Tutorial Lengkap Tabulampot Anggur Untuk PEMULA

Cara Menanam Anggur di Pot

Telah diperbarui Agustus 2020. Alasan saya melakukan pembaruan bisa anda baca di bagian akhir artikel ini.

“Bagi saya, pohon anggur adalah tanaman yang sangat berwibawa, berestetika dan bernilai komersial tinggi, dibandingkan tanaman buah lain.”

Bagaimana menurut anda?

Akhir-akhir ini saya sering menelusuri video seputar tabulampot anggur di Youtube.

Bisa jadi, anda pun demikian.

Ada banyak penghobi yang berbagi tips dan kiat berkebun anggur dalam pot di sana.

Sayangnya, mayoritas informasi yang diberikan masih terlalu acak dan setengah-setengah, bahkan tidak sedikit yang sulit dipahami oleh penghobi pemula.

Singkat cerita, saya ingin menyusun panduan tabulampot anggur yang komprehensif dan sistematis, supaya para penghobi pemula tidak kesulitan lagi dalam mencari sumber rujukan yang lengkap.

Dan di hadapan anda sekarang adalah panduan yang sedang kita bicarakan.

Di dalam panduan ini, anda akan belajar cara menanam anggur dalam pot dari A-Z, mulai dari persiapan pra-tanam hingga pohon berbuah produktif.

Panduan ini sangat relevan bagi anda yang belum pernah menanam anggur sama sekali, karena metode budidaya yang saya share adalah yang PALING SEDERHANA dan menggunakan BAHASA RINGAN, tidak dijejali istilah-istilah ilmiah yang rumit.

Oke, untuk menghemat waktu, mari kita mulai!

1. Persiapan

Ada beberapa hal yang perlu anda siapkan terlebih dahulu, seperti bibit anggur, pot, media tanam dan seterusnya.

Ayo kita bahas satu per satu!

1.1. Bibit anggur

Siapkan bibit anggur yang sudah kuat dijemur terik matahari selama seharian penuh.

Anda bisa membeli bibit anggur di lapak tanaman terdekat atau membeli secara online, salah satunya di toko online kami: Sentra Bibit Anggur No.1 di Indonesia.

Bibit Anggur Queen Nina
(Gambar: Contoh produk bibit anggur dari Daunku.com)

Katalog lengkap bibit angur kami bisa anda lihat disini!

Maaf, saya promosi sedikit, ya. Hehe… πŸ˜€

1.2. Pot

Ukuran pot yang paling saya sarankan adalah minimal pot plastik No.40 atau planterbag ukuran 45 liter.

Semakin besar ukuran pot, semakin tinggi kualitas dan kuantitas buah yang dihasilkan.

Saya pribadi lebih suka menggunakan 2 ukuran, yakni planterbag 45 liter dan 150 liter. Saya tidak menggunakan pot plastik karena harganya lebih mahal dibandingkan planterbag.

Tabulampot anggur yang saya tanam dalam planterbag 45 liter difungsikan sebagai hiasan taman dan teras. Dalam artian, hanya sebagai kepentingan estetika semata. Sedangkan yang di planterbag 150 liter, saya gunakan untuk tujuan produksi buah secara optimal.

Planterbag
(Gambar: Macam-macam ukuran planterbag merek Easy Grow)

1.3. Media Tanam

Ada banyak versi komposisi media tanam yang digunakan para penghobi. Jika anda suka yang praktis dan nggak ribet, gunakan salah satu dari 2 komposisi berikut:

  1. Tanah gembur + sekam bakar + pupuk kompos (1:1:1)
  2. Media tanam siap pakai + sekam bakar (1:1)

Untuk komposisi No.1, anda hanya perlu mencari tanah gembur di sekeliling rumah, sedangkan sekam bakar dan pupuk kompos bisa membelinya di toko tanaman.

Jika sulit mendapatkan tanah gembur, maka gunakan saja komposisi No.2, di mana anda cukup membeli media tanam siap pakai dan sekam bakar di toko tanaman.

Untuk media tanam siap pakai yang anda beli, pastikan menggunakan kemasan pabrik (bukan kemasan dari karung bekas) dan tercantum keterangan yang menyebutkan “bisa untuk tanaman buah”.

Karena ada juga media tanam kemasan yang dikhususkan untuk tanaman hias dan itu sangat tidak cocok untuk pohon anggur.

Alasan memilih produk yang menggunakan kemasan pabrik, karena banyak pengalaman kawan-kawan yang mendapati produk media tanam kemasan karung bekas kualitasnya sangat buruk dan seringkali belum difermentasi sempurna, sehingga kandungan pupuk kandang di dalamnya dapat meracuni tanaman.

Media tanam kemasan siap pakai
(Gambar: Contoh produk media tanam siap pakai)
Sekam Bakar
(Gambar: Sekam bakar / arang sekam)

Mengapa 2 komposisi di atas saya katakan paling praktis?

Ada dua alasan:

Pertama, bahannya mudah didapat atau dibeli di lapak tanaman terdekat.

Kedua, setelah semua bahan dicampur, media tanam bisa segera ditanami saat itu juga tanpa perlu difermentasi lagi. Sebab, pupuk kompos maupun media tanam siap pakai, keduanya sudah melalui proses fermentasi sempurna sebelum dikemas.

Lain halnya jika anda menggunakan campuran pupuk kandang sebagaimana komposisi media tanam yang umum digunakan penghobi di luar sana. Media tanam dengan campuran ini memerlukan proses fermentasi antara 1-3 bulan.

Yang saya maksud proses fermentasi di sini adalah setelah semua bahan dicampur rata, misal dengan campuran tanah + sekam padi + pupuk kandang (1:1:1), maka media tanam tersebut harus disimpan dulu selama 1-3 bulan sebelum bisa ditanami.

Tujuannya adalah memberikan waktu bagi pupuk kandang untuk mengalami proses penguraian/pelapukan menjadi tanah.

Lagi semangat-semangatnya tanam anggur, ehh disuruh nunggu waktu selama itu. Duh, saya rasa sangat tidak menyenangkan, bukan!? Hehe… πŸ˜€

Sebetulnya ada solusi lain jika anda ingin tetap menggunakan pupuk kandang sebagai campuran media tanam.

Karena bagaimanapun, pupuk kandang jauh lebih murah dibandingkan pupuk kompos kemasan. Bahkan, tidak jarang yang gratis, karena tinggal minta ke tetangga. Hehe…

Solusinya adalah pupuk kandang difermentasi terlebih dahulu sebelum diolah menjadi media tanam. Cara fermentasi pupuk kandang bisa menggunakan produk decomposer seperti merek EM4, M21 atau lainnya.

Sedangkan untuk teknis fermentasinya bisa mengikuti petunjuk di kemasan masing-masing produk atau bisa cari di Google dan Youtube.

Setelah pupuk kandang difermentasi sempurna, maka aroma dan bentuk fisiknya akan berubah menjadi seperti tanah.

Pada kondisi tersebut, pupuk kandang sudah bisa digunakan sebagai pengganti pupuk kompos dan bisa langsung ditanami setelah dicampur dengan semua bahan media tanam.

Jika anda tertarik mempelajari lebih dalam tentang media tanam, saya sudah membuat tulisan tersendiri di sini: Petunjuk Teknis Membuat Media Tanam Pot (Standar Pakar).

1.4. Kapur Dolomit

Produk ini sangat diperlukan untuk memperbaiki pH media tanam agar cenderung netral. Sebab, tanah di negara kita secara umum memiliki pH yang sangat rendah atau asam.

Pohon anggur yang tumbuh pada tanah atau media tanam ber-pH asam, pertumbuhannya akan terganggu secara signifikan. Pohon menjadi kerdil, daun muda dan tunas baru menjadi keriting, mudah diserang hama dan penyakit, sulit berbuah, hingga berakhir kematian.

Kapur dolomit bisa anda beli di toko pertanian terdekat. Harganya murah, kisaran Rp5.000 – Rp15.000 perkilo, tergantung merek produknya.

Kapur Dolomit 2 Kg
(Gambar: Contoh produk kapur dolomit yang dikemas oleh Toko Trubus)

2. Penanaman

Apabila anda telah mempersiapkan semuanya, sekarang saatnya bermain di kebun.

Langkah 1:
Campurkan seluruh bahan media tanam hingga merata.

Langkah 2:
Kemudian masukkan media tanam ke dalam pot hingga memenuhi 3/4 pot.

Media tanam tidak boleh memenuhi pot, karena kedepan anda harus menambahkan pupuk kompos/kandang setiap 4 bulan sekali untuk menjaga media tanam tetap subur.

Langkah 3
Tanamlah bibit anggur tepat di tengah pot dengan titik sambungan bibit berada jauh di atas permukaan media tanam. Sampai pohon tumbuh dewasa, area sambungan tidak boleh menyentuh media tanam.

Penjelasan lengkap masalah ini bisa anda baca di sini: Tips Menanam Bibit Buah yang TEPAT, Agar Karakter Tanaman Tidak BERUBAH.

Langkah 4
Tancapkan 1 buah tiang ajir di samping bibit sebagai rambatan sementara.

Langkah 5
Taburkan kapur dolomit merata di atas permukaan media tanam dengan dosis menyesuaikan ukuran pot.

Untuk pot plastik No.40-50 atau planterbag 45-75 liter, taburkan sebanyak 1/4 – 1/3 gelas air mineral.

Sedangkan pot plastik No.60-70 atau planterbag 100-150 liter, taburkan sebanyak 1/2 – 2/3 gelas air mineral.

Langkah 6
Siram media tanam hingga basah.

Langkah 7
Letakkan pot di lokasi yang mendapat sinar matahari langsung minimal 6 jam/hari.

Tanaman anggur yang kekurangan cahaya matahari, pertumbuhannya akan lambat bahkan kerdil, mudah diserang hama-penyakit dan sulit berbuah. Sekali pun bisa berbuah, hasilnya akan sangat buruk, baik kualitas maupun kuantitasnya.

3. Perawatan

Merawat tabulampot anggur sebetulnya mudah, selama kita menggunakan metode budidaya yang sederhana. Nah, di sini saya share teknis perawatan yang paling mudah, mulai setelah tanam ke pot hingga pohon siap dibuahkan.

3.1. Penyiraman

Selama beberapa bulan pertama sebelum dilakukan pemangkasan batang pertama kali (akan dibahas pada bab berikutnya), penyiraman cukup 3-4 hari sekali untuk menghindari terjadinya pembusukan akar dan kematian pohon anggur akibat kelembaban media tanam berlebih.

Prinsipnya: tunda penyiraman selagi media tanam masih lembab!

Apabila menanam di musim hujan, maka tanaman harus anda letakkan di tempat yang terlindung hujan atau bisa juga memberikan atap plastik transparan seperti ini:

Naungan atap plastik
Gambar: Contoh naungan atap plastik pelindung hujan milik Bpk. Amhar Saputra.

Pohon diberi perlindungan atap selama setidaknya 4 bulan pertama. Setelah 4 bulan, pohon anggur boleh terpapar air hujan karena sudah lebih tahan cuaca ekstrim.

Namun sebaiknya, pot ditutupi plastik atau semacamnya selama musim hujan. Tujuannya supaya media tanam tidak tercuci.

Dampak buruk yang terjadi apabila media tanam tercuci air hujan adalah:

  • pH tanah menjadi asam
  • Nutrisi di dalam media tanam hilang terbawa air
  • Media tanam memadat dan kekurangan oksigen, sehingga memicu terjadinya pembusukan akar tanaman

3.2. Pemupukan

Pemupukan anggur dilakukan paling cepat 1 bulan setelah tanam ke pot. Pupuk yang perlu anda siapkan adalah:

  1. Pupuk NPK 16-16-16
  2. Kapur dolomit
  3. Pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudah difermentasi

Ketiganya harus diberikan dengan aturan pakai yang tepat. Jika tidak, justru akan membunuh pohon anggur anda jika dosis terlalu tinggi. Atau sebaliknya, manfaat pupuk tidak ada sama sekali akibat dosis terlalu rendah.

Aturan pakai NPK 16-16-16

Waktu:
Diberikan pertama kali 1 bulan setelah tanam dan diulangi setiap 2 minggu sekali sampai menjelang pembuahan.

Dosis:
– 3 bulan pertama= 1 sendok teh
– Bulan ke-4 hingga menjelang pembuahan= 1 sendok makan

Cara aplikasi:
Ditabur merata di atas media tanam, lalu siram hingga seluruh pupuk larut ke dalam tanah.

NPK Pak Tani
(Gambar: Contoh pupuk NPK 16-16-16 merek Pak Tani)
Pupuk NPK Mutiara
(Gambar: Contoh pupuk NPK 16-16-16 merek Mutiara)

Aturan pakai pupuk kompos/kandang dan kapur dolomit

Waktu:
Keduanya diberikan pertama kali 4 bulan setelah tanam secara bersamaan dan diulangi setiap 4 bulan sekali sampai menjelang pembuahan.

Dosis pupuk kompos/kandang:
1-5 gayung (disesuaikan ukuran pot)

Dosis kapur dolomit:
Sama seperti saat awal tanam, yaitu 1/4 – 1/3 gelas air mineral untuk pot plastik No.40-50 atau planterbag 45-75 liter dan 1/2 – 2/3 gelas air mineral untuk pot plastik No.60-70 atau planterbag 100-150 liter.

Cara aplikasi:
Keduanya ditabur merata di atas permukaan media tanam. Lebih bagus lagi jika pupuk kompos/kandang dibenamkan atau ditutupi media tanam supaya kandungan unsur hara dalam pupuk tidak banyak menguap.

4. Pemangkasan

Ada 2 tujuan pemangkasan yang diterapkan pada tabulampot anggur. Tujuan pertama untuk membentuk tajuk (bentuk rambatan) sesuai keinginan kita. Tujuan kedua untuk merangsang tanaman berbuah.

Teknis pemangkasan sangat dipengaruhi oleh model rambatan yang kita gunakan. Dan sampai saat ini, ada banyak sekali model rambatan tabulampot anggur yang diterapkan oleh penghobi di seluruh dunia.

Di bawah ini saya share 2 versi model rambatan yang penerapannya mudah dan sederhana, namun tetap memberikan hasil panen maksimal.

4.1. Rambatan Model 1

Model pertama ini sangat ideal untuk tabulampot anggur yang menggunakan planterbag ukuran 45-75 liter atau pot plastik No.40-50.

Ada satu kelebihan utama dari rambatan satu ini, dimana pohon bisa langsung dibuahkan sejak pemangkasan pertama. Tidak seperti model rambatan lain yang memerlukan pemangkasan beberapa kali sebelum pohon dibuahkan.

Dengan begitu, pohon anggur bisa berbuah sangat cepat, kurang dari 6 bulan sejak tanam ke pot.

Berikut contohnya:

Anggur Import Souvenir
(Gambar: Dari grup Pecinta Tanaman Anggur di Facebook)
Budidaya Anggur Dalam Pot

Gimana… menarik, kan!? πŸ™‚

Saya akan tunjukkan bagaimana cara membuat rambatan seperti di atas, namun dengan beberapa modifikasi. Tujuan saya modifikasi, supaya hasil panen bisa lebih maksimal.

Langkah pertama, biarkan pohon tumbuh liar selama beberapa bulan sampai pangkal batang pohon berwarna coklat, berkayu, dan diameternya minimal sebesar pensil.

Setelah kriteria tersebut tercapai, maka pada awal musim kemarau pohon bisa segera anda buahkan. Hindari membuahkan pohon anggur pada musim hujan, karena bunga dan buah dapat hancur 100% akibat curah hujan tinggi.

Untuk merangsang pohon anggur berbuah, lakukan prosedur pembuahan 4-P (Penyuburan, Pengeringan, Pengairan, Pemangkasan). Penjelasan lengkap tahap 1-3 silahkan anda pelajari pada bab 5 tentang pembuahan.

Sedangkan tahap ke-4, yakni bagian Pemangkasan, silahkan mengikuti instruksi berikut!

Buanglah semua cabang dan hanya sisakan pangkal batang setinggi 3-5 mata tunas di atas titik sambungan. Namun jika pohon anggur anda berasal dari hasil stek batang dan cangkok, maka sisakan setinggi 1 jengkal dari permukaan pot.

Lihat ilustrasi di bawah ini:

(Ilustrasi 1-a: Pangkas pembuahan pertama)

Beberapa waktu kemudian, akan muncul tunas-tunas baru yang sekaligus membawa bunga.

(Ilustrasi 1-b: Pangkas pembuahan pertama)

Pada pangkas pembuahan kedua, buanglah semua cabang kecuali 2 cabang paling atas. Kemudian, potonglah kedua cabang tersebut dengan menyisakan 2 mata tunas pada cabang bagian bawah dan 4-7 mata tunas pada cabang bagian atas seperti ilustrasi di bawah ini:

(Ilustrasi 2: Pangkas pembuahan kedua)

Pada pangkas pembuahan ketiga dan seterusnya, buanglah cabang yang memiliki 4-7 mata tunas.

Kemudian pada cabang yang memiliki 2 mata tunas, potonglah kedua ranting dengan menyisakan 4-7 mata tunas pada ranting bagian atas dan 2 mata tunas pada ranting bagian bawah, sama seperti pangkas pembuahan pertama sebelumnya.

Berikut ilustrasinya:

(Ilustrasi 3: Pangkas pembuahan ketiga)
(Ilustrasi 4: Pangkas pembuahan keempat)

Muncul pertanyaan: “Bagaimana jika saya ingin menghasilkan panen yang berlimpah?”

Nah, untuk tujuan produksi buah secara optimal, anda perlu menggunakan rambatan model kedua berikut. Mari simak baik-baik!

4.2. Rambatan Model 2

Model yang satu ini mengadopsi rambatan Vertical Shoot Position Trellis System atau disingkat VSP Trellis System, yang merupakan model rambatan paling umum diterapkan pada perkebunan anggur dunia, khususnya di Amerika dan Eropa.

Sebetulnya VSP Trellis System masih terbagi lagi menjadi beberapa model, di antaranya adalah model Single Cordon dan Double Cordon.

Namun di sini, saya hanya membahas Single Cordon. Karena menurut saya, model ini jauh lebih sederhana dibandingkan Double Cordon.

Berikut ini contoh penerapan VSP Trellis Sytem – Single Cordon di perkebunan anggur luar negeri:

Keunggulan utama dari rambatan model ini adalah pohon anggur mampu menghasilkan buah dengan kuantitas dan kualitas tinggi.

Saya akan tunjukkan bagaimana cara mengatur rambatan tabulampot anggur dengan model seperti di atas, namun dengan beberapa modifikasi dari saya supaya lebih mudah anda terapkan di rumah.

Oya, perlu dicatat bahwa pohon anggur yang dirambatkan dengan model ini membutuhkan perakaran yang luas dan kokoh. Oleh karena itu, ukuran pot yang anda gunakan harus besar.

Pilihlah pot plastik minimal No.60 atau planterbag minimal 100 liter. Itu batas minimumnya. Semakin besar, makin bagus.

Saya sendiri menggunakan planterbag 150 liter.

Oke, sekarang ikuti instruksi di bawah ini!

Pertama-tama, sejak awal bibit ditanam ke pot, arahkan pertumbuhannya ke samping atau horizontal dengan panjang antara 150-200 cm. Seluruh tunas air yang muncul dibiarkan tumbuh, karena akan dibesarkan menjadi percabangan pohon.

Setelah batang horizontal melebihi panjang yang diinginkan, segera potong pucuknya supaya pertumbuhannya terhenti.

(Ilustrasi: Pembentukan batang horizontal)
(Gambar: Contoh tunas air – dilingkari merah)

Bersamaan dengan itu, lakukan penjarangan tunas air dengan membuang sebagian besar tunas dan menyisakan beberapa saja yang memiliki jarak sekitar 40 cm antar tunas air sebagaiman ilustrasi di bawah ini:

(Ilustrasi: Penjarangan tunas air)

Selanjutnya, biarkan tunas-tunas air yang disisakan tersebut tumbuh besar menjadi percabangan vertikal.

Perlu diketahui bahwa pertumbuhan antar cabang biasanya tidak bisa kompak. Ada yang tumbuh cepat dan ada pula yang lambat.

Untuk menyiasatinya, anda perlu memotong pucuk cabang yang ketinggiannya sudah mencapai 150 cm dari batang horizontal supaya pertumbuhannya terhenti.

Biasanya, akan muncul tunas-tunas baru di sekujur batang pada cabang yang telah dipotong pucuknya tersebut. Biarkan mereka tumbuh namun dibatasi panjangnya maksimal 2 jengkal. Jika melebihi itu, potong pucuknya supaya berhenti tumbuh.

Ulangi perlakuan di atas pada cabang-cabang lainnya hingga seluruh cabang vertikal berhasil mencapai ketinggian 150 cm seperti ilustrasi di bawah ini:

(Ilustrasi: Pembesaran tunas air menjadi percabangan vertikal)

Setelah semua cabang vertikal mencapai ketinggian 150 cm, kemudian batangnya telah berkayu dan berukuran minimal sebesar pensil, maka pohon siap dibuahkan.

Namun tidak berlaku jika saat itu sedang atau akan memasuki musim hujan. Di mana, pembuahan harus menunggu awal musim kemarau berikutnya.

Prosedur pembuahan sama seperti yang telah saya bahas pada rambatan model 1 sebelumnya. Pohon harus diberikan perlakuan 4-P (Penyuburan, Pengeringan, Pengairan, Pemangkasan).

Untuk perlakuan tahap 1-3 mengikuti pedoman pada bab 5 tentang pembuahan. Sedangkan untuk perlakuan terakhir, yakni Pemangkasan, silahkan ikuti instruksi di bawah ini!

Pada pangkas pembuahan pertama kali, semua cabang dipotong dan disisakan masing-masing 2 mata tunas.

Tidak lama kemudian, akan muncul tunas-tunas baru sekaligus membawa bunga.

(Ilustrasi: Pangkas pembuahan pertama)

Pada pangkas pembuahan kedua, potong semua ranting di seluruh cabang dengan menyisakan 5 mata tunas pada ranting bagian atas dan 2 mata tunas pada ranting bagian bawah.

Beberapa waktu kemudian akan tumbuh tunas-tunas baru sekaligus membawa bunga.

(Ilustrasi: Pangkas pembuahan kedua)

Sedangkan untuk pangkas pembuahan ketiga dan seterusnya, silahkan mengikuti ilustrasi di bawah ini!

(Ilustrasi: Pangkas pembuahan ketiga)
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan keempat)
(Ilustrasi: Pangkas pembuahan kelima)

Tadi, beberapa kali saya menyinggung soal prosedur pembuahan 4-P. Nah, prosedur yang saya maksud tersebut dibahas lengkap pada bab 5 di bawah ini.

5. Pembuahan

Anggur merupakan tanaman buah yang berasal dari Benua Amerika dan Eropa yang memiliki 4 musim dalam setahun, yakni musim gugur, dingin, semi dan panas.

Lain halnya dengan Indonesia yang hanya mengalami 2 musim, yaitu musim hujan dan kemarau.

Perbedaan iklim tersebut menuntut kita memberikan perlakuan khusus saat pohon ingin dibuahkan untuk memanipulasi kondisi lingkungan tumbuhnya supaya mirip seperti di negeri asalnya.

Singkatnya, berikut adalah prosedur pembuahan 4-P yang perlu anda lakukan.

5.1. Penyuburan

Langkah pertama ketika pohon anggur akan dibuahkan adalah memberikan pupuk kompos/kandang dan kapur dolomit dengan dosis dan cara aplikasi yang sama seperti sebelum-sebelumnya.

Namun jika selama 2 bulan terakhir anda telah memberikan kedua pupuk tersebut, maka dosis harus dikurangi 50% dari dosis normal.

Bersamaan dengan itu, berikan juga pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis masing-masing 1/2 sendok teh dilarutkan dalam 1 liter air, lalu dikocorkan ke area perakaran pohon.

Pupuk MKP dan KNO3 Putih berfungsi sebagai pupuk perangsang buah.

5.2. Pengeringan

Mulai keesokan harinya, hentikan penyiraman selama 5-7 hari kedepan, sampai daun-daun tampak setengah layu.

Selama periode tersebut, media tanam tidak boleh mendapatkan air sedikitpun. Anda bisa gunakan plastik atau terpal sebagai penutup pot untuk antisipasi apabila turun hujan.

5.3. Pengairan

Setelah masa pengeringan selesai, lakukan penyiraman kembali dengan frekuensi lebih tinggi, yaitu 2 kali sehari (pagi dan sore) selama 3-5 hari kedepan. Tujuannya untuk mengembalikan kadar air dalam tubuh tanaman.

Di hari yang sama setelah pengairan pertama kali, kocorkan kembali pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis yang sama seperti sebelumnya.

5.4. Pemangkasan

Setelah masa pengairan selesai, lakukan pangkas pembuahan sebagaimana yang telah saya bahas pada bab sebelumnya.

Sejak hari ini dan seterusnya, frekuensi penyiraman kembali normal, yakni cukup 1 kali sehari.

Pupuk MKP
(Gambar: Pupuk MKP)
Pupuk KNO3 Putih
(Gambar: Pupuk KNO3 Putih)

6. Perawatan Selama Berbuah

Supaya buah tidak mudah rontok, ukuran buah besar dan berkadar gula tinggi, anda perlu melakukan beberapa teknis perawatan sebagai berikut:

6.1. Penyiraman

Sejak pohon dipangkas pembuahan hingga seterusnya, lakukan penyiraman rutin setiap 1 kali sehari. Penyiraman berlebih sangat dihindari karena bisa memicu kerontokan pada bunga dan buah.

Pastikan pohon tidak mengalami kekeringan walau hanya sehari saja. Karena jika terjadi, buah akan mengeriput dan kempis/menyusut.

Meskipun setelah pohon disiram kembali buah akan balik normal lagi seperti semula, tapi semenjak kasus kekeringan tersebut, buah akan berhenti berkembang atau kerdil dan menghambat pematangan buah.

Saya dulu ada pengalaman telat menyiram tabulampot anggur yang sedang berbuah. Hasilnya, buah tidak bisa matang meskipun sudah melewati batas waktu panen. Saya gagal panen 100% saat itu. πŸ™

6.2. Pemupukan

Setelah ukuran buah sudah sebesar biji jagung, berikan pupuk khusus pembesaran buah seperti NPK Mutiara Grower, NPK DGW Booster atau semisalnya dengan dosis menyesuaikan ukuran pot.

1 sendok makan untuk pot plastik No.40-50 atau planterbag 45-75 liter dan 1,5 sendok makan untuk ukuran pot No.60-70 atau planterbag 100-150 liter.

Cara aplikasinya cukup ditabur merata di atas media tanam, lalu siram hingga pupuk larut dalam tanah. Pemupukan diulangi setiap 2 minggu sekali hingga menjelang panen.

Pupuk NPK DGW Booster
(Gambar: Pupuk DGW Booster)
Pupuk NPK Mutiara Grower
(Gambar: Pupuk Mutiara Grower)

Namun jika anda sulit mendapatkan pupuk tersebut, alternatifnya bisa pakai pupuk NPK 16-16-16 saja dengan dosis dan cara aplikasi yang sama. Hasilnya InsyaAllah tetap bagus, meskipun tidak sebagus menggunakan pupuk khusus pembesaran buah di atas.

6.3. Penjarangan Buah

Saat buah sudah sebesar kelereng, lakukan penjarangan buah dengan cara membuang buah yang rusak dan ukurannya terlalu kecil. Persentase buah yang harus dibuang minimal 30% per tandan.

Dampak buruk yang terjadi apabila tidak dilakukan penjarangan sejak dini adalah seiring membesarnya ukuran buah, sebagian mereka akan retak dan pecah akibat saling menghimpit dalam satu tandan.

Selain itu, buah yang terlalu rapat akan memudahkan jamur dan kutu hinggap dan berkembang di area sela-sela buah akibat minimnya sirkulasi udara di lokasi tersebut.

Alhasil, sebagian atau bahkan seluruh buah akan rusak dan membusuk.

6.4. Pembatasan Daun

Batasi seluruh cabang baru, baik yang membawa buah maupun tidak maksimal 15 daun per cabang. Jika ada yang melebihi itu, lakukan pemangkasan pada pucuk cabang yang dimaksud supaya pertumbuhannya berhenti.

Hal itu perlu dilakukan supaya nutrisi tanaman bisa terfokus ke pembesaran buah.

Tunas-tunas air yang muncul di percabangan dibiarkan tumbuh, namun dibatasi panjangnya maksimal 1 jengkal.

7. Panen

Buah anggur dapat dipanen pada usia antara 90 – 180 hari sejak pangkas pembuahan, tergantung varietas yang anda tanam.

Langkah penting yang perlu anda lakukan sebelum panen adalah menghentikan pemberian pupuk apapun pada 30 hari terakhir menjelang panen dan menghentikan penyiraman selama 2-4 hari terakhir sebelum buah dipetik.

8. Pembuahan Berikutnya

Setelah buah dipanen, jadwal penyiraman kembali normal, yakni setiap hari sekali.

Kemudian lakukan penyuburan dengan memberikan pupuk kandang, kapur dolomit, pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis dan cara aplikasi yang sama seperti sebelumnya.

Penyuburan sangat diperlukan untuk mengembalikan nutrisi dan energi tanaman yang telah banyak dikeluarkan selama pembesaran buah.

Setelah penyuburan, 1 bulan kemudian anda bisa melakukan prosedur pengeringan kembali untuk pembuahan berikutnya.

Tujuan menunggu 1 bulan adalah memberikan kesempatan pohon anggur untuk beristirahat dan melakukan pemulihan pasca panen (mengumpulkan nutrisi dan energi).

Namun hal ini tidak berlaku apabila akan mendekati musim hujan. Seperti yang sudah sering saya katakan, bahwa pohon anggur hanya boleh dibuahkan pada musim kemarau.

Kecuali jika anda menanamnya di bawah greenhouse atau pohon diberi naungan atap plastik transparan sehingga terlindung dari hujan, maka silahkan membuahkan pohon anggur kapan saja.

Nah, jika ternyata setelah panen sudah mendekati musim hujan, maka pembuahan harus ditunda sampai awal musim kemarau berikutnya.

Selama musim hujan, pohon bisa anda berikan pupuk MKP dan KNO3 Putih setiap 1 bulan sekali dengan dosis dan cara aplikasi yang sama saat penyuburan.

9. Pengendalian Hama & Penyakit

Memelihara pohon anggur itu mudah.

Namun akan menjadi agak sulit ketika serangan hama dan penyakit tiba.

Hama dan penyakit adalah tantangan paling besar dalam budidaya anggur di manapun, bahkan di tingkat perkebunan komersial sekalipun.

Prinsipnya: “Mencegah lebih mudah daripada mengobati.”

Maka, sangat disarankan anda melakukan pencegahan sedini mungkin sejak awal tanam, dengan memberikan pestisida penolak hama-penyakit.

Seperti yang sudah kita tahu, pestisida ada yang sintetis/kimia dan ada yang dibuat dari bahan organik.

Di Daunku.com, saya hanya akan merekomendasikan pestisida organik. Kecuali jika hama & penyakit yang menyerang cuma bisa diatasi oleh pestisida kimia, maka terpaksa saya akan merekomendasikan pestisida kimia tersebut.

Ada 2 jenis pestisida organik yang perlu disiapkan yaitu pestisida yang dikocor ke media tanam atau perakaran dan pestisida yang disemprot ke batang, daun dan buah.

Di samping itu, golongan pestisida yang digunakan juga ada 2 macam yakni Insektisida (pembunuh serangga/hama) dan Fungisida (pembunuh jamur/penyakit).

Untuk pestisida organik yang dikocor ke media tanam atau perakaran, anda bisa gunakan 2 produk berikut:

  1. Mosa Meta (insektisida)
  2. Anfush (fungisida)

Aturan pakai silahkan mengikuti petunjuk di kemasan masing-masing produk.

Mosa Meta
(Gambar: Mosa Meta)
Anfush
(Gambar: Anfush)

Sedangkan untuk pestisida organik yang disemprot ke batang, daun dan buah, anda bisa gunakan produk pestisida organik yang mampu bekerja sebagai insektisida dan fungisida sekaligus. Contohnya adalah pestisida organik MAGICgro G7 dari Green World.

Pestisida Organik MAGICgro G7
(Gambar: Pestisida organik MAGICgro G7)

PENUTUP

Akhirnya selesai juga panduan ini.

Saya perlu menekankan kembali masalah pengendalian hama & penyakit, bahwa anda WAJIB melaksanakan poin ini sebisa mungkin sejak awal tanam.

Karena penyebab terbesar pohon anggur tumbuh lambat, kerdil dan mati yang paling umum adalah karena pohon diserang hama-penyakit dan tidak segera ditangani dengan baik.

Hampir sebagian besar penghobi pemula terjatuh dalam masalah ini. Saya harap, anda bukan korban selanjutnya.

Oke, itu saja pesan dari saya. Semoga bermanfaat.

**VIP** Program Mentoring Budidaya Anggur PREMIUM

Sudah berkali-kali tanam anggur, namun tetap gagal alias mati?

Atau anda berencana tanam anggur dan tidak ingin gagal sama sekali?

Daunku.com membuka program mentoring VIP yang membantu penghobi pemula berkebun anggur di pekarangan rumah dengan metode budidaya terbaik, hemat waktu, tenaga dan uang.

Dalam hal apapun, praktek di lapangan TIDAK semudah teori di atas kertas. Karena itulah program ini hadir.

Saya akan membimbing dan mendampingi anda secara langsung via WhatsApp, sejak pra-tanam hingga pohon berbuah produktif.

Tak hanya itu, anda juga akan mendapatkan banyak informasi seputar budidaya anggur yang tidak saya bagikan di dalam blog ini.

Semua itu bisa anda dapatkan dengan BIAYA SANGAT RENDAH, tarifnya HANYA setara harga 1 bibit anggur saja, lho.

Lebih baik Beli 1 Bibit Anggur + Program Ini, daripada beli 2 bibit anggur ternyata mati semua karena salah teknis pemeliharaan.

Informasi lebih lanjut hubungi WhatsApp: 0852-6857-5741 (an. Haris Wicahyo)

Ayo, segera daftar!

KUOTA TERBATAS…

*Catatan Terakhir:

Alasan saya memperbarui panduan ini adalah karena mulai saat ini (Agustus 2020) dan seterusnya, Daunku.com hanya akan menyajikan panduan berkebun buah dengan metode budidaya yang paling sederhana dan tanpa pestisida sintetis berbahaya.

Oleh karena itu, metode budidaya tabulampot anggur di dalam panduan ini agak berbeda dari versi sebelumnya, yakni didesain sesederhana mungkin dan hanya menggunakan pestisida organik.

Tujuannya supaya dapat dipraktekkan oleh penghobi pemula, bahkan yang belum punya pengalaman bercocok-tanam sekalipun. Terimakasih πŸ™‚

Subscribe
Notify of
guest
64 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
Asep Farid Mansur
Asep Farid Mansur
14 September 2020 2:40 PM

Sangat tertarik lagi baru mulai tanam Anggur

irton
irton
8 September 2020 9:07 PM

Bagus bangat tutorialnya

Novi Lekwandi
Novi Lekwandi
20 August 2020 6:53 AM

Untuk jenis anggur seedless yg bagus jenis apa ? Apa jual bibitnya ? Kirimnya darimana ?

Suryanto
Suryanto
16 August 2020 11:18 AM

Bg izin jadi referensi..

Anisah UK
Anisah UK
6 July 2020 10:27 AM

Apakah ada no yang bisa dihubungi? Trm kasih

Juvetic
Juvetic
4 July 2020 9:44 AM

Halo kak,

Mau tanya kalo aplikasi Growmore Dan Hormax bisa dilakukan di hari yg sama disaat yg bersamaan atau harus berbeda?

Terimakasih

Fajar
Fajar
30 June 2020 7:32 PM

Maaf mau nanya,jika setiap 4 bulan di tambah pupuk kandang,lama2 kan penuh pot nya,klo penuh yang dikurangi tanah bagian atas,apa di keruk bagian bawahnya

Pa Juhana
Pa Juhana
20 June 2020 9:49 AM

Saya mau nanya , media taman kemasa plus sekam mentah plus pasir , untuk pasir apa di pisah atau di campur?

Nikson Faot
Nikson Faot
13 June 2020 9:11 PM

Saya pingin beli beberapa jenis anggur.. rencana mau tanam di pekarangan dalam pot.. mohon info jenis yg cocok.. terutama untuk daerah yg panas seperti di NTT

andy
andy
22 May 2020 7:54 PM

pak mau tanya. lebih cepar tumbuh yg didalam pot atau di tanah langsung jika kita punya pekarangan kosong. trimakasih

Santi Sihaloho
Santi Sihaloho
18 April 2020 11:19 AM

siang Pak, mau tanya jenis anggur yg manis dan bisa tumbuh di daerah Panas ada gaka ya ? biasa ada yg tanam rasanya asam

Dhani
Dhani
30 March 2020 11:22 AM

Apakah menyediakan media tanam,pupuk juga?

Febri
Febri
8 March 2020 4:18 AM

Om untuk penggunaan dolomit itu sudah dijelaskan 1sdm dilarutkan 2ltr air lalu dikocor ke media tanam, pertanyaannya itu apakah takaran 2ltr itu untuk satu media tanam saja dengan segala ukuran pot?

Sugiartha
Sugiartha
5 February 2020 12:44 PM

Maaf saya pemula…mau nanya klo rambatan menggunakan para para yg tingginya 2 – 3 meter bgmn cara pemangkasannya ? Terima kasih.

rios
rios
21 December 2019 11:40 AM

Terima kasih banyak, Om..Informasinya sungguh bermanfaat..??????

rina lastanti
rina lastanti
20 December 2019 7:31 PM

masyaallah…lengkap sekali panduannya…terima kasih ilmunya mas. jazaakallahu khoir…

Husein
Husein
21 November 2019 9:49 PM

Salam kenal pak,
Mohon tanya untuk pangkas pembuahan model miniatur, apa semua daun dibuang spt halnya model trellis?
Terima kasih.

tunggal
tunggal
17 October 2019 3:33 PM

mas.. panduan pembuahannya dong mas.. sama perawatan buah segera di upload.. maaf.. lagi mau banyak banyak belajar… πŸ™‚

bibit buah plum
bibit buah plum
3 October 2019 11:47 AM

lengkap banget infonya… tinggal praktek nih… terimaksih infonya

Waluyo
Waluyo
30 September 2019 9:14 AM

Selamat siang pak salam pengAngguran, saya mau tanya daerah tempat saya adalah pegunungan yg banyak mengandung kapur bahkan kalau masak air pakai panci di dasarnya akan mengendap kapur, apakah cocok untuk menanam anggur pak? Selain dipot, terima kasih.

Irsad suryadi
Irsad suryadi
19 September 2019 11:52 AM

Siang pak.. Mf mau tnya klw pesen bibit anggur ny gmana ya. ?

putu satria
putu satria
28 July 2019 11:29 AM

Pak Haris,
Bisakah tambulapot anggur ini digunakan sebagai eksperimen (untuk menguji jenis varietas) sebelum menanam anggur skala kebun?

Mahyuddin
Mahyuddin
15 June 2019 8:00 AM

Mau tanya berapa harga ideal satu tabulampot anggur yang sdh berbuah seperti pada gambar di atas.

Pipit
Pipit
4 April 2019 1:38 PM

Hallo pak , saya dari kalimantan timur balikpapan , saya mau menanam anggur di tambulapot . Jenis apa ya pak yg cocok saya tanam

Muhammad Rosyadi
Muhammad Rosyadi
2 March 2019 9:34 PM

pak saya adi asal dari Kalimantan timur…di daerah saya sawit melimpah dan banyak limbah dari janjangan sawit/tangkos/tandan kosong bekas sawit yg menumpuk dan sdh hancur menjadi tanah karena melapuk bertahun tahun….apakah bisa media janjangan sawit yg sdh melapuk menjadi TANAH di jadikan metan tanpa campuran tanah lagi? sebab ketika di… Read more »

Satria Kutniawan
Satria Kutniawan
14 February 2019 10:32 AM

Om request bibit sweet sapphire dan Arra 15

Made andy
Made andy
18 January 2019 7:58 AM

Ditempat saya sangat sulit mendapatkan kotoran kambing, yg banyak sapi dan kuda, apakah itu bisa dipakai???

Bunda osly
Bunda osly
2 January 2019 8:35 AM

Pak pemangkasan pertama apakah bisa di musim hujan seperti ini trims,pak

Dedy Fachrudin
Dedy Fachrudin
19 December 2018 6:44 AM

Bisa direkom var anggur yg besar,manis tp kwalitas impor lahan kami di daerah NTT?
Kami ingin memulai usaha perkebunan.Tq

P. H. Adhiwarna
P. H. Adhiwarna
30 November 2018 6:20 AM

Hallo pak Haris, berapa meter persegi luasan ideal para para satu pohon anggur dalam tabulampot?
Terima kasih, salam sukses.
P. Adhiwarna

yayat
yayat
19 November 2018 5:24 PM

tutorial pemangkasan pertama dan seterusny gimana?

Ahmadi
Ahmadi
17 November 2018 8:06 AM

Pada umur berpa setelah bibit ditanam pohon dipangkas…
Dan pemangkasan ke 2 pada umur berpa jua mas..
Atau cara pemangkasan nya tergantung tinggi pohon mas….

Ronald
Ronald
15 November 2018 8:50 PM

ronald ronaldhajironald@gmail.com.
mohon pencerahan nya. terkait tekhnik dan cara.. sekaligura apa saja yg harua si erhatikan dan di persiapkan untum menanam anggur..
terima kasih.
salam
ronakd

daus
daus
4 November 2018 3:54 PM

Pak haris kalau media dalam pot kayak semacam putih2 pas digali itu apa. Trus gimna mengatasinya.?

daus
daus
8 November 2018 9:44 PM
Reply to  Haris Wicahyo

Sepertinya jamur pak.kyak gumpalan2 gitu.

andre
andre
21 October 2018 10:41 PM

Di kalimantan, dataran rendah iklim basah bagus tdk tumbuhnya.

nano
nano
14 October 2018 4:29 PM

Apakah selama menunggu bibit anggur dipindahkan ke pot yg sdh berisi media tanam. Media tanam tsb hrs kita siram tiap hari atau pertama dibuat saja? Trm kasih

TATANG RUKMANA
TATANG RUKMANA
17 September 2018 11:50 AM

Saya membutuhkan beberapa bibit tanaman anggur jenis import….dimana saya bias beli bibit tersebut ? apakah saya bias beli atau import langsung dari luar negeri ? dari Negara mana saja yang bisa dihubungi ?
Mohon advice nya……

Salam,
Tatang Rukmana – Bandung.

Hairul Anwar
Hairul Anwar
7 October 2019 3:55 PM
Reply to  Haris Wicahyo

Assalamu alaikum pak haris..
dari sekian banyak model rambatan untuk tabulampot anggur, Apakah rambatan anggur model para para/pergola bisa diterapkan pada tabulampot

kodirun
kodirun
12 September 2018 4:58 PM

Untuk Step 1 jika bibit cuma setinggi 50 cm apa harus nunggu tumbuh 1m dulu?

error: