Ada satu jenis hama yang sering menyerang tanaman anggur “dadakan”.
Bisa pagi, siang atau sore hari, yang jelas tidak di malam hari.
Hama ini paling sering menyerang bagian pucuk cabang dan tunas baru, yang menyebabkan kedua organ tersebut cacat (keriting) dan pertumbuhannya “macet” seketika.
Contohnya seperti ini:

Hama apakah itu? Bagaimana mencegah serangan mereka? Dan apa yang harus dilakukan jika pohon sudah terlanjur diserang?
Tulisan ini akan menjawabnya.
Begini kejadiannya:
Sore itu, saya merasa sangat senang karena melihat sejumlah tabulampot anggur koleksi saya tampak subur, sehat dan tak ada masalah apapun yang perlu dikhawatirkan.
Kebetulan usia mereka baru menginjak 3-4 bulan sejak pindah tanam ke planterbag 75 liter.
Targetnya:
Saya akan membuahkan mereka dalam 2-3 bulan ke depan. Tapi melihat kondisi cuaca juga. Kalo saat itu ternyata sering mendung, maka harus saya tunda sampai cuaca dominan cerah.
Beberapa menit kemudian… adzan Maghrib berkumandang.
Saya pun bergegas meninggalkan pohon-pohon anggur tadi, yang jaraknya hanya beberapa langkah dari pintu rumah.
Sore berganti petang, dan petang berganti fajar.
Lalu sampailah pada tengah hari, ketika matahari sedang teriknya di atas ubun-ubun kepala.
Pada saat itulah serangan terjadi.
Sepasang “Walang Sangit” tertangkap basah sedang bersantai menikmati pucuk dan tunas muda pohon anggur saya, tanpa merasa bersalah.
Bahkan…
Saya coba mendekat untuk mengambil foto mereka, dan mereka tidak peduli sedikit pun kehadiran saya. Seolah, dunia ini cuma mereka dan pohon anggur.
Lihatlah betapa asyiknya mereka makan bersama:

Saya tetap membiarkan mereka di sana, karena percuma saja saya usir, toh sudah terlanjur cacat bagian anggur yang mereka hisap. Jadi, anggaplah sedekah dan biarkan mereka mengisi perut hingga kenyang.
Tak lama berselang, satu per satu mereka terbang dan pergi entah kemana. Sekarang waktunya saya mengambil tindakan.
Apa yang saya lakukan?
Mengingat semua pucuk dan tunas yang cacat akibat hisapan Walang Sangit tidak akan bisa dipulihkan lagi, bahkan pertumbuhannya macet total.
Maka… saya memotes semua bagian yang cacat dan meninggalkan bagian yang sehat, supaya tumbuh tunas-tunas baru dari bagian yang sehat untuk melanjutkan pertumbuhan kembali normal.
Hanya itu yang bisa dilakukan.
Bagaimana mencegah Walang Sangit datang kembali?
Tidak ada cara yang bagus, karena kita tidak pernah tahu kapan mereka datang.
Jika mencegah dengan pestisida, artinya kita harus sering menyemprot pestisida ke tanaman anggur setiap pekan, dan itu bukan keputusan yang baik.
Saya tidak ingin mencemari pekarangan rumah saya yang “sudah” kotor oleh polusi udara dari jalan raya, dengan menambah residu pestisida ke dalamnya.
KECUALI… Walang Sangit melakukan serangan “brutal”.
Artinya:
Mereka menyerang beberapa hari sekali bahkan hampir setiap hari, yang menyebabkan kerugian besar pada pohon anggur saya.
Maka dengan terpaksa saya akan “bentengi” seluruh pohon anggur saya dengan pestisida, selama serangan brutal sedang berlangsung. Siapa saja yang mencoba makan bagian sekecil apapun dari tanaman anggur saya, mereka akan mati beberapa jam kemudian.
Jika tidak tampak seekor pun dari mereka datang ke markas saya selama seminggu atau lebih, pada saat itulah pestisida saya simpan kembali ke gudang, karena…
Perang Telah Berakhir!
Anda mungkin bertanya:
Apa pestisida untuk membasmi Walang Sangit? Berapa dosisnya? Kapan dan bagaimana jadwal penyemprotannya?
Semua itu sudah saya jelaskan di dalam Modul Tabulampot Anggur Pemula.
Pelajari modulnya di sini:
