Jika Anda menggunakan sistem rambatan VSP Trellis (Vertical Shoot Position), dan Anda baru saja memulai pembentukan batang cordon atau penghobi anggur Indonesia biasa menyebutnya “batang sekunder”.
Maka… kedua tips berikut ini tidak boleh Anda lewatkan!
Sistem rambatan anggur VSP Trellis (Vertical Shoot Position)
Tips pertama:
Di tahap awal pembentukan batang cordon, buatlah panjangnya tidak lebih dari 7 mata tunas, apabila menerapkan “single-cordon”.
Dan jika Anda menerapkan sistem “double-cordon”, maka panjang masing-masing cordon tidak boleh lebih dari 4 mata tunas.
Tujuannya untuk meningkatkan peluang pecah tunas pada seluruh mata tunas yang ada pada batang cordon hingga 100%.
Di samping itu, tujuan lain dari tips ini (yang jauh lebih penting menurut saya) yaitu:
Supaya “batang tersier” yang dihasilkan dari batang cordon tersebut bisa tumbuh optimal, dengan diameter batang yang besar, kuat, dan produktif. Sehingga, batang tersier nantinya mampu memproduksi buah anggur dengan kuantitas & kualitas terbaik.
Tips kedua:
Jika setelah pemangkasan batang cordon (untuk pembentukan batang tersier) ternyata ada salah satu atau beberapa mata tunas yang tidak tumbuh, maka pangkas semua batang tersier yang berhasil tumbuh dan sudah mencapai 8-9 daun, dengan menyisakan masing-masing sebanyak 5-6 daun.
Tujuannya untuk “menghentikan” sementara pertumbuhan batang tersier bersangkutan, supaya energi tanaman bisa dialihkan untuk memecah mata tunas yang belum tumbuh tadi.
Dengan menerapkan kedua tips di atas, InsyaAllah pohon anggur Anda akan memiliki:
Batang cordon yang terisi penuh oleh batang tersier, tidak bolong-bolong.
Batang tersier yang diameter batangnya besar-besar, kuat, dan produktif.
Kemampuan berbuah dengan kuantitas dan kualitas premium.
===
Itu saja secuil fakta seputar budidaya anggur yang bisa saya share hari ini.
Terus ikuti update artikel terbaru dari Daunku.com!
Karena saya akan “menghadirkan” fakta-fakta lainnya, InsyaAllah. 😉
Setiap kali pohon anggur ingin dibuahkan, kita perlu melakukan pemangkasan berat, yakni memangkas seluruh batang percabangan pohon sebanyak 90% dan menyisakan 10%.
Dengan kata lain, kita hanya menyisakan sebagian kecil mata tunas pada masing-masing cabang.
Sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) pemangkasan pohon anggur. (Credit: researchgate.net)
Berapa banyak mata tunas yang disisakan?
Untuk menjawabnya, kita perlu mengetahui 3 teknik pemangkasan pohon anggur yang sudah dikenal luas dalam literatur budidaya anggur, dan masih digunakan sampai hari ini di seluruh dunia.
Ketiga teknik pemangkasan tersebut adalah:
Spur pruning (2-3 mata tunas)
Rod pruning (5-7 mata tunas)
Cane pruning (10-15 mata tunas)
Sederhananya, pada teknik spur pruning, masing-masing cabang pohon anggur dipangkas menyisakan 2-3 mata tunas (umumnya 2 mata tunas).
Sedangkan pada rod pruning, tiap cabang disisakan 5-7 mata tunas. Dan pada cane pruning, menyisakan 10-15 mata tunas.
Alasan munculnya 3 teknik pemangkasan pohon anggur tersebut:
Ada sebagian varietas anggur yang memiliki mata tunas produktif (mampu menghasilkan buah) hanya mata tunas pada area tengah cabang, sehingga muncul teknik rod dan cane pruning.
Sebagian yang lain, memiliki mata tunas produktif pada mata tunas area pangkal hingga tengah cabang, sehingga muncul teknik spur pruning.
Perbedaan antara teknik rod dengan cane pruning terletak pada kekuatan tumbuh (vigoritas) pohon anggur yang ditanam.
Jika pertumbuhan pohon sangat masif, maka gunakan cane pruning. Dan jika kekuatannya lemah hingga sedang, gunakan rod pruning.
“Vigoritas pohon anggur bisa dilihat dari kecepatan tumbuh pohon secara keseluruhan dan ukuran panjang percabangan pohon.“
Semakin cepat pertumbuhan pohon, dan semakin panjang ukuran rata-rata percabangan (misal rata-rata > 2 meter), maka semakin besar nilai kekuatannya.
Semakin besar kekuatannya, maka semakin banyak mata tunas yang perlu disisakan, untuk mengakomodasi potensi pohon yang mampu berbuah dalam jumlah banyak. Dalam hal ini, menggunakan cane pruning.
Namun jika kekuatannya lemah atau sedang, maka jumlah mata tunas tidak perlu banyak, karena kapasitas berbuahnya tidak sebesar pohon yang vigoritasnya tinggi. Sehingga, rod pruning bisa dipilih.
Teorinya seperti itu, tapi trend di lapangan (khususnya di perkebunan anggur komersial seluruh dunia), rod pruning sangat jarang digunakan, bahkan langka.
Mereka hanya memilih salah satu dari dua teknik; jika tidak spur pruning, ya cane pruning. Faktanya, rod pruning tidak dipertimbangkan sama sekali.
Teknik mana yang ideal?
Ada 3 pendekatan yang bisa kita pilih.
Pendekatan pertama, kita harus tahu nama varietas pohon anggur yang kita tanam. Kemudian, cari referensi di internet mengenai varietas tersebut.
Biasanya, kita bisa menemukan rekomendasi teknik pemangkasan pohon anggur yang cocok untuk varietas bersangkutan. Bahkan tidak jarang, disebutkan secara detail jumlah mata tunas yang perlu disisakan.
Jadikan informasi tersebut sebagai pedoman.
Sayangnya, hanya sebagian varietas anggur yang mendapat ulasan seperti itu. Sebagian lainnya sangat minim referensi.
Solusinya, kita gunakan pendekatan kedua yaitu; mencari tahu varietas yang kita tanam masuk kategori spesies mana.
Ada 3 kategori utama:
American Grape (Anggur Amerika)
European Grape (Anggur Eropa)
Hibrid Grape (Anggur Hibrida) – persilangan American dengan European Grape
Secara umum, Anggur Amerika dan Hibrida lebih cocok menggunakan teknik rod dan cane pruning. Sedangkan Anggur Eropa lebih cocok spur pruning.
Sekali lagi, itu kaedah umum aja, ya. Karena ada varietas tertentu di masing-masing kategori yang sebaliknya.
Kedua pendekatan di atas terlalu ribet?
Pendekatan ketiga ini jauh lebih simpel; gunakan saja teknik pemangkasan rod atau cane pruning. Sebab, semua varietas anggur “apapun” cocok dengan kedua teknik ini.
Dengan kata lain, hanya sebagian kecil varietas anggur yang cocok menggunakan spur pruning. Namun, semua varietas anggur cocok menggunakan rod dan cane pruning.
Masalah pemangkasan pohon anggur di Indonesia
95% tutorial budidaya anggur yang tersedia di internet (YouTube, Facebook Group, Blog, dst) hanya mengajarkan teknik spur pruning.
Padahal, 90% varietas anggur import yang bertebaran di negara kita merupakan spesies Anggur Hibrida, yang idealnya menggunakan teknik rod atau cane pruning.
Beberapa sumber lokal saya lihat mengajarkan cara pemangkasan pohon anggur dengan teknik spur pruning yang mirip teknik rod pruning, namun menyisakan 7-9 mata tunas.
Mereka menyebutnya dengan istilah “Long Spur Pruning”.
Yang sebenarnya, teknik tersebut memiliki banyak kelemahan, dibandingkan rod pruning. InsyaAllah, akan saya bahas pada kesempatan lain.
Saya menghabiskan banyak waktu dan pikiran mempelajari “puluhan referensi” seputar berkebun anggur.
Itu sangat melelahkan.
Dan setelah saya mempelajarinya semua, ternyata saya malah semakin “menderita”.
Karena saya justru semakin bingung mempraktekkannya.
Ibarat baru pertama kali belajar cara bikin Nasi Goreng Spesial.
Ehh… langsung belajar kepada 10 guru masak berbeda dengan resep berbeda.
Hasilnya?
Kebakaran jenggot.
Bingung mau ngikutin yang mana.
Malah tanpa sadar, mungkin saya “mencampur aduk” resep yang satu dengan lainnya.
Sehingga, rasa nasi goreng yang saya buat, bukannya berasa spesial, malah jadi gado-gado enggak jelas.
Di sini, saya mau share 6 (enam) saran.
Yang menurut saya sangat berharga.
Dan jika saya kembali ke masa awal belajar menanam anggur dulu, saya akan sangat berharap; ada penghobi anggur senior yang mau memberitahu saya saran-saran ini.
Sayangnya, dulu saya tidak mendapatkan kesempatan itu.
Sehingga, saya terombang-ambing di tengah jalan.
Tapi mudah-mudahan, Anda bisa menghindari pengalaman tidak mengenakkan yang saya alami dulu, dengan adanya tulisan ini, InsyaAllah.
Jadi, apa saja keenam saran tersebut?
Ini dia.
Saran #1 – Tanamlah Di Pot
Untuk awal, sebaiknya tanam pohon anggur di pot dulu, jangan grounding (di tanah langsung).
Sebab, menanam di pot memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:
1. Proses tanam yang cepat dan simpel
Tinggal beli pot ukuran sedang atau besar.
Beli bibit anggur.
Terus beli media tanam kemasan siap pakai + sekam bakar.
Atau kalau di tempat Anda banyak tanah gembur, tinggal beli pupuk kompos + sekam bakar.
Setelah itu, campur bahan media tanam tadi dan masukkan ke pot sampai penuh.
Lalu tanam bibit anggurnya ke pot.
Siram sampai media tanam basah.
Selesai!
Anda tinggal merawatnya hingga pohon tumbuh besar dan berbuah.
Lain cerita kalau menanam grounding.
Ada banyak langkah teknis yang harus Anda lakukan.
Mulai dari bikin lubang tanam yang enggak kecil (minimal ukuran 50x50cm), yang lumayan menguras tenaga.
Terus lubang harus diangin-anginkan selama seminggu, biar bibit hama dan penyakitnya pergi.
Lalu campur tanah galian dengan pupuk kandang, kemudian masukkan ke dalam lubang sampai penuh.
Setelah itu, biarkan selama minimal 1 bulan, menunggu pupuk kandangnya terfermentasi sempurna di dalam tanah.
Setelah 1 bulan, baru deh bibit anggurnya ditanam ke lubang tanam yang dibuat tadi.
Ribet, kan!?
Makanya, mendingan tanam di pot.
Tinggal sat…set…sat…set… beres!
2. Mudah melindungi pohon dari hujan
Pohon anggur itu enggak boleh sering kena hujan, karena bisa memicu serangan jamur daun yang parah.
Jadi, pohon harus dikasih atap transparan pelindung hujan.
Bisa dari plastik UV, plastik cor bening, asbes plastik bening, atau semisalnya, BEBAS.
Kalo tanam di pot, bikin atap pelidungnya jauh lebih simpel, karena ukuran pohon yang minimalis dan pendek.
Beda dengan pohon grounding, di mana ukuran pohon lebih besar dan luas, mau enggak mau bikin atapnya juga harus lebih lebar dan tinggi.
Dari sisi biaya juga bakal sangat jauh perbedaannya.
3. Cepat berbuah
Enggak perlu nunggu lama.
Pohon anggur yang ditanam dalam pot, bisa dibuahkan pada usia 5-6 bulan setelah tanam.
Bahkan bisa lebih cepat dari itu, kalo Anda tanam dari bibit besar.
Jadi, semakin cepat Anda bisa menikmati panen perdana, semakin “terbakar” semangat Anda untuk terus berkebun anggur.
Kalo semangat Anda sudah membara, terserah Anda kalo mau coba tanam grounding.
Yang jelas, Anda sudah enggak terlalu penasaran lagi dengan pohon anggur, karena sudah pernah menikmati hasil panennya.
Jadi, kalo tanam pohon grounding dan harus nunggu setahun baru dibuahkan pertama kali, Anda enggak bakal kebakaran jenggot, alias enggak bosen nunggunya.
Saran #2 – Tanam 1-3 Pohon Aja
Jangan terlalu ambisius menanam banyak pohon anggur di awal.
Cukup tanam 1 atau 2 pohon, atau paling banyak 3 pohon.
Semakin sedikit pohon yang Anda tanam, semakin teliti Anda mengamati proses tumbuh-kembang pohon anggur Anda dari minggu ke minggu.
Semakin teliti Anda mengamati proses pertumbuhannya, maka semakin mudah Anda mengidentifikasi setiap masalah yang muncul, kemudian mencari solusinya.
Bayangkan Anda menanam 10 pohon anggur.
Di mana, dalam waktu bersamaan ada 5 pohon mengalami gejala masalah pertumbuhan yang berbeda satu sama lain.
Ada yang daunnya mendadak kering dan rontok.
Ada yang sebagian besar pucuknya macet.
Ada yang daunnya pada keriting.
Ada yang batangnya banyak benjolan kecil-kecil.
Dan ada yang warna daunnya mendadak pucat.
Kebayang enggak bingungnya menghadapi beragam masalah seperti itu, sementara Anda belum tahu banyak, bahkan enggak tahu apa-apa soal tanaman anggur.
Jangankan mencari solusi.
Faktor penyebabnya aja Anda enggak paham.
Kira-kira Anda mengatasinya bagaimana, coba!?
Itulah pentingnya menanam sedikit pohon di awal, biar Anda enggak kaget berhadapan dengan beragam masalah yang muncul.
Di mana, Anda bisa mempelajari dan mengatasinya secara bertahap, satu demi satu.
Saran #3- Tanam Varietas Genjah
Maksudnya “genjah” adalah; varietas anggur yang bisa dibuahkan secepat mungkin dalam 5-6 bulan setelah tanam, sebagaimana sudah saya singgung sebelumnya.
Karena ada sebagian varietas yang baru bisa berbuah pertama kali di usia 1-2 tahun, bahkan lebih.
Kalo Anda tanam varietas seperti itu, semangat berkebun anggur Anda bakal “padam” duluan di tengah jalan, karena capek nungguinnya.
Di samping itu, kalo tanam varietas yang genjah, usia pohon genap 2 tahun Anda sudah bisa panen 3-4 kali.
Sedangkan kalo tanam varietas yang gak genjah, usia segitu Anda cuma menikmati panen 1-2 kali.
Sayang waktu, kan!?
Saran #4 – Gunakan Metode Budidaya Paling Simpel
Di internet, entah YouTube, Google, grup Facebook, dan lainnya, Anda bisa menemukan berbagai metode tanam dan perawatan pohon anggur dengan banyak versi.
Mulai dari versi yang paling sederhana.
Sampai versi paling njlimet, ala-ala kebun anggur komersial.
Jangan pernah mencoba versi yang ribet, meskipun metodenya terdengar “sangat menarik”.
Karena itulah yang membuat saya dulu menderita; jatuh-bangun merawat pohon anggur.
Semakin kompleks metode budidaya, maka semakin banyak pengetahuan, pengalaman, dan keahlian tertentu yang harus kita miliki untuk bisa mempraktekkannya.
Ibarat bikin kolam ikan sekedar pake dinding terpal atau semen + bata merah, tanpa embel-embel yang lain.
Metode tersebut tidak membutuhkan banyak pengetahuan, pengalaman, dan keahlian dalam pembuatannya.
Lain cerita kalau membuat kolam yang didesain dengan kombinasi batu alam, bata merah, rumah-rumahan ikan, air terjun buatan, air mancur, sistem filterisasi air, dan seterusnya.
Orang biasa yang belum pernah bikin kolam seperti itu, mungkin bakal menangis putus asa membuatnya.
Kecuali, itu orang bermental baja. Haha…
INTINYA:
Di awal-awal, fokus aja mengejar panen perdana dari pohon anggur pertama Anda.
Metode budidaya apapun yang Anda pilih enggak penting, asalkan itu PRAKTIS dan SESEDERHANA mungkin.
Itu nanti dipelajari sambil jalan, setelah Anda berhasil panen perdana.
Saran #5 – Pahami Gejala Masalah Umum Tanaman Anggur
Ini sangat penting, nih.
Tapi banyak penghobi pemula yang melewatkannya.
Di awal-awal, rutin amati tumbuh-kembang pohon anggur Anda dari minggu ke minggu.
Lalu, kalau ada bentuk, warna, ukuran, atau apapun dari daun, batang, dan pucuk pohon yang enggak wajar, segera cari tahu itu gejala masalah apa.
Apakah pohon sedang terserang hama…
Diserang penyakit…
Stres akibat cuaca atau kondisi lingkungan yang enggak bagus…
Kekurangan unsur hara tertentu…
Atau karena masalah lain.
Anda harus memperhatikan ciri-ciri gejalanya sebaik mungkin.
Nah, di sini Anda sangat membutuhkan bantuan penghobi anggur senior, untuk memberitahu Anda “inti masalah” yang sedang dialami pohon anggur Anda, secara AKURAT dan TANPA TEORI-TEORI yang njlimet.
Tidak sedikit penghobi yang putus asa merawat pohon anggur, akibat tidak mampu menguasai bagian ini.
Sehingga, pohon anggur mereka tumbuh semakin merana dari minggu ke minggu, tanpa mereka tahu solusinya sama sekali.
Sampai pada akhirnya, pohon berujung mati.
Atau minimal menjadi “zombie” (hidup segan, mati pun enggan).
Saran #6 – Gunakan Pupuk Tambahan Seminimal Mungkin
Selama menanam, merawat, hingga membesarkan pohon anggur Anda sampai berbuah dan panen, sebisa mungkin cukup gunakan 1-2 jenis pupuk berbeda (di luar pupuk kandang/kompos dan kapur dolomit).
Misalnya cukup pakai NPK 16-16-16 aja, dari awal tanam sampai berbuah dan panen.
Atau pakai pupuk TSP untuk awal tanam, biar akar dan batang pohon cepat besar. Kemudian setelah pohon mulai agak bongsor sampai berbuah dan panen, cukup berikan pupuk NPK 16-16-16.
Jadi, jangan tergiur mencoba aneka jenis pupuk berbeda, sebagaimana yang dilakukan ratusan-ribuan penghobi anggur pemula di luar sana.
Ujung-ujungnya mereka bingung cara aplikasinya.
Atau sebagian pupuk berakhir nganggur di gudang, alias mubadzir.
Atau enggak jarang juga, pohon mereka sakit parah bahkan mati akibat overdosis pupuk, karena banyaknya dosis dan jenis pupuk yang dipakai, ala-ala es campur.
Sekali lagi, saya tegaskan:
Fokus Anda di awal adalah mengejar panen perdana secepat mungkin dan seefisien mungkin.
Penghobi yang menggunakan aneka jenis pupuk biasanya karena mengejar hasil panen melimpah, kualitas bagus, tampilan buah mulus, dan hal-hal muluk lainnya.
Semua itu abaikan dulu di awal.
Jangan sampai Anda sibuk belajar cara bikin es kopi seenak di Kedai Kopi Bintang 5, sementara seumur hidup Anda belum pernah mencicipi es kopi buatan Anda sendiri.
Mestinya, buatlah es kopi “kualitas biasa saja” dengan tangan Anda sendiri.
Setelah berhasil, barulah tingkatkan resepnya untuk mencapai rasa Bintang 5.
Kesimpulan
Belajar dalam bidang apapun, harus dilakukan secara bertahap.
Dimulai dari hal-hal paling dasar, simpel, dan ringkas.
Dalam belajar berkebun anggur dari NOL, kuasailah teknis tanam dan perawatan menggunakan metode budidaya yang praktis dan sesederhana mungkin.
Termasuk meminimalkan penggunaan pupuk tambahan.
Abaikan masalah produktifitas panen, kualitas panen, dan semisalnya.
Goal awal Anda adalah mengejar panen perdana secepat dan seefisien mungkin.
Tanam cukup 1-3 pohon saja, supaya mudah mengatasi masalah-masalah yang muncul.
Dan tanamlah di pot, karena proses tanam dan perawatannya lebih mudah, serta pohon bisa cepat berbuah, asalkan Anda menanam varietas yang genjah.
Terakhir yang tak kalah penting, kuasai ciri-ciri gejala masalah pertumbuhan paling umum pada tanaman anggur, beserta solusinya.
Dengan mengikuti keenam saran di atas, Anda akan lebih mudah, cepat, dan efektif menguasai teknis berkebun anggur dari NOL, sampai berhasil memetik panen perdana, InsyaAllah.
Dan Anda akan terminimalisir dari jatuh-bangun mengalami masalah-masalah atau melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu selama proses belajar tersebut.
Ngomong2, kalau Anda ingin mendapatkan tutorial lengkap berkebun anggur untuk pemula yang PRAKTIS dan SEDERHANA, Anda bisa mempelajarinya melalui link berikut:
“Ada banyak saran membuat media tanam anggur di luar sana. Di sini, saya akan share metode terbaik berdasarkan pengalaman 8 tahun menanam tabulampot anggur.”
Saya telah menguji banyak pilihan komposisi atau campuran media tanam yang berbeda.
Sebagian komposisi memberikan hasil yang memuaskan terhadap pertumbuhan pohon anggur.
Sedangkan sebagian lainnya mengecewakan, bahkan menyebabkan pohon anggur saya mati dalam hitungan hari atau minggu.
Dari beberapa pilihan komposisi yang memuaskan tadi, saya akan share 1 resep komposisi yang paling simpel, murah, dan proses pembuatan media tanamnya sangat cepat.
Sehingga, sangat cocok untuk penghobi anggur pemula, bahkan yang masih awam dunia berkebun sekali pun.
Sebelum masuk ke pembahasan inti, Anda perlu memahami terlebih dahulu seperti apa kriteria media tanam yang berkualitas.
3 Kriteria Media Tanam Anggur Berkualitas
Untuk menghasilkan pertumbuhan optimal pada pohon anggur, Anda perlu membuat media tanam yang memenuhi 3 kriteria berikut:
1. Subur
Artinya media tanam Anda harus mengandung nutrisi atau unsur hara yang lengkap dan berlimpah.
Sehingga, kebutuhan nutrisi pohon anggur dapat terpenuhi dengan baik.
Bahkan tersedia cadangan nutrisi yang cukup untuk menutupi sebagian nutrisi yang hilang akibat tercuci air siraman atau hujan dan menguap ke udara.
Cara meningkatkan kesuburan media tanam anggur adalah menambahkan kompos atau pupuk kandang dan pupuk SP36 / TSP ke dalam komposisinya.
2. Gembur
Gembur yang saya maksud adalah memiliki porousitas dan drainase yang baik.
Porousitas adalah kemampuan media tanam menyerap air dengan cepat.
Ciri-ciri media tanam yang porousitasnya baik yaitu ketika Anda siram dengan beberapa gayung air, maka air akan dengan cepat meresap habis ke dalam media tanam.
Sedangkan yang porousitasnya buruk, air siraman akan menggenang lama di atas permukaan media tanam akibat proses peresapan airnya sangat lambat.
Drainase adalah kemampuan media tanam mengalirkan atau membuang kandungan air berlebih.
Sehingga, media tanam tidak mudah becek atau jenuh air yang menjadikan media tanam kekurangan oksigen.
Kekurangan oksigen pada media tanam selama berhari-hari akan dengan cepat menimbulkan pembusukan perakaran pohon anggur.
Jika dibiarkan, pohon anggur bisa mati karena kehilangan sebagian besar akarnya akibat membusuk.
Cara meningkatkan kegemburan media tanam anggur adalah menambahkan arang sekam, sekam mentah, atau pasir bangunan ke dalam komposisinya.
Dari ketiga bahan tersebut, yang terbaik adalah arang sekam dan disusul pasir bangunan.
Sedangkan sekam mentah sebaiknya dijadikan alternatif terakhir apabila kedua bahan sebelumnya sangat sulit didapatkan.
3. Sehat
Media tanam yang sehat adalah media tanam yang minim dari berbagai jenis mikroorganisme tanah pengganggu tanaman dan kaya akan mikroorganisme tanah yang menguntungkan tanaman.
Selain itu, media tanam juga harus memiliki level pH yang netral, yakni pada rentang 6.5 – 7.0.
Makna sehat yang terakhir yaitu media tanam mengandung bahan organik tanah yang berlimpah.
Bahan organik tanah merupakan sumber makanan bagi semua mikroorganisme tanah.
Sehingga, bahan tersebut sangat diperlukan untuk menunjang eksistensi mikroorganisme bermanfaat yang berlimpah di dalam media tanam.
Cara meningkatkan kesehatan media tanam anggur adalah menambahkan kompos atau pupuk kandang, kapur dolomit (jika pH media tanam kurang dari 6.5), dan belerang atau larutan asam sitrat (jika pH media tanam melebihi 7.0) ke dalam komposisinya.
Itulah 3 kriteria yang harus Anda penuhi untuk menghasilkan media tanam bermutu tinggi.
Selanjutnya, mari kita bahas apa saja campuran media tanam anggur yang baik dan benar.
Komposisi Media Tanam Anggur
Seperti yang saya sebutkan di awal, saya hanya membagikan 1 resep campuran media tanam yang paling simpel, murah, dan cepat.
Langsung saja, berikut ini daftar bahan yang perlu Anda siapkan:
1. Tanah Gembur, Remah, Dan Berwarna Gelap
Gembur artinya tanah mudah dicangkul atau disekop.
Sedangkan remah artinya dalam kondisi kering, tanah sangat mudah hancur ketika diremas-remas dengan telapak tangan, tidak keras seperti batu.
Selain gembur dan remah, tanah yang Anda pilih harus berwarna gelap, yakni antara coklat kehitaman hingga hitam pekat.
Semakin mendekati hitam pekat, maka semakin bagus kualitas tanahnya.
Tanah gembur, remah, dan berwarna gelap.
Alternatif Lain
Jika Anda kesulitan mencari tanah dengan kriteria di atas, maka solusinya Anda bisa menggunakan media tanam kemasan siap pakai yang banyak dijual di lapak bibit tanaman.
Pilihlah media tanam kemasan yang khusus untuk tanaman buah, jangan untuk tanaman hias, karena komposisi keduanya berbeda.
Selain itu, pilihlah media tanam yang dikemas secara profesional atau buatan pabrik.
Jangan membeli media tanam kemasan karung bekas atau semisalnya.
Sebab, kita tidak pernah tahu seberapa bagus produk media tanam siap pakai yang ada di pasaran.
Sehingga, menilai kualitas produk berdasarkan kualitas kemasannya mungkin cara terbaik untuk membedakan produk bermutu bagus dengan yang bermutu rendah.
Ini menurut pandangan saya pribadi, ya.
Produk media tanam siap pakai kemasan profesional.
2. Pupuk Kompos
Belilah kompos siap pakai yang banyak dijual di lapak bibit tanaman.
Sama seperti media tanam siap pakai, pilihlah produk kompos yang dikemas secara profesional.
Selain itu, pilih produk kompos yang memiliki komposisi kompleks.
Artinya, kompos tersebut diproduksi dari beragam jenis bahan berbeda, sehingga kandungan nutrisinya jauh lebih lengkap.
Produk kompos siap pakai kemasan profesional.
Alternatif Lain
Jika Anda kesulitan mendapatkan pupuk kompos, maka solusinya bisa menggunakan kotoran hewan kambing, sapi, kerbau, kuda, ayam, burung, kelelawar, atau semisalnya.
Namun, kotoran hewan tersebut harus difermentasi (istilah yang lebih tepat: didekomposisi) terlebih dahulu sampai bentuk, warna, dan aromanya sangat mirip seperti tanah.
Jika tidak, kotoran hewan justru akan menimbulkan masalah kesehatan bagi media tanam dan pohon anggur.
Sebab, di dalam kotoran hewan banyak mengandung patogen (mikroba merugikan) dan gas beracun seperti amoniak.
Patogen dan gas beracun tersebut akan mudah hilang saat proses dekomposisi berlangsung.
Oleh karena itu, sangat penting mendekomposisi kotoran hewan sebelum dijadikan pupuk kandang.
Saya ulangi lagi, kotoran hewan harus didekomposisi sampai bentuk, warna, dan aromanya sangat mirip seperti tanah.
Kalau Anda tidak mau ribet, sebaiknya gunakan saja pupuk kompos siap pakai.
Cara dekomposisi kotoran hewan paling mudah:
3. Arang Sekam
Arang sekam atau disebut juga sekam bakar bisa Anda beli di lapak bibit tanaman bersamaan saat membeli pupuk kompos dan media tanam siap pakai.
Tidak ada spesifikasi khusus dalam memilih arang sekam.
Karena setahu saya, kualitas produk arang sekam di pasaran tidak jauh berbeda.
Baik yang dikemas secara profesional, maupun yang hanya dibungkus karung bekas.
Mutunya sama saja.
Mungkin cuma berbeda di bandrol harga.
Dalam hal ini, saya lebih memilih produk arang sekam kemasan karung bekas dibandingkan kemasan pabrik, karena harganya jauh lebih murah.
Lagi pula kualitasnya sama saja, kan. Hehe 😀
Arang sekam / sekam bakar.
Alternatif 1
Jika di daerah Anda tidak ada yang menjual arang sekam, saran saya buatlah sendiri di rumah.
Caranya mudah, kok.
Silakan cari di Youtube, banyak yang share cara bikinnya.
Selain arang dari sekam padi, Anda juga bisa membuat arang dari gergaji kayu yang bisa Anda dapatkan di tukang mebel secara gratis.
Cara membuat arang dari sekam padi dan gergaji kayu pun tidak ada bedanya sama sekali.
Serbuk gergaji kayu.
Namun, kalau Anda tidak ingin ribet dengan itu, alternatifnya Anda bisa menggunakan pasir bangunan yang masih asli atau kasar (belum diayak).
Sayangnya, penambahan pasir bangunan akan menyebabkan media tanam menjadi lebih berat.
Jadi sebaiknya, pertimbangkan terlebih dulu sebelum menggunakannya.
Apabila pot anggur Anda tidak akan atau jarang dipindah-pindah, maka tidak masalah menggunakan pasir.
Tapi jika ada kemungkinan pot akan sering dipindah-pindah, sebaiknya hindari bahan tersebut.
Pasir bangunan.
Alternatif 2
Alternatif berikutnya Anda bisa menggunakan sekam mentah.
Pilihlah sekam mentah yang usianya sudah berbulan-bulan dan mendekati lapuk (mudah hancur saat diremas).
Jangan menggunakan sekam mentah yang masih segar atau masih keras (belum lapuk).
Karena justru akan merugikan pohon anggur Anda.
Sekam mentah segar seiring waktu akan mengalami penguraian atau pelapukan oleh bakteri tanah.
Selama proses pelapukan tersebut, bakteri akan menyerap banyak unsur hara Nitrogen (N) yang merupakan makanan utama bakteri pengurai.
Akibat hal tersebut, maka ada resiko pohon anggur akan kekurangan pasokan Nitrogen karena berebut dengan bakteri pengurai.
Selain itu, kekurangan sekam mentah adalah bahan ini cepat atau lambat akan hancur atau lapuk menjadi tanah.
Padahal, keberadaannya sangat diperlukan untuk meningkatkan kegemburan tanah.
Jika sekam mentah sudah hancur menjadi tanah, mau tidak mau, Anda harus melakukan penggantian media tanam anggur yang baru (repotting).
Sekam segarSekam lapukPerbedaan sekam segar dan sekam lapuk.
Alternatif 3 (terbaik)
Menimbang dari fakta di atas, maka alternatif yang paling win-win solution menurut saya adalah menggunakan kombinasi pasir bangunan dan sekam mentah.
Jadi, ketika sekam mentah telah hilang karena lapuk menjadi tanah, maka masih ada pasir bangunan yang menopang media tanam anggur tetap gembur.
4. Pupuk SP36 / TSP
Pupuk SP36 atau TSP digunakan sebagai pupuk dasar yang mengandu unsur hara Phosphate (P) dalam jumlah besar.
Unsur hara ini sangat bermanfaat untuk memacu pertumbuhan akar pohon anggur selama fase awal pertumbuhan pasca tanam ke pot.
Prinsipnya:
“Semakin rimbun akar, maka semakin cepat pertumbuhan pohon secara keseluruhan.”
Di samping itu, perakaran yang rimbun dan kokoh juga akan mempercepat pembesaran batang anggur secara signifikan.
Sehingga, pohon anggur dapat menghasilkan percabangan yang banyak, kuat, dan besar.
Di mana, hal itu berdampak langsung pada kemampuan pohon untuk berbuah produktif dengan hasil panen berlimpah dan berkualitas.
Pupuk SP36Pupuk TSP
5. Kapur Dolomit
Kebanyakan kasus di Indonesia, media tanam anggur yang dibuat penghobi akan memiliki level pH kurang dari 6.5.
Penyebab paling umum karena tanah, kompos, atau pupuk kandang yang digunakan untuk campuran media tanam memiliki pH kurang dari 6.5.
Sehingga berdampak kepada level pH media tanam secara keseluruhan.
Oleh sebab itu, Anda perlu menambahkan kapur dolomit untuk menetralkan pH media tanam menjadi 6.5 – 7.0.
Ada baiknya Anda menyiapkan juga alat ukur pH tanah untuk mengetahui level pH media tanam Anda secara tepat.
Di samping menetralkan pH, kapur dolomit juga bermanfaat meningkatkan kandungan unsur hara Calcium (Ca) di dalam media tanam anggur.
Calcium merupakan salah satu unsur hara yang dibutuhkan pohon anggur dalam jumlah besar.
Sehingga, persediaannya harus benar-benar tercukupi supaya tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi pohon anggur.
Salah satu benefit pohon anggur yang mendapatkan pasokan Calcium dalam jumlah cukup adalah pohon menjadi lebih tahan terhadap serangan hama, penyakit, dan cuaca ekstrim.
Itu karena Calcium dapat meningkatkan ketebalan dinding sel tanaman secara keseluruhan.
Kapur dolomit.
Cara Membuat Media Tanam Anggur
Setelah semua bahan yang diperlukan Anda siapkan, selanjutnya silakan mengikuti langkah-langkah berikut:
Langkah #1
Campur dan aduk rata tiga bahan pertama menggunakan perbandingan di bawah ini (pilih salah satu berdasarkan bahan yang Anda pilih):
Tanah + kompos / pupuk kandang + arang sekam (1:1:1)
Tanah + kompos / pupuk kandang + pasir bangunan (2:2:1)
Tanah + kompos / pupuk kandang + sekam mentah (1:1:1)
Tanah + kompos / pupuk kandang + pasir bangunan + sekam mentah (2:2:1:1)
Media tanam siap pakai + kompos / pupuk kandang + pasir bangunan + sekam mentah (3:1:1:1)
Langkah #2
Tambahkan pupuk SP36 atau TSP dan kapur dolomit dengan dosis di bawah ini (pilih salah satu berdasarkan ukuran pot yang Anda gunakan):
Diameter Pot
Dosis SP36 / TSP
Dosis Dolomit
35 – 40 cm
2 – 3 sdm
1 – 1,5 sdm
40 – 45 cm
3 – 4 sdm
1,5 – 2 sdm
45 – 50 cm
4 – 5 sdm
2 – 2,5 sdm
50 – 60 cm
5 – 6 sdm
2,5 – 3 sdm
*) sdm= sendok makan.
Langkah #3
Aduk kembali media tanam sampai pupuk SP36/TSP dan kapur dolomit bercampur rata dengan media tanam.
Selesai!
Media tanam Anda siap digunakan.
Masukkan media tanam ke dalam pot hingga penuh dan pohon anggur siap Anda tanam.
Tips Merawat Media Tanam Pot
Kebanyakan penghobi hanya memikirkan teknis perawatan pohon anggur.
Padahal, media tanam pot juga membutuhkan perawatan rutin untuk mempertahankan kesuburan, kegemburan, dan kesehatannya dalam jangka panjang.
Jika Anda peduli dengan kualitas media tanam anggur Anda, maka 4 tips di bawah ini wajib Anda praktekkan.
1. Jangan Memasukkan Pestisida Sintetis
Hindari memasukkan pestisida sintetis (istilah umumnya: pestisida kimia) apapun ke dalam media tanam anggur Anda.
Sebab, bahan beracun tersebut akan membunuh sebagian besar mikroorganisme tanah bermanfaat seperti cacing, cendawan, bakteri, dan seterusnya.
Media tanam yang kekurangan mikroorganisme tanah bermanfaat akan mudah dikuasai oleh mikroorganisme merugikan atau patogen tanah.
Patogen tanah ini adalah penyebab munculnya berbagai serangan hama dan penyakit akar yang berdampak buruk pada kesehatan pohon anggur secara keseluruhan.
Pestisida sintetis yang paling sering digunakan penghobi untuk diberikan ke media tanam anggur adalah Insektisida Furadan.
Racun hama berbahan aktif Corbufuran ini sangat berbahaya bagi kesehatan media tanam Anda.
Jadi, jangan pernah ikut menggunakannya, ya. 🙂
Insektisida Furadan.
2. Tambahkan bahan organik secara berkala
Seperti yang sudah saya singgung di awal, media tanam anggur sangat membutuhkan bahan organik tanah sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme tanah.
Karena bahan organik dimakan oleh mikroorganisme tanah, maka jumlah bahan organik di dalam media tanam akan menurun seiring waktu.
Sehingga, Anda perlu menambahkan bahan organik baru berupa kompos atau pupuk kandang setidaknya 3-4 bulan sekali.
Cara menambahkannya cukup ditabur secukupnya merata di atas permukaan media tanam anggur.
Kemudian tutupi dengan tanah supaya kompos atau pupuk kandang tidak terpapar sinar matahari langsung.
Apabila pot Anda sudah terlalu penuh, maka bisa dikurangi atau dikeruk secukupnya untuk memberi ruang bagi kompos atau pupuk kandang.
3. Terapkan Teknis Penyiraman Yang Benar
Ada tiga hal yang harus Anda perhatikan setiap kali menyiram pohon anggur.
#1 – Tuangkan air siraman sedekat mungkin dengan permukaan media tanam
Jangan terlalu tinggi.
Sebab, menuangkan air terlalu tinggi akan menyebabkan media tanam cepat memadat akibat tekanan air yang jatuh dari atas ke bawah.
Selain itu, jangan gunakan selang air bertekanan tinggi untuk menyiram.
#2 – Hindari menyiram media tanam anggur secara berlebihan
Sehingga, banyak kelebihan air yang keluar dari lubang di dasar pot.
Hal tersebut akan menyebabkan nutrisi di dalam media tanam tercuci dan terbuang ikut terbawa air ke luar pot.
Di samping itu, media tanam yang sering tercuci air akan cepat mengalami penurunan level pH.
Sehingga, pH media tanam anggur menjadi asam atau di bawah level 6.5.
#3 – Hindari menyiram menggunakan air PDAM dan selokan
Air PDAM mengandung zat klorin yang bisa terakumulasi atau mengendap di media tanam.
Endapan zat tersebut akan menimbulkan masalah kesehatan bagi pohon anggur.
Air selokan banyak mengandung detergen dan berbagai macam unsur logam berat yang dapat merusak kesuburan dan kesehatan media tanam anggur secara keseluruhan.
Jadi, hindari kedua jenis air tersebut.
Namun jika terpaksa menggunakan air PDAM karena tidak ada alternatif lain, maka diamkan terlebih dahulu air PDAM selama satu malam untuk mengendapkan kandungan zat klorinnya.
Setelah itu Anda bisa menggunakan air bagian atas untuk menyiram media tanam anggur.
4. Jangan Menggemburkan Media Tanam Dengan Alat
Dulu, selama bertahun-tahun saya berpikir media tanam pot perlu digemburkan sedalam 5-10cm menggunakan sekop kecil atau semisalnya supaya media tanam anggur tidak cepat memadat.
Namun belakangan, saya baru mengetahui bahwa ternyata hal tersebut tidak boleh dilakukan.
Berdasarkan beberapa sumber yang saya dapat, menggemburkan media tanam dengan cara seperti itu akan menyebabkan nutrisi di dalam media tanam mudah menguap ke udara.
Sebab, rongga atau pori-pori pada permukaan media tanam menjadi terbuka lebar.
Selain itu, tindakan tersebut juga akan mengganggu ekosistem mikroorganisme tanah bermanfaat yang hidup di dalam media tanam lapisan atas.
Cara paling mudah dan aman menjaga media tanam anggur tetap gembur adalah dengan rutin menambahkan bahan organik tanah seperti yang sudah saya bahas sebelumnya.
Di samping itu, Anda juga bisa menambahkan beberapa ekor cacing tanah ke dalam media tanam pada awal-awal penanaman anggur ke pot.
Sehingga, populasi mereka akan bertambah di kemudian hari.
Cacing tanah sangat bermanfaat menjadikan media tanam anggur Anda tetap gembur dalam jangka panjang.
Salah paham tentang cacing
Sayangnya, saya menemukan tidak sedikit penghobi di luar sana yang meyakini bahwa keberadaan cacing tanah dalam jumlah banyak di media tanam bisa membahayakan perakaran pohon anggur.
Mereka mengira cacing-cacing tersebut akan memakan organ perakaran tanaman.
Faktanya tidak demikian.
Cacing tanah hanya memakan bahan-bahan organik tanah seperti pupuk kandang, dedaunan kering, akar-akar yang telah mati, dan seterusnya.
Jika media tanam Anda sangat minim populasi cacing tanah, itu artinya media tanam Anda miskin kandungan bahan organik tanah.
Media tanam anggur yang miskin bahan organik juga berarti minim populasi mikroba tanah bermanfaat seperti cendawan, bakteri, dan semisalnya.
Jadi, banyak kerugian yang ditimbulkan akibat kekurangan bahan organik tanah pada media tanam pot.
Di bawah ini infografis manfaat cacing tanah bagi tanaman:
Setelah menanam sekian banyak pohon anggur selama beberapa tahun terakhir, saya menemukan sebuah pola yang selalu muncul berulang pada hampir semua pohon anggur.
Ceritanya begini…
Saya menanam pohon anggur, baik di pot maupun di tanah langsung (grounding). Kemudian setelah 2-3 bulan kemudian pohon anggur tumbuh besar hingga beberapa meter.
Nah, di sepanjang pangkal batang, saya temukan sebagian besar batangnya berbentuk pipih/gepeng.
Dari situ saya sangat penasaran apakah kondisi tersebut normal atau tidak.
Saya pun menelusuri referensi demi referensi di internet untuk mendapatkan informasi yang akurat perihal itu.
Akhirnya, saya berhasil mendapatkan kesimpulan.
Kondisi batang gepeng/pipih pada pohon anggur disebabkan oleh 2 faktor:
Perakaran yang lemah
Batang mengalami pertumbuhan bull cane
Faktor pertama memiliki ciri-ciri batang gepeng dengan jarak antar ruas batang rata-rata kurang dari 10cm, atau paling panjang tidak lebih dari 12cm.
Sedangkan faktor kedua memiliki ciri-ciri batang gepeng dengan jarak antar ruas rata-rata di atas 12cm.
Nah, faktor pertama ternyata sangat umum terjadi pada pohon anggur muda usia beberapa bulan pasca tanam. Sementara faktor kedua lebih sering terjadi pada pohon anggur remaja dan dewasa.
Penting untuk dicatat, apapun faktornya dan berapapun usia pohon bersangkutan, batang gepeng/pipih adalah masalah yang harus diatasi. Karena batang tersebut sangat tidak produktif untuk menghasilkan buah.
Sekarang kita bahas dulu faktor pertama.
Batang Gepeng/Pipih Pada Pohon Anggur Muda
Pengamatan saya, rata-rata 9 dari 10 pohon anggur akan mengalami kasus batang gepeng di awal-awal pertumbuhannya.
Jadi, ini adalah hal yang sangat wajar dan bisa dimaklumi.
Penyebabnya karena perakaran pohon yang masih sangat lemah.
Sederhananya begini…
Pohon anggur muda masih memiliki perakaran yang sangat sedikit, sehingga kemampuannya untuk menyerap air dan nutrisi dalam tanah pun menjadi terbatas.
Nah, di saat awal-awal pertumbuhan pohon, mulai dari batang, daun, dan percabangan, akar belum mampu mensuplai kebutuhan air dan nutrisi yang cukup untuk mendukung organ-organ tersebut tumbuh dan berkembang.
Alhasil, pertumbuhan batang, daun, dan percabangan pun menjadi tidak normal akibat kekurangan air dan nutrisi.
Hal itu ditandai dengan pertumbuhan batang yang berbentuk gepeng, jarak antar ruas pendek-pendek, daun berukuran kecil-kecil dan berwarna hijau muda atau pucat, dan cabang-cabang yang tumbuh lambat bahkan kerdil.
(Gambar: Contoh pangkal batang gepeng akibat perakaran lemah)
Namun, setelah melewati usia 3-4 bulan, biasanya pertumbuhan pohon mulai terlihat membaik dan normal.
Di mana, batang-batang muda di bagian pucuk sudah mulai berbentuk bulat sempurna, daun-daun baru tumbuh lebih lebar dan hijau pekat, dan cabang-cabang tumbuh lebih cepat.
Setelah memahami semua itu, maka ini yang saya lakukan:
Memberikan pupuk Phosphate tinggi seperti SP36 dan TSP saat pengolahan media tanam.
Selama 3-4 bulan pertama, biarkan pohon anggur tumbuh liar tanpa pemangkasan sama sekali.
Setelah muncul ciri-ciri pertumbuhan normal (batang bulat, daun lebar, dan percabangan tumbuh pesat), maka lakukan pemangkasan besar hingga menyisakan hanya 3-5 mata tunas di atas titik sambungan/okulasi batang pohon.
Biasanya, tunas-tunas baru yang muncul nantinya akan tumbuh besar dengan normal, karena perakaran sudah rimbun & kokoh, sehingga mampu mensuplai air dan nutrisi yang cukup.
Oke, itu adalah kasus batang gepeng pada pohon anggur muda. Berikutnya kita bahas kasus pada pohon anggur remaja dan dewasa.
Batang Gepeng/Pipih Pada Pohon Anggur Remaja & Dewasa
“Bull Canes” atau “Batang Banteng” merupakan kasus pertumbuhan abnormal yang sering terjadi pada pohon anggur remaja dan dewasa, bahkan pada pohon yang sudah berumur puluhan tahun sekalipun.
(Gambar: A= batang gepeng tidak normal, B= batang bulat normal)
Bull canes adalah istilah yang digunakan untuk menyebut pertumbuhan batang yang terlalu vigor. Ciri-cirinya penampang batang berbentuk pipih/oval dengan jarak antar ruas yang terlalu panjang hingga 5-6 inci (12-15cm).
(Gambar: Contoh batang yang mengalami Bull Canes)
Bull canes sangat dibenci di perkebunan anggur, karena ia kurang mampu menghasilkan buah dan sekalipun bisa bawa buah, kualitas & kuantitasnya sangat rendah.
Di samping itu, bull canes juga sangat membebani pohon anggur, karena nutrisi akan lebih banyak diserap oleh batang tersebut sementara batang-batang lain yang normal akan mengalami kekurangan nutrisi.
Dampaknya, batang-batang lain yang awalnya tumbuh normal akhirnya menjadi tidak normal seperti stagnan, kurus dan kerdil. Sedangkan batang yang mengalami bull canes akan tumbuh sangat agresif dan terus menyedot nutrisi yang ada.
Padahal, serimbun apapun batang yang mengalami bull canes, ia tetap kurang mampu menghasilkan buah.
Sangat merugikan, bukan!?
Apa penyebab munculnya bull canes?
Ada 2 faktor.
Pertama, pohon kelebihan unsur hara Nitrogen.
Kedua, karena kelebihan air akibat penyiraman berlebih, curah hujan tinggi, atau karena lokasi pohon terlalu dekat dengan sumber/saluran air.
Bagaimana solusinya?
Karena penyebab terjadinya bull canes telah diketahui, maka cukup mudah bagi kita untuk menetapkan solusi.
Pengalaman saya, bull canse bisa terjadi di beberapa lokasi strategis yaitu; batang pokok/primer, batang sekunder, dan batang tersier.
Solusi untuk masing-masing lokasi tersebut akan berbeda, yaitu:
Jika bull canes terjadi di batang pokok/primer, maka potong batang hingga menyisakan 3-5 mata tunas di atas titik sambungan/okulasi. Harapannya, akan tumbuh tunas baru yang normal untuk menggantikan batang pokok sebelumnya.
Sedangkan untuk bull cane yang muncul di batang sekunder, maka buang saja batang sekunder tersebut dengan memotong pucuk batang pokok tempat batang sekunder tumbuh. Sehingga akan tumbuh tunas dari pucuk batang pokok yang bisa dijadikan batang sekunder baru.
Namun jika bull cane ada di batang tersier, maka solusinya adalah memangkas batang bersangkutan dengan menyisakan 1 mata tunas. Nantinya akan tumbuh tunas baru dari mata tunas yang disisakan tersebut sebagai pengganti batang tersier sebelumnya.
(Gambar: Menyisakan 1 mata tunas pada batang tersier yang mengalami bull cane)
Namun sebelum melakukan pemangkasan di atas, anda juga harus menerapkan 2 hal berikut:
Pertama, kurangi frekuensi penyiraman. Apabila sebelumnya rutin disiram 4-5 kali seminggu, maka kurangi menjadi 2-3 kali seminggu.
Sedangkan jika lokasi pohon anggur anda sangat dekat dengan sumber/saluran air, coba hentikan penyiraman secara total untuk beberapa minggu. Setelah itu, penyiraman dilakukan jarang-jarang saja, karena pohon sudah mendapat pasokan air dari sumber/saluran air di dekatnya.
Kedua, hentikan sementara pemberian pupuk yang mengandung Nitrogen seperti NPK 16-16-16 atau semisalnya selama beberapa bulan kedepan.
Cara mencegah terjadinya bull canes?
Kalo saya caranya dengan mengamati pertumbuhan pucuk batang.
Apabila ada batang atau cabang tertentu yang pucuknya tumbuh dengan jarak antar ruas lebih dari 12cm, maka segera saya kurangi frekuensi penyiraman dan menghentikan pemupukan ber-nitrogen tinggi seperti yang saya jelaskan di atas.
Saya juga akan memotong pucuk batang yang jarak ruasnya terlalu panjang tersebut, dengan harapan akan tumbuh tunas baru yang normal di ujung titik potongan untuk melanjutkan pertumbuhan batang/cabang bersangkutan.
Oke, mungkin itu saja yang bisa saya share hari ini.
Jika anda punya pertanyaan, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah.