seterusnya sama seperti ilustrasi No.8 di atas. Kecuali untuk cabang paling atas (yang disisakan 5 mata tunas) dihentikan ketika ketinggian pohon sudah mencapai tinggi yang diinginkan (max. 8 meter dari permukaan tanah).

Jika pohon anggur sudah mencapai ketinggian yang anda inginkan, cabang paling atas dipangkas dan disisakan 2 mata tunas saja.

Rambatan para-para sudah, vertical cordon juga sudah. Sekarang kita bahas model yang ketiga:

Membuat Rambatan Anggur Model HORIZONTAL CORDON

Horizonal Cordon merupakan model yang sangat populer di negara-negara penghasil buah anggur seperti Rusia, Ukraina, Jepang, India, Mesir, dan negara-negara Eropa.

Perkebunan anggur mereka kebanyakan menerapkan rambatan model ini. Alasannya karena Horizontal Cordon mampu menghasilkan buah anggur bermutu tinggi. Di samping itu, bentuknya yang menyerupai pagar dan posisi buah yang pendek akan mempermudah petani dalam melakukan perawatan dan panen.

Horizonal Cordon merupakan istilah yang saya ambil dari Horizonal Cordon Training of Grapevines – Fassadengruen.de. Sedangkan dalam banyak literatur ilmiah, model rambatan ini disebut VSP Trellis System (Vertical Shoot Position).

Saya memilih menggunakan istilah yang pertama karena lebih mudah dibaca dan diingat oleh pembaca Daunku.com.

Contoh kebun anggur yang menggunakan rambatan Horizontal Cordon:

Rambatan anggur model trellis
Model rambatan anggur trellis / pagar
Budidaya Anggur

Selain untuk skala perkebunan, model ini juga sangat cocok untuk kepentingan dekorasi eksterior rumah. Bahkan, ia juga bisa menjadi solusi bagi anda yang terkendala pekarangan sempit. Hanya diperlukan area tanam 1 x 1 meter saja atau kurang.

Berikut contoh dari Fassadengruen.de:

Teknis pemangkasan untuk membentuk rambatan Horizontal Cordon:

*) Keterangan gambar:

No.1
Setelah tinggi pohon melebihi 1 meter, potong batang dan sisakan setinggi 50-100 cm dari permukaan tanah.

No.2
Tidak lama kemudian akan muncul tunas-tunas baru. Buang seluruh tunas kecuali 4 tunas paling atas. Biarkan keempat tunas tersebut tumbuh besar menjadi cabang.

*) Keterangan gambar:

No.3
4 bulan berikutnya, pilih 2 cabang (posisi berlawanan: kanan & kiri) yang diameter batangnya paling besar. Kemudian buang 2 cabang sisanya.

No.4 – 6
Lilitkan kedua cabang yang telah dipilih ke kawat rambatan. Kemudian potong semua cabang dengan menyisakan masing-masing cabang sebanyak 6-8 mata tunas.

*) Keterangan gambar:

No.7
Tidak lama kemudian akan muncul tunas-tunas baru. Biarkan seluruh tumbuh besar menjadi cabang.

No.8 – 9
4 bulan berikutnya, lakukan pangkas pembuahan dengan memotong seluruh cabang dan menyisakan masing-masing 2 mata tunas.

Catatan: Sebelum melakukan pemangkasan tersebut, pohon anggur perlu diberi perlakuan khusus untuk merangsang pembuahan. Caranya mengikuti petunjuk pada Bab 5: Panduan Pembuahan.

No.10
Tidak lama kemudian akan muncul tunas-tunas baru sekaligus membawa bunga anggur.

*) Keterangan gambar:

No.11
Setelah buah dipanen, pohon anggur bisa segera dibuahkan kembali beberapa hari kemudian. Berikan perlakuan khusus untuk merangsang pembuahan dan pemangkasan seluruh cabang seperti langkah sebelumnya pada No.8 – 9.

Khusus untuk 2 cabang paling ujung (kanan & kiri), sisakan masing-masing 4-6 mata tunas untuk memperpanjang cabang horizontal.

Catatan: Proses memperpanjang cabang horizontal harus dilakukan bertahap, yakni cukup 4-6 mata tunas dalam setiap kali pemangkasan sampai mencapai panjang yang diinginkan. Sedangkan panjang maksimalnya adalah 2 meter ke kanan dan 2 meter ke kiri (total= 4 meter).

Untuk skala perkebunan, biasanya panjang total cabang horizontal hanya 2 meter saja (1 meter ke kanan dan 1 meter ke kiri). Tujuannya untuk meningkatkan kualitas buah semaksimal mungkin. Saya pribadi lebih merekomendasikan yang ini.

No.13 – 14
Kurangi cabang vertikal yang berjarak terlalu rapat. Jarak ideal antar cabang adalah 20-25 cm.

Jarak yang terlalu rapat akan menyebabkan cabang-cabang mudah mati akibat kekurangan cahaya matahari. Selain itu buah anggur akan mudah rusak dan diserang hama-penyakit akibat buah saling menghimpit satu sama lain.

*) Keterangan gambar:

No.15 – 18
Setelah buah dipanen, ulangi proses pembuahan seperti langkah-langkah sebelumnya.

Di atas tadi, beberapa kali saya menyebutkan bahwa sebelum melakukan pangkas pembuahan, pohon anggur perlu diberikan perlakuan khusus terlebih dahulu untuk merangsang tanaman berbuah. Nah, berikut ini adalah teknis perlakuan yang saya maksud:

BAB 5: PANDUAN PEMBUAHAN

1 bulan sebelum pangkas:
Berikan pupuk kandang kambing sebanyak 1 karung beras 25 kg dibenamkan mengeliling tanaman sejauh 50 cm.

Berikan juga kapur pertanian sebanyak 1 kg ditabur merata di atas permukaan tanah.

Berikan pupuk MKP dan KNO3 Putih masing-masing 1/4 sendok teh dilarutkan dalam 1 gelas air, kemudian dikocor ke akar tanaman.

Khusus pupuk MKP dan KNO3 Putih, ulangi setiap seminggu sekali hingga 4 kali aplikasi.

Hari pemangkasan:
Lakukan pemangkasan pada seluruh cabang pohon anggur sebagaimana yang diilustrasikan pada gambar di bab sebelumnya.

6 hari setelah pangkas:
Semprot seluruh batang dengan pestisida organik Neem Oil (dosis= 5ml/liter air) untuk mencegah serangan jamur, virus dan bakteri, terutama pada bagian batang bekas potongan.

7 hari setelah pangkas:
Semprot seluruh batang dengan hormon seperti merek HORMAX, DI Grow Merah, NPK Hantu, NASA atau semisalnya untuk mendorong tunas baru tumbuh serempak.

Beberapa minggu kemudian akan muncul tunas-tunas baru sekaligus membawa calon bunga. Selama bunga belum menjadi buah, hindari memberikan pupuk, hormon dan pestisida organik pada tanaman, karena bisa menyebabkan bunga rontok.

Pupuk MKP
Pupuk MKP
Pupuk KNO3 Putih
Pupuk KNO3 Putih

BAB 6: PANDUAN MERAWAT BUAH HINGGA PANEN

(!) Mohon maaf, materi bab ini sedang dalam perbaikan.

1. Penyiraman

2. Pemupukan

3. Pengendalian Hama & Penyakit

4. Penjarangan Buah

5. Pemangkasan Cabang & Tunas Air

6. Panen