Petunjuk Teknis Membuat Media Tanam Pot (Standar Pakar)

Tips Membuat Media Tanam Pot Berkualitas SUPER

Telah diperbarui Februari 2020.

Anda suka menanam di pot?

Entah pohon buah, bunga, sayuran, rimpang atau lainnya, masa depan mereka sangat dipengaruhi oleh media tanam pot yang anda gunakan.

Kesalahan membuat media tanam, akan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman dalam jangka panjang.

Bahkan seringkali, efeknya langsung terlihat hanya hitungan hari atau minggu setelah pohon ditanam ke pot. Biasanya daun-daun mendadak kering dan rontok, tanaman tampak layu parah, hingga berujung kematian.

Saya yakin anda tidak ingin mengalaminya.

Maka, bacalah artikel ini hingga selesai!

Segala hal yang perlu diketahui tentang media tanam pot telah saya rangkum untuk anda.

Mari kita mulai!

Apa Sih Media Tanam Pot Itu?

Pengertian sederhananya adalah campuran bahan alam seperti tanah, pasir, pupuk organik, sekam padi, arang, cocopeat dan sebagainya yang dimasukkan ke dalam pot sebagai media tumbuh tanaman.

Penggunaan campuran bahan-bahan tersebut bertujuan untuk memodifikasi media tumbuh dalam pot agar menyerupai kondisi tanah di lahan yang subur.

Ibarat memelihara ikan dalam kolam, kita harus mengkondisikan jenis dan kualitas air kolam supaya mirip seperti kondisi di habitat asli ikan tersebut.

Bahkan, kita dituntut untuk meningkatkan kualitas air kolam menjadi lebih baik lagi dibandingkan habitat aslinya, supaya pertumbuhan ikan bisa semakin maksimal.

Maka, jika selama ini anda telah menanam pohon dalam pot dan hanya menggunakan media tumbuh berupa tanah pekarangan/kebun (tanpa campuran apapun), hentikan cara SALAH tersebut mulai hari ini!

Tidak peduli pohon apapun yang anda tanam, mereka membutuhkan media tumbuh yang tepat sebagaimana anda membutuhkan tempat tinggal yang layak.

Kriteria Media Tanam Bermutu Tinggi

Untuk menentukan media tanam yang anda buat apakah sudah memenuhi standar mutu atau belum, diperlukan tolok ukur sebagai berikut:

  1. Bertesktur gembur dan porous
  2. Kaya kandungan bahan organik, unsur hara dan mikroorganisme tanah
  3. pH tanah cenderung netral

Apabila ketiga poin tersebut terpenuhi, maka media tanam anda bisa dikatakan berkualitas tinggi.

Maka perlu anda ketahui, alasan media tanam harus terdiri dari campuran berbagai bahan alam seperti tanah, pasir, sekam padi, pupuk organik dan seterusnya adalah supaya ketiga poin di atas bisa tercapai.

Komposisi Media Pot
Gambar: Contoh campuran media tanam yang umum digunakan penghobi.

Cara Membuat Media Tanam Pot Standar Pakar

Sekarang kita masuk ke pembahasan utama.

Ada banyak versi teknik pembuatan media tanam pot di kalangan penghobi.

Anda bisa mengikuti pedoman di dalam artikel ini atau bisa juga mengambil saran lain dari penghobi yang lebih ahli dan berpengalaman di luar sana.

Tidak ada gading yang tak retak.

1. Menentukan Komposisi Media Tanam

Di internet, anda akan temukan banyak sekali rekomendasi komposisi media tanam yang berbeda.

Bisa jadi, anda bingung mau pilih yang mana.

Eitss… Hilangkan kebingungan anda sekarang!

Karena sebentar lagi saya akan memberikan rekomendasi yang lebih dapat dipertanggung-jawabkan.

Sebab, komposisi media tanam yang saya share di sini dibuat mengikuti 3 tolok ukur yang telah kita bahas sebelumnya. Bukan berdasarkan insting dan asumsi semata.

Sebelum menentukan komposisi yang tepat, ada 1 hal yang menjadi pertimbangan utama yaitu bahan utama yang digunakan.

Umumnya, ada 3 bahan utama yang biasa digunakan penghobi:

  1. Tanah berat
  2. Tanah ringan
  3. Media tanam kemasan siap pakai

Berikut penjelasannya…

a. Menggunakan tanah berat

Tanah berat adalah tipe tanah yang teksturnya didominasi kandungan liat dan sangat sedikit pasir.

Contohnya: tanah merah, tanah lempung, tanah liat, dst.

Ciri-ciri tanah berat yaitu jika kondisi kering teksturnya menjadi padat dan keras. Sedangkan ketika basah, tanah mudah lengket saat diinjak.

Ciri lainnya adalah tanah berat biasanya memiliki warna yang lebih terang, akibat minimnya unsur hara dan bahan organik yang dikandungnya.

Pilihan komposisi yang bisa anda gunakan:

  1. Tanah berat + pupuk kandang + sekam mentah + pasir (1:1:2:1)
  2. Tanah berat + pupuk kandang + sekam bakar + pasir (1:1:3:1)
  3. Tanah berat + pupuk kandang + sekam mentah (1:1:3)
  4. Tanah berat + pupuk kandang + sekam bakar (1:1:4)
  5. Tanah berat + pupuk kandang + pasir (1:1:1)

b. Menggunakan tanah ringan

Tanah ringan adalah tipe tanah yang teksturnya mengandung pasir > 50% dan sangat sedikit liat.

Contohnya: tanah hitam, tanah lempung berpasir, tanah lembang, dst.

Ciri-cirinya yaitu dalam kondisi kering maupun basah, tekstur tanah tetap remah, gembur dan porous. Begitupun ketika basah, tanah tidak lengket saat diinjak.

Ciri lainnya, tanah ringan memiliki warna yang cenderung gelap, mulai dari coklat gelap hingga hitam, akibat tingginya unsur hara dan bahan organik yang dikandungnya.

Pilihan komposisi yang bisa anda gunakan:

  1. Tanah ringan + pupuk kandang + sekam mentah (1:1:1)
  2. Tanah ringan + pupuk kandang + sekam bakar (1:1:2)
  3. Tanah ringan + pupuk kandang (1:1)

c. Menggunakan media tanam kemasan siap pakai

Media tanam siap pakai adalah produk media tanam kemasan yang banyak dijual di toko bibit tanaman.

Dikatakan siap pakai karena media tanam ini telah memiliki campuran aneka jenis bahan (kompos, pupuk kandang, tanah merah, cocopeat, sekam bakar, dsb) dan dikemas dalam karung atau kemasan plastik.

Media Tanam Siap Pakai
Gambar: Contoh media tanam kemasan siap pakai yang banyak dijual.
Media tanam kemasan siap pakai
Gambar: Bentuk/isi media tanam siap pakai.

Namun perlu anda ketahui bahwa media tanam kemasan sejatinya BELUM SIAP PAKAI.

Karena di dalamnya belum mengandung pasir atau sekam padi dalam jumlah yang cukup, sehingga porousitasnya masih sangat buruk.

Oleh sebab itu, anda perlu menambahkan campuran sekam padi atau pasir sebagai berikut:

  1. Media tanam kemasan + sekam mentah + pasir (3:2:1)
  2. Media tanam kemasan + sekam bakar + pasir (3:3:1)
  3. Media tanam kemasan + sekam mentah (1:1)
  4. Media tanam kemasan + sekam bakar (1:2)
  5. Media tanam kemasan + pasir (5:1)

2. Tambahkan pupuk dasar

Kapur Dolomit

Dalam ilmu pertanian, pupuk dasar adalah pupuk yang diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah beberapa minggu atau bulan sebelum penanaman.

Sehingga ketika waktu tanam telah tiba, kondisi tanah sudah dalam kondisi subur dan kaya unsur hara.

Ibarat memelihara ikan dalam kolam.

Sebelum ikan dimasukkan ke kolam, satu bulan sebelumnya dasar kolam harus sudah diisi lumpur buatan yang banyak mengandung bahan organik. Dari lumpur buatan tersebut nantinya akan tumbuh banyak plankton (sejenis mikroorganisme air) sebagai sumber makanan alami ikan.

Sehingga saat ikan sudah waktunya dimasukkan ke dalam kolam, air kolam telah mengandung banyak makanan alami yang siap disantap.

Begitu juga dengan media tanam.

Kita perlu menambahkan pupuk organik dan sedikit pupuk kimia saat pembuatan media tanam. Sehingga, media tanam tersebut akan mengandung banyak sumber makanan bagi tanaman kita.

Pemberian pupuk organik sangat penting dan harus dilakukan, karena berguna untuk menumbuhkan banyak bakteri menguntungkan dalam tanah.

Dimana, aktifitas bakteri tersebut dapat membantu:

  • Meningkatkan kandungan unsur hara tanah
  • Meningkatkan kemampuan tanaman untuk menyerap unsur hara
  • Meningkatkan imunitas tanaman dari serangan hama dan penyakit
  • dan masih banyak lagi

Sedangkan tujuan penambahan sedikit pupuk kimia adalah untuk menyediakan makanan siap santap bagi tanaman.

Jadi, apa saja pupuk dasar yang digunakan?

Ini dia:

  1. Pupuk kandang
  2. Kapur Dolomit
  3. Pupuk NPK 16-16-16 atau 15-15-15

Pupuk kandang diberikan sebagai campuran komposisi media tanam, seperti yang telah kita bahas sebelumnya.

Sekarang kita bahas soal penggunaan Kapur Dolomit dan pupuk NPK. Dosis yang diberikan harus menyesuaikan ukuran pot yang anda gunakan. Berikut rekomendasi dari saya:

Menggunakan pot plastik No.35 – 40:

  • NPK= 1 – 2 sdm
  • Dolomit= 2 – 3 sdm

Menggunakan pot plastik No.45 – 50:

  • NPK= 2 – 3 sdm
  • Dolomit= 3 – 4 sdm

Menggunakan pot plastik No.60 – 70:

  • NPK= 3 – 4 sdm
  • Dolomit= 4 – 5 sdm

*) Keterangan:
sdm = sendok makan

Bagi anda yang menggunakan polybag besar, planterbag atau belahan drum bekas, dosis menyesuaikan dengan ukuran pot plastik terdekat.

Contoh:

Planterbag ukuran 45 liter bisa mengikuti dosis pot plastik No.35 – 40. Sedangkan belahan drum bekas bisa mengikuti dosis pot plastik No.60 – 70.

Cara memberikan pupuk dasar adalah dicampur rata bersama media tanam.

3. Proses fermentasi media tanam

Mencampur Media Tanam Tabulampot

Setelah semua komposisi media tanam dan pupuk dasar sudah dicampur rata, selanjutnya masukkan ke dalam pot hingga penuh, lalu siram secukupnya.

PENTING: Media ini belum bisa ditanami, karena pupuk kandang masih bersifat racun bagi tanaman!

Anda harus mendiamkannya dulu selama 1 bulan (disebut proses fermentasi). Letakkan pot di tempat terbuka supaya media tanam terpapar sinar matahari dan hujan.

Setelah melewati proses fermentasi tersebut, maka media sudah bisa anda tanami pohon buah atau lainnya. 

Ciri-ciri umum media tanam sudah siap ditanami adalah munculnya rumput-rumput kecil di permukaan media tanam.

Oya, sering kali rumput-rumput kecil sudah tumbuh sebelum usia media tanam genap sebulan. Kadang baru jalan 2 minggu rumput sudah bermunculan.

Jika itu yang terjadi, maka media tanam bisa segera anda tanami. Tidak perlu menunggu genap sebulan.

*BONUS: 5 Tips Tambahan

Supaya artikel ini semakin lengkap, saya berikan lima kiat tambahan yang bisa anda terapkan sebagai berikut:

Tips #1: Pupuk kandang sudah matang

Pupuk kandang yang digunakan sebaiknya sudah berumur lebih dari sebulan dan tidak berbau menyengat lagi.

Penggunaan pupuk kandang yang masih segar dan berbau menyengat akan memperlambat proses fermentasi hingga 3-4 bulan. Artinya, media tanam tersebut baru bisa ditanami setelah disimpan selama itu. Lama banget, kan!?

Maka, tips pertama ini sangat penting anda lakukan.

Tips #2: Hindari pupuk kotoran unggas

Pupuk kandang yang digunakan sebaiknya dari kotoran kambing, sapi, domba, kuda dan semisalnya.

Hindari menggunakan kotoran unggas (ayam, burung, bebek dan semisalnya), karena bisa menyebabkan tekstur media tanam menjadi seperti lumpur.

Kotoran unggas umumnya diberikan sebagai pupuk susulan dengan cara ditabur di atas permukaan tanah.

Namun, banyak penghobi dan petani yang tidak menyarankan menggunakan kotoran ayam (terutama ayam potong / broiler) untuk pupuk susulan. Karena pengalaman di lapangan, kotoran ayam sering mengundang penyakit bagi tanaman.

Tips #3: Jemur seluruh bahan hingga kering

Sebelum seluruh bahan (tanah, pupuk kandang, sekam, dsb) anda campur, jemurlah di bawah terik matahari hingga kering sempurna.

Dengan begitu, seluruh bibit hama dan penyakit yang terbawa dalam bahan bisa mati.

Tips #4: Gunakan produk EM4 untuk mempercepat fermentasi

Untuk mempercepat proses fermentasi media tanam, anda bisa berikan larutan EM4 yang banyak dijual di toko pertanian. EM4 adalah produk pertanian berbentuk cair yang mengandung banyak bakteri pengurai.

Pemberian EM4 dilakukan setelah media tanam dimasukkan ke dalam pot dan disiram air.

Cara aplikasi: Larutkan 1 tutup EM4 dalam 1 liter air dan tambahkan 1/2 sendok teh gula pasir. Lalu aduk hingga gula larut. Kemudian siramkan ke media tanam yang sedang difermentasi tersebut.

Dengan cara ini, proses fermentasi hanya memerlukan waktu 2 minggu bahkan kurang.

Tips #5: Ganti pupuk kandang dengan kompos

Kelemahan dari media tanam yang menggunakan campuran pupuk kandang adalah harus melewati proses fermentasi selama 1 bulan terlebih dahulu, sebelum media tersebut bisa ditanami.

Jika anda ingin membuat media tanam hari ini dan bisa ditanami hari ini juga (tanpa perlu difermentasi), maka solusinya adalah mengganti pupuk kandang dengan pupuk kompos siap pakai yang banyak dijual di toko bibit tanaman.

Mengapa tidak perlu difermentasi?

Sebab, pupuk kompos sejatinya sudah melewati proses fermentasi oleh produsen sebelum dikemas dan dipasarkan.

Namun perlu dicatat:

#Pertama: Jika anda menggunakan kompos, maka dosis pupuk NPK yang diberikan sebagai pupuk dasar cukup 50% dari dosis yang saya rekomendasi di pembahasan sebelumnya. Misalnya untuk ukuran pot plastik No.35-40, berikan NPK sebanyak 0,5 – 1 sdm saja.

#Kedua: Pupuk kompos tidak boleh dijemur di bawah terik matahari, karena bisa menghilangkan sebagian besar unsur hara dan bakteri menguntungkan di dalamnya.

Kesimpulan

Media Tumbuh Tabulampot
(source: pallensmith.com)

50% yang menentukan tanaman dalam pot tumbuh optimal adalah kualitas media tanam yang kita digunakan.

Sedangkan teknis perawatan seperti penyiraman, pemupukan, pemangkasan, pengendalian hama & penyakit, dan seterusnya adalah bagian dari 50% sisanya.

Maka, jangan remehkan masalah ini!

Betapa banyak penghobi yang rugi waktu, biaya dan keringat akibat mengesampingkan masalah media tanam. Akhirnya, hasil yang mereka dapat pun mengecewakan.

Mudah-mudahan kita tidak mengalami hal yang sama seperti mereka.

Apakah anda punya pertanyaan?

Yuk, tulis di kolom komentar! InsyaAllah akan saya jawab semampunya. Terimakasih 🙂

Subscribe
Notify of
guest
121 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
Aloisius
Aloisius
20 September 2020 1:29 PM

Toko onlinenya pak,sy tertarik mo beli bibit

Emi
Emi
19 September 2020 2:28 PM

Mas, mau tanya apakah kalau memakai media tanam siap pakai setelah dicamput sekam, dolomit dan npk masih harus didiamkan selama 1 bulan?

Edwin
Edwin
9 September 2020 6:03 PM

Apakah sekam mentah fermentasi sama kualitasnya dengan sekam bakar??
Nanya lagi pak
Sya nanam bunga vinca dengan media tanamnya sekam mentah+sekam bakar+tanah+kohe kambing fermentasi (1:1:1:1) mohon pendapatnya bapak.
Trima kasih

Anya
Anya
7 September 2020 5:04 AM

Pak, media tanam yang baik untuk peace lily apa saja ya campurannya & berapa perbandingannya? Terima kasih.

Newsteen
Newsteen
22 August 2020 7:53 AM

owh jadi diganti dengan kompos yah

M.suwandi
M.suwandi
22 August 2020 4:34 AM

Saya menanam pohon bunga mawar pakai tanah bakaran bekas sampah dan aku beli pohon nya berpolybag pas nanam ke pot bekas polybag nya masih ada di dalam pot. Bagai mna menurut kalian apakah ada harapan bunga mawar saya soalnya saya baru pemula

Juli
Juli
20 August 2020 12:27 AM

Unfuk pasir yang digunakan adalah pasir khusus (bisakah pSir malang) ataukah pasir bias yg buat bangunan ?

Eva
Eva
15 August 2020 7:47 AM

Assalamualikum. Mau tnya pak. Sy mau menanan bunga d slm pot tapi mau menggunakn sekam yg blm d bakar boleh kah..? dn bagaimana ukuran perbandingannya dgn tanah..trmkasi

Hera
Hera
10 August 2020 10:45 AM

Apakah tabulampot buah bisa berkembang baik n berbuah hanya dg menggunakan pupuk organik 100%?

Hera
Hera
10 August 2020 10:43 AM

Klo kekurangan magnesium,,,bagaimana cara pemberian kapur dolomit/garam epsom u/ pot no 30?

Cennarif
Cennarif
7 August 2020 11:46 PM

Dimana bisa dapat beli media tanam? Bila kami mau tanam bkn dlm pot apa bisa diikuti cara spt komposisi pot . Mis dg menggali lubang diameter 60 cm

Anisah
Anisah
5 August 2020 7:47 PM

Apakah tanah di pembuangan limbah tumah tangga dapat lansung di gunakan sebagai media tanam? Apa media campuran yg lainnya?

Fitriani
Fitriani
5 August 2020 1:43 AM

Mohon maaf pak mau bertanya, intuk media tanam tanah yg dari pohon bambu + pukan kira2 cukup nggak untuk menanam sayuran sprti cabai dll, jika bagus perbandingan nya berapa2…? Satu lagi jika kesemua bahan media tanam+ pupuk dasar selesai di campur di fermentasi dengan cara di siram dahulu lanjut di… Read more »

Ramli Mohd isa
Ramli Mohd isa
3 August 2020 12:30 PM

As salam pak..maw sahkan ajew, kok dlm proses kesuburan P 1 , quantity pupuk kandangnya Byk bangat 10 kg? Apa sama pupuk nya Samada di pot maupun di ats tanah utk P 1?

Misa012
Misa012
29 July 2020 11:45 AM

Halo pak, saya mau tanya, kalo metan kemasan yg udah ada tanah suburnya waktu mau buat tanaman baru tambah tanah lagi enggak? Juga nanti waktu diisi di pot kira2 berapa banyaknya? (Misal 3/4 dr pot atau lainnya)

Last edited 1 month ago by Misa012
Ahmad Dahlan
Ahmad Dahlan
5 July 2020 7:13 AM

Jazakumullah Pak atas ilmunya — insya Allah bermanfaat . — Saya Baru mencoba bertanam tanaman dlm tabulampot. — bolehkah bertanya langsung via email Bila Ada kesulitan cara bertanam

Pa Juhana
Pa Juhana
27 June 2020 2:09 PM

Salam kenal nama sy pa Juhana sy ikut petunjuk teknis membuat media tanam pot standar pakan yang sy tanyakan caranya bagaimana pemupukan,pembuahan dan pemangkasan nya berikut dengan pembuah nya . Mohon di jawab terimakasih

Mukhlis
Mukhlis
26 June 2020 10:42 PM

Saya baru memulai menanam anggur, dan beberapa jenis sayur dan buah lain. Kemarin, saya berikan pada media tanam anggur saya dan sayur (timun, cabe, pare, jambu, belimbing, jeruk) pupuk NPK mutiara dan dolomit. Pupuk NPK nya saya tabur bwgitu saja di media tanam, misalnya anggur(baru mulai pulih dan bertunas segar… Read more »

Ade
Ade
6 June 2020 6:34 PM

Semua bahan si jemur sampai kering tapi kalau kompos gimana? Bertolak belakang bagian ini kalau medianya kompos, kompos info di atas bukannya gak boleh di jemur?

Hafidz
Hafidz
31 May 2020 2:17 PM

Pak izin bertanya, Saya barusan ngambil kohe domba dari kandang yg udah lama gak ada dombanya( Kohenya banyak dikolongnya) Sudah tidak berbau, Apakah kalo mau dibuat campuran metan untuk lengkeng tetep harus dipermentasi dulu atau tidak?

Last edited 3 months ago by Hafidz
Henny Mediawati
Henny Mediawati
26 May 2020 8:48 PM

Pak saya tertlng dgpanduan yg sngt lengkap dan jelas sekali sbg pemula trimakasih Saya ingin bertanya bgmn klo tnh dr pot uk 25 bisa dimanfaatkan lagi unt yg uk 40 planterbag dg ditambah apa dan alami proses lg mksh

Pedis
Pedis
22 May 2020 4:50 AM

Bagaimana cara pemanfaatan tanah bekas media tanam di pot, tanah bekas tersebut akan saya buwat media tanamvsayuran buah…Trims

Taufik
Taufik
19 May 2020 4:15 AM

Kalau medianya tanah, sekam bakar dan npk, perbandingannya berapa?

Nixx
Nixx
17 May 2020 10:18 AM

Pak haris.. Untuk media tanam sayuran dan buah2 an, komposisi nya sama atau beda ya pak? Kemudian Penjemuran media tanam itu berapa lama ya kira2… ? Dan pada saat feementasi, media tanam tsb perlu disirami juga ga ya.? Thanks pak. Artikelnya berguna banget Izin ikut grup w. A dong pak..… Read more »

Ani rosmiati
Ani rosmiati
16 May 2020 7:33 AM

Makasi pak ulasannya semoga kami bisa aplikasikan di lapangan ……

frans
frans
6 May 2020 3:59 AM

Saya ingin bertanya apa yang terjadi bilamana membuat media tanam dalam sebuah pot yang merupakan campuran antara media tanam siap pakai dengan sekam bakar dengan perbandingan 1:1? mohon pencerahannya. terima kasih

Hardika
Hardika
2 May 2020 9:01 AM

Assalmualaikum
Saya sangat berterimakasih dengan artikel yang detail ini, sangat membantu bgi saya sebagi penggiat pemula.

Saya juga mau bertanya, saat proses fermentasi media tanam dengan pupuk kandang di bawah sinar matahari dan hujan, media tanmnya dibiarkan terbuka ataw tertutup rapat?

Terimakasih):)

Rahmat hidayat
Rahmat hidayat
29 April 2020 7:00 AM

Pak…saya beli sekamnya kebetulan sudah dicampur dengan pupuk kandang dr kotoran yang sudah difermentasi..waktu saya beli sudah tidak berbau lagi..media tanam saya buat perbandingan 1 tanah hitam+1 sekam percampuran pupuk kandang+1 kompos…apakah media tanam tersebut mesti didiamkan dahulu pak seperti keterangan diatas?

Ning tatih
Ning tatih
15 April 2020 11:07 PM

Saya baru mempersiapkan media tanam sekam padi :kohe kambing:cocopeat:abu kayu 3:2:1:1/2.
Temstur berakhir dengan sangat gembur poros karena tanah seperti gembur berpasir.

Belum saya semai bibit. Bagusnya difermentasi dulu juga atw bsa langsung pakai? Kohe nya yg sudah kering dan bagus sudah terfermentasi beli di kandang.

Habibi
Habibi
7 April 2020 1:27 PM

Untuk media tanam yg sudah saya buat, pada saat proses fermentasi penyiramannya sehari berapa kali ya pa

Zulfa Ciwi
Zulfa Ciwi
3 April 2020 11:02 PM

pak Haris, bagaimana memperlakukan tanaman yang baru saya pesan online dari luar kota dan sampai ke tangan saya dalam kondisi layu dan kuning? sampai semua daunny terpaksa saya potong karena semua daunny rusak. Bagaimana perawatan intensifny utk merangsang pertumbuhan daun dan bunga nya lagi?

ramli mohd isa
ramli mohd isa
24 March 2020 10:06 PM

as salam pak … sy dri kuala lumpur .. disini ramai juga yg gunakan media nya cocopeat sjew dimana pembajaan nya secara fertigasi …baja AB MIX ….Ada beza ke dgn cara n teknik pak haris ? maksud sy kualiti hasil nya n masa ?

Eko
Eko
22 March 2020 8:06 PM

Pak ini saya mau nanam biji bunga hias, itu sebaiknya menggunakan media tanam dari pupuk kandang buatan sendiri atau media taman yg sudah jd yg d jual d toko.??

Dan mohon tipsnya agar bijinya ini bisa tumbuh baik, trima kasih

Eva
Eva
18 March 2020 10:02 AM

Pak pasir di sini maksudnya pasir malang, atau pasir bangunan?

Masriyanto
Masriyanto
18 March 2020 2:52 PM
Reply to  Eva

Mohon maaf kalau menurut saya pasir bangunan juga bisa, karena pasir gunanya ialah untuk agar media lebih berpori dan sirkulasi lebih baik

Putra
Putra
17 March 2020 2:55 AM

Pak untuk pot no.35-40 itu apakah ukuran diameternya(cm) atau ukuran volumenya(liter) maaf saya pemula

Masriyanto
Masriyanto
18 March 2020 2:57 PM
Reply to  Putra

Yupz bener itu untuk diameter, klu volume nya semakin banyak semakin bagus, sisakan agak berapa cm supaya nanti waktu memberi pupuk susulan tidak tumpah

Suci
Suci
18 May 2020 8:40 AM
Reply to  Putra

Trimakasih banyak dengan artikelnya,saya bisa bertanam dengan benar

Zunan
Zunan
12 March 2020 7:55 AM

Mohon pencerahannya pak…..di toko2 yang jual media tanam itu kadang tulisan dibungkusnya pupuk kompos, bagaimana cara membedakan antara metan jadi dan pupuk kompos jadi, soale sy gak bisa membedakannya mirip sekali warna dan bentuknya….

Masriyanto
Masriyanto
18 March 2020 3:01 PM
Reply to  Zunan

Kalau produknya bermerek kompos beli saja pak, mau isinya lain serahkan ma Allah ya pak
Fositif thinking

Lutfi aprop
Lutfi aprop
9 March 2020 7:58 PM

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu h. Terimaksih kaka, informasinya.. sangat membantu.?

Maipura
Maipura
5 March 2020 3:43 PM

Jadi, metan yg dijual di toko tanaman itu belum bisa langsung dipakai ya pak??

Saya biasanya langsung saya pakai saja… Memang beberapa tanaman ada yg layu beberapa hari, kemudian segar lagi, tapi ada juga yg mati..

Herlina Bakari
Herlina Bakari
24 February 2020 10:46 PM

Maaf pak mau nanya..klo metan untuk tanaman bunga pakai pupuk kandang,tanah dan sekam padi perbandingannya brpa..

Hasyim Zainur
Hasyim Zainur
24 February 2020 7:54 PM

Maaf pak, mau tanya. Kalau kompos+tanah+NPK bisa Ndak ya pak? Kalau bisa perbandingan nya berapa?

Febri
Febri
23 February 2020 2:32 AM

Om Daun, untuk tabulampot anggur ukuran pot 25-30 itu maksimalnya berapa tandan buah om?

Rudi
Rudi
20 February 2020 11:38 AM

Jangka waktu untuk mengganti media tanam apa ada pak??
Dengan kta lain, apa ada batasan waktu media tanam itu harus diganti??

Abu Harits
Abu Harits
19 February 2020 4:49 PM

Pak kalau lahan memiliki tanah yg keras spt tanah liat kering bagaimana ya penanganan nya utk bisa ditanami? Btw, group WA nya ga bisa gabung, sdh full.

Abu Harits
Abu Harits
20 February 2020 5:48 PM
Reply to  Haris Wicahyo

Lahan kondisi begitu setengah hektare ga bisa ditanami pohon buah ya.. 🙁

Ade septian
Ade septian
31 January 2020 6:26 PM

Kalau metan kompos+sekam bakar saja apakah bagus om?

Arief
Arief
5 January 2020 9:56 AM

Maaf mau tanya pak. Di bagian A, saya mau pakai metan siap pakai + pasir 2:1, tidak pakai tanah ringan atau berat. Kalau pakai metan, komposisi pupuk kandangnya berapa pak? Sebelumnya terima kasih

Helmi
Helmi
2 April 2020 12:28 AM
Reply to  Haris Wicahyo

Maaf pak, melanjutkan pertanyaan di atas, kalau saya pilih media tanam kemasan + sekam bakar 1:2, sebaiknya tambahan pupuk dasar hanya dolomit dan npk ya? Atau tdk perlu pupuk dasar sama sekali agar tidak over dosis?

Asep
Asep
11 December 2019 11:32 AM

Saya membuat Fermentasi pupuk kandang sdh menggunakan kapur dolomit, apakah pd saat pencampuran dg media tanam harus dikasih kapur dolomit lagi? Trmks

Yunita
Yunita
23 November 2019 10:53 PM

Bagaimana dengan penggunaan kompos?

esdua
esdua
23 November 2019 5:05 PM

artikelnya enak dibaca.. saya suka.. trimakasih..

Wira
Wira
20 November 2019 8:39 PM

Terima kasih ilmunya sangat bermanfaat. Saya ingin bertanya pak, apakah racikan media diatas bisa juga diaplikasikan untuk tanaman kelengkeng didalam pot? Terima kasih

Jamal
Jamal
19 November 2019 4:30 PM

Luar biasa ilmunya buat kami pemula, semoga terus membagikan ilmu nya kpd kami. Mksh Daunku.com

error: