Tutorial Lengkap Tabulampot Anggur Untuk PEMULA

Cara Menanam Anggur di Pot

Telah diperbarui Desember 2020.

“Bagi saya, pohon anggur adalah tanaman yang sangat berwibawa, berestetika dan bernilai komersial tinggi, dibandingkan tanaman buah lain.”

Bagaimana menurut anda?

Akhir-akhir ini saya sering menelusuri video seputar tabulampot anggur di Youtube.

Bisa jadi, anda pun demikian.

Ada banyak penghobi yang berbagi tips dan kiat berkebun anggur dalam pot di sana.

Sayangnya, mayoritas informasi yang diberikan masih terlalu acak dan setengah-setengah, bahkan tidak sedikit yang sulit dipahami oleh penghobi pemula.

Singkat cerita, saya ingin menyusun panduan tabulampot anggur yang komprehensif dan sistematis, supaya para penghobi pemula tidak kesulitan lagi dalam mencari sumber rujukan yang lengkap.

Dan di hadapan anda sekarang adalah panduan yang sedang kita bicarakan.

Di dalam panduan ini, anda akan belajar cara menanam anggur dalam pot dari A-Z, mulai dari persiapan pra-tanam hingga pohon berbuah produktif.

Panduan ini sangat relevan bagi anda yang belum pernah menanam anggur sama sekali, karena metode budidaya yang saya share adalah yang PALING SEDERHANA dan menggunakan BAHASA RINGAN, tidak dijejali istilah-istilah ilmiah yang rumit.

Oke, untuk menghemat waktu, mari kita mulai!

1. Persiapan

Ada beberapa hal yang perlu anda siapkan terlebih dahulu, seperti bibit anggur, pot, media tanam dan seterusnya.

Ayo kita bahas satu per satu!

1.1. Bibit anggur

Siapkan bibit anggur yang sudah kuat dijemur terik matahari selama seharian penuh.

Anda bisa membeli bibit anggur di lapak tanaman terdekat atau membeli secara online, salah satunya di toko online kami: Sentra Bibit Anggur No.1 di Indonesia.

Bibit Anggur Queen Nina
(Gambar: Contoh produk bibit anggur dari Daunku.com)

Katalog lengkap bibit angur kami bisa anda lihat disini!

Maaf, promosi sedikit, ya. 😀

1.2. Pot

Ukuran pot yang paling saya sarankan adalah minimal diameter 40cm. Semakin besar ukuran pot, semakin baik kualitas dan kuantitas buah yang dihasilkan.

Saya pribadi lebih suka menggunakan 2 ukuran, yakni diameter 40cm dan 60cm.

Tabulampot anggur yang saya tanam dalam pot 40cm difungsikan sebagai hiasan taman dan teras. Dalam artian, hanya sebagai kepentingan estetika semata.

Sedangkan yang di pot 60cm, saya gunakan untuk tujuan produksi buah secara optimal.

Jika anda ingin menggunakan planterbag, pilihlah yang ukuran 45-50 liter untuk diameter 40cm dan 150 liter untuk diameter 60cm.

Mengapa saya tidak menggunakan pot diameter 50cm?

Alasannya karena ukuran tersebut terlalu nanggung, dibilang besar nggak, kecil pun nggak. Itu menurut saya lho ya… 😀

Planterbag
(Gambar: Macam-macam ukuran planterbag merek Easy Grow)

1.3. Media Tanam

Ada banyak versi komposisi media tanam yang digunakan para penghobi. Jika anda suka yang praktis dan nggak ribet, gunakan salah satu dari 2 komposisi berikut:

  1. Tanah gembur + sekam bakar + pupuk kompos (1:1:1)
  2. Media tanam siap pakai + sekam bakar (1:1)

Untuk komposisi No.1, anda hanya perlu mencari tanah gembur di sekeliling rumah, sedangkan sekam bakar dan pupuk kompos bisa membelinya di toko tanaman.

Jika sulit mendapatkan tanah gembur, maka gunakan saja komposisi No.2, anda cukup membeli media tanam siap pakai dan sekam bakar di toko tanaman.

Untuk media tanam siap pakai yang anda beli, pastikan menggunakan kemasan pabrik (bukan kemasan dari karung bekas) dan tercantum keterangan yang menyebutkan “bisa untuk tanaman buah”.

Karena ada juga media tanam kemasan yang dikhususkan untuk tanaman hias, sehingga tidak cocok untuk pohon anggur.

Media tanam kemasan siap pakai
(Gambar: Contoh produk media tanam siap pakai)
Sekam Bakar
(Gambar: Sekam bakar / arang sekam)

Mengapa harus pilih yang kemasan pabrik?

Bagaimanapun, kita tidak pernah tahu kualitas suatu produk. Namun apabila suatu produk dikemas dengan profesional, setidaknya itu bisa menjadi gambaran bahwa produk tersebut diproduksi dengan baik dan serius.

Sehingga, mudah-mudahan kualitasnya pun tidak abal-abal.

Pembahasan soal media tanam pot sebetulnya cukup panjang dan tidak memungkinkan saya bahas di sini.

Oleh karena itu, saya sarankan anda mempelajarinya lebih dalam di sini: Pedoman Teknis Membuat Media Tanam Pot ‘Bermutu Tinggi’.

2. Penanaman

Apabila anda telah mempersiapkan semuanya, sekarang saatnya bermain di kebun.

Langkah 1
Siapkan pot yang telah diisi media tanam hingga memenuhi 3/4 tinggi pot.

Media tanam tidak boleh memenuhi pot, karena kedepan anda harus menambahkan pupuk kompos/kandang setiap 4 bulan sekali untuk menjaga media tanam tetap subur.

Langkah 2
Tanamlah bibit anggur tepat di tengah pot dengan titik sambungan bibit berada jauh di atas permukaan media tanam. Sampai pohon tumbuh dewasa, area sambungan tidak boleh menyentuh media tanam.

Penjelasan lengkap masalah ini bisa anda baca di sini: Tips Menanam Bibit Buah yang TEPAT, Agar Karakter Tanaman Tidak BERUBAH.

Langkah 3
Tancapkan 1 buah tiang ajir di samping bibit sebagai rambatan sementara.

Langkah 4
Siram media tanam hingga basah.

Langkah 5
Letakkan pot di lokasi yang mendapat sinar matahari langsung minimal 6 jam/hari.

Tanaman anggur yang kekurangan cahaya matahari, pertumbuhannya akan lambat bahkan kerdil, mudah diserang hama-penyakit dan sulit berbuah. Sekali pun bisa berbuah, hasilnya akan sangat buruk, baik kualitas maupun kuantitasnya.

Langkah 6
Berikan naungan/peneduh dari bahan apa saja untuk melindungi tanaman agar tidak terpapar sinar matahari langsung.

Naungan tersebut diberikan selama 3-7 hari pertama saja. Tujuannya untuk mencegah tanaman stres pasca pindah tanam (ciri-ciri stres: daun mendadak layu dan pucuk tunas mengering).

Atau jika anda menggunakan pot yang tidak terlalu besar, sehingga mudah diangkat dan dipindah, maka letakkan saja pot di tempat yang hanya mendapatkan sinar matahari pagi maksimal jam 09.00 WIB selama 3-7 hari kedepan.

Setelah melewati waktu tersebut, pindahkan kembali pot ke lokasi terbuka agar mendapat sinar matahari minimal 6 jam sehari.

3. Perawatan

Merawat tabulampot anggur sebetulnya mudah, selama kita menggunakan metode budidaya yang sederhana. Nah, di sini saya share teknis perawatan yang paling mudah, dimulai pasca tanam ke pot hingga pohon siap dibuahkan.

3.1. Penyiraman

Selama beberapa bulan pertama sebelum dilakukan pemangkasan batang pertama kali (akan dibahas pada bab berikutnya), penyiraman cukup 3-5 hari sekali untuk menghindari terjadinya pembusukan akar dan kematian pohon anggur akibat kelembaban media tanam berlebih.

Prinsipnya: tunda penyiraman selagi media tanam masih lembab!

Apabila menanam di musim hujan, maka tanaman harus anda letakkan di tempat yang terlindung hujan atau bisa juga memberikan atap plastik transparan seperti ini:

Naungan atap plastik
Gambar: Contoh naungan atap plastik pelindung hujan milik Bpk. Amhar Saputra.

Pohon diberi perlindungan atap selama setidaknya 4 bulan pertama. Setelah 4 bulan, pohon anggur boleh terpapar air hujan karena sudah lebih tahan cuaca ekstrim.

Namun sebaiknya, pot ditutupi plastik atau semacamnya selama musim hujan. Tujuannya supaya media tanam tidak tercuci.

Dampak buruk yang terjadi apabila media tanam tercuci air hujan:

  • pH tanah menjadi asam
  • Nutrisi di dalam media tanam hilang terbawa air
  • Media tanam memadat dan kekurangan oksigen, sehingga memicu terjadinya pembusukan akar tanaman

3.2. Pemupukan

Pemupukan anggur dilakukan paling cepat 1 bulan setelah tanam ke pot. Pupuk yang perlu anda siapkan adalah:

  1. Pupuk organik Biotogrow Gold
  2. Kapur dolomit
  3. Pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudah difermentasi

Semua pupuk harus diberikan dengan aturan pakai yang tepat. Jika tidak, justru akan membunuh pohon anggur ketika dosis terlalu tinggi. Atau sebaliknya, manfaat pupuk tidak ada sama sekali ketika dosis terlalu rendah.

Aturan pakai Biotogrow Gold

Waktu:
Diberikan pertama kali 1 bulan setelah tanam dan diulangi setiap seminggu sekali sepanjang umur tanaman.

Dosis:
– Usia < 2 tahun= 2 ml/liter air
– Usia 2-5 tahun= 3 ml/liter air
– Usia > 5 tahun= 4 ml/liter air

Cara aplikasi:
Disemprot merata ke seluruh permukaan daun sisi atas-bawah dan batang tanaman serta disiram juga ke perakaran.

Waktu aplikasi terbaik adalah pagi hari sebelum jam 07.00 WIB atau sore hari lepas jam 17.00 WIB.

Biotogrow Gold
(Gambar: Biotogrow Gold)

Mengapa saya merekomendasikan Biotogrow Gold?

Alasannya karena kandungan di dalam produk ini sangat berbeda dari produk pupuk pada umumnya. Produk ini bersifat All in One (satu produk setara banyak produk).

Biotogrow Gold mengandung:

  • unsur hara lengkap (makro & mikro)
  • hormon pemacu tumbuh
  • bahan organik pembenah tanah
  • 14 jenis mikroorganisme tanah menguntungkan yang bermanfaat untuk memperbaiki sekaligus mempertahankan kesuburan dan kesehatan tanah, menghasilkan unsur hara, mencegah serangan bakteri dan jamur perusak tanaman, dst.
Kandungan Biotogrow
(Gambar: Informasi kandungan Biotogrow)

Singkatnya, cukup dengan 1 produk ini saja, sudah sebanding dengan menggunakan berbagai macam produk pupuk di luar sana.

Biotogrow Gold sudah mewakili pupuk NPK Mutiara, pupuk daun seperti Gandasil atau Growmore, produk ZPT atau hormon pemacu tumbuh, pupuk organik cair, pupuk hayati dan produk isolat mikroba mycoriza maupun isolat mikroba-mikroba lainnya.

Jadi, sangat efisien biaya, waktu dan tenaga.

Aturan pakai pupuk kompos/kandang dan kapur dolomit

Waktu:
Keduanya diberikan pertama kali 4 bulan setelah tanam secara bersamaan dan diulangi setiap 4 bulan sekali sampai menjelang pembuahan.

Dosis pupuk kompos/kandang:
1-3 gayung (disesuaikan ukuran pot)

Dosis kapur dolomit:
– Pot diameter 40-50cm= 1-2 sendok makan
– Pot diameter 50-60cm= 2-3 sendok makan

Takaran sendok makan yang saya maksud adalah penuh atau menggunung seperti ilustrasi di bawah ini:

Takaran dosis kapur dolomit
(Ilustrasi: Takaran dosis kapur dolomit)

Cara aplikasi:
Pertama, tuangkan pupuk kompos/kandang ke atas media tanam hingga merata. Kemudian taburkan kapur dolomit merata di atasnya.

Lebih bagus lagi jika pupuk kompos/kandang ditutup dengan media tanam, supaya kandungan unsur hara dalam pupuk tidak banyak menguap.

Caranya: pertama, keruk dan keluarkan media tanam dalam pot secukupnya. Lalu masukkan pupuk kompos/kandang ke dalam pot. Taburkan juga kapur dolomit merata di atasnya.

Terakhir, masukkan kembali media tanam yang telah dikeluarkan di awal tadi ke dalam pot untuk menutupi seluruh bagian pupuk.

Selesai!

Pupuk kandang yang sudah difermentasi
(Gambar: Contoh pupuk kandang yang telah difermentasi sempurna)
Pupuk Kompos
(Gambar: Contoh pupuk kompos kemasan siap pakai)
Kapur Dolomit
(Gambar: Contoh Kapur dolomit)

4. Pemangkasan

Ada 2 tujuan pemangkasan yang diterapkan pada tabulampot anggur. Tujuan pertama untuk membentuk tajuk (bentuk rambatan) sesuai keinginan kita. Tujuan kedua untuk merangsang tanaman berbuah.

Teknis pemangkasan sangat dipengaruhi oleh model rambatan yang kita gunakan. Dan sampai saat ini, ada banyak sekali model rambatan tabulampot anggur yang diterapkan oleh penghobi di seluruh dunia.

Di bawah ini saya share 2 versi model rambatan yang penerapannya mudah dan sederhana, namun tetap memberikan hasil panen maksimal.

4.1. Rambatan Model 1

Model pertama ini sangat ideal untuk tabulampot anggur yang menggunakan pot diameter 40-50 cm.

Ada satu kelebihan utama dari rambatan satu ini, dimana pohon bisa langsung dibuahkan sejak pemangkasan pertama. Tidak seperti model rambatan lain yang memerlukan pemangkasan beberapa kali sebelum pohon dibuahkan.

Dengan begitu, pohon anggur bisa berbuah sangat cepat, kurang dari 6 bulan sejak tanam ke pot.

Berikut contohnya:

Anggur Import Souvenir
Budidaya Anggur Dalam Pot

Gimana… menarik, kan!? 🙂

Saya akan tunjukkan bagaimana cara membuat rambatan seperti di atas, namun dengan beberapa modifikasi. Tujuan saya modifikasi, supaya hasil panen bisa lebih maksimal.

Langkah pertama, biarkan pohon tumbuh liar selama beberapa bulan sampai pangkal batang pohon berwarna coklat, berkayu, dan diameternya minimal sebesar pensil.

Setelah kriteria tersebut tercapai, maka pada awal musim kemarau pohon bisa segera anda buahkan. Hindari membuahkan pohon anggur pada musim hujan, karena bunga dan buah dapat hancur 100% akibat curah hujan tinggi.

Untuk merangsang pohon anggur berbuah, lakukan prosedur pembuahan 4-P (Penyuburan, Pengeringan, Pengairan, Pemangkasan). Penjelasan lengkap tahap 1-3 silahkan anda pelajari pada bab 5 tentang pembuahan.

Sedangkan tahap ke-4, yakni bagian Pemangkasan, silahkan mengikuti instruksi berikut.

Buanglah semua cabang dan hanya sisakan pangkal batang setinggi 3-5 mata tunas di atas titik sambungan. Namun jika pohon anggur anda berasal dari hasil stek batang dan cangkok, maka sisakan setinggi 1 jengkal dari permukaan pot.

Lihat ilustrasi di bawah ini:

(Ilustrasi 1-a: Pangkas pembuahan pertama)

Beberapa waktu kemudian, akan muncul tunas-tunas baru yang sekaligus membawa bunga.

(Ilustrasi 1-b: Pangkas pembuahan pertama)

Pada pangkas pembuahan kedua, buanglah semua cabang kecuali 2 cabang paling atas.

Kemudian, potonglah kedua cabang tersebut dengan menyisakan 2 mata tunas pada cabang bagian bawah dan 4-7 mata tunas pada cabang bagian atas seperti ilustrasi di bawah ini:

(Ilustrasi 2: Pangkas pembuahan kedua)

Pada pangkas pembuahan ketiga dan seterusnya, buanglah cabang yang memiliki 4-7 mata tunas.

Kemudian pada cabang yang memiliki 2 mata tunas, potonglah kedua ranting dengan menyisakan 4-7 mata tunas pada ranting bagian atas dan 2 mata tunas pada ranting bagian bawah, sama seperti pangkas pembuahan pertama sebelumnya.

Berikut ilustrasinya:

(Ilustrasi 3: Pangkas pembuahan ketiga)
(Ilustrasi 4: Pangkas pembuahan keempat)

Muncul pertanyaan: “Bagaimana jika saya ingin menghasilkan panen yang berlimpah?”

Nah, untuk tujuan produksi buah secara optimal, anda perlu menggunakan rambatan model kedua berikut. Mari simak baik-baik!

4.2. Rambatan Model 2

Model yang satu ini mengadopsi rambatan Vertical Shoot Position Trellis System atau disingkat VSP Trellis System, yang merupakan model rambatan paling umum diterapkan pada perkebunan anggur di dunia, khususnya di Amerika dan Eropa.

Sebetulnya VSP Trellis System masih terbagi lagi menjadi beberapa model, di antaranya adalah model Single Cordon dan Double Cordon.

Namun di sini, saya hanya membahas Single Cordon. Karena menurut saya, model ini jauh lebih sederhana dibandingkan Double Cordon.

Berikut ini contoh penerapan VSP Trellis Sytem – Single Cordon di perkebunan anggur luar negeri:

Keunggulan utama dari rambatan model ini adalah pohon anggur mampu menghasilkan buah dengan kuantitas dan kualitas tinggi.

Saya akan tunjukkan bagaimana cara mengatur rambatan tabulampot anggur dengan model seperti di atas, namun dengan beberapa modifikasi dari saya supaya lebih mudah anda terapkan di rumah.

Oya, perlu dicatat bahwa pohon anggur yang dirambatkan dengan model ini membutuhkan perakaran yang luas dan kokoh. Oleh karena itu, ukuran pot yang anda gunakan harus besar.

Pilihlah pot dengan diamater minimal 60cm. Semakin besar, makin bagus.

Oke, sekarang ikuti instruksi di bawah ini.

Pertama-tama, sejak awal bibit ditanam ke pot, arahkan pertumbuhannya ke samping atau horizontal dengan panjang antara 150-200 cm. Seluruh tunas air yang muncul dibiarkan tumbuh, karena akan dibesarkan menjadi percabangan pohon.

Setelah batang horizontal melebihi panjang yang diinginkan, segera potong pucuknya supaya pertumbuhannya terhenti.

(Ilustrasi: Pembentukan batang horizontal)
(Gambar: Contoh tunas air – dilingkari merah)

Bersamaan dengan itu, lakukan penjarangan tunas air dengan membuang sebagian besar tunas dan menyisakan beberapa saja yang memiliki jarak sekitar 40 cm antar tunas air sebagaiman ilustrasi di bawah ini:

(Ilustrasi: Penjarangan tunas air)

Selanjutnya, biarkan tunas-tunas air yang disisakan tersebut tumbuh besar menjadi percabangan vertikal.

Perlu diketahui bahwa pertumbuhan antar cabang biasanya tidak bisa kompak. Ada yang tumbuh cepat dan ada pula yang lambat.

Untuk menyiasatinya, anda perlu memotong pucuk cabang yang ketinggiannya sudah mencapai 150 cm dari batang horizontal supaya pertumbuhannya terhenti.

Biasanya, akan muncul tunas-tunas baru di sekujur batang pada cabang yang telah dipotong pucuknya tersebut. Biarkan mereka tumbuh namun dibatasi panjangnya maksimal 2 jengkal. Jika melebihi itu, potong pucuknya supaya berhenti tumbuh.

Ulangi perlakuan di atas pada cabang-cabang lainnya hingga seluruh cabang vertikal berhasil mencapai ketinggian 150 cm seperti ilustrasi di bawah ini:

(Ilustrasi: Pembesaran tunas air menjadi percabangan vertikal)

Setelah semua cabang vertikal mencapai ketinggian 150 cm, kemudian batangnya telah berkayu dan berukuran minimal sebesar pensil, maka pohon siap dibuahkan.

Namun tidak berlaku jika saat itu sedang atau akan memasuki musim hujan. Di mana, pembuahan harus menunggu awal musim kemarau berikutnya.

Prosedur pembuahan sama seperti yang telah saya bahas pada rambatan model 1 sebelumnya. Pohon harus diberikan perlakuan 4-P (Penyuburan, Pengeringan, Pengairan, Pemangkasan).

Untuk perlakuan tahap 1-3 mengikuti pedoman pada bab 5 tentang pembuahan. Sedangkan untuk perlakuan terakhir, yakni Pemangkasan, silahkan ikuti instruksi di bawah ini.

Pada pangkas pembuahan pertama kali, semua cabang dipotong dan disisakan masing-masing 2 mata tunas.

Tidak lama kemudian, akan muncul tunas-tunas baru sekaligus membawa bunga.

(Ilustrasi: Pangkas pembuahan pertama)

Pada pangkas pembuahan kedua, potong semua ranting di seluruh cabang dengan menyisakan 5 mata tunas pada ranting bagian atas dan 2 mata tunas pada ranting bagian bawah.

Beberapa waktu kemudian akan tumbuh tunas-tunas baru sekaligus membawa bunga.

(Ilustrasi: Pangkas pembuahan kedua)

Sedangkan untuk pangkas pembuahan ketiga dan seterusnya, silahkan mengikuti ilustrasi di bawah ini!

(Ilustrasi: Pangkas pembuahan ketiga)
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan keempat)
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan kelima)

Tadi, beberapa kali saya menyinggung soal prosedur pembuahan 4-P. Nah, prosedur yang saya maksud tersebut dibahas lengkap pada bab 5 di bawah ini.

5. Pembuahan

Anggur merupakan tanaman buah yang berasal dari Benua Amerika dan Eropa yang memiliki 4 musim dalam setahun, yakni musim gugur, dingin, semi dan panas.

Lain halnya dengan Indonesia yang hanya mengalami 2 musim, yaitu musim hujan dan kemarau.

Perbedaan iklim tersebut menuntut kita memberikan perlakuan khusus saat pohon ingin dibuahkan untuk memanipulasi kondisi lingkungan tumbuhnya supaya mirip seperti di negeri asalnya.

Singkatnya, berikut adalah prosedur pembuahan 4-P yang perlu anda lakukan.

5.1. Penyuburan

Langkah pertama ketika pohon anggur akan dibuahkan adalah memberikan pupuk kompos/kandang dan kapur dolomit dengan dosis dan cara aplikasi yang sama seperti sebelum-sebelumnya.

Namun jika selama 2 bulan terakhir anda telah memberikan kedua pupuk tersebut, maka dosis harus dikurangi 50% dari dosis normal.

Bersamaan dengan itu, berikan juga pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis masing-masing 1/2 sendok teh dilarutkan dalam 1 liter air, lalu dikocorkan ke area perakaran pohon.

Pupuk MKP dan KNO3 Putih berfungsi sebagai pupuk perangsang buah.

5.2. Pengeringan

Mulai keesokan harinya, hentikan penyiraman selama 3-7 hari kedepan, sampai daun-daun tampak setengah layu.

Selama periode tersebut, media tanam tidak boleh mendapatkan air sedikitpun. Anda bisa gunakan plastik atau terpal sebagai penutup pot untuk antisipasi apabila turun hujan.

5.3. Pengairan

Setelah masa pengeringan selesai, lakukan penyiraman kembali dengan frekuensi lebih tinggi, yaitu 2 kali sehari (pagi dan sore) selama 3-5 hari kedepan. Tujuannya untuk mengembalikan kadar air dalam tubuh tanaman.

Di hari yang sama setelah pengairan pertama kali, kocorkan kembali pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis yang sama seperti sebelumnya.

5.4. Pemangkasan

Setelah masa pengairan selesai, lakukan pangkas pembuahan sebagaimana yang telah saya bahas pada bab sebelumnya.

Sejak hari ini dan seterusnya, frekuensi penyiraman kembali normal, yakni cukup 1 kali sehari.

Oya, ciri-ciri masa pengairan telah selesai adalah dengan memotong salah satu pucuk cabang. Apabila beberapa menit kemudian bekas potongan meneteskan air, maka pohon sudah siap dipangkas.

Namun jika tidak, artinya masa pengairan belum selesai.

Catatan:
Selama perlakuan 4-P di atas, pohon anggur tidak boleh diberikan pupuk dan pestisida apapun kecuali yang saya sebutkan.

Pupuk MKP
(Gambar: Pupuk MKP)
Pupuk KNO3 Putih
(Gambar: Pupuk KNO3 Putih)

6. Perawatan Selama Berbuah

Supaya buah tidak mudah rontok, ukuran buah besar dan berkadar gula tinggi, anda perlu melakukan beberapa teknis perawatan sebagai berikut:

6.1. Penyiraman

Sejak pohon dipangkas pembuahan hingga seterusnya, lakukan penyiraman rutin setiap 1 kali sehari. Penyiraman berlebih sangat dihindari karena bisa memicu kerontokan pada bunga dan buah.

Pastikan pohon tidak mengalami kekeringan walau hanya sehari saja. Karena jika terjadi, buah akan mengeriput dan kempis/menyusut.

Meskipun setelah pohon disiram kembali buah akan balik normal lagi seperti semula, tapi semenjak kasus kekeringan tersebut, buah akan berhenti berkembang atau kerdil dan menghambat pematangan buah.

Saya dulu ada pengalaman telat menyiram tabulampot anggur yang sedang berbuah. Hasilnya, buah tidak bisa matang meskipun sudah melewati batas waktu panen.

Saya gagal panen 100% saat itu. 🙁

6.2. Pemupukan

Setelah ukuran buah sudah sebesar biji jagung, lakukan prosedur pemupukan di bawah ini.

Pupuk yang digunakan dan dosis:

  1. NPK 16-16-16= 1 sendok makan (pot diameter 40-50cm) atau 2 sendok makan (pot diameter 50-60cm)
  2. KNO3 Putih= 1 sendok teh
  3. Biotogrow Gold= 2-4 ml (menyesuaikan usia tanaman)

Cara aplikasi:

  • NPK 16-16-16 ditabur merata, lalu siram hingga pupuk larut ke dalam tanah.
  • Biotogrow Gold dan KNO3 Putih dilarutkan bersamaan/dicampur ke dalam 1 liter air, lalu siram ke perakaran, tidak boleh disemprot karena bisa merusak buah.

Waktu aplikasi:

Ketiga pupuk diaplikasikan bersamaan, dimulai pertama kali saat ukuran buah sudah sebesar biji jagung dan diulangi setiap 2 minggu sekali untuk NPK dan KNO3, sedangkan Biotogrow Gold diulangi setiap seminggu sekali.

Aplikasi semua pupuk dihentikan 2 minggu sebelum panen.

6.3. Penjarangan Buah

Saat buah sudah sebesar kelereng, lakukan penjarangan buah dengan cara membuang buah yang rusak dan ukurannya terlalu kecil. Persentase buah yang harus dibuang minimal 30% per tandan.

Dampak buruk yang terjadi apabila tidak dilakukan penjarangan sejak dini adalah seiring membesarnya ukuran buah, sebagian mereka akan retak dan pecah akibat saling menghimpit dalam satu tandan.

Selain itu, buah yang terlalu rapat akan memudahkan jamur dan kutu hinggap dan berkembang di area sela-sela buah akibat minimnya sirkulasi udara di lokasi tersebut.

Alhasil, sebagian atau bahkan seluruh buah akan rusak dan membusuk.

6.4. Pembatasan Daun

Batasi seluruh cabang baru, baik yang membawa buah maupun tidak maksimal 15 daun per cabang. Jika ada yang melebihi itu, lakukan pemangkasan pada pucuk cabang yang dimaksud supaya pertumbuhannya berhenti.

Hal itu perlu dilakukan supaya nutrisi tanaman bisa terfokus ke pembesaran buah.

Untuk cabang yang membawa buah, 15 daun dihitung mulai dari tandan buah paling atas. Sedangkan pada cabang yang tidak membawa buah, 15 daun dihitung dari pangkal cabang.

Tunas-tunas air yang muncul di percabangan dibiarkan tumbuh, namun dibatasi panjangnya maksimal 1 jengkal.

7. Panen

Buah anggur dapat dipanen pada usia antara 90-180 hari sejak pangkas pembuahan, tergantung varietas yang anda tanam.

Langkah penting yang perlu anda lakukan sebelum panen adalah menghentikan pemberian pupuk apapun pada 30 hari terakhir menjelang panen dan menghentikan penyiraman selama 2-4 hari terakhir sebelum buah dipetik.

8. Pembuahan Berikutnya

Setelah buah dipanen, jadwal penyiraman kembali normal, yakni setiap hari sekali.

Kemudian lakukan penyuburan dengan memberikan pupuk kandang, kapur dolomit, pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis dan cara aplikasi yang sama seperti sebelumnya.

Penyuburan sangat diperlukan untuk mengembalikan nutrisi dan energi tanaman yang telah banyak dikeluarkan selama pembesaran buah.

Setelah penyuburan, 1 bulan kemudian anda bisa melakukan prosedur pengeringan kembali untuk pembuahan berikutnya.

Tujuan menunggu 1 bulan adalah memberikan kesempatan pohon anggur untuk beristirahat dan melakukan pemulihan pasca panen (mengumpulkan nutrisi dan energi).

Namun hal ini tidak berlaku apabila akan mendekati musim hujan. Seperti yang sudah sering saya katakan, bahwa pohon anggur hanya boleh dibuahkan pada musim kemarau.

Kecuali jika anda menanamnya di bawah greenhouse atau pohon diberi naungan atap plastik transparan sehingga terlindung dari hujan, maka silahkan membuahkan pohon anggur kapan saja.

Nah, jika ternyata setelah panen sudah mendekati musim hujan, maka pembuahan harus ditunda sampai awal musim kemarau berikutnya.

Selama musim hujan, pohon bisa anda berikan pupuk MKP dan KNO3 Putih setiap 1 bulan sekali dengan dosis dan cara aplikasi yang sama saat penyuburan.

9. Pengendalian Hama & Penyakit

Memelihara pohon anggur itu mudah.

Namun akan menjadi agak sulit ketika serangan hama dan penyakit tiba.

Hama dan penyakit adalah tantangan paling besar dalam budidaya anggur di manapun, bahkan di tingkat perkebunan komersial sekalipun.

Prinsipnya: “Mencegah lebih mudah daripada mengobati.”

Maka, sangat disarankan anda melakukan pencegahan sedini mungkin sejak awal tanam, dengan memberikan pestisida penolak hama-penyakit.

Seperti yang sudah kita tahu, pestisida ada yang sintetis/kimia dan ada yang dibuat dari bahan organik.

Di Daunku.com, saya hanya akan merekomendasikan pestisida organik. Kecuali jika hama & penyakit yang menyerang cuma bisa diatasi oleh pestisida kimia, maka terpaksa saya akan merekomendasikan pestisida kimia tersebut.

Ada 2 jenis pestisida organik yang perlu disiapkan yaitu pestisida yang dikocor ke media tanam atau perakaran dan pestisida yang disemprot ke batang, daun dan buah.

Di samping itu, golongan pestisida yang digunakan juga ada 2 macam yakni Insektisida (pembunuh serangga/hama) dan Fungisida (pembunuh jamur/penyakit).

Untuk pestisida organik yang dikocor ke media tanam atau perakaran, anda bisa gunakan 2 produk berikut:

  1. Metarizep (bioinsektisida)
  2. Anfush (biofungisida)

Cara aplikasi kedua pestisida tersebut telah saya bahas dalam artikel pedoman teknis membuat media tanam pot bermutu tinggi – baca disini >>

Metarizep
(Gambar: Metarizep)
Anfush
(Gambar: Anfush)

Sedangkan untuk pestisida organik yang disemprot ke batang, daun dan buah, anda bisa gunakan produk pestisida organik yang mampu bekerja sebagai insektisida dan fungisida sekaligus. Contohnya adalah pestisida organik MAGICgro G7 dari Green World.

Pestisida Organik MAGICgro G7
(Gambar: Pestisida organik MAGICgro G7)

Namun jika anda menggunakan pestisida organik yang hanya berkerja sebagai insektisida, maka anda perlu tambahan pestisida organik golongan fungisida.

Fungisida organik yang saya sarankan adalah fungisida berbahan aktif Tembaga seperti merek Copcide misalnya.

Tembaga adalah unsur kimia yang boleh digunakan dalam pertanian organik berdasarkan Standar Pertanian Organik Eropa.

(Gambar: Fungisida Copcide)

PENUTUP

Akhirnya selesai juga panduan ini.

Saya perlu menekankan kembali masalah pengendalian hama & penyakit, bahwa anda WAJIB melaksanakan poin ini sebisa mungkin sejak pra-tanam, yakni saat pembuatan media tanam.

Karena penyebab terbesar pohon anggur tumbuh lambat, kerdil dan mati yang paling umum adalah karena pohon diserang hama-penyakit dan tidak segera ditangani dengan baik.

Hampir sebagian besar penghobi pemula terjatuh dalam masalah ini. Saya harap, anda bukan korban selanjutnya.

Terakhir, saya ingin membantu anda lebih lanjut apabila anda masih kesulitan dalam memelihara pohon anggur.

Saya telah membuka program:


GRAPEVINE CLUB
(Kelas mentoring online tabulampot anggur selama 1 tahun)

Dengan mengikuti program tersebut, anda akan mendapat bimbingan langsung dari saya cara menanam dan merawat tabulampot anggur dari NOL, sejak awal tanam hingga berbuah lebat.

Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!


Subscribe
Notify of
guest
72 Comments
Inline Feedbacks
View all comments